Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Sore yang sangat menyenangkan dan rasa lelah seakan hilang karena hari yang ditunggu akhirnya tiba juga, Farhan keluar dari dalam mobil dan jalan menuju gadis cantik yang sudah menunggu kedatangannya dari tadi, senyuman manisnya membuat dirinya bahagia melihat wanita pujian hatinya sudah duduk lama di cafe.
"Mau kemana sekarang sayang?" tanya Farhan menarik kursi didepannya dan duduk didepan pujaan hatinya.
"Kita makan dan habis itu kita cari souvenir untuk pernikahan kita sayang bagaimana?" ajak Mila melihat calon suaminya yang sudah duduk didepannya.
"Tentu boleh sayang, aku sudah lapar juga, apa yakin pesta pernikahan kita sederhana saja sayang tidak mau yang mewah, aku mampu untuk mewujudkan pesta pernikahan mewah demi calon istri yang cantik seperti bidadari?" tanya Farhan heran karena calon istrinya memilih resepsi pernikahan yang sederhana,tidak ingin undang banyak orang, tidak ingin pakai adat, maupun undang penyanyi terkenal.
"Yakin sayang, sudah yuk makan supaya tidak lama kita jalan sayang." lanjut Mila yakin karena tidak ingin merepotkan calon suaminya dan tidak ingin dianggap perempuan matre karena mendapatkan calon suaminya yang sukses dan cukup kaya.
Menjaga perasaan dirinya dan tidak ingin keluarganya di cap aji mumpung mendapatkan keluarga baru yang derajatnya jauh lebih baik, tidak ingin merasakan sakit hati mendapatkan ucapan negatif karena resepsi pernikahan yang mewah.
Ngangguk pasrah mendengar permintaan calon istrinya, bahagia rasanya mendapatkan istri yang tidak banyak mau dan tidak gila harta membuat dirinya bersyukur tidak salah pilih istri yang sederhana, walaupun ingin sekali merasakan resepsi yang mewah tapi keinginannya tidak dapat diwujudkan karena calon istrinya menolak idenya.
Setelah selesai makan membuat Farhan ajak Mila jalan menuju mobil dan ke tempat souvenir, semua persiapan pernikahan sudah selesai dan tinggal souvenir yang belum dibeli dan disiapkan sama Farhan dan Mila
**
Melihat satu persatu souvenir yang diperlihatkan karyawan toko, yang memberikan pilihan souvenir yang akan dipilih Farhan dan Mila untuk dibeli dan diberikan untuk tamu undangan. Berbagai souvenir yang dilihat Mila sangat bagus dan menarik rasanya ingin dibeli semuanya, tapi tidak enak jika beli semua souvenir yang ditawarkan, membuat Mila harus pilih satu souvenir sederhana yang harus dibeli.
"Yang mana sayang?" tanya Farhan memperhatikan gelas beling, gantungan kunci, paparbage dibentuk bunga, dan sendok garpu bentuk love.
"Gelas beling saja sayang, gelas bisa dipakai sama tamu setiap hari lebih bermanfaat bagaimana?" tanya Mila akhirnya memilih gelas beling gambar laki dan perempuan ditengahnya ada bentuk love.
"Benar juga sayang, aku setuju dari pada yang lain cuman dijadikan pajangan dan bisa hilang, ide yang bagus oke kita pilih itu." sambung Farhan setuju sama pilihan Mila dan alasan Mila memilih gelas.
Bangga sekali mendengar ucapan Mila yang tidak sembarangan pilih souvenir, kebanyakan tamu yang mendapatkan souvenir kebanyakan dijadikan pajangan bahkan bisa hilang jika tidak pernah dipakai sama sekali.
Setelah puas mencari souvenir membuat Farhan langsung bayar souvenir dan setelah selesai ajak Mila pulang karena sudah lama dan sadar tidak baik ajak anak orang pulang malam, walaupun pulang malam habis mencari souvenir.
Senang rasanya akhirnya persiapan pernikahannya selesai semua, membuat Mila berharap pernikahannya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.
**
Malam yang sangat indah dipenuhi bintang-bintang dan pemandangan kota yang terlihat indah dipenuhi lampu-lampu jalan, membuat Farhan mengajak Mila menikmati kuliner di pinggir jalan sebelum mengantarkan calon istrinya pulang ke rumah karena rasanya belum puas jalan sebentar bersama calon istri membuat Farhan ingin menikmati malam bersama sebelum kembali ke rumah.
"Mau makan cemilan apa sayang dan mau kemana?" tanya Farhan melihat Mila duduk manis disampingnya.
"Didepan MONAS yuk sayang banyak kuliner disana, aku juga ingin bersantai disana sayang." ucap Mila langsung melihat Farhan yang fokus menyetir walaupun sesekali melihat kearahnya.
"Oke hayo kita kesana sayang, jangan lupa kirim chat Papah kalo kita masih di MONAS beli cemilan dan nanti kita bawakan untuk Papah dan keluarga kamu dirumah." lanjut Farhan sengaja supaya keluarga Mila tidak marah karena anaknya pulang terlambat.
"Oke setuju sayang, aku akan chat Papah sekarang." lanjut Mila langsung ambil handphone didalam tasnya dan langsung kirim chat ke orang tuanya, supaya tidak cemas karena dirinya terlambat pulang karena masih bersama Farhan.
Senang melihat Mila langsung kirim chat ke orang tuanya, Farhan sengaja ajak keluarga inti Mila untuk tinggal di Jakarta selama persiapan pernikahan nya, karena tahu Mila sangat rindu sama keluarganya membuat Farhan langsung ajak keluarga calon istrinya tinggal di Jakarta dan disewakan apartment untuk tempat tinggal sementara.
Macetnya kota Jakarta tidak membuat Farhan dan Mila membatalkan rencana dadakannya untuk bersantai menikmati kuliner dipinggir kota Jakarta yang pada penduduk.
Rasanya seperti mimpi bisa tinggal lebih lama di Jakarta dan impian tinggal di kota menjadi kenyataan, Mila berharap kehidupan dimasa depan jauh lebih baik dan bisa selalu merasakan kebahagiaan bersama pria pilihannya yang terlihat baik dan peduli sama Mila.
**
Puas rasanya menghabiskan waktu beberapa jam bersama calon istri akhirnya Farhan antarkan Mila langsung ke Apartemennya dan memberikan makanan yang sengaja dibawa pulang untuk dinikmati keluarga Mila.
"Terimakasih banyak Nak Farhan jadi merepotkan bawa banyak makanan untuk kami." ucap Ibu nya Mila terima bungkusan yang diberikan Farhan.
"Tidak sama sekali Bu, sekalian kesini iya sudah kami bungkus juga untuk Bapak, Ibu, dan Kakak-Kakaknya Mila nikmati juga." ucap Farhan santai tidak merasa keberatan beli banyak makanan untuk keluarga Mila.
"Nak Farhan nginep disini saja iya sudah malam, sangat bahaya nyetir sendirian jam segini." ajakan Bapaknya Mila tidak tega membiarkan calon menantunya harus bawa mobil jauh-jauh kerumahnya untuk pulang setelah anterin Mila pulang.
"Bagaimana Mas?" tanya Mila melihat Farhan, memang terlihat lelah wajahnya Farhan yang ditahan calon suaminya karena dari pulang kerja Farhan masih bawa kendaraan untuk ketemu dirinya beli souvenir untuk pernikahan dan pakai acara nongkrong selama satu jam di MONAS tadi.
"Tidak usah Pak terimakasih, saya sudah biasa bawa mobil sampai jam segini kok, iya sudah semuanya saya pamit dulu kalo begitu." tolak Farhan sungkan nginep di apartemen bareng keluarga Mila, rasanya ingin sekali nginep karena sudah merasa ngantuk dan lelah tapi tidak enak rasanya nginep ditempat tinggal calon istri walaupun milik Farhan tapi tidak mau seenaknya.
"Iya sudah Mas aku antarkan ke bawah iya Mas sampai parkiran." lanjut Mila tidak tega membiarkan Farhan jalan sendiri menuju parkiran setelah anter dirinya pulang.
"Hayo sayang." lanjut Farhan setuju.
Gandeng tangannya Mila untuk jalan bareng menuju parkiran mobil setelah selesai mencium telapak tangan kedua orang tuanya Mila untuk pamit pulang.