NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:76.7k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Sudah dua jam sejak Nadi di pindahkan ke ruang rawat inap, Sofia terus mengamati wajah sahabatnya. Gadis berusia 24 tahun itu nampak heran karena sepengetahuannya Nadi akan menjalani operasi plastik bagian wajahnya.

Seperti yang ia ketahui dari sosial media, orang-orang yang menjalani operasi plastik akan di perban di seluruh wajahnya, namun yang ia lihat saat ini satu-satunya bagian wajah Nadi yang di perban hanya-lah bagian hidung saja.

Nadi melirik kesal ke arah Sofia, ia nyaris mendorong gadis itu karena terlampau dekat memperhatikan wajahnya. "Loe ngapain sih ngeliatin muka gue terus?"

"Itu," tunjuk Sofia pada hidung Nadi. "Kenapa cuma hidung loe doang yang di perban? Bukannya kalau operasi plastik semua muka loe diperban juga ya? Jangan-jangan loe operasinya nyicil lagi."

"Tas Her*es selingkungannya Surya kali, nyicil."

Sofia tertawa terbahak-bahak kala mengingat Cindy yang gemar mengkredit barang demi bisa mengenakan barang-barang brand ternama dunia. "Ya udah enggak dong, kan sekarang sudah jadi nyonya Permana."

"Brengsek loe," Bukan Nadi belum move on dari mantan suaminya, namun sebelum ia berhasil membalaskan dendamnya, rasa sakit hati dan marah masih bersarang di hatinya. "Jangan sebut nama itu di depan muka gue," ia melempar bantal ke arah Sofia.

"Kalau loe emang mau balas dendam sama dua orang itu. Kenapa yang loe operasi cuma hidung loe doang?" Sofia menekan bantal tadi di paha Nadi.

"Gue cuma gendut bukan jelek, jadi gue rasa gue cuma butuh diet bukan operasi. Lagian dosa tau operasi-operasi begituan, tanda orang yang tidak bersyukur."

"Kalau loe inget dosa, kenapa ini loe operasi?" Sofia kembali menjunjuk ke arah hidung Nadi. "Sampe minta temenin gue ke Korea segala."

"Ini itu septum deviation, gue udah ngerasa sulit napas sejak setahun yang lalu, saat gue ada kerjaan di Busan. Ya udah deh gue periksa di sini, tapi waktu itu gue nolak buat operasi karena gue masih bisa napas. Nah kemaren gue udah bener-bener keganggu sama pernapasan gue, karena gue enggak mau ribet mesti cek ulang kalau berobat di Indonesia, makanya gue balik lagi ke Korea buat operasi. Ya sekalian healing dan cari skin care yang bagus."

Sofia mengangguk mengerti, ia pernah baca tenatang septum deviation, sebuah kondisi di mana tulang rawan pembatas yang memisahkan rongga hidung tidak lurus, sehingga menyebabkan pasien sulit bernapas.

"Udah ah gue masih istirahat, napas gue masih enggak enak lama-lama ngoceh."

Sofia menyelimuti tubuh Nadi, setelah Nadi terlelap ia membuka laptopnya untuk memantau kondisi perusahaan yang baru di bangunnya.

...****************...

Setelah melewati masa pemulihan akhirnya Nadi siap untuk memulai perubahan besarnya!!!

Pagi hari ia mulai dengan lari keliling di kawasana apartemet yang di sewanya selama satu bulan di Korea selatan. Nadi sangat menikmati udara sejuk Korea di pagi itu, meski dengan iringan kotekan yang keluar dari Sofia.

"Gila ya loe, jam segini ngajakin lari!!!" suara Sofia terdengar ngos-ngosan setelah ia lari sepanjang 1km bersama Nadi. "Di dalem ada tempat gym, untuk apa keluar jam lima subuh hanya untuk lari??"

Nadi mengangkat tangannya sembari menghirup udara segar. "Udara di sini sangat bagus, sayang jika di lewatkan. Lagi pula tidak baik habis shalat subuh tidur lagi," ia lari di tempat, untuk memberikan Sofia waktu istirahat.

"Loe kenapa baru diet dan olahraga sekarang sih?" Tanya Sofia hati-hati. "Bukannya dari dulu loe tahu kalau Surya pemuja cewek bertubuh sexy? Sorry ya kalau ucapanku terdengar jahat, tapi itu kan kenyataannya?!" Meski tak begitu mengenal Surya, namun beberpa kali ia kedapatan memergoki Surya tengah menggoda wanita lain, bahkan Surya pernah menggoda dirinya.

"Ini karena pengaruh obat penyubur kandungan yang setiap hari gue minum selama menjalani program kehamilan," wajah Nadi mendadak terlihat muram, ia masih tak habis pikir usahanya untuk memperoleh keturunan justru di balas pengkhianatan oleh mantan suaminya.

"Loe yakin yang bermasalah itu loe? Karena setahu gue yang namanya program kehamilan itu di lakukan oleh suami istri bukan hanya istrinya, maksud gue bisa aja kan yang bermasalah justru dari pihak Surya?"

Nadi mengangkat bahunya, ia sendiri pun tak tahu sebab selama menjalani program kehamilan Surya enggan ikut memeriksakan dirinya, di tambah keluarganya yang memiliki pandangan bahwa sulit mendapat keturunan mutlak kesalahan istri, sehingga membuat Surya semakin enggan untuk memeriksakan diri.

"Entahlah! Satu putaran lagi yuk!" ajak Nadi, ia merasa sudah cukup memberikan Sofia waktu istirahat. "Setelah ini gue bikinin sop buntut buat loe."

"Asssik!!"

Seketika Sofia berubah menjadi bersemangat, sebab sogokan sop buntut yang di tawarkan Nadi untuknya, ia tahu sop buntut buatan Nadi tidak pernah gagal dan rasanya sama seperti sop buntut hotel bintang lima Jakarta dan ia akan mendapatkannya sepuasnya jika Nadi yang masak.

"Di sogok makanan baru semangat," gumam Nadi, ketika ia melihat sahabatnya berlari mendahuluinya.

Tak hanya berolahraga, demi mendapatkan tubuh idealnya kembali, Nadi pun melakukan perawatan wajah di klinik kecantikan ternama yang menjadi langganan selebritas ternama Korea.

"Wow, ini kan klinik yang pernah di kunjungi oleh aktor yang terkenal itu. Loe yakin duit loe cukup?" Sofia meyakini bahwa klinik itu pasti mahal dan sepengetahuannya saat bercerai, Surya tak memberikan apa pun kepada Nadi padahal Nadi-lah yang selama ini bekerja keras membangun perusahaan suaminya.

"Aman," Nadi menunjukan black cardnya, hal itu membuat Sofia melongo. "Loe juga boleh kok ikut perawatan."

Sofia menggelengkan kepalanya, kini ia sudah tak ragu lagi dengan kehebatan sahabatnya. Benar kata orang jangan meremehkan diamnya orang sabar, karena sekali bergerak pasti akan di luar dugaan, seperti itu-lah yang kini ia lihat dari Nadi.

Saat menikah dengan Surya, Sofia melihat Nadi hanya-lah istri yang lemah, dia hampir tak membantah apa pun yang di katakan oleh suami dan keluarga suminya. Namun setelah lepas dari keluarga toxic itu, Sofia kembali melihat Nadi yang dulu.

Ia sendiri bingung harus bersyukur atau bersedih atas perceraian Nadi, tapi apa pun itu ia bahagia melihat Nadi kembali bersemangat menjalani harinya. "Gue boleh ambil semua paket perawatan yang di sarankan dokter nanti?"

"Boleh dong, kita glow up bersama agar calon client kita nanti memberikan projectnya kepada kita," ucap Nadi sembari tertawa.

Sofia pun ikut tertawa, ia sudah tidak sabar melihat ekspresi Surya ketika nanti melihat perubahan pada diri mantan istrinya ketika tender project di bulan Maret mendatang.

Ya di bulan Maret mendatang perusahaan Sofia yang kini di bantu oleh Nadi, akan bersaing dengan perusahan Surya untuk memenangkan project pembanguan mall di Jakarta Utara.

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!