Sejauh kaki melangkah, sekencang kencang nya kaki berlari , Takdir tetap akan menemuimu. Bukankah benar dikatakan orang tidak ada satu pun yang bisa mengubah takdir. Tapi tidak dengan nasib , dikatakan " Sesungguhnya nya Tuhan tidak mengubah nasib sebuah kaum , hingga mereka mengubah diri mereka sendiri". Tentu nasib tanggung jawab diri pribadi.
Bagaimana dengan Viona gadis desa yang cantik, tinggi semampai, mempunyai tubuh yang ideal , apa kah ia mampu mengubah nasib nya demi adik adik nya?. Semenjak ayah nya meninggal kehangatan dalam keluarga hilang seketika. Ditambah lagi dengan ibu nya yang menjadi pemuas nafsu hidung belang demi memenuhi kebutuhan hidup.
Apakah Viona ditakdirkan mengikuti jalan yang ibunya pilih? Atau ia berjuang mengubah nasib untuk hidup lebih baik lagi walaupun badai tak habis habis nya menerpa.
Inilah kisah Viona , anak sang pelacu* , yang dinikahi oleh pengusaha tajir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retmiduski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
"sampai kapan ibu akan seperti ini kak" tanya Riko kepada Viona
"kaka tidak tahu dek, lebih baik kita berdoa supaya terbukanya pintu hidayah untuk ibu bertaubat " jawab viona
"untuk apa lagi ibu bekerja seperti itu kak ,bukanya hutang kita yang di rentenir tersebut sudah lunas kak" tanya Riko kembali, mereka sangat hati hati bicara hal seperti ini, karena takutnya Reno juga mendengar apa yang mereka bicarakan. Tapi syukur nya Reno sudah tidur satu jam yang lalu
" sudah dek, kamu jangan pikir macam macam lagi ya , ayok tidur sana besok sekolah harus bangun pagi" ucap viona menghentikan obrolan yang membuat nya sakit.
Sekarang ia terduduk sendiri di sudut kamar, ia menangis ,bukan sekali dua kali ia meratapi nasib seperti ini hampir setiap malam tapi tak pernah sekalipun ia melihatkan ke pada adik adiknya.
"Kenapa harus saya, kenapa harus adik adik saya yang mengalami semua ini , kenapa ibu memilih jalan untuk menjadi wanita penghibur dan kenapa ayah pergi meninggalkan kami" gumam viona dalam malam yang gelap
"Aku mampu bertahan dari hinaan siapa pun, aku kuat menanggung cacian yang datang, tapi hati ku hancur ketika melihat adik adik ku di kucil kan dan di sorak ki anak lo***, apa salah mereka hingga mereka menerima ini semua" sambung Viona
" adik bungsu ku yang malang, bahkan pernah pulang berlumuran lumpur karena kejahilan teman teman nya, dia di ejek dan di kata katai" ucap Viona dalam kesendirian hingga ia sampai tertidur .
matahari sudah berada di tempat nya, ia menyinari bumi , mambawa hari baru begitupun dengan viona dan adik adiknya berharap hari ini lebih baik dari hari sebelumnya dan dengan semangat yang baru mereka pergi ke sekolah dengan memakai motor pemberian ibu mereka. Viona harus berangkat pagi dari yang lainya, karena harus mengantar kan kedua adik nya terlebih dahulu. Syukur jarak sekolah Riko dan Reno dekat, jadi tidak begitu membuang waktu . Sebenarnya bisa saja viona membiarkan mereka jalan kaki ke sekolah karana memang sekolah Riko dan Reno dari rumah hanya berkisar 10 menit saja kalau jalan kaki tapi itulah viona sebisa mungkin ia akan memastikan adik adik nya sampai dengan selamat sampai sekolah.
"Riko Reno ayok sarapan, kaka udah bikinin kalian nasi goreng " panggil viona
"iya kak" sahut mereka kompak sambil duduk kursi makan yang telah usang
"ini bekal untuk Riko dan ini untuk Reno ya, ini uang jajan nya sekalian, belajar yang rajin ya dek supaya pintar, kalau kita pintar orang orang tidak akan menertawakan kita lagi dan tidak akan mencemooh kan kita lagi" nasihat viona hampir sama tiap pagi nya
"cuma dengan ilmu kita bisa merubah hidup kita, ayo semangat" sambung viona
"semangat" jawab mereka kompak dengan mengepal kan telapak tangan dan mengangkat nya ke atas.
Sekarang viona sudah berada di kelas , duduk di bangku biasa ia duduki yang di samping nya di duduki oleh Tiara , satu satu nya teman yang tulus terhadap Viona. Tiara hampir bernasib sama dengan viona namun mujurnya Tiara keluarga almarhum ayah nya tidak lepas tangan begitu saja, bahkan yang menanggung biaya kebutuhan Tiara adalah saudara saudara dari pihak ayah nya. Ibunya Tiara juga seorang petani biasa.
"kenapa lagi Vi, kok murung " tanya Tiara, karena ia melihat viona murung
"ngak kenapa ko ra, biasalah ibu ku pergi lagi malam tadi" ucap Viona
"hmm sabar ya Vi, kamu yakin dan percaya janji Allah itu nyata, bersabar la vi pelangi itu akan datang walau agak terlambat, percaya itu" ucap Tiara menghibur
"sekarang fokus lah untuk ujian akhir Vi, gapai apa yang kamu impikan kalau kamu ingin beasiswa itu, berjuang lah dengan optimal , dan jangan lupa berdoa" sambung Tiara mengingat kan viona tentang beasiswa impian viona untuk kuliah gratis di kota .
Viona ingin mendapatkan beasiswa tersebut, karena hanya dengan itu dia bisa kuliah di universitas yang ia impikan fakultas kedokteran universitas Nusantara . Viona ingin mengubah nasibnya, dia ingin ibunya berhenti dari pekerjaan haram itu.
"iya ra, makasih udah suport aku cuma kamu teman ku satu satu nya yang tulus mau berteman dengan ku ra" ucap viona memeluk Tiara
"iya vi sama sama" ucap Tiara
"alaahhhh cita cita nya sangat mulia, tapi pekerjaan mak nya mulia kagak ya" ucap Secil , salah satu anak terkaya di kampung ini.
"hahah mulia la, menyenangkan om om biar puas hahahah" ucap temen sekelas lainya dan disambut dengan tawa sekelas anak anak.
Viona hanya diam tak bisa berkutik dia hanya meneteskan air matanya , sambil di tenangkan oleh Tiara . Viona tidak bisa melawan karena viona berfikir untuk apa ia melawan toh memang kenyataannya seperti itu. Hal seperti ini hampir setiap hari terjadi kepada viona.
Yang menjadi pertanyaan dari mana orang kampung tahu bahwa ibu nya viona seorang wanita malam???? jawabannya di episode selanjutnya ya...
terimakasih yang telah mampir..
jangan lupa like,vote dan comment ya..
terimakasih.. semuanya 🙏❤️
tapi untungnya bukan sad ending tapi happy ending
sifat sederhana nya Vio mampu meluluhkan si Frans
kasian vio