NovelToon NovelToon
Ketika Mantan Napi Jadi Istri CEO (Maaf Untuk Mama)

Ketika Mantan Napi Jadi Istri CEO (Maaf Untuk Mama)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Penyelamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Tiga tahun mendekam di penjara, Annabella tak menyangka kebebasannya justru menjadi awal penderitaan baru.


Lucian Winston, CEO Wins IT yang menyimpan dendam atas penculikan adiknya, membebaskan Annabella demi satu tujuan: menjadikannya istri dan menghukumnya dengan caranya sendiri.


Annabella menolak, hingga Lucian mengancam keselamatan Aditya, pamannya yang sedang koma dan terancam kehilangan perawatan akibat kebangkrutan.


Demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang tersisa, Annabella terpaksa menerima pernikahan tanpa cinta dengan pria yang membencinya.


Namun, sampai kapan Annabella mampu bertahan di tengah dendam Lucian? Dan bagaimana jika di balik kebencian itu, ada rahasia yang mampu mengubah segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pantas Dihukum

Pagi‑pagi sekali, Annabella sudah terbangun. Ia melirik ke arah Yumna yang masih tidur pulas di sampingnya, lalu tersenyum tipis.

Anak itu semalam tidur sambil memeluk lengannya. Meski tubuhnya sendiri sangat lelah dan perutnya masih terasa lapar, ia merasa sedikit lebih tenang karena tidak lagi sendirian.

Ia bangkit perlahan agar tidak membangunkan Yumna, lalu mengambil baskom besar yang ada di dapur. Setelah itu, ia pergi ke kamar mandi khusus pembantu untuk mengambil air.

Ketika semuanya sudah siap, Annabella membawa baskom itu kembali ke gudang.

"Yumna, Sayang. Bangun, yuk," panggilnya lembut sambil mengusap rambut anak itu.

Yumna menggeliat, lalu membuka matanya perlahan.

"Onty..."

"Iya, Sayang. Ayo, kita mandi dulu."

Yumna duduk dan mengangkat kedua tangannya.

"Mau mandi cama Onty!"

Annabella tertawa kecil.

"Iya. Tapi jangan banyak bergerak, ya. Nanti airnya tumpah."

Ia membantu Yumna melepaskan pakaian, lalu mulai membasuh tubuh kecil itu dengan air hangat yang sudah ia siapkan. Annabella sengaja memastikan suhu airnya tidak terlalu panas agar Yumna merasa nyaman.

Setelah itu, ia membilas rambut Yumna dengan hati‑hati menggunakan sedikit sampo yang masih tersisa di botol kecil miliknya — sampo yang ia bawa dari kamar mandi pembantu.

Yumna memejamkan mata ketika Annabella menuangkan air perlahan ke atas rambutnya.

"Onty, jangan kena mata."

"Iya, Sayang. Tutup matanya rapat‑rapat."

Annabella tersenyum melihat tingkahnya.

Sudah lama ia tidak merasakan kebahagiaan sederhana seperti ini. Dulu, ia terlalu sibuk mengejar keinginan sendiri dan mempertahankan kebohongannya, sampai‑sampai tidak menyadari betapa berharganya hal‑hal kecil dalam hidup.

Kini, ia merasa bahagia hanya karena bisa memandikan seorang anak kecil.

Setelah selesai, Annabella mengeringkan tubuh Yumna dengan handuk kecil, lalu memakaikan pakaian bersih yang ia temukan di dalam tasnya.

"Nah, sekarang Yumna sudah cantik."

Yumna tersenyum lebar.

"Onty juga cantik!"

Annabella terkekeh, kemudian mengecup keningnya.

"Anak pintar."

Namun kebahagiaan itu segera terganggu ketika Annabella teringat bahwa mereka belum sarapan.

Ia menatap Yumna yang sedang merapikan rambutnya dengan jari‑jari mungil.

"Yumna tunggu di sini, ya. Onty akan cari sarapan untukmu."

Yumna mengangguk.

"Onty cepat pulang, ya."

"Iya, Sayang."

Annabella memastikan Yumna tetap berada di dalam gudang, lalu menutup pintu dan bergegas menuju dapur. Ia berharap bisa mengambil sedikit makanan sebelum para pelayan mulai sibuk melayani keluarga Winston.

Sayangnya, begitu mendekati dapur, ia mendengar suara Ranti yang terdengar sangat marah.

"Siapa yang mengambil yogurt di lemari es?"

Annabella menghentikan langkahnya.

"Aku bertanya siapa yang mengambil lima botol yogurt milik Tuan Muda!"

Ranti berdiri di tengah dapur dengan wajah merah padam. Beberapa pembantu berkumpul di sekitarnya, sementara seorang pembantu lain menunjuk ke arah Annabella.

"Sepertinya dia yang mengambilnya, Ranti. Kemarin malam dia masih berada di dapur sampai larut untuk mencuci piring."

Semua mata tertuju kepada Annabella.

Ranti menoleh tajam.

"Annabella!"

Annabella terpaksa mendekat.

"Ada apa?"

"Kau yang mengambil yogurt itu?"

Annabella mengerutkan kening.

"Aku memang mengambil satu botol kemarin malam, tetapi bukan lima."

"Berani sekali kau berbohong!" bentak Ranti.

"Aku tidak berbohong. Aku hanya mengambil satu botol karena sejak kemarin aku belum makan."

Ranti mendengus penuh penghinaan.

"Jadi, kau mengaku mencuri?"

Annabella terdiam sesaat.

"Aku mengambil satu botol yogurt untuk mengganjal perutku. Aku tidak mengambil lima botol seperti yang kau tuduhkan."

Plak!

Tamparan keras kembali mendarat di pipi Annabella.

Wanita itu terhuyung, tetapi berusaha menjaga keseimbangannya.

"Masih berani membantah!" Ranti membentak.

"Sudah jelas kau mencuri, tetapi kau tidak mau mengakui bahwa kau mengambil semuanya!"

"Aku benar‑benar hanya mengambil satu botol!" bantah Annabella berusaha menjelaskan, tetapi Ranti tidak mau mendengarkan.

"Dasar pencuri! Sekali menjadi narapidana, selamanya kau akan menjadi pencuri!"

Para pembantu lain mulai berbisik.

"Mantan napi tetap mantan napi. Kebiasaan mencurinya belum hilang."

"Pantas saja Nyonya Besar tidak menyukainya."

Annabella mengepalkan tangan. Ia ingin membantah semua tuduhan itu, tetapi tidak tahu bagaimana cara membuktikan bahwa dirinya hanya mengambil satu botol.

Ia memang salah karena mengambil yogurt tanpa izin. Namun, ia tidak mencuri lima botol seperti yang mereka tuduhkan.

"Ada apa ini?"

Suara dingin terdengar dari pintu dapur.

Semua orang langsung menoleh pada Lucian Winston yang berdiri di sana dengan setelan kerja yang rapi. Wajah tampannya terlihat dingin, sementara tatapannya menyapu orang‑orang yang berkumpul di dapur.

Ranti segera menghampirinya.

"Tuan, syukurlah Anda datang!"

"Apa yang terjadi?"

Ranti menunjuk Annabella.

"Yogurt yang biasa Tuan minum setiap pagi hilang lima botol. Ternyata Annabella yang mengambilnya!"

Lucian mengalihkan pandangan kepada istrinya.

Annabella berdiri dengan pipi merah akibat tamparan, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh.

"Benarkah?" tanya Lucian datar.

Annabella menatapnya. Ia tahu pria itu membencinya. Namun, ia tetap berharap Lucian mau mendengar penjelasannya sebelum menjatuhkan hukuman.

"Aku memang mengambil yogurt semalam. Tapi hanya satu botol. Aku belum makan sejak kemarin, jadi aku mengambilnya untuk mengganjal perut."

Lucian tidak bicara. Tatapannya begitu dingin hingga Annabella merasa sedang berdiri di hadapan seorang hakim yang siap menjatuhkan hukuman.

Ranti segera menyela.

"Tuan, mana ada pencuri yang mau mengakui perbuatannya? Dia pasti berbohong agar hukumannya diringankan!"

"Aku tidak berbohong!" Annabella membantah.

"Diam!" bentak Ranti. "Kau tidak punya hak untuk membela diri!"

Pembantu lain ikut menyudutkannya.

"Perempuan seperti dia memang tidak bisa dipercaya."

"Benar! Sudah diberi tempat tinggal saja masih berani mencuri."

Annabella menunduk. Dadanya terasa sesak mendengar semua hinaan itu. Ia kemudian kembali menatap Lucian.

"Tuan Lucian, aku mengaku mengambil satu botol yogurt. Aku tidak menyangkal kesalahanku. Tapi aku tidak mengambil lima botol seperti yang mereka katakan."

Lucian menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya berbicara.

"Kalau begitu, kau mengakui bahwa kau mencuri barang milikku?"

Annabella terdiam.

"Ya, tetapi—"

"Cukup."

Satu kata itu langsung memutus penjelasannya.

Lucian menoleh kepada Ranti.

"Menurutmu, hukuman apa yang pantas untuknya?"

Ranti tersenyum puas. Seolah telah menunggu kesempatan itu, ia segera menjawab dengan penuh semangat.

"Tuan, pencurian tidak boleh dibiarkan. Bagaimana kalau dia diberi hukuman cambuk?"

Annabella langsung mengangkat wajah.

Cambuk?

Ia menatap Ranti dengan tidak percaya, tetapi pembantu itu justru terlihat semakin puas. Lucian memasukkan kedua tangannya ke saku celana.

"Bawa dia ke belakang. Cambuk telapak tangannya seratus kali menggunakan rotan."

Wajah Annabella seketika pucat.

"Tuan Lucian!"

"Kalau dia menolak, gandakan hukumannya menjadi dua ratus kali," ucap Lucian tanpa menoleh.

"Tapi aku hanya mengambil satu botol yogurt karena aku lapar!" teriak Annabella.

Lucian akhirnya menatapnya.

"Seharusnya kau berpikir sebelum mengambil barang yang bukan milikmu."

"Tapi—"

"Atau kau ingin dua ratus kali?"

Annabella langsung terdiam. Ia teringat Aditya yang masih terbaring koma di rumah sakit. Jika ia melawan Lucian, pria itu mungkin akan melampiaskan kemarahannya kepada pamannya.

Pada akhirnya, ia menundukkan kepala.

"Aku akan menerima hukumannya."

Lucian tidak memberikan tanggapan. Ia berbalik dan meninggalkan dapur seolah persoalan itu tidak lebih penting daripada pekerjaan kantornya.

Ranti tersenyum penuh kemenangan.

"Ayo, ikut aku!"

Annabella berjalan di belakangnya dengan langkah berat.

Tak ada yang membela. Tak ada yang mempertanyakan apakah hukuman itu terlalu kejam untuk seseorang yang hanya mengakui mengambil satu botol yogurt.

Bagi mereka, Annabella hanyalah mantan narapidana yang pantas dihukum.

1
Muft Smoker
mom ,, sungguh cerita mu kali ni ,, gx bisa ketebak ma aq ,, Yumna yg dtg dr masa depan bnr2 gx expect di aq ,, keren mom ,,


dtggu kelanjutan ny mom ,,
dn apa bnr Erwin tu kk ny anabella???
Wiwin Rindyani
bagus
Muft Smoker
jgn sampai meninggal donk mom ,, kali ini biar anabella hidup bahagia ma lucian dan ank2 mereka ,,
Wiwin Winarsih
kasian donk klau Annabella meninggal setelah melahirkan,
Mom Ilaa: bukan karena melahirkan, ada penyebab lain
total 1 replies
Muft Smoker
waah Maya lgi interogasi narasumber dr masa depan🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuut mom ,, makin penasaran tiap bab ny
Adinda
berarti anabella meninggal karena melahirkan yumna ya thor
Mom Ilaa: iya tpi bukan itu penyebabnya /Sob/
total 1 replies
Wawa sakura Lavender
cerita Lucian dan Annabella paling sedih baca aje keluar air mata 😭
Wawa sakura Lavender
Yumna kata dia dari masa depan dibab keberapa ya Yumna lahir.
Wawa sakura Lavender
endingnya bagaimana ya!Bella meninggal atau tetap hidup tapi bahagia kerana Yumna ubah takdir masa lalu sebelum terjadi sesuatu pada Bella dimasa depan, adakah Yumna akan buat Lucian jatuh cinta kepada Annabella.
Adinda
kasihan anabella
Wawa sakura Lavender
keturunan gembroot dari Adrian,Arsen,Luviana,Lucian sekarang Yumna 🤣🤣🤣
Muft Smoker
semangat mom ,,
doa yg terbaik buat mom semoga. cepat sampai retensi ny ,,
🤗
Wiwin Rindyani
💪💪💪💪
Adel Lia
semangat nulisnya thor💪💪💪💪💪💪
Adinda
jadi la yumna🤣🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,,

kasihan Cristal harus gigit jempol kaki🤭🤭🤣🤣🤣
Rian Moontero
mampiiirr
Dew666
💜
Lala
berrti dalangx adalah Malika n orang tua x n Bella jdi kambing hitamx smoga Luky menikha dgn Malika rasahasiax terbungkar ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!