Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Pagi yang sibuk bagi Aini, usianya masih dua puluh tiga tahun namun wanita cantik dengan tubuh semampai itu memutuskan untuk menikah dan dari pernikahan ini Aini telah dikaruniai seorang putri
Selesai dengan sarapan, wanita itu kembali kekamar untuk membantu suaminya bersiap
Andra bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan yang cukup terkenal, sebagai karyawan, Andra hanya memiliki gaji yang cukup untuk kehidupan rumah tangganya
Namun begitu, ia bersyukur memiliki istri seperti Aini. Wanita yang ia nikahi setahun yang lalu ini tidak pernah mengeluh
"Aku pikir mas belum siap" Wanita cantik tersenyum kearah sang suami yang tengah menyisir rambutnya
"Mas gak mau ngerepotin kamu dek" Andra tersenyum, pria itu hendak mendekat namun sang istri malah mundur "Ada apa?"
"Badan aku bau bumbu, tadi habis bikin nasi goreng" Andra tersenyum, tak peduli dengan itu. Ia meraih sang istri lalu memeluknya
"Mas suka bau bumbu" Tak lupa Andar menyematkan satu kecupan di kening
"Gombal" Aini tersenyum lalu menepuk pelan dada bidang itu "Udah ayo! Kita sarapan dulu biar mas gak lemes nanti dikantor"
Aini melangkah menuju boks bayi dimana bayi kecil yang baru saja bangun "Hay sayangnya ibu, udah bangun yaa"
Aini meraih putrinya lalu melangkah bersama menuju meja makan. Kediaman ini kecil, namun cukup untuk mereka bertiga
Setelah menikah keduanya memilih untuk menempati rumah cluster sederhana yang cukup untuk mereka
Bagi Aini, dimanapun ia tinggal asalkan itu bersama Andra maka semua akan baik-baik saja
"Kamu gak sarapan dek?" Tanya Andra karena istrinya hanya menemaninya sambil menimang bayi kecil mereka
"Nanti aja mas, setelah Kasih tidur baru aku sarapan" Aini tersenyum saat mengatakannya
"Kamu sarapan dulu! Sini biar mas suapin aja" Andra menyodorkan sendok berisi nasi goreng ke mulut istrinya
"Gak usah mas, nanti kamu telat loh"
"Gak apa-apa, ayo buka mulutnya"
Aini menikmati sarapannya sambil menimang bayi cantik yang terlihat anteng menatap sang ibu
Setelah sarapan, Aini menemani sang suami hingga ke beranda rumah. Hal ini ia lakukan selama pernikahan mereka
"Mas pergi dulu yaa" Andra kembali mengecup kening wanita itu
"Mas hati-hati yaa"
"Iya" Keduanya saling melempar senyum "Doain mas biar naik jabatan"
"Aamin, aku selalu doain mas"
Andra tersenyum, kembali ia kecup dua kesayangannya itu "Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Dadah ayah" Aini bersuara seperti anak kecil, Andra melambaikan tangannya sebelum menghidupkan mesin kendaraan roda dua itu
Setelah motor matic milik suaminya meninggalkan rumah, Aini masuk dengan membawa bayi kecilnya
Bayi dua bulan itu mulai menggeliat sepertinya merasa tidak nyaman
"Kasih bobo yaa! Ibu mau bersih-bersih rumah dulu"
Setelah memastikan bayi kecilnya terlelap, Aini kembali keluar kamar hendak melakukan pekerjaan rumah yang sempat tertunda
Ditempat kerja, Andra bekerja dengan giat. Ini dilakukan demi menghidupi anak serta istrinya
Andra terkenal sebagai karyawan yang penuh dedikasi dan itu sangat disukai oleh petinggi perusahaan
"Selamat yaa Ndra, aku denger kamu dapat promosi loh" Ujar salah seorang rekan
"Alhamdulillah, rezeki anak sama istri" Andra tersenyum saat mengatakannya
"Semoga kamu beneran jadi manager yaa Ndra"
"Aamiin, makasih loh Do"
Andra terlihat sangat bahagia, jika rezeki itu miliknya, maka ia bisa mengangkat ekonomi keluarganya, memberikan hidup yang lebih baik bagi Aini dan putri mereka
Sore harinya Andra kembali kerumah, seperti biasa, Aini akan menyambut dengan senyumnya yang manis
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Aini lebih dulu menyalami suaminya lalu seperti biasa Andra akan memberikan kecupan
"Ada apa dek?" Andra melihat penampilan istrinya yang sedikit berantakan
"Maaf yaa mas, aku belum mandi"
"Kasih rewel lagi?" Tanya Andra karena putrinya ini memang sedikit rewel
Aini mengangguk "Aku baru selesai masak, terus Kasih nangis" Wajah Aini terlihat sangat lelah, Andra tau jika ini tidak mudah bagi Aini yang masih berusia muda
"Ya udah sini Kasih nya sama mas dulu! Kamu mandi dulu gih!" Andra mengambil alih putri kecilnya
"Gak pa-pa emang? Mas capek loh seharian kerja" Aini tidak tega, jelas jika sang suami kelelahan dan bukannya langsung beristirahat, malah Andra harus mengasuh buah hati mereka
"Kamu juga capek kan? Kita bagi tugas aja! Kamu mandi dulu! Nanti gantian" Andra mengusap rambut panjang yang sedikit berantakan itu
"Ya udah, makasih yaa mas"
"Ayo sini sayang, Kasih sama ayah dulu yaa" Ujar Andra seraya menerima sang buah hati dari tangan istrinya
Karena sang buah hati tengah bersama sang ayah, Aini mengambil kesempatan untuk membersihkan dirinya
Rasa lelah sedikit berkurang setelah disentuh oleh air dingin. Beruntung nya dirinya karena diberikan suami yang begitu pengertian
Andra bukan suami yang hanya ingin dimengerti, tapi dia suami yang tidak segan membantu pekerjaan istrinya dan hal itu membuat Aini semakin mencintai pria tampan itu
Cinta yang Andra miliki juga yang membuatnya mengambil keputusan menikah diusia yang masih sangat muda
Namun begitu, Aini merasa sangat bahagia karena Allah memberinya suami sempurna seperti Andra
"Udah mandinya?" Andra tersenyum saat melihat sang istri mendekat dengan rambut yang masih setengah basah "Gak mau dikeringin dulu rambutnya?"
"Gak apa-apa, ini cuma basah sedikit! Sekarang mas mandi" Aini meraih putrinya lalu Andra menuju kamar mandi
Setelah makan malam, keluarga kecil mereka tengah bersantai di kamar tidur. Kasih telah berada didalam boks bayinya sementara kedua orang tuanya tengah bersantai sambil saling berpelukan diatas tempat tidur
"Tadi ibu telepon"
"Ada apa?" Andra yang semula membelai rambut panjang istrinya menarik diri
"Katanya ibu butuh uang untuk semesternya Faris"
Andra diam, Aini tahu jika suaminya tengah terbebani dengan biaya yang tidak sedikit itu
"Nanti aku bicara sama ibu"
"Aku punya simpenan, mau dipake dulu aja?" Aini menawarkan
"Jangan dek, itukan uang kamu! Kamu simpen aja untuk keperluan kamu" Andra tersenyum, ia tahu jika Aini hanya ingin membantu
Namun ini adalah masalah keluarganya, dan tidak seharusnya istrinya terbebani. Sebagai seorang suami ia akan berusaha lebih keras untuk menghidupi keluarganya
"Gak apa-apa kok mas, lagian aku belum terlalu butuh, kamu pake aja dulu"
"Jangan, kamu tenang aja! Secepatnya mas akan dapat uangnya" Andra tersenyum "Ayo sini peluk lagi" Pria itu berbaring lalu Aini masuk kedalam pelukan hangatnya
"Belum boleh yaa?"
"Seminggu lagi mas, aku kan baru lahiran"
"Iya maaf, yaudah kita pelukan aja"
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.