NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.1 Hinaan Keluarga Sendiri

Pukul 7 malam.

"Lily, kemarilah nak."

Panggil seorang ibu dengan penuh tatapan cinta yang mendalam kepada putri semata wayangnya.

Kini semua mata tertuju kepada seorang wanita berusia 25 tahun. Wanita bermata bulat dan berwarna abu-abu berjalan ke arah meja makan di mana di hadiri oleh seluruh keluarga besar.

"Lily, itu kau?"

Lily menoleh kepada wanita sebaya dirinya. Wanita itu adalah sepupunya yang bernama Ana. Putri dari saudara ibunya.

Di keluarga Colins keluarga keluarga Ana yang paling berpengaruh dan sangat di hormati selain nenek mereka. Sementara dia dan ibunya yang paling tidak di hormati karena tidak memiliki apa pun. Tapi mereka tidak tahu rahasia yang sebenarnya.

"Hai Ana. Lama tidak berjumpa."Sapa Lily sambil tersenyum ramah.

"Hai."

Ana menjawabnya dengan sedikit cuek. Tapi di balik sikap cueknya itu. Dia sangat penasaran dengan Lily.

Mereka kuliah di kampus yang sama. Tapi dia tidak memiliki prestasi. Berbeda dengan Lily yang pintar dan berprestasi. Hal itulah yang membuat Ana tidak begitu suka dengan Lily.

Semua keluarga yang hadir tersenyum kepada Lily dan Ana.

"Di keluarga ini kita punya putri-putri yang sangat cantik."Puji wanita tua yang berada di kursi paling depan.

Wanita tua itu adalah nyonya Collins. Dia sangat di hormati di keluarga Collins.

"Terimah kasih nenek."Jawab Lily dan Ana bersamaan.

"Duduklah."

Lily dan Ana duduk di kursi yang berseblahan dengan nenek mereka.

"Bagaimana dengan kuliah kalian? Bukankah tahun ini sudah pada lulus?"

"Semuanya berjalan lancar nek. Ana juga sudah di terimah di sebuah perusahaan besar. Jawab Ana dengan penuh percaya diri.

"Perusahaan yang Ana maksud adalah Morley." Ujar ibu Ana dengan penuh bangga.

Semua orang bertepuk tangan.

Ana dan ibunya begitu bangga dengan semua itu. Perusahaan Morley adalah perusahaan besar dan terpandang di kota itu.

Nyonya Colins menoleh kepada Lily.

"Bagaimana dengan mu Lily?"

"Lily kan menikah muda. Meski dia sangat berprestasi tapi sangat di sayangkan. Dia menikah di usia 22 tahun. Sekarang dia hanya ibu rumah tangga yang tidak bisa di banggakan."

"Bahkan sampai sekarang kami belum pernah bertemu dengannya."Sindir kerabat yang lain.

"Sudahlah. Hormati keputusan Lily."Ujar nyonya Collins yang tahu dengan jelas seperti apa cucunya itu.

Lily hanya tersenyum kecil.

Kata-kata seperti itu sudah biasa ia dengar. Setiap kali ada pertemuan keluarga maka yang mereka bahas adalah perbedaan kasta dan bagaimana kerabatnya berusaha menjatuhkan dirinya.

Lily masih saja tersenyum di hadapan mereka.

"Mengenai suami aku. Kami sudah sepakat bibi. Kami akan merahasiakannya."

"Untuk apa menikah jika hanya untuk di rahasiakan."Sindir yang lain.

"Apa jangan-jangan suami mu adalah pria yang sudah beristri?" Kali ini pertanyaan itu keluar dari mulut ibu Ana.

"Jangan bicaramu dek. Lily tidak mungkin melakukan hal itu. Kamu tahu dengan jelas bagaimana Lily."Kali ini ibu Lily membela putrinya.

Dia mengenal putrinya dengan sangat baik. Dia tahu jika putrinya tidak akan melakukan hal serendah itu. Merebut milik orang lain.

"Kalau begitu. Kenapa dia tidak pernah membawanya ke acara pertemuan keluarga besar seperti ini bibi?"Ana ikut mengompori.

Dia akan selalu mencari kesempatan untuk menghancurkan Lily. Agar dia bisa menjadi satu-satunya kebanggan di keluarga Colins.

"Berhentilah memperdebatkan hal ini. Dan untukmu Lily, buktikan jika apa yang mereka bicarakan tidak benar. Bawa suami mu ke hadapan kami semua." Ujar nyonya Collins.

"Lily mengerti nek."

Lily menghela nafas.

Dia sudah tahu hal ini akan terjadi. Seandainya bukan karena menghargai ibu dan neneknya. Dia tidak akan datang ke pertemuan keluarga ini.

"Ayo kita makan. Nanti makanannya keburu dingin."Ujar nyonya Collins kembali.

Kini suasana yang awalnya begitu tegang bagi Lily dan ibunya perlahan-lahan berubah. Semua orang kini hanya fokus pada makanan di hadapan mereka.

Hal itu membuat Lily sedikit tenang. Meski dia menyadari tatapan tidak suka dari keluarganya.

Tepat pukul 9 malam. Lily pamit lebih awal. Tentu saja dia punya alasan melakukan hal itu.

Ana yang melihat hal itu tersenyum miring. Dia segera menyusul Lily.

"Lily."

Langkah Lily terhenti.

Sebenarnya dia tidak ingin menoleh. Tapi dia tidak punya pilihan lain.

Lily berbalik.

Kini dia melihat tatapan meremehkan sepupunya.

"Ada apa?"

Lily mendekat.

"Sudah beberapa bulan kita tidak bertemu. Kamu tahu jika aku sibuk di eropa. Aku sibuk magang di sana. Itu sebabnya aku bisa langsung di terima di perusahaan besar seperti Morley."

Lily sedikit kesal mendengar bagaimana Ana bersikap sombong di hadapannya.

"Sudah ku duga."Batinnya menatap Ana.

Lily tetap tersenyum.

"Aku tahu. Tapi apa kamu lupa? Seharusnya aku ya g punya kesempatan itu. Tapi kamu menggunakan kekuasaan untuk mendapatkannya."

Wajah Ana yang awalnya tersenyum bangga kini berubah kesal.

"Itulah perbedaan kita. Perbedaan kasta kita begitu jauh meskipun kita sama-sama keluarga Colins."

"Maaf Ana. Aku harus pergi. Suamiku sudah menunggu di rumah."

"Pulanglah. Suami mu yang sopir itu pasti begitu lelah karena membawa penumpang."

"Kamu benar. Dia pasti begitu lelah saat ini."

Lily tersenyum kecil dan berlalu pergi. Dia masuk ke dalam mobil taksi yang sudah ia pesan sejak lima belas menit yang lalu.

Dia sudah terbiasa ketika Ana selalu mengatakan jika suaminya adalah sopir.

Di dalam mobil. Lily hanya tersenyum kecil. Dia memejamkan matanya.

Rasanya kini dia bisa menghirup udara segar.

Sementara itu, Ana menatapnya dengan tatapan meremehkan.

"Cieh. Suami sopir saja belagu. Memangnya kenapa jika kamu yang di pilih. Semua orang mengenalku sebagai murid yang berprestasi."Ujar Ana dengan penuh sombong.

Dia berjalan masuk ke dalam mobil sport miliknya dan melaju meninggalkan tempat itu dengan kecepatan penuh.

Sementara itu, di dalam mobil taksi. Lily membuka matanya. Dia menghentikan sopir dan turun dari mobil.

Lily melangkahkan kakinya menyusuri jalan raya. Beberapa menit kemudian. Dia berbelok dan memasuki perumahan elit.

Lily tersenyum menatap pagar putih yang menjulang tinggi di hadapannya.

"Bagaimana reaksi mereka setelah tahu jika suamiku bukan sopir tapi seseorang yang sangat penting. Tapi aku harus bersabar. Aku harus masuk ke perusahaan terlebih dahulu dengan kemampuan ku sendiri. Aku harus membuktikan diri jika dengan kemampuan ku sendiri. Aku bisa masuk ke dalam perusahaan terpandang juga."Batin Lily.

Pandangannya masih tertuju kepada pagar yang menjulang tinggi di hadapannya. Setelah puas memandangnya. Lily melangkahkan kakinya masuk ke dalam melewati pagar tinggi itu.

"Malam nyonya."Sapa pengawal.

Lily tersenyum ramah seperti biasa.

Dia terus melangkahkan kakinya hingga dia tiba di depan bangunan mewah yang sudah ia tempati selama tiga tahun lamanya.

"Sudah kembali sayang."

1
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!