NovelToon NovelToon
Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Seulmi

Ray menyamar sebagai seorang bodyguard karena jatuh cinta pada pandangan pertama pada Joy seorang putri konglomerat. Dengan memanfaatkan kuasa daddy Brian Ray berhasil menjadi bodyguard Joy dan mulai membuat gadis itu mulai jatuh cinta padanya.

Joy seorang putri konglomerat harus hidup dengan kekangan dari orang tuanya bahkan dia harus diikuti oleh bodyguard seharian, karena kesal Joy sering melarikan diri bahkan membuat para bodyguard nya mengundurkan diri atau terluka dan di pecat. Sampai datang bodyguard ganteng yang perlahan menarik hatinya, Joy jadi kebingungan mau membuat Ray di pecat atau tetap mempertahankan pria itu.


“Bisakah kau berhenti mengikutiku!” umpat Joy kesal.

“Tidak bisa nona, ini adalah tugasku!” ujar Ray sambil mengulum senyumnya.

“Kau menyebalkan Ray!” bentak Joy.

“Dngan senang hati saya menerima pujian nona” balas ray.

Joy menatap marah kearah Ray, “aku tidak memujimu!” umpat joy lagi.

“Tapi semua kata kata nona terdengar seperti pujian di telinga saya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. The Real Ray

Sebuah brankar pasien berjalan dengan cepat menuju ruang operasi.

Seorang wanita tampak meringis kesakitan memegangi perut nya yang besar, usia kehamilan wanita itu masih 7 bulan tapi harus di larikan ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan, saat hendak menjemput putra-putranya dari sekolah.

Dua orang pria berwajah sama berada disisi kiri wanita itu, dan satu lagi berwajah sama berada disisi kanan bersama saudara tertuanya.

sementara daddy mereka berada di tengah-tengah dan di depan wanita itu ada dokter pria yang juga berwajah cemas dengan ke lima pria yang menjaga setiap sisi wanita itu.

"Ay! bertahan sayang! bertahanlah untuk aku" lirih Brian berkali-kali selama dalam perjalanan menuju rumah sakit hingga saat ay di pindahkan ke atas brankar pasien.

Ya, wanita yang dibawa itu adalah Danaya, istri dari Brian Marcello dan 4 pria yang berada disisi kanan dan kiri ay, adalah keempat putra kesayangannya, yang sudah berumur 16 tahun dan 12 tahun.

Brian sama sekali tidak menghiraukan darah yang terus mengucur pada wajahnya hingga mengenai baju nya yang dia khawatirkan adalah istri tercinta yang saat ini sedang merasa kesakitan.

"Jo! selamatkan Ay, aku mohon jo!" lirih Brian, bajunya sudah merah penuh dengan darah, karena sejak tadi Brian belum melakukan pengobatan

Johan menggenggam tangannya, "lo harus percaya sama gue, akan gue selamatkan keduanya, heii jagoan-jagoan uncle tolong kalian bantu obati daddy kalian, aku akan kena marah mommy ay jika daddy kalian mati kehabisan darah" setelah berkata begitu Johan masuk ke ruang operasi, sebenarnya brian ingin ikut tapi karena keadaanya saat ini makanya brian tidak di bolehkan, orang akan fokus melihat darah yang mengucur pada dirinya.

"Dad, ayo kita obati luka daddy" ucap Ray agar brian mau diobati, saat ini dia sebagai anak tertua dari keluarga itu merasa harus menggantikan posisi daddy brian yang sedang tidak dalam kondisi baik.

"Iya dad ayo kita obati luka daddy" bujuk Deva si putra pertama dari 3 anak kembar itu.

Brian menggeleng, dia masih menatap sedih pada pintu ruangan operasi yang tertutup. Jantungnya serasa sedang ditusuk oleh berbagai pisau, dia takut terjadi hal berbahaya pada istrinya.

Ray yang tidak suka melihat darah daddy nya terus keluar, akhirnya berniat untuk mencari dokter biar daddy nya di obati disitu, dia yakin Brian tidak akan bisa di bujuk untuk berobat, lebih baik dia yang bertindak.

"Abang mau kemana?" tanya Davi si putra kembar kedua.

"Mencari dokter, biar daddy di obati di sini" ucap Ray, dia langsung pergi mencari dokter pilihannya.

Davi langsung berlari dan mengikuti Ray, "bang Davi ikut" ucap Davi pada abangnya itu, meninggalkan kedua saudara kembarnya yang menemani Brian.

.

Tidak sampai 5 menit Ray berhasil membawa dokter dan suster untuk mengobati daddy nya.

Brian sendiri hanya diam mendapatkan pengobatan mata pria itu terlihat kosong menatap kearah pintu ruangan operasi yang tertutup.

Ray berbalik kembali tapi sebelum itu dia mendekati Deva anak tertua setelah dirinya.

"Jaga daddy jika mommy sudah selesai operasi kabari abang" ucap Ray sedikit berbisik

Deva menatap Ray, "abang mau kemana?" tanya pria itu.

"Memberi pelajaran bagi orang yang sudah membuat bidadari abang seperti itu" ucap ray dingin. dia berniat menuju markas mafia milik Brian dan mengamuk dengan orang-orang yang membuat keluarganya seperti itu. Dia tau anak buah daddy Brian sudah berhasil membawa orang yang sudah membuat mommy tercintanya sampai seperti itu.

"Dev ikut!" pinta Deva.

Ray menggeleng, "tolong bantu abang menjaga daddy, mommy, dan adik kita yang akan lahir, abang yang akan mengurus semuanya" walau masih 16 tahun tapi Ray cukup mengerikan dia mampu mengalahkan 100 orang dewasa yang badannya lebih besar dari dirinya, Ray bersumpah akan melindungi bidadari nya tapi ternyata dia masih belum mampu untuk melindungi mommy nya, saat ini jiwa psikopat pria itu kembali muncul karena ulah para penjahat yang mengganggu keluarganya, Ray sudah di antisipasi akan mengejar orang yang membuat dia marah hampir mirip psikopat.

"Baiklah, hukum berat mereka bang" ucap Deva pasrah, dia tidak bisa memaksa untuk ikut, bisa bahaya jika dia ikut, ray kemungkinan akan marah karena dia tidak mau mendengarkan ucapannya.

"Pastinya" Ray langsung berlalu pergi si calon ketua mafia itu akan mengamuk hebat atas apa yang terjadi pada mommy nya.

...🥭🥭🥭🥭🥭...

“mana mereka!” teriak Ray begitu memasuki markas utama milik Brian, beberapa anak buah brian terlihat ketakutan melihat ray yang masuk membawa sebuah tongkat bisbol sambil menampilkan senyum mengerikan.

“A-ada di ruang penyiksaan tuan muda” jawab salah satu anak buah Brian.

Tanpa menjawab Ray berjalan menuju ruangan yang di maksud.

“Hai ray, kami sedang mengintrogasi pria in_” lars tidak dapat melanjutkan ucapannya karena begitu ray masuk dia langsung melayangkan tongkat bisbolnya pada kaki sang pelaku.

“Akkkkhhhhh!” saat ini hanya terdengar teriakan keras dari mulut 2 orang pelaku tabrak lari keluarga Ray, saat ini entah kaki mereka masih bisa berfungsi atau tulangnya sudah remuk Ray tidak peduli.

Lars, Leon, dan beberapa anak buah brian tampak melongo melihat anak umur 16 tahun yang mengamuk di depan mereka.

“Mereka gak mau buka mulut juga ternyata, perlu pukulan sekali lagi hahahha” Sekali lagi dia melayangkan tongkat di tangannya pada kaki sebelah pelaku yang belum terkena pukulan, darah segar muncrat dan berceceran kemana mana.

“Ray, dia bisa mati sebelum kita mengetahui siapa tuan mereka” ujar Lars berusaha menenangkan pria kecil itu.

Ray menatap Lars dan tertawa keras beberapa darah di pipinya akibat terkena ceceran darah pelaku malah membuat ray tampak semakin mirip dengan brian jika jiwa iblis Brian bangun.

“siapa yang peduli, aku akan membunuh mereka semua yang berani datang mendekati orang yang aku sayangi!” ujar Ray di sela tawanya.

Ray memainkan tongkat besi di tangannya dengan sangat horror, saat dia hendak melayangkan pukulan lagi pada tangan pelaku, orang itu langsung berteriak ampun pada Ray.

“Am-ampun tuan! Ampun saya Cuma orang suruhan dari mafia Ronald, to long am pu ni sa ya” Lirih pelaku itu.

“i-iya tuan” sahut pelaku yang satunya.

Ray tertawa keras dan menatap Leon dan Lars, “om dia angkat bicara, dan memohon ampun atas nyawanya, dia pikir dia akan dilepaskan, tidak akan” ucapan terakhir Ray menandakan akhir dari dua pelaku itu, dengan dua kali pukul pada dua kepala pelaku, Ray langsung menghabisi nyawa kedua pelaku itu. “Aku ampuni kalian” lanjut ray setelah kedua pelaku itu mati.

“Ray bukannya kamu mengampuni, tapi kok di habisi nyawa mereka?” tanya lars.

“menghilangkan penderitaan mereka dengan cepat bukankah ampunan yang paling ampuh untuk mereka?” jawab ray santai lalu berjalan pergi dengan menyeret tongkat bisbol yang sudah berdarah darah.

Lars, leon dan anak buah brian yang lain hanya bisa meneguk saliva mereka, ‘Memang titisan Brian’ batin mereka semua.

...🥝🥝🥝🥝🥝...

1
Alwa fikriah
seru banget ceritanyaaa, the best pokonya 👍
Angelica James
Rip Moonbin 🥹
Rahmaniar
suka
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
RAY DAN JOY
alin soebank
gemessss senyum² sendiri ky orang gila
alin soebank
greget dehhh
filis 12
Lumayan
filis 12
Biasa
Wulan
sekali lagi novel mu cantik cerita nya Thor 🤗🤗 aku nga menyesal sudah baca 4 karya mu cantik semua 😆😆👍👍
sherly
novelmu bagus Thor, alurnya menyenangkan, bahasanya juga ngk kaku... tq
sherly
astaga nikahnya bareng eh hamilnya barengan jugaaaa
sherly
mantul Vin..
sherly
smoga ketiga teman Joy emang sahabat yg beneran tulus
sherly
menang banyak ya bang Ray...
sherly
modus mu bang..
sherly
buat repot diri sendiri sih Ray, yg mudah ada milihnya yg sulit
sherly
maksa banget si Sonia ini, sungguh mencurigakan...
sherly
wow Ray, gercep banget... keren dah
sherly
hadew mafia diancam pakai pisau lipat, nyari penyakit nih preman... mendingan kalian cari sekop trus galih tu kuburan sendiri heheh
sherly
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!