NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Di kediaman mewah keluarga Raharja.

Pagi ini di area dapur nampak terdengar suara amarah dari Dion Raharja, sang pengacara kondang terkenal di Indonesia.

"Kamu sebenarnya bisa masak nggak sih?!" marahnya sambil menggebrak meja.

Brak!!!

Suara seorang pria yang mengenakan kemeja warna biru muda dan celana warna navy----nampak marah, membuat piring porselen dan sendok garpu bergetar.

"Wanita g*blok, nggak guna!!! Sia-sia saya menikah ama kamu!!" makinya.

Tangannya menunjuk seorang wanita yang memakai gaun warna magenta sampai selutut, dengan rambut gerai dengan kepala tertunduk.

"Ma-maaf Mas, hiks...ak-aku tadi kesiangan," ujar Raisa dengan bibir bergetar.

Wanita malang ini hanya bisa menunduk menerima makian dari suaminya, pria itu menikahinya dengan keterpaksaan karena perjodohan orangtua.

Kepalanya tertunduk, wajahnya pucat pasi saat suaminya memaki-makinya pagi ini----hanya karena satu kesalahan kecil yakni tidak membuat makanan sesuai keinginannya.

"Alasan Klasik!! Kamu 'kan tahu selera saya!! Menu makanan saya selama tujuh hari!!!" lanjut Dion dengan lima jari menunjuk ke atas meja makan.

Padahal sejak pagi, Raisa sudah menyiapkan segala kebutuhan Dion, menyetrika kemeja Dion sampai licin sebelum dikenakan berangkat ke kantor advokat.

Namun apa daya, Dion seperti tak menghargai apa yang sudah dilakukan istrinya sama sekali. Meski pria itu memang terlihat seperti pria mapan yang tak kekurangan apapun, termasuk istri yang baik.

"Kamu tuh udah tiga bulan jadi istri saya!" ucap Dion, kali ini dengan suara menggelegar.

Seolah memecah kesunyian pagi, tak lupa tangannya menunjuk kasar ke setiap piring-piring yang tersaji di atas meja makan.

Raisa hanya diam berdiri terpaku.

"Kamu itu buat saya muak! Jalankan menyentuh kamu, melihat kamu saja sudah membuat muak!" ungkap Dion tak puas memaki istrinya.

Yap, sebutan gadis memang sematan yang pas untuknya, karena hampir tiga bulan ini Dion belum pernah menyentuhnya.

"Mas...aku udah berusaha jadi istri kamu...hiks...kenapa sih kamu nggak pernah sekali pun hargain yang aku lakuin...," ucap Raisa dengan nada lirih di penuhi Isak tangis.

Mendengar itu semua Dion langsung berdecih, seolah pria itu tak bisa menghargai pernikahan yang menjadi sumpah suci yang di ucapkan di depan tuhan dan beberapa saksi.

"Hargain kamu bilang?!" Jeda. "Sejak awal saya udah nolak pernikahan ini, ehh kamu, orangtua saya dan orangtua kamu malah bersikeras!" ujar Dion menatap benci istrinya.

Entah karena apa, yang jelas bagi Dion pernikahan ini adalah sebuah bencana----dirinya harus menikahi gadis yang dibencinya.

"Mas, mendiang orangtua aku---" ucapan Raisa terhenti saat Dion memotongnya dengan cepat.

"Nggak usah alihin topik, saya pagi ini laper!! Maaf kamu dan air mata kamu! Nggak bisa bikin saya kenyang!" ujar Dion mengomeli istrinya.

Raisa masih menunduk dengan air mata yang sudah tumpah, kedua tangannya bertaut erat meremas ujung gaunnya.

"Kenapa sih, sehari aja kamu nggak bikin saya marah. Saya nggak butuh istri yang lambat kaya kamu untuk nerima perintah!!" tunjuk Dion dengan kasar di depan wajah istrinya.

Raisa hanya bisa menunduk---dirinya siap jika setiap pagi harus di marahi suaminya, karena memang pernikahan ini bukan keinginan Dion.

"Kamu udah tiga bulan jadi istri saya!!" ujar Dion sambil mengacungkan tiga jari di hadapan istrinya.

"Kenapa sih kesalahan begini ke ulang hampir tujuh kali!! saya butuh sayuran setiap hari Senin, Rabu, Sabtu, dan Minggu!! Salad atau capcay nggak masalah!! yang penting ada sayuran!!" lanjutnya, sambil menunjuk ke arah meja makan.

Raisa ingin menjawab, namun tak ada daya berusaha mengumpulkan kekuatan untuk menatap suaminya.

"Mas...mama lagi sakit, aku nggak ada waktu untuk ke pasar...dan tukang sayur yang biasanya lewat nggak ada," tutur Raisa dengan suara lemah.

"Alasan lagi!!" gebrak marah Dion sambil memukul meja.

Brakk!!

Hal yang seketika membuat Raisa menjadi terkesiap, dan kaget. Tangannya mengelus dada, karena amarah sang suami.

"Saya hari ini ada sidang! kamu tahu 'kan sayuran saya butuhkan!!" ucapnya, dengan nada tinggi.

Dion yang jengkel langsung menarik rambut istrinya, kepala Raisa ke belakang.

"Ma--Mas, sak-sakit," keluh Raisa memegang tangan Dion yang menjambak rambutnya.

"Dasar istri g*blok! Memasak hal sepele saja tidak becus. Apa saja yang kamu lakukan seharian di rumah ini? Tidur? Dandan?" desisnya dengan nada tajam.

Raisa air matanya semakin kian deras, panas menyergap yang menggenang di pelupuk matanya.

"Dengar Raisa Adiratna...jika kesalahan ini ke ulang lagi sampai ke delapan kalinya, saya tak akan segan hukum kamu," bisiknya dengan tajam.

Dion terlihat tak peduli bagaimana Raisa sudah berjuang untuknya, bangun sejak pukul empat pagi---untuk memastikan kemejanya tak memiliki lipatan. Menyetrika kemeja, dan jasnya---lalu mengurus ibunya.

Raisa sendiri belajar memasak hanya demi sang suami, sampai tangannya terluka hanya demi menjadi istri idaman bagi Dion.

Namun, sepertinya hal itu sia-sia. Terlihat Dion sudah sangat membencinya, karena tragedi masa kecil mereka.

Sungguh Raisa, saat ini hanya ingin menjadi istri yang baik bagi Dion---namun Dion juga terpaksa menikahi Raisa karena keluarga Raisa sudah sangat berjasa bagi keluarganya.

"I-Iya Mas," sahut Raisa yang sudah kesakitan akan cengkraman rambut yang dari suaminya.

Dion melepaskan cengkraman rambutnya dengan kasar, membuat Raisa maju pelan.

"Jangan pakai alasan perhatian kalau dasarnya memang tidak kompeten. Saya tidak butuh istri yang hanya tahu cara menangis! Saya butuh pendamping yang cerdas di omong sekali cukup," ujarnya.

Raisa hanya bisa mengelus dada, berusaha sabar menghadapi tempramen suaminya. Dion mendengus sinis, sama sekali tak mau tersentuh oleh air mata istrinya.

"Dengar yaa, mama saya lagi sakit! Kalo nggak bisa jadi istri berguna seenggaknya bisa jadi menantu berguna!!" ujar Dion menunjuk-nunjuk istrinya dengan sangat kasar.

Dion merapikan jam tangan mahalnya dengan kasar, lalu menyambar tas kerjanya.

"Pagi-pagi, saya di buat nggak selera makan karena istri g*blok!!" hinanya.

Sang Pengacara melangkah pergi, tanpa mau menyentuh makanan buatan istrinya, suara pintu terdengar dari ruang tamu sampai dapur.

Brak!!

Suara gema meninggalkan kesunyian bagi Raisa, wanita malang yang harus jadi istri pria yang membencinya.

Raisa mengangkat kepalanya, matanya menatap piring-piring hasil masakannya yang terletak di atas meja.

Deg.

Hatinya terasa perih, karena suami yang di harapkan bisa menjaganya setelah kematian kedua orangtuanya.

Kini, malah menjadi neraka baginya. Semenjak menikah Raisa tak pernah diperlakukan selayaknya istri.

Pembantu, pelayan, atau budak---masih dianggap mulia bahkan manusiawi, Raisa malah statusnya di perlakukan lebih rendah daripada itu.

Tenaganya sudah berusaha segala cara untuk membuat pria itu mencintainya, namun yang di dapatkannya hanya makian dan tatapan hina dari Dion.

Raisa, menghapus air matanya tangannya menarik kursi makan lalu terduduk.

"Ya allah sampai kapan hamba harus terus bersabar menghadapi imam hamba," ucap Raisa.

"Papa...mama...kenapa kalian begitu cepat meninggalkan aku, dan kenapa kalian menjodohkan aku sama pria yang tak mencintaiku," ujar Raisa, matanya menatap langit-langit rumah mewah ini.

*

*

*

*

1
Ma Em
Puuaas , itu pilihanmu Dion wanita yg kamu cinta tapi emang dasar pelacur walaupun sdh diangkat dari lumpur yg hina tetap saja TDK berubah .
Putri Sabina: Emang modenya begitu kak🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Namanya psk ya begitu, diminta seperti Raisa ya tidak bisa instan.Mungkin tidak bisa.Itu pilihan kamu ,tujuan kamu membuat Raisa menderita dan hancur,namun malah sebaliknya Raisa jadi bersinar sedangkan hidupmu seperti sampah karena rumah kamu dijadikan pesta barang haram istrimu
Putri Sabina: Bukan PSK kak tapi LC.
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat usahamu telah berjalan sesuai harapan kamu Raisa, bahkan sudah balik modal diakali lipat.Jika pesanan banyak sebaiknya cari pekerja jait dan ngepak paket yang dipesan online
Putri Sabina: rejeki orang terzalimi🤭 tinggal tunggu karma Dion dan Chelsea
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
bini model lont3 dipelihara👻👻🤣🤣
Putri Sabina: Pilihan hidupnya dia🤣🤣🤣LC lagian di cinta yang endingnya luka🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rumah jadi tempat maksiat , penghuninya bisa sial.Kebiasaan di klub malam di bawa ke rumah, jadi jauh dari berkah.
Putri Sabina: ini baru awal🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Ternyata bayi Raisa menyiksa ayahnya yang telah kejam pada mamanya.Sedangkan mamanya nyaman membawanya dan dapat bekerja,sungguh adil Authoor.
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Putri Sabina: Ini baru awal karma Dion, dan nanti akan lebih kejam lagi, tunggu karmanya😄
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , sebetulnya kamu itu cinta namun tertutup kebencian kamu.Bulan madu? Sebelum jadi istri setiap sudah ngangkang dan berbagi peluh ,Masih bulan madu.🤣🤣🤣
Putri Sabina: Malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
awas jadinya obsesi.. kau MANUSIA LAKNATULLAH
Putri Sabina: malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
buang aja itu bayi nanti si dion malah ngejar ngejar lagi
Putri Sabina: tunggu karmanya kak, nanti ada kok karmanya😄
total 5 replies
Jamayah Tambi
Macam Ragat wanita Syri yg dinikahi arwah menteri besar di negeri ku.Alih2 bila suaminya meninggal habis harta ditukar atas namanya.
sunaryati jarum
Berani melanggar wasiat dari ibumu Dion, kesialan hidup yang akan kau dapat.Alhamdulillah kandungan Raisa sehat.Somoga kesehatan dan kemurahan rezeki yang berlimpah untukmu Raisa.
Putri Sabina: biarin aja nanti kena karma instan
total 1 replies
Jamayah Tambi
Pakai la yg sopan Raisa.Seluar pendek.Tak ada ke seluar panjang.
Jamayah Tambi
Ambik la pembantu.Bayar hari ke.Ni kerja semua nak buat sendiri
Jamayah Tambi
Rumah sebesar itu duduk sorang Raisa.Kau cari bibik buat teman.
Jamayah Tambi
Kenapa wartawan tak serbu Dion yg ada simpanan semasa sidang tu.Hancurkan reputasi Dion sebagai pengacara kondang.Natizen pasti penci pada pelakor seperti Chelssa.Dah la LC sama mcm pelacur.
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.
Putri Sabina: iya kak di Malaysia mungkin lebih condong ke hukum syariat, kalo Indonesia kan lebih bebas ada 6 agama. Jadi beda peraturan, meski di Malaysia ada agama lain tahu kok mayoritas islam😄
total 1 replies
Jamayah Tambi
Semoga Dion kena HIV kerana main dgn pelacur
Putri Sabina: bukan cuman HIV tapi karmanya lebih pedih tunggu aja yaa
total 1 replies
Jamayah Tambi
Perempuan ni keja nak nanges jer.Patutnya kau bahagia kerana Dion menceraikan mu.Bebad,tidak di seksa.Harga diri mu tidak di injsk2 lagi.Kau bebas perempuan.Jadi orang kena tegas.Apa lagi jadi janda.
Jamayah Tambi
Baju macam emak2 je Raisa
Jamayah Tambi
Kan dah mendapat Dion Bijak tp bodo.Pelacur tu perasan kamu mencintainya.Sepatutnya kamu tak memberinya rumah.Cukupnjumpa dan guna di cukup saja.
Jamayah Tambi
Betapa sakit hati seorang dibilang sundal oleh suaminya.Dion kau pendosa,zina,mengainaya isteribdgn perbuatan dan mulut longkangmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!