Dilla adalah gadis lugu cantik manis dan pintar
suatu hari ia di jebak dan dijadikan alat dendam oleh seorang penguasa bernama Don Dominico Alessio tanpa sebab
berkali kali Dominico menyiksanya dan melecehkan nya secara brutal tanpa ampun hingga Isabella kesakitan dan tak kuat menahan rasa sakitnya
ketika Dilla memutuskan untuk hampir menyerah dan memilih untuk mati dia mempunyai kesempatan untuk pergi dan ia pergi memutuskan untuk melupakan segalanya namun nyatanya tak mudah
Hingga bertahun tahun kemudian ia bangkit menjadi kuat lalu bertemu dengan Dominico lagi yang menanyakan suatu hal yang membuatnya kembali di landa oleh ketakutan
"dimana anak anak itu ?".ucap Dominico
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrrrrrraya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tipuan Hasrat
Liberty University
Dilla sedang ada di kampusnya ia menjalankan praktik sidang miliknya dengan sangat baik hingga para dosen dan dekan sendiri terkesima dengan caranya
Tes Sidang di selesaikan dengan cepat oleh Dilla sendiri
Para dosen dan dewan kampus tersenyum dan bertepuk tangan mereka bangga dengan presentasi darinya
Ia memang terkenal di kampus selain sangat cantik ia sangatlah baik dan ramah ia berteman dengan siapa saja tak jarang banyak lelaki yang mengejarnya dan ingin menggodanya
"bell pulangnya bareng aku yuk ". Ucap lelaki sambil mengejarnya
Ada seorang lelaki yang kembali di sampingnya berkata sama Dilla tersenyum
" maaf ya aku mau buka loker dulu ".ucapnya
Kemudian ia menutupnya
Brakkk
" aku ada acara habis ini jadi maaf ".ucapnya
" bell kamu sudah siapkan partner untuk pesta prom ?".ucap lelaki lain
Dilla hanya tersenyum padanya
"aku masih pikirkan untuk tawaran ikut atau tidaknya".ucap Dilla
Dekan Kampus mendekati Ketiga dewasa muda itu kemudian membuat teman teman lelaki Dilla takut dan menghindar pergi
kini tersisa Dilla saja dengan pak Dekan
"Dilla !".tekan Pak Dekan
Sungguh Dilla ketakutan sebenarnya ia tak tahu ada apa,mengapa Dekan mendekatinya ? Atau ia membuat salah dalam sidang
"iya pak".ucap Dilla tertekan
Pak dekan tersenyum
"ikut saya".ucap Pak Dekan
Dilla patuh dan kemudian mengikutinya ke ruangannya
"terus terang aku sangat bangga akan presentasi darimu tadi dan aku berencana untuk memberikan Beasiswa khusus untukmu melanjutkan Magister secara penuh".ucap pak Dekan
Dilla terkejut akan apa yang di ucapkan oleh pria yang ada di hadapannya ini yang merupakan Dekan Kampus
Dia sendiri juga merasa terkejut dan senang tentunya
"jika kau tertarik dengan itu kau bisa mengambilnya donatur baru kita sendiri yang memberikan beasiswa penuh itu".ucap pak Dekan
Dilla nampak bingung namun pak Dekan tersenyum ia menyentuh tangan Dilla tiba tiba hingga Dilla menarik tangannya kemudian dan berdiri
"saya akan pikirkan pak ! saya perlu waktu".ucap Dilla
Dilla keluar dari ruangan pak Dekan dan terus memikirkan apa yang di katakan bapak Dekan kampus
Sebetulnya dia ingin mengambilnya hanya saja ibu Rhaella selalu melarang untuk membuatnya menerima Beasiswa
Pernah ia ingin mendaftar Beasiswa tapi Ibu Rhaella bersikeras bahwa ia mempunyai uang untuk membiayainya sekolah
Ibu Rhaella bahkan memarahinya dengan marah jika ia menerima Beasiswa pendidikan, Sungguh tidak di ketahu oleh Dilla bagaimana Ibu Rhaella bisa membiayai sekolah sekolahnya yang paling mahal itu
dengan linglung ia melangkah dan tanpa sengaja ia menabrak seseorang di hadapannya yang tak lain adalah seseorang ia benci
"Kamu !"tekan Dilla
Matanya bertemu dengan sepasang mata hijau dan rambut kepirangan milik seorang pria yang tampan bagi sebagian orang dan di kenal kaya dengan tampilannya
Dilla tak menyangka ia menabrak mantan kekasihnya yang bernama Cole
"Dilla ?"ucap Cole tak percaya
Dilla ingin melewatinya namun Di hadapannya kekasih Cole datang bernama Rebecca dan di samping Cole mengelus bahu dan bisep Cole
"sayang ? Kau di sini ?"goda Rebecca di depan Dilla membuat Dilla memutar matanya dengan malas
Dilla kemudian langsung pergi dari hadapan mereka yang menyebalkan dan rasa ingin membunuh mereka
Rebecca tersenyum licik saat Dilla meninggalkan mereka
Ia ke kamar mandi dan membanting tas nya memegang kedua wastafel dan melihat bayangan nya di cermin
ia teringat bagaimana Cole dan dia sendiri pacaran Cole selalu ingin mendekatinya lebih jauh tapi itu membuat Dilla tidak mau dan menjauh darinya hingga Cole mengkhianatinya dengan tidur dan berhubungan seks dengan Rebecca
"Fuck off".ucap Dilla
Perlu kita ketahui bahwa Dilla sendiri masih perawan dan tidak pernah melakukan hubungan seks baik secara inti atau bagaimana. Ia selalu menjaga kesuciannya atas nama Tuhan hingga ia menikah nanti
Ia keluar dari kamar mandi kemudian dan akan pulang
Pada saat perjalanan ke luar melewati lorong kampus ia berhadapan dengan Rebecca
"Get away of me Rebecca !"ucap Dilla
"aku ? Pergi darimu ? Tidak !"ucap Rebecca tersenyum
Dilla akan pergi namun di cegat langkahnya Oleh Rebecca
"Maumu apa hah !"ucap Dilla
Rebecca tersenyum
"kau tahu,setiap harinya aku bisa memuaskan Cole. Dia begitu liar di ranjang dan bermain bersamaku sampai kami mencapai klimaks bersama"
Dilla tertawa keras
"kau bicara itu padaku ?"tanya Dilla
"kau tahu aku rasa kau pelacur."ucap Dilla terang terangan
Membuat raut wajah Rebecca berubah marah
Dilla memegang pipi Rebecca
"oh katakan padaku,apakah kau puas dan kasurmu itu banjir karena percintaan kalian ?"
"Or mungkin kenapa setiap harinya ia meminta tidur denganmu karena kalian hyperseks ? Tanda yang biasa dilakukan Pelacur dan gigolo !"ucap Dilla
Dilla menepuk pipi Rebecca 2 kali
"aku akui aku sangat bangga dengan dirimu yang hebat dalam ranjang ? Oh mungkin kau belajar dari ibumu !"
"kalau kau jadi pelacur jangan BANGGA !"saran Dilla dan pergi meninggalkannya dengan senyum tanpa marah
"Dilla Abraham Khan Abdullah aku bersumpah akan membunuhmu !"ucap batin Rebecca
Semua tertawa dengan keberanian Dilla membully mental Rebecca hingga diam melalui rekaman
Rebecca mengepal tangannya kuat
"Dilla,Kau Akan Mati !"sumpah Rebecca
Rebecca berjalan dengan amarah yang membara ke kamar mandi dan mengamukmdi sana tepatnya di depan cermin
"AKU AKAN MEMBUNUH DILLA ABDULLAH !"ucap Rebecca memecahkan kaca
Seseorang menepuk tangan Rebecca melihatnya ia melihat seorang wanita muda dan sepertinya juga mahasiswi disana
Prok
Prok
Prok
"aku suka amarahmu ?"ucap wanita itu
"kau ingin aku bantu untuk balas dendam ?"ucap wanita itu
Rebecca tersenyum
•••
Beberapa hari berlalu
Rebecca tidak terlihat sementara Dilla kembali belajar seperti biasa. Ketika Dilla tengah ikut persiapan pesta Prom
Dia terpilih sebagai calon ratu prom queen ada pula teman teman lainnya membuatnya senang
"teman teman kita akan adakan pesta Prom tapi tidak di sekolah di sebuah gedung khusus gala ball"
"aku mengharapkan kalian menggunakan pakaian terbaik !"ucap miss Lilibeth
Dilla berbicara dengan teman akrabnya yang bernama Miranda yang merupakan anak prodi Dokter
"Miranda aku sangat senang kita terpilih sebagai kandidat ratu prom"
"aku juga senang kau terpilih"ucap Miranda
"selamat untuk kalian !"ucap Seseorang membuat mereka melihat wanita di depan mereka
Miranda merengut melihat wajah perempuan di hadapannya ini ia sebisa mungkin membuat senyum palsu
"terima kasih Mathilda !"ucap keduanya
"aku tidak sabar melihat kalian terutama dirimu Dilla"ucap Mathilda
Miranda melirik tajam ke Mathilda dan memutar matanya malas
Lalu Mathilda pergi
"kau jangan terlalu menggubrisnya,kau tahu kan dia itu....."ucap bisik Miranda
Bukan apa apa tapi Miranda tahu bahwa Perempuan tadi itu adalah Mathilda mahasiswi kampus yang juga anak seorang Ger•mo
Dan kemungkinan ia sendiri Pelacur karena pernah kepergok dengan beberapa dosen laki laki mereka dan pak Dekan
"aku tahu,tapi tak apa kita mengenalnya bukan asalkan kita tak terlalu dekat dengannya"ucap Dilla
Pak Dekan mendekati mereka
Dilla,Miranda aku ingin berbicara dengan Dilla !"ucap Pak Dekan
Dilla melihat Miranda dan Miranda menepuk tangannya 2 kali isyarat jika ia meminta pertolongan
Dilla menjauh bersama pak Dekan ke ruangannya
Mereka duduk di kursi masing
"ada apa pak ?"ucap Dilla
Pak dekan tersenyum
Dan memberikan file map padanya
"aku ingin memberimu tawaran magang dan untuk besasiswa mu secara terpisah"ucapnya
Dilla tersenyum mendengarnya
"pergilah ke kantor itu bawa CV dan hasil studimu temuilah atasan mereka,Domenico Alessio dia adalah atasanmu nantinya dan juga orang yang akan menjadi Investor di kampus kita"
"baik pak terima kasih banyak"ucap Dilla
Dilla menaiki Taksi menuju gedung pencakar langit
Domenico melihatnya dari atas ruangannya dengan penuh kebencian dan menggengam kuat gelas wine nya
Ferhat ganteng banget
tristan hot mafia