NovelToon NovelToon
Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Putri Burik

Warning!!!
Banyak typo bertebaran

Sinopsis

Aku pikir kamu tulus mencintaiku, aku berjuang dan bersabar dengan sikap kasar yang kamu lakukan. Jika kamu tidak mencintaiku mengapa kamu melakukan ini semua mengapa seakan-akan kamu mencintaiku? Aku tau aku bukanlah gadis yang sempurna tapi salahkah aku mencintaimu.
Aku terus berjuang hingga akhirnya kamu mematahkan harapanku. Ternyata aku hanya bahan taruhanmu saja. Aku lelah dan aku memilih untuk pergi ~ Rain

Aku salah dan aku meminta maaf. Maaf karena telah menyakitimu terlalu dalam. Bisakah kamu untuk tidak membenciku? itu sangat menyakitkan. Dan bisakah kamu tetap berada disisiku? Walaupun kamu menolak aku akan tetap memaksa biarlah aku menjadi egois~ Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Burik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Namaku Rain, aku berumur 18 tahun. Aku tidak memiliki orang tua, sejak kecil aku tinggal di panti asuhan. Entah mengapa orang tuaku tega membuangku dan menelantarkan aku seperti ini. Apa karena aku hanya anak pembawa sial bagi mereka? entahlah, semakin aku memikirkannya maka hatiku akan semakin sakit.

"Rain" panggil ibu panti mengagetkan lamunanku.

"Ternyata kamu disini toh nak, dari tadi ibuk nyariin kamu" ucap bu Ana yang sudah ku anggap sebagai ibu kandungku sendiri.

"Ahh maafin Rain bu, tadi Rain cuma lagi nyari udara seger" jawabku asal.

"Kamu udah persiapan buat besok?" Tanya bu Ana.

Besok aku akan pergi ke London untuk melanjutkan studiku disana, aku sangat bersyukur karena aku adalah salah satu orang beruntung mendapat beasiswa.

"Ahhh iya, tadi Rain udah siapin semuanya kok bu" jawabku pada Bu Ana.

"Ohhh baguslah, kalo begitu ayo balik ke panti, ini dahh sore" ajak Bu Ana.

"Iya buk" jawabku.

......................

Hari pun mulai petang, kini aku dan saudara panti lainnya sedang makan bersama, kami makan seadanya atau terbilang sederhana.

"Vito kamu kenapa?" tanyaku pada Vito karena sedari tadi dia terlihat murung.

"Kamu kenapa?" tanyaku lagi karena belum mendapat respon dari anak itu.

"Kakak besok kan pergi?" tanya Vito sendu, terlihat raut sedih dalam wajahnya.

"Ahh iyaa, besok kakak akan pergi" jawabku tersenyum.

"Kenapa kakak harus pergi?" tanya Vito lagi padaku, dan kini bukan hanya Vito namun anak panti lainnya juga ikut terlihat sedih.

"Kakakmu harus pergi nak. dia harus bersekolah disana, kamu kakak kamu sukses kan?" ucap Bu Ana.

"Iya Vito ingin kak Rain sukses" jawab Vito sendu.

"Kalau begitu Vito gak boleh sedih dong, Vito harus doain kak Rain" ucapku dan memeluk tubuh Vito dan mengulurkan tangan pada anak panti lainnya agar datang dan memelukku juga.

Kami berpelukan melepas rindu yang akan kami rasakan nanti. Aku sudah menganggap mereka semua sebagai keluargaku sendiri.

"Kak Rain yang semangat ya disana!" ucap Viona dan yang lainnya pun juga memberikan semangat padaku.

"Makasi yaa, kalian juga harus semangat. inget pesan kakak jangan nakal, harus rajin belajar" ucap ku pada mereka.

"Siap kak Rain" jawab mereka serempak

"Sudah-sudah, ayo kita makan" ucap Bu Ana menengahi kami.

Aku dan bersama anak panti makan malam bersama dengan hikmat, dan setelah itu kamu pun tertidur lebih awal.

......................

Burung berkicauan dan matahari telah menampakkan dirinya. Kini aku telah siap menuju ke bandara.

"Kamu yang hati-hati disana" ucap Bu Ana dengan senyuman namun terdapat sedih dari raut wajahnya.

"Iya buk, ibuk juga jaga kesehatan" ucapku dan memeluk Bu Ana.

"Kalian juga jangan nakal yaa" ucap ku beralih pada anak panti.

"Siap kak" jawab mereka terisak.

"Sudah jangan menangis lagi, nanti kalo kakak dahh sukses kakak akan ajak kalian kesana" ucapku menyemangati mereka.

"Janji yaa" ucap mereka.

"Janji..." ucapku.

Dan setelah beberapa lama ada mobil yang datang menjemputku, tanpa terasa air mataku sudah mengambang. Aku benar-benar tidak ingin meninggalkan mereka namun apa boleh buat aku harus melakukannya.

"Daaa..." ucapku sambil melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil itu.

"Dada.." jawab mereka dan melambaikan tangan padaku.

"Kak Rain harus menepati janji kak Rain hiks" teriak Vito sambil mengejar mobil yang telah berjalan.

"Pasti,, kakak akan datang menjemput kalian" jawabku.

1
Ani Kurniati
bagus cerita nya
flufery⋆
bagus
Irma Eripani
tolol
Irma Eripani
tolol
Komariyah
Buruk
Komariyah
Kecewa
Lya Fatih Bayan
kok nyalahin rain sih.. salahi tuh yg buat cerita . 🤭😂😂
Leni wulandari
sean bajing
Leni wulandari
ganteng2 jhat
Marwan
bosan bacanya...tolol bgt
Irma Eripani: tolol bangat itu Rain kaya bocah
total 1 replies
lusinakristina pas1000
wkwkwkkk
hasrat maku
ceritanya Bagus
hasrat maku
ceritanya Bagus
wulan dari
Thor apakah ad kisah Leo. Sean sma rain dan Dion sma Mila lalu Leo blm ad psanganny
RINAWATI AZZA
proporsional Thor...bukan profesional
Rika Hari
Biasa
Rika Hari
aku suka ceritanya.lanjuttf...
Yusria Mumba
makany jadi cewek jangan dbodohin sama jowok,
Yusria Mumba
tega banget sih s Sean SDH dinodai,
Yusria Mumba
semangat Sean,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!