Finn kembali untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya. Dengan bantuan ayah angkatnya, Finn meminta dijodohkan dengan putri dari pembunuh kedua orang tuanya, yaitu Selena.
Ditengah rencana perjodohan, seorang gadis bernama Giselle muncul dan mulai mengganggu hidup Finn.
"Jika aku boleh memilih, aku tidak ingin terlahir menjadi keturunan keluarga Milano. Aku ingin melihat dunia luar, Finn... Merasakan hidup layaknya manusia pada umumnya," ~ Giselle.
"Aku akan membawamu keluar dan melihat dunia. Jika aku memintamu untuk menikah denganku, apa kamu mau?" ~ Finn.
Cinta yang mulai tumbuh diantara keduanya akankah mampu meluluhkan dendam yang sudah mendarah daging?
100% fiksi, bagi yang tidak suka boleh langsung skip tanpa meninggalkan rating atau komentar jelek. Selamat membaca dan salam dunia perhaluan, Terimakasih 🙏 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar Riyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 : TDCDD
Plakkkk...
Sebuah tamparan mendarat keras di wajah Giselle saat dia telah sampai di kediaman utama keluarga Milano. Dengan wajah memerah penuh amarah, Tuan Andreas menatap kesal pada putri keduanya itu.
Penampilan Giselle bahkan sangat berantakan. Dress putih pendek selutut yang dipakainya terlihat lusuh dan penuh dengan noda tanah. Giselle bahkan datang tanpa alas kaki, karena sepatu miliknya tertinggal di dalam mobil pria yang menolongnya tadi.
Giselle Milano, gadis berusia 23 tahun itu adalah putri dari istri kedua Andreas Milano. Sudah sejak berusia 2 tahun keberadaan Gisel disembunyikan, dia dianggap sudah mati bersama dengan ibunya. Dirumah pengasingan Giselle hanya tinggal dengan ditemani oleh seorang pelayan wanita.
"Berapa kali Papa bilang jangan meninggalkan rumah pengasingan! Bagaimana jika ada yang mengenali kamu sebagai putri keluarga Milano, hah?! Kamu mau buat malu Papamu ini?!!"
"Malu???" Giselle menatap jengah pada lelaki berumur setengah abad lebih yang sedang berdiri dihadapannya. "Aku adalah putri kandungmu, kenapa kamu harus malu karena keberadaanku? Hanya karena kesalahan yang ibuku lakukan dimasa lalu, kenapa aku juga harus ikut menanggung akibatnya???"
Sonia yang sedari menonton akhirnya ikut maju. Sonia adalah istri pertama Andreas.
"Ibu kamu sudah berbuat zina, dia berselingkuh dibelakang Papa kamu. Dan didalam tubuh kamu itu mengalir darah seorang wanita pezina! Apa kata orang jika keluarga Milano memiliki keturunan seperti kamu ini!!!"
Selena mendekat, merangkul Giselle dan mengusap-usap lembut lengannya. Selena merupakan putri dari Sonia dan Andreas, usianya dua tahun lebih tua dari Giselle.
"Ma, Pa, sudah! Biarkan Giselle memiliki kebebasan, dia juga berhak untuk diakui sebagai anggota keluarga Milano. Sudah cukup Giselle menderita dan hidup sendiri selama dua puluh satu tahun ini,"
"Diam kamu Selena!" Sonia menarik tangan Selena menjauh dari Giselle. "Dia pantas mendapatkan semua ini. Selena, lebih baik sekarang kamu tidur dan beristirahatlah, besok malam kita akan mengadakan pertemuan dengan keluarga Edison, kami akan membicarakan tentang rencana perjodohan kamu dengan putra mereka."
"Perjodohan?" Giselle memicingkan kedua matanya, "Jangan lupa Nyonya Sonia, keluarga Milano memiliki dua orang putri," ucapnya penuh penekan.
"Lalu apa masalahnya?" Sonia bersedekap dada, menatap tidak suka pada putri dari madunya. "Jangan harap kamu akan dinikahi oleh laki-laki dari kalangan terhormat. Ibumu saja adalah wanita murahan yang mau tidur dengan siapa saja, jadi jangan bermimpi menjadi bagian dari keluarga Edison, keluarga paling terpandang di negeri ini!"
"Jangan bicara buruk tentang ibuku!" suaranya meninggi, Giselle tidak suka kesalahan mendiang ibunya selalu diungkit-ungkit.
"Cukup!!!" bentak Tuan Andreas. "Giselle, pulang kerumah pengasinan sekarang dan jangan pernah menginjakkan kaki lagi di kediaman utama. Para bodyguard akan mengantarkan kamu dan jangan membuat masalah lagi jika tidak ingin Papa memberi hukuman cambuk!"
Dua orang pria yang tadi mengejar Giselle sudah berdiri di sana, mereka bukanlah penjahat yang akan menjual Giselle seperti yang gadis itu katakan tadi pada pria yang menolongnya. Tapi mereka adalah anak buah Tuan Andreas yang bertugas untuk menjaga Giselle karena putrinya itu sering membuat masalah.
💙
💙
💙
"Darimana saja Finn? Aku sudah menunggumu dari dua jam yang lalu, bahkan mataku ini sudah sangat berat. Aku merindukan kasur empukku,"
Finn menerobos masuk tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya. Riyan menutup pintu apartemen, lalu mengekor di belakang Finn. Netranya menangkap sepatu wanita yang ditenteng oleh Finn.
Mungkin karena ini adalah untuk pertama kalinya Finn menginjakkan kakinya kembali di negeri ini, hingga dia membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai ke apartemen. Finn masih merasa asing dengan jalanan dikota itu.
"Sejak kapan seorang Finn Edison mau menenteng sepatu wanita? Apa tadi sebelum kesini kamu berkencan dulu dengan seorang wanita?" goda Riyan.
Finn meletakkan sepatu ditangannya disamping sofa, lalu dia membuka jaketnya dan duduk di atas sofa.
"Tutup mulutmu. Jika kamu keluar, bantu aku untuk membuang sepatu itu," titah Finn. Sebenarnya tadi dia sudah sempat membuang sepatu itu ditempat sampah begitu turun dari mobil, tapi entah mengapa hatinya tergerak untuk memungutnya kembali.
Riyan mengambil amplop coklat diatas meja dan menyerahkannya pada Finn. "Menurut sumber, keluarga Andreas memiliki dua orang putri dari dua orang istri yang berbeda. Tapi istri kedua dan anaknya sudah meninggal dua puluh satu tahun yang lalu. Tidak begitu jelas apa penyebab kematiannya. Jadi saat ini target yang tepat untuk membalaskan dendammu pada Tuan Andreas adalah Selena,"
Finn menatap foto Selena yang baru saja dia keluarkan dari dalam amplop. Masa kecilnya telah dirampas oleh ayah dari wanita yang sedang dia tatap fotonya itu. Darah Finn kembali mendidih, dia melempar foto-foto itu keatas meja.
"Dimana kamu menyimpannya?" Finn bangun dari duduknya, menatap Riyan yang masih berdiri disana.
"Didalam laci nakas kamarmu, disebelah sana," tunjuknya pada pintu kamar yang terletak di samping ruangan tersebut.
Finn masuk ke dalam kamarnya, membuka laci nakas dan mengeluarkan sebuah pistol dari dalam sana. Selama tinggal di Perancis, Finn sudah mengikuti latihan menembak dan belajar ilmu bela diri. Dia sudah mempersiapkan dirinya secara matang untuk misi balas dendamnya ini.
Dulu, ayah Finn bekerja untuk keluarga Milano dan menjadi orang kepercayaan Tuan Andreas. Saat mengetahui bisnis senjata api ilegal yang sedang dijalankan oleh tuannya, Bram memilih mundur dan tidak ingin terlibat lebih jauh demi keluarga kecilnya. Namun keputusan Bram untuk mundur membuat kemarahan Andreas meluap-luap. Khawatir Bram akan membocorkan bisnis yang baru saja dia rintis, Andreas memilih untuk menghabisi nyawa Bram dan keluarganya. Untuk menutupi kebusukannya, Andreas membuat kejadian itu seolah-olah adalah murni kejadian perampokan.
"Tunggulah saatnya Andreas Milano. Secara perlahan, aku akan mengirimmu ke neraka!"
...✨✨✨...
📝 Jangan lupa untuk subscribe, like dan komen. Jika berkenan boleh beri gift dan bintang 5 nya... Terimakasih 🙏🥰
finn udah ketagihan ya...
kk ku 3 orang pandai bela diri tapi gak pernah buat masalah😅