NovelToon NovelToon
KAK DINDA

KAK DINDA

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Petualangan / Misteri / Contest / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:84.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dice Mariyetti

Diangkat dari kisah nyata seorang gadis yang terbelenggu kebodohan cinta hingga hamil.

Namaku adalah Mia, seorang gadis yang beranjak dewasa merasa naluri ku berontak melihat yang terjadi di depan mata.Walau sebenarnya aku pun dari keluarga yang tak sempurna.

Sedangkan Kak Dinda adalah korban dari seorang lelaki yang memanfaatkan keluguan dan tubuhnya hanya untuk kesenangan sesaat.

Berbagai macam prahara ku hadapi bersama Kak Dinda untuk mencapai kebahagiaan semu.

Mampukah Aku dan Kak Dinda menghadapi hidup yang penuh lika liku ini.
Ikuti terus kisahnya, jangan lupa like dan komen serta vote. Agar menulisnya lebih semangat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dice Mariyetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1

Terus terang awalnya Aku tak begitu mengenal sosok Dinda,yang kutahu saat itu hanya seorang  gadis yang selalu sholat lima waktu berjama'ah kemasjid bersama ibunya. 

"Eh, ngomong-ngomong nih yah, Kak Dinda itu umurnya berapa si, koq setiap hari ibunya diintilin terus ," iseng kubertanya pada Yani, teman ku setelah sepintas melihat Dinda lewat didepan kami. 

"Yaiyalah anak kesayangan emaknya, "

" Kesayangan sih kesayangan, masak kayak perangko  gitu, dimana ada Kak Dinda pasti ada emaknya,"timpalku.

"Wah, jangan-jangan kamu ngiri nih, Kak Dinda punya emak sedangkan kamu nggak, tenang aja aku siap jadi perangko buat kamu, "kata Yani sambil memelukku. 

" Ih, sembarangan. Aku tuh cuma penasaran  sama Kak Dinda udah segede gitu mestinya jalan ama pacarnya,, malah sama maknya mulu. Tapi Kak Dinda itu sekolah nggak sih, "tanyaku lagi sama Yani yang kebetulan rumahnya dekat dengan rumah Kak Dinda. 

"Gimana mau sekolah, tinggal kelas mulu, "kata Yani sambil tersenyum.

"Akhirnya maknya nggak mau Dinda lanjutin sekolahnya, hanya sampai kelas lima aja kalau nggak salah," tambah Yani lagi. 

"Sayang yah, cantik gitu otaknya kurang, "gumamku. 

Masih ingat dalam benakku, saat Kak Dinda menggeser shafku waktu shalat padahal Dia yang telat datang saat sholat asyar di masjid. Entah apa maksudnya melakukan itu. Apa dengan kehadiran aku yang paling kecil diantara jemaah yang lain bisa memutuskan shaf sholat berjama'ah . Daripada dongkol kemudian merusak kekhusukan sholatku, lebih baik kurubah tempat sholat, yah sejak saat itu Aku selalu sholat di shaf kedua. 

Hari ini rencananya  pulang sekolah Aku ketempat Yani mau mengerjakan tugas bersama Yani,dirumahnya. 

Setelah makan siang, kulaksanakan rencana itu. Dan Kebetulan rumah Yani dekat dengan rumah Kak Dinda,terbesitlah keinginan  lewat rumah Dinda walau rumahnya agak diujung gang. 

Pelan kuperhatikan rumah itu nampak asri, ada tanaman dipekarangannya. Nampak rumah itu terlihat biasa saja dan terkesan sunyi tak berpenghuni, apakah orang rumahnya pada tidur semua. Padahal hari masih siang, suhu masih terasa panas. Ketetap melangkah perlahan, Aku tak mau ada yang mencurigai pengintaianku ini. Yang tidak ada sedikitpun punya maksud tertentu. 

Hari ini seperti  biasa aku sholat asyar nya di masjid. Di masjid yang menjadi ikonik tempat aku tinggal saat ini merupakan mesjid tertua dikotaku jadi tak heran arsitektur bangunannya kuno,seakan akan kebudayaan India dan Cina melekat menjadi satu pada masjid. Tak heran kan aku suka shalat dimasjid ini yang kebetulan jaraknya sangat dekat, hanya dibatasi jalan raya dari rumahku. 

Setelah mengambil air wudhu, aku berpapasan dengan kak Dinda. Sepintas mataku tertuju pada bagian perut kak Dinda yang seperti agak janggal, keliatan membesar. Astagfirullah aku kan sudah ambil wudhu. Bergegas ku berjalan kedalam masjid saat imam sudah mengumandangkan qomat,tanda shalat akan segera dimulai. 

Rasa penasaranku akhirnya terjawab, ternyata benar kalau Kak Dinda memang hamil, sangat jelas sekali kalau perutnya semakin lama semakin  membesar.

"Kamu lesu banget hari ini, Yan, "kata ku pada Yani saat pulang sekolah.

"Iya nih, semalam habis begadang," jawab Yani. 

"Nanti bang Rhoma marah loh Ani kalau kamu begadang terus, "ledekku.

" Huahaha "

"Itu semua gara gara kakakmu, Si Dinda itu. Pak RT semalam kerumahnya. Eh, yang ikut rame banget. Bikin gaduh, "gerutu Yani. 

" Ngapain pak erte nyariin Dinda"

"Nanyaiin siapa yang hamilin Dia. Lah, orang nggak punya suami begitu tiba-tiba hamil kan aneh"

"Ya ampun,,, trus kak Dinda ngaku, "tanyaku lagi. 

"Nggak. Sebel banget liatnya. Sampai pak erte berbusa mulutnya nanyaiin, nggak ada jawaban sedikit pun" 

"Emaknya gimana? "

" Sama saja dengan anaknya. Si emak nggak tahu siapa yang menghamili anaknya. Sambil nangis mak Suardi bilang 'aku nggak tahu,,, huhuhu,,,, ditanyain diam aja,,, huhuhu,,' akhirnya pak erte dan para penonton pulang dengan kecewa, "cerita Yani. 

" Setelah pak erte dan warga yang tadi unjuk rasa pulang ke rumahnya masing-masing. Eh, Mak Suardi tetap meraung raung, "tambah Yani lagi.

" Harusnya yang datang itu bu erte. Biasanya wanita lebih sensitif"

"Iya juga sih. Tapi ibuku takut melihat Mak Suardi yang mencak-mencak"

"Tak adakah keluarga dekat Kak Dinda selain mak Suardi "

" Setahu ku sejak dulu mak Suardi hanya tinggal berdua saja dengan anaknya, Kak Dinda "

"Kasihan Mak Suardi. Walau selalu bersama dengan anaknya. Ternyata Mak Suardi pernah lengah juga"

"Pak erte semalam juga menegur Mak Suardi karena tak bisa menjaga anaknya. Makin padahal tangisnya"

"Apa Kak Dinda tak bergetar jiwanya melihat maknya segitu histeris. Maksudku ngaku aja biar Maknya nggak ngerasa di kibulin ama anaknya. Ya kan? "

"Kak Dinda hanya diam mematung tak bicara sedikitpun. Duduk disamping Maknya sambil kepala tertunduk"

"Aneh banget "

" Pokoknya hari ini sampai di rumah kupesankan sama Ibu agar tak diganggu. Aku mau tidur sampai besok pagi "

" Balas dendam ama bantal, "kataku meledek Yani yang dari sekolah tadi merindukan bantalnya.

" Yap. Dadah Mi. Sampai jumpa besok"

Aku hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatku ini yang sedang kena sindrom ngantuk akut.

1
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
loh kok dah tamat saja.... ceritanya gantung.
Rezanazwa Rezanazwa
lama kli lanjutannya min🤔
MARY DICE: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Handayani
ah senang nya hatiku.....
Handayani
seperti makan buah simalakama....
Handayani
hehehe ibunya Yani lucu...tapi kan benar yang dikatakan kak Dinda.... gimana lagi itu urusan hati nggak bisa dipaksakan...(dilema)
Handayani
Benar lebih baik, jujur daripada lama2 tambah tersakiti.....
Handayani
keren....
Handayani
Alhamdulillah ya kak Dinda ada teman yang care ,jadi sedikit meringankan beban....salut
Amalia Zamena
jadi ikut terharu... semoga ayah dari UPIK sadar
Handayani
jangan 2 ayah Upik adalah ROY teman mereka
Amalia Zamena: Maaf thour salah,BOY aku kira Roy.. hehehe
total 1 replies
Yoko Yunita
kok critanya gak berlanjut yaa
delissaa
Dukungan 🌷 sudah mendarat ya Ka semangat terus 💪
delissaa
aku mampir ka saling dukung yuk langsung aku fav semangat ya ❤️
Mia Puspita
lanjut ya thor karakter mia di cerita kamu jadi nyata nih minta buat diterusin hehe😄
marlia xavier
kutunggu lanjutannya ya thor...
Arsyi Kumia
up lagi Thor😭
RN
like tertinggal kk slm totok pembangkit
Awin Istifaiyah
Up
Awin Istifaiyah
Suka sama jalan ceritanya 👍
Asima Sitanggang
hayu donk di lanjut..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!