NovelToon NovelToon
Pondok Mertua Tak Indah

Pondok Mertua Tak Indah

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Angst / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:368k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kirana Pramudya

Giselle mengira menikah dengan Gibran adalah pilihan terbaik dalam hidupnya. Sosok pria yang mau menerima kekurangannya dan melengkapinya. Akan tetapi, semua angan dan impian Giselle berubah menjadi pahit, ketika dia tinggal satu atap dengan mertuanya.

"Jadi wanita bisanya cuma bekerja, gak tahu dapur, gak tahu kerjaan rumah tangga. Sudah begitu, kamu menikah lama dan tidak memiliki anak. Jangan-jangan kamu mandul, Sell?"

Perkataan pedas, tudingan miring, ditambah dengan ketidakberdayaan Gibran kian menambah runyam suasana. Dapatkah Giselle bertahan dengan konflik batin yang dia alami setiap harinya? Akankah pondok mertua yang tak indah ini perlahan-lahan menjadi rumah yang bisa menerimanya dan memanusiakannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Atap dengan Mertua

Dua Bulan Kemudian ....

Pada akhirnya, Gibran benar-benar menikahi Giselle. Kali ini, bahkan pernikahan keduanya sudah menginjak dua minggu. Akan tetapi, nyatanya mereka membina rumah tangga bukan di rumah impian yang hanya ditinggali keduanya. Melainkan, Giselle dan Gibran turut ringgal di Bandung, di rumah keluarga Gibran. Itu artinya Giselle menempati pondok mertuanya.

Matahari sudah menyapa, dan Giselle kala itu bangun kesiangan. Itu juga karena semalam Giselle lembur mengerjakan pekerjaannya. 

"Mas, jam berapa ini?" tanya Giselle yang baru saja terbangun. Perempuan itu membangunkan suaminya dan bertanya sekarang jam berapa. Sebab, Giselle sendiri lupa untuk mensetting alarm di handphonenya.

"Hmm, jam ... setengah 06.30, Yang," balas Gibran.

Mendengar bahwa sekarang sudah jam 06.30 pagi, seketika Giselle beringsut begitu saja. Dia segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan setelahnya, Giselle buru-buru turun menuju ke dapur.

"Selamat pagi, Ibu," sapa Giselle ketika melihat Ibu mertuanya sudah berada di dapur.

Melihat kedatangan Giselle, Bu Rosalia tampak menurunkan bibirnya, dan mengedikkan bahunya sekilas.

"Istri kok bangunnya siang-siang, Selle. Kalah duluan sama ayam berkokok," balas Bu Rosalia dengan nada bicaranya yang begitu judes.

"Maaf, Bu ... itu juga semalam Giselle lembur, ada analisa saham yang harus Giselle lakukan," ucap Giselle yang segera berinisiatif untuk memotong sayuran berupa Kentang, Wortel, dan Brokoli yang akan dibuat Sayur Sop itu.

"Analisa apa? Apa gunanya analisa kerjaan tapi gak bisa ngurus suami, bangun aja kesiangan," balas Bu Rosa.

Mendengar mengenai ketidakpercayaan ibu mertuanya sendiri bahkan lantaran memang Giselle bersalah karena bangun kesiangan saja, membuat Giselle sudah merasa bersalah pagi hari. Namun, juga Giselle berbicara jujur bahwa dia memang membuat analisa saham hingga tengah malam. Tidak begadang tanpa tujuan.

"Maafkan Giselle, Bu ... tadi alarm di handphone Giselle juga lupa belum disetting ulang," balasnya.

Hingga jam sarapan tiba, Gibran sudah turun dari kamarnya dan menuju ke meja makan. Di sana, pria itu mengamati wajah istrinya yang tampak berbeda.

"Kenapa, Yang?" tanya Gibran.

"Hmm, tidak apa-apa kok, Mas," balasnya.

Gibran sangat tahu bahwa atmosfer di dapur terasa berbeda. Sementara Giselle juga wajahnya muram. Untuk itu, Gibran pun bertanya kepada ibunya.

"Bu, ada apa sih pagi-pagi?" tanya Gibran. Pria itu bergantian melirik sang ibu kemudian berganti melihat istrinya. Suasana di dapur sudah tidak enak.

"Tanya saja sama istri kamu itu. Mana ada istri yang bangun siang. Harusnya istri itu bangunnya lebih pagi. Dulu, Eyang kamu itu selalu ngasih tahu bahwa istri itu harus bangun pagi, jangan sampai bangunnya kalah sama ayam berkokok. Nah, ini istri kamu hampir jam tujuh, matahari sudah tinggi, baru bangun. Gak peduli Ibu sama pekerjaan dan analisa, kalau abai dengan tugasnya sebagai istri."

"Bu, itu juga Giselle bekerja semalam," balas Gibran.

"Kerja ya kerja, Bran ..., tapi suami harus diurus dan juga dilayani," balas Bu Rosalia.

Di sana Giselle hanya bisa menundukkan kepalanya. "Maafkan Giselle, Bu ... besok Giselle akan bangun lebih pagi," balasnya.

Dulu, Giselle kira satu pondok dengan mertuanya akan baik. Dia akan mendapatkan kasih sayang dari mertuanya. Dianggap layaknya anak perempuan sendiri. Namun, sekarang mengawali hari saja, Giselle harus menerima ucapan pedas dari mertuanya sendiri. 

1
Safa Almira
yey
Dewi Nurani
bayinya perempuan tp yg diangkat bayi laki laki , gimanaaaa 🤦
Dewi Nurani
harusnya bu rani ikut bu rosa dulu biar tau rasa s amel
Alana
mertua lucknut ga tau diri udah di tolongin bukannya bersyukur dan berterima kasih malah nyalahin dan nyaci kaki ... ga tau ini otak dan mata hatinya di taruh dimana sih ?? KL di dunia nyata ada mertua kek gini gimana jadinya ya para mantu keknya banyak yg cerai 😩😩
Les Tary
Tanti Rani mendingan ikut kasihan mertua udh kyk pembantu biar tahu rasa itu menantunya kerjaan rmh dikerjain sndiri
Nenti
Gedeg banget sumpah 😡😡😡
Nenti
😭😭😭😭😭😭
sedih kalo berada di posisi Gisel semuanya serba salah
Alana
nenek gilakk dasar mertua lucknut
Alana
nenek gilakkk ga otak .. KL aku jd Gibran sakit hati bukan main mau punya anak bininya di ejek di hina abis²an... intinya dia ga suka dan benci SM Giselle Sampe kabar bahagia aja ga suka KL udah benci dr awal yaa bakal benci sebagus dan sebaik apapun Giselle ga akan baik di mata mertua gilaknya .. hahaa jujur Thor aku udah lelah bacanya SM nenek tua gilakk itu
Alana
ribet banget ni emak2
Alana
ehh aku aja kl LG ruwet masak makanan rasanya suka ga karuan.. apalg kek Giselle yaa punya mertua yg toxicnya ke iblis.. ehh nauzubillah KL aku jd Giselle sih udah give up angkat tangan
Les Tary
bknnya dicerita yg lain anaknya Kanaya udh ketemu Thor trus Kanaya sm dokter Bisma udh pnya anak cewek.
Alana
karyamu bagus Thor.. memang PD dasarnya berumah tangga itu berjuang bersama tp jika trs di sakiti mertua yaa jangan juga Krn istri berhak bahagia bagaiman mau hamil mental dan batinnya tertekan oleh mertuany yg toxic dan penuh kebencian PD mantunya wajar jika Giselle pergi dr rumah itu secara lakinya jg ga tegas SM ibunya .. hrsnya Gibran jg tegas dan sll menasehati baik2 ibunya sekali² yaa marah jg biar ibunya jera
Alana
mertua toxic banget yaa tuhan .. KL aku jd Giselle udah aku tempeleng itu muka si rosa
Alana
mertua lucknut ... emosi bcanya Thor aku
Alana
mertua ga tau diri udah di kasih nyela, ngehina dan ga menghargai mantu duuhh udahmah kaya benalu di ksh hati minta jantung nih emak²
Surabaya Honda
stop by Thor .. interesting story 👍
Densi dama Yanti
Karyo thor baguss banggat
Kirana Pramudya: Terima kasih banyak, Kak.. 😇
Dukung juga di karya lainnya yah. 🥰
total 1 replies
Ning Gedeona
cabein aja tu mulut mertua😀😀😀😀
eni mince
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!