NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14 : perjamuan teh dan logika skakmat

Hari yang paling ditakuti Yuan-er akhirnya tiba juga. Halaman Paviliun Teratai Merah hari ini disulap menjadi taman perjamuan teh yang luar biasa megah. Aroma wewangian dupa mahal beradu dengan semerbak teh kelas satu. Di kursi utama yang dilapisi kain sutra emas, duduk Ibu Suri, wanita paling dihormati di istana yang memiliki tatapan mata setajam elang, meskipun usianya sudah senja.

Di sekelilingnya, para selir agung duduk dengan anggun, termasuk Selir Agung Li yang hari ini memakai bedak dua kali lebih tebal dari biasanya, siap menyaksikan kehancuran sang Permaisuri.

Brak... brak... brak...

Langkah kaki tegap bin berwibawa yang menurut Yuan-er masih terlalu mirip jenderal mau perang, terdengar mendekati area perjamuan. Ara melangkah masuk dengan gaun sutra ungu tua yang megah. Alih-alih menunduk malu dan berjalan super pelan seperti aturan etiket kuno, Ara berjalan dengan dada dibusungkan, kepalanya mendongak santai, memberikan aura dominasi yang kuat.

Begitu Ara sampai di depan Ibu Suri, suasana langsung senyap. Selir Agung Li langsung tersenyum licik, memancing suasana.

"Permaisuri Xia Ruo, berani sekali Anda berjalan seangkuh itu di hadapan Ibu Suri? Di mana tata krama Anda sebagai ibu dari kekaisaran ini?" sindir Selir Agung Li dengan nada manis yang dibuat-buat.

Ibu Suri mengetukkan tongkat gioknya ke lantai dengan wajah dingin. "Xia Ruo, kudengar ingatanmu agak terganggu setelah insiden keracunan itu. Tapi melihat cara berjalanmu yang tidak punya kelembutan sama sekali... sepertinya rumor bahwa kau kehilangan kewarasan itu memang benar."

Ara tidak langsung panik atau bersujud meminta ampun. Dia justru berdiri tegak, menjura dengan melipat kedua tangannya di depan dada dengan gerakan ringkas ala anak tongkrongan yang mencoba sopan di depan ketua RT.

"Salam, Ibu Suri. Semoga panjang umur," sapa Ara, suaranya lantang dan jelas, sama sekali gak ada menye-menye-nya. "Sori nih sebelumnya kalau cara jalan gua bikin Ibu Suri tersinggung. Tapi menurut gua, cara jalan tegak begini justru yang paling benar buat seorang Permaisuri."

"Apa?!" Ibu Suri menaikkan sebelah alisnya yang mulai berkerut, merasa otoritasnya ditantang. "Berani sekali kau membantah aturan leluhur ratusan tahun?!"

"Bukan membantah, Ibu Suri, tapi pakai logika aja," sahut Ara ceplas-ceplos tanpa beban, membuat Yuan-er di belakangnya nyaris pingsan berdiri. "Permaisuri itu kan pemimpin istana belakang, pendamping kaisar, dan contoh buat seluruh rakyat wanita di Kekaisaran Han. Lah, kalau pemimpin jalannya lemes, nunduk-nunduk kayak orang nyari koin jatuh, dan gampang oleng ketiup angin... gimana mau dihormatin? Yang ada malah kelihatan lemah dan gampang ditindas!"

Ara melirik tajam ke arah Selir Agung Li yang mendadak melotot.

"Gua jalan tegap begini karena gua membawa nama baik kekaisaran di pundak gua. Kepala harus mendongak melihat masa depan, dada dibusungkan tanda siap menghadapi badai negara, dan langkah harus mantap biar musuh di luar sana tahu kalau wanita di Kekaisaran Han itu mentalnya baja, bukan mental kerupuk disiram air! Aturan leluhur kan dibuat agar kita dihormati, bukan agar kita kelihatan kayak orang sakit-sakitan, bener kagak?" lanjut Ara dengan retorika modernnya yang super telat bin mantap.

Seluruh selir di ruangan itu langsung melongo. Mereka saling berpandangan, bingung mau membantah apa karena apa yang diucapkan Ara barusan terdengar... sangat masuk akal dan sangat berwibawa!

Ibu Suri tertegun. Selama puluhan tahun hidup di istana, dia hanya mendengar wanita yang membebek aturan tanpa tahu maknanya, atau menangis saat ditegur. Namun, wanita di depannya ini membela diri dengan argumen yang begitu kokoh hingga membuat sang Ibu Suri kesulitan mencari celah untuk marah.

Tepat saat keheningan mencekam itu melanda, sebuah suara tawa berat dan dalam terdengar dari arah gerbang taman.

"Hahaha! Sungguh penjelasan yang luar biasa dari Permaisuriku."

Kaisar Yan berjalan masuk dengan jubah naga hitamnya. Pria itu ternyata sejak tadi berdiri di balik pilar, mendengarkan seluruh pidato barbar nan cerdas dari Ara. Tatapan mata elangnya berkilat penuh kepuasan saat menatap wajah Ara yang masih pasang muka lempeng tanpa dosa.

"Kaisar..." Ibu Suri bergumam, terkejut dengan kedatangan putranya.

Kaisar Yan berjalan melewati para selir yang langsung bersujud, lalu berhenti tepat di samping Ara. Dia menatap Ibu Suri dengan senyuman miring andalannya. "Ibu Suri, apa yang dikatakan Permaisuri sama sekali tidak salah. Kekaisaran Han butuh seorang Permaisuri yang kuat dan tegas, bukan wanita rapuh yang hanya bisa menangis di sudut kamar. Mulai hari ini, tidak ada yang boleh mempermasalahkan cara berjalan atau cara bicara Permaisuri lagi!"

Mendengar keputusan mutlak dari Kaisar, Selir Agung Li langsung kena mental ronde kedua. Wajahnya pucat pasi, menyadari bahwa rencananya untuk menjatuhkan Ara di depan Ibu Suri gagal total, malah membuat posisi Ara makin kuat di mata Kaisar!

Ara sendiri hanya menoleh ke arah Kaisar Yan, lalu berbisik pelan, "Makasih ya, Mas Bro. Lu datengnya pas banget kayak tim SAR."

Kaisar Yan hanya menaikkan sebelah alisnya, menahan tawa mendengar panggilan ajaib itu. Perjamuan teh hari itu resmi ditutup dengan kemenangan absolut bagi sang Permaisuri Barbar

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!