NovelToon NovelToon
Dewa Alkemis Sembilan Benua

Dewa Alkemis Sembilan Benua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.

Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.

500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.

Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.

Mereka salah besar.

Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.

Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.

Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:

Menagih darah dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Ledakan Cincin Penatua Gu

Malam semakin larut di Kota Bintang Jatuh. Namun, Paviliun Jiwa Bintang masih dipenuhi cahaya spiritual dari lima puluh ribu Batu Roh Menengah yang menumpuk di atas meja.

Shen Fugui menatap harta itu dengan mata berkaca-kaca.

"Tuan Mo... lima puluh ribu Batu Roh. Baru setengah jam. Kalau begini terus, sebulan lagi kita bisa menguasai seluruh jalan ini."

Tie Zang berdiri di sampingnya. Aura Inti Emasnya telah stabil. Lima puluh anggota Tentara Bayaran Darah Besi juga berjaga di sekitar toko.

Lin Xuan tetap tenang.

"Ini baru awal. Ah Ya, sisihkan sepuluh ribu untuk kebutuhan toko. Sisanya berikan kepada Shen Fugui."

Shen Fugui terkejut. "Untuk saya?"

"Gunakan malam ini juga. Beli semua Rumput Kaca, Daun Besi Berkarat, dan Bunga Abu di kota ini. Cari di pasar, para pedagang kecil, dan para petani herbal. Jangan sisakan satu pun."

Shen Fugui mengerutkan kening.

"Tuan Mo, bukankah semua itu hanya rumput liar untuk pakan binatang?"

Lin Xuan menatapnya dingin.

"Beli saja. Besok kita buat seribu pil."

Shen Fugui dan Tie Zang saling pandang.

Seribu pil dalam sehari?

Bahkan Asosiasi Alkemis membutuhkan banyak alkemis untuk menghasilkan jumlah sebanyak itu.

"Tuan Mo benar-benar bukan manusia biasa," gumam Shen Fugui.

Ia segera menerima perintah itu.

"Baik. Akan saya lakukan malam ini juga!"

Keesokan paginya, matahari baru muncul dari balik pegunungan. Namun ketenangan pasar bawah telah pecah oleh derap langkah pasukan.

Para pedagang bergegas menutup toko. Penduduk bersembunyi di balik pintu dan jendela.

Dari ujung jalan utama, seratus prajurit berjubah zirah perak berjalan mendekat dengan langkah seragam. Qi tajam memancar dari tubuh mereka.

Mereka adalah Pasukan Penegak Hukum Asosiasi Alkemis Bintang Jatuh.

Tujuan mereka hanya satu.

Paviliun Jiwa Bintang.

Di barisan depan, Penatua Gu berjalan dengan tangan di belakang punggung. Wajahnya penuh kesombongan. Di sampingnya, Ma Teng yang masih membalut dadanya berjalan pincang dengan tatapan penuh dendam.

Namun, sosok yang paling menekan adalah pria tinggi di sisi Penatua Gu. Ia mengenakan zirah sisik hitam dan menggenggam tombak petir yang terus memercikkan kilat biru.

Dialah Komandan Lei. Kepala Pasukan Penegak Hukum dengan kultivasi Inti Emas Tingkat Menengah.

"Berhenti!"

Komandan Lei menghentakkan tombaknya ke tanah. Jalan batu giok langsung retak.

Pasukan berhenti tepat di depan Paviliun Jiwa Bintang. Lima puluh anggota Darah Besi segera mencabut senjata. Namun tekanan dari seratus prajurit Asosiasi membuat mereka tegang.

Pintu paviliun terbuka.

Tie Zang melangkah keluar. Aura Inti Emas Awalnya meledak dan melindungi anak buahnya.

"Penatua Gu! Komandan Lei!" bentaknya. "Paviliun Jiwa Bintang tidak pernah melanggar aturan. Atas dasar apa kalian membawa pasukan kemari?"

Penatua Gu mencibir.

"Bisnis jujur? Kemarin kalian meracuni muridku dan menjual pil terlarang dengan kedok obat penyembuh. Asosiasi Alkemis tidak akan membiarkan sekte sesat seperti kalian berdiri di kota ini!"

Ia menunjuk paviliun.

"Serahkan alkemis di balik tirai itu. Aku masih bisa membiarkan kalian mati tanpa disiksa."

Tie Zang mengepalkan tangan.

"Omong kosong! Kalian hanya takut karena pil kami lebih murah dan lebih murni!"

Ia mengangkat pedangnya.

"Kalau ingin masuk, langkahi mayatku!"

Komandan Lei melangkah maju. Tombak petirnya berputar dan kilat biru menyambar di udara.

"Anjing yang baru menembus Inti Emas sudah merasa dirinya naga?"

Tatapannya penuh penghinaan.

"Biarkan aku menunjukkan jarak antara Inti Emas Awal dan Menengah!"

"Tusukan Petir Pemecah Tulang!"

Boom!

Kilat menyambar dari ujung tombaknya dan melesat menuju Tie Zang.

Komandan Lei melesat seperti kilat. Tombaknya mengarah tepat ke jantung Tie Zang.

Tie Zang meraung dan mengangkat pedangnya untuk menahan serangan.

Traaang!

Benturan dua ahli Inti Emas mengguncang jalanan. Jendela-jendela toko pecah. Tie Zang terhuyung mundur. Pedang besarnya retak dan kakinya menggores jalan hingga meninggalkan parit panjang.

Sisa petir menjalar ke lengannya. Tubuhnya langsung mati rasa.

"Mati kau!"

Komandan Lei mengangkat tombaknya untuk serangan kedua. Ujung tombak itu mengarah ke leher Tie Zang.

Namun sebelum menyentuh sasaran...

Sebuah kipas bambu kusam muncul dari belakang Tie Zang.

Tuk.

Ujung kipas itu menyentuh tombak petir.

Serangan yang membawa kekuatan Inti Emas Menengah mendadak berhenti.

Petir di sekitar tombak padam. Senjata itu seolah tertahan dinding tak kasatmata.

"Apa?!"

Komandan Lei berusaha menarik tombaknya. Namun, tombak itu tidak bergerak sedikit pun.

Dari belakang Tie Zang, Tuan Mo melangkah maju dengan santai. Wajahnya tetap pucat dan lemah seperti seorang sarjana tua yang tidak memiliki kekuatan.

Namun, kipas bambu di tangannya mampu menahan serangan Komandan Lei hanya dengan satu sentuhan.

Lin Xuan menyalurkan Qi murni dari Fondasi Singgasana Kaisar ke dalam kipas itu. Bambu biasa tersebut menjadi lebih keras daripada baja spiritual.

"Penatua Gu."

Suara serak Lin Xuan memecah keheningan.

"Kau menuduhku menggunakan ilmu sesat dan meracuni muridmu. Sebagai seorang alkemis, tuduhan itu sungguh menghina."

Lin Xuan menjentikkan kipasnya.

Bam!

Gelombang tenaga murni mengalir melalui tombak Lei.

Boom!

Komandan Lei terpental sepuluh meter. Ia jatuh berlutut dengan kedua tangan gemetar.

Ratusan prajurit Penegak Hukum mundur tanpa sadar.

Siapa sebenarnya sarjana tua ini?

Auranya hanya Kondensasi Qi. Namun, ia mampu menjatuhkan Komandan Lei hanya dengan sebuah kipas bambu.

Penatua Gu menelan ludah. Wajahnya memucat. Namun, kesombongannya belum hilang.

"Kau berani melawan Asosiasi?! Kekuatanmu tidak membuktikan bahwa kau seorang alkemis! Membuat pil tingkat tiga dari bahan rendahan jelas melanggar hukum alam. Pembuatan Pil itu pasti ilmu sesat!"

Lin Xuan terkekeh.

Ia mengangkat kipas dan menunjuk cincin penyimpanan di jari Penatua Gu.

"Hukum alam? Kau bahkan tidak memahami pil yang kau buat sendiri."

Wajah Penatua Gu berubah.

"Pil Matahari Merah tingkat tiga di dalam cincinmu. Kau mencampurnya dengan Darah Kadal Gurun untuk memperkuat panasnya."

Lin Xuan menatapnya tenang.

"Namun, darah itu mengandung unsur Yin. Saat bercampur dengan Bunga Api Sejati, keseimbangan pil akan runtuh."

Penatua Gu tersentak.

"Bagaimana kau tahu?!"

"Karena pil itu sedang menuju kehancuran."

Lin Xuan menutup kipasnya.

"Tiga."

Penatua Gu mulai panik.

"Dua."

Ia merasakan panas dari dalam cincinnya.

"Tunggu!"

"Satu."

Lin Xuan mengirimkan seutas Kekuatan Jiwa ke dalam cincin itu.

Booom!

Api merah meledak dari jari Penatua Gu.

Ledakan yang terjadi begitu dekat membuatnya tak sempat mengerahkan Qi. Cincin penyimpanannya hancur. Tangan kirinya terbakar hingga siku, sebelum tubuhnya terpental dan menghantam dinding toko di seberang jalan.

Seluruh jalan mendadak sunyi.

"Uaarrghh!"

Jeritan Penatua Gu menggema di seluruh Kota Bintang Jatuh. Ia berguling di jalan sambil memegangi tangan kirinya yang hangus. Darah mengalir deras membasahi batu giok.

Ma Teng jatuh berlutut. Wajahnya pucat saat melihat gurunya tumbang oleh pil buatannya sendiri.

Komandan Lei yang semula hendak menyerang kini melepaskan tombaknya. Tangannya gemetar.

Pria di hadapannya bukan sekadar ahli bela diri.

Ia mampu membunuh lawan dengan memanfaatkan kelemahan mereka sendiri.

Lin Xuan membuka kipasnya dan mengibaskannya perlahan.

"Seorang Penatua bahkan tidak mampu menjaga kestabilan pilnya sendiri. Lalu kalian masih berani menuduh pil buatanku sebagai ilmu sesat?"

Tatapannya beralih kepada Komandan Lei.

"Bawa mereka pergi. Jangan menghalangi usahaku."

Ia tersenyum tipis.

"Kalau tidak, aku khawatir cincin penyimpanan kalian juga akan mengalami 'ketidakstabilan'."

Komandan Lei menelan ludah.

"Tarik mundur!"

Para prajurit segera mengangkat Penatua Gu yang pingsan dan menyeret Ma Teng pergi. Tidak seorang pun berani menoleh lagi.

Setelah mereka pergi, jalanan mendadak sunyi.

Lalu sorak-sorai meledak dari kerumunan.

Para pedagang dan kultivator kecil yang selama ini tertindas Asosiasi akhirnya berani bersorak. Untuk pertama kalinya, mereka melihat seseorang berani melawan tanpa gentar.

Tie Zang menatap punggung Tuan Mo dengan kagum.

Di dalam paviliun, Xiao Ya mengintip dari balik jendela sambil tersenyum.

Ini baru permulaan.

Tunggu sampai Tuan Muda benar-benar menunjukkan kekuatannya.

Malam itu, nama Paviliun Jiwa Bintang mulai mengguncang Kota Bintang Jatuh.

Tak seorang pun dari Asosiasi Alkemis berani mendekati tempat itu lagi.

1
Arinto Ario Triharyanto
mantap Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll njeduk Thor lanjut terus 💪💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
ini baru mantab Lin Xuan lanjutkan aksimu terus bikin dunia berguncang
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Arinto Ario Triharyanto
mantap nih👍
Rinaldi Sigar
lnjut
Aman Wijaya
mantab pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
babat semuanya Lin Xuan biar keluarga Zhao lenyap semua
Aman Wijaya
mantab Lin Xuan habisi aja tuh Lin Hao biar ayahnya stres
Aman Wijaya
api teratai bumi udah ada di tangan Lin Xuan
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
mantull Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Saifuloh Oting
Thor,,yg membuat cerita ini begitu epic,.... mantap Thor...
Celestial Quill: Terimakasih, gas terus💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Lin Xuan
Green Boy
Jos ceritanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga ouyang sampai ke akar akarnya panjang tubuh mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!