NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Matahari mulai turun ke ufuk barat saat Saka selesai memasukkan semua barang belanjaan ke dalam bagasi mobil Rio. Keringat dingin mengalir di dahinya karena kelelahan namun dia tetap mempertahankan senyum polos di wajahnya.

"Nih upah lo hari ini lima ratus ribu sesuai janji gue tadi siang." Ucap Rio sambil menjatuhkan lima lembar uang seratus ribuan ke aspal tepat di depan kaki Saka.

Kevin yang berdiri di sebelah bosnya langsung tertawa terbahak-bahak melihat hal itu. "Pungut buruan gembel, kapan lagi lo bisa pegang uang warna merah begini banyak."

Hati Saka mendidih mendapat perlakuan seperti binatang jalanan ini. Namun dia sadar ini belum saatnya untuk melawan jadi dia perlahan menunduk dan memungut uang tersebut.

"Terima kasih banyak Bos Rio atas kebaikannya hari ini." Jawab Saka dengan nada merendah sambil menyimpan uang itu ke dalam sakunya dengan hati-hati.

"Yaudah sana lo minggir, gue mau pulang pamerin guci antik ini ke bokap gue." Usir Rio sambil masuk ke kursi kemudi mobil sport mewahnya.

Brumm.

Suara mesin mobil menderu kencang dan langsung melesat pergi meninggalkan kepulan asap di wajah Saka.

Saka terbatuk pelan sambil mengusap wajahnya yang terkena debu jalanan. Tatapan matanya yang tadi terlihat bodoh kini berubah menjadi sangat tajam dan sedingin es.

"Tunggu saja tanggal mainnya Rio, aku akan buat kamu menyesal pernah dilahirkan ke dunia ini." Batin Saka sambil memegang erat tas kresek kecil berisi piring kayunya.

Saka bergegas berjalan menuju halte bus untuk segera pergi ke rumah sakit. Dia harus menyetorkan uang lima ratus ribu ini agar ibunya tidak diusir dari ruang perawatan hari ini.

Perjalanan dengan bus memakan waktu hampir satu jam karena jalanan kota yang macet parah di sore hari. Saka akhirnya tiba di koridor Rumah Sakit Harapan yang bau obatnya selalu membuat perutnya bergejolak mual.

Saka segera melunasi tunggakan harian di kasir dan bergegas menuju ruang rawat inap kelas tiga. Di sana terbaring seorang wanita paruh baya yang sangat kurus dengan berbagai selang menempel di tubuhnya.

"Ibu, Saka datang bawa uang hari ini, ibu jangan khawatir ya." Bisik Saka pelan di telinga ibunya yang masih tertidur dalam koma.

Tangan Saka menggenggam tangan ibunya yang terasa sangat dingin dan rapuh. Air mata nyaris menetes dari sudut matanya namun dia buru-buru menghapusnya dengan kasar menggunakan lengan bajunya.

"Saka janji Bu, dalam beberapa hari ini hidup kita akan berubah drastis." Ucap Saka dalam hati dengan tekad yang sudah bulat tak tergoyahkan.

Setelah memastikan kondisi ibunya stabil Saka langsung pamit pulang ke kamar kosnya yang sempit. Dia harus segera memeriksa benda pusaka yang dibelinya tadi siang dengan lebih teliti.

Ceklek.

Saka membuka pintu kamar kosnya yang hanya berukuran tiga kali tiga meter itu dengan pelan.

Kamar itu sangat berantakan dengan tumpukan buku-buku kuno peninggalan ayahnya yang sudah meninggal bertahun-tahun lalu. Ayah Saka dulunya adalah seorang ahli Fengshui yang bangkrut karena ditipu habis-habisan oleh rekan bisnisnya sendiri.

Saka duduk bersila di atas kasur lipatnya yang sudah tipis dan mengeluarkan piring kayu itu dari kresek. Benda itu benar-benar terlihat seperti rongsokan berdebu yang pantas dibuang ke tempat sampah.

 "Mencoba analisis ulang barang ini sekarang juga." Perintah Saka di dalam kepalanya dengan rasa penasaran yang membuncah.

Tiba-tiba pandangan matanya kembali mengabur dan layar transparan kecil muncul melayang tepat di depannya.

[Memindai ulang Piring Kayu Gaharu Berdarah.]

[Benda ini tertutup oleh lapisan segel debu alami yang mengunci energi Qi di dalamnya selama ratusan tahun.]

[Saran tindakan untuk Master, basuh benda ini dengan air bersih yang mengalir selama lima menit untuk melunturkan kotoran fisiknya.]

[Setelah itu usap perlahan menggunakan kain berbahan katun murni untuk memunculkan warna asli kayu Gaharu Berdarah.]

Saka mengangguk paham dan langsung membawa piring itu ke kamar mandi kecil di ujung lorong kosannya. Dia membuka keran air dan membiarkan air mengalir membasahi seluruh permukaan piring kayu tersebut.

Syuuuur.

Suara air keran memecah keheningan saat Saka mulai menggosok permukaan piring itu dengan jari-jarinya.

Perlahan tapi pasti lapisan debu tebal dan tanah kering yang menempel mulai luntur terbawa air. Warna cokelat kusam pada piring itu perlahan memudar dan digantikan oleh sesuatu yang sangat mengejutkan mata.

Sebuah warna merah gelap yang sangat elegan mulai terlihat dari balik serat-serat kayunya yang kokoh. Kayu itu seolah memancarkan kilau alami meskipun belum dikeringkan sepenuhnya oleh tangan Saka.

Setelah lima menit berlalu Saka mematikan keran air dan berlari kembali ke kamarnya dengan tergesa-gesa. Dia mengambil kaus katun bekas yang bersih dari lemarinya dan mulai mengusap piring itu perlahan.

Sret sret.

Saka menggosoknya dengan penuh kehati-hatian seolah sedang merawat bayi yang sangat rapuh.

Begitu piring itu benar-benar kering dan bersih energi keemasan yang tadi dilihatnya di pasar kembali memancar. Kali ini cahayanya jauh lebih terang dan terasa sangat menenangkan saat hawa hangatnya menyentuh kulit Saka.

"Gila, ini benar-benar luar biasa indah, pantas saja harganya bisa mencapai tiga miliar rupiah." Gumam Saka dengan mata terbelalak kagum melihat mahakarya yang kini ada di tangannya.

Piring itu memiliki ukiran naga kecil di bagian pinggirnya yang terlihat sangat hidup dan bernyawa. Aromanya juga berubah menjadi sangat wangi khas kayu gaharu yang mampu menenangkan pikiran siapapun yang menghirupnya.

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!