NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghianatan

Cup... cup.... cup

~Terdengar ciuman yang memburu~

"Ah ... sayang, kau berjanji kan walaupun kau menikah dengan gadis dingin itu, kau tetap akan menjadi kekasihku!"

"Berjanjilah sayang!"

Suara Kiara terdengar memburu, ciuman yang terdengar menggeja itu sungguh menyayat hati Akila.

"Tentu saja sayang, gadis dingin dan arogan itu benar-benar membuatku kesal! Dia sama sekali tidak mengenal pria, dia selalu menghindari aku ketika aku akan menyentuhnya!"

"Untung saja ada kau yang menemani aku dan mengeluarkan hasratku yang tidak terlampiaskan ini."

"Lagipula aku hanya kasihan padanya! Bayangkan, siapa yang mau dengan gadis dingin dan arogan seperti dia? Tidak ada! Aku satu-satunya yang mau menerimanya hanya karena aku kasihan melihatnya tidak diinginkan siapapun!"

Geram Kevin dimana dia tidak menyadari jika semua ucapannya di dengar oleh Akila.

Akila merasa kesakitan walau tidak ada luka di tubuhnya, hatinya terlalu sakit sampai terasa sangat perih sekarang ini.

Dia menutup mulutnya agar dia tidak mengeluarkan suara yang membuat mereka berhenti berbicara.

"Oh sayang, jangan terlalu dipikirkan! Fokus kepadaku saja, aku juga sudah muak dengan sikap dinginnya, dia mengira dunia ini adalah miliknya."

"Aku penasaran bagaimana jika dia tahu kita berselingkuh di belakangnya, dan bahkan sudah melakukan ini sejak kalian pertama menjadi kekasih?"

"HA HA HA!"

"Aku ingin melihat wajahnya memerah dan menangis ..."

Bisik Kiara sudah menggoda Kevin sejak hari jadi pertama Kevin dan Akila, Kiara nampaknya sangat menikmati hal ini, di depan banyak orang termasuk di depan Kevin, Kiara selalu memanggil Akila dengan sebutan "Kakak" dengan manis, padahal di belakang dia adalah ular berbisa yang siap mematuk.

"Sudah sayang, jangan membahas dia lagi, mari kita fokus kepada diri kita sendiri malam ini, aku sangat merindukanmu."

Bisik Kevin dengan nafas berat dimana dia sudah melucuti pakaiannya dan pakaian Kiara, mereka sudah bergumul di atas ranjang dimana saat itu Akila melangkah ke depan menghadap ranjang yang luas.

Dia menatap dengan kedua matanya bagaimana kedua sampah ini bergumul berdua dan terlihat sangat menggelikan.

Mata yang sangat kosong dan air mata yang menunjukkan luka yang sangat hebat, untuk sesaat dia tidak mampu mengatakan apa yang hendak ia katakan.

Mulutnya membisu karena rasa sakit itu.

Sedangkan Kevin dan Kiara, Kiara berada di bawah tubuh Kevin dimana dia adalah orang pertama yang melihat Akila, matanya membulat sesaat namun dia kemudian tersenyum puas.

Dia semakin memeluk Kevin di depan Akila yang menatap mereka dengan tatapan yang kosong.

Kevin yang sedikit kebingungan melihat Kiara mencoba melihat ke belakang dan dia syok berat saat melihat Akila ada disana menatap ke arah mereka.

"A... Akila, aku bisa jelaskan, semua ini hanyalah salah paham."

Kevin nampak buru-buru mengenakan pakaiannya dan mencoba mendekati Akila, namun saat itu Akila menjauh dan tersenyum pahit.

"Betapa kotornya kalian berdua! Aku merasa jijik karena aku benar-benar naif menerima pernikahan ini karena kupikir kau tulus padaku!"

"Dan kau Kiara... selama ini kau pura-pura manis memanggilku Kakak di depan orang lain, tapi kau tega melakukan ini di belakangku!"

"Tapi inilah balasan kalian, pengkhianatan yang begitu kejam!"

Dengan isakan tangis yang gemetaran, Akila mengepal tangannya, dia tidak ingin menangis di saat seperti ini namun air matanya tidak mau berhenti.

"Akila, dengarkanlah penjelasanku dulu!"

Ucap Kevin mendekat dan langsung memegang pundak Akila, saat itu Akila segera menghempaskan tangan Kevin dan langsung menamparnya dengan kuat.

"Jangan sentuh aku, aku merasa jijik!"

"Ini sudah berakhir, kalian membuatku ingin muntah karena merasa mual dengan perilaku kalian berdua!"

Teriak Akila membuat Kevin dan Kiara sangat terkejut, seorang Akila yang sangat dingin dan tidak pernah membantah dan berlaku kasar sekarang ini menampar lelaki yang pernah sangat ia cintai.

Kevin yang merasa Akila tidak berhak melakukan itu langsung mendorong dan membentak gadis malang itu.

"BRENGSEK! BERANI SEKALI KAU MENAMPARKU!"

"Dengar ya Akila, jika pernikahan kita batal, kaulah yang akan rugi, Ibu tirimu akan menyiksamu dan Ayahmu akan membuangmu."

"Bagus juga kau tahu perselingkuhan ini, agar aku tidak perlu lagi bersembunyi, aku tahu kau tidak akan bisa menolak pernikahan ini, karena hanya dengankulah kau bisa melanjutkan hidup!"

"Kau tidak diinginkan siapapun Akila, tidak ada yang mau dengan gadis dingin dan arogan sepertimu! Aku satu-satunya yang mau menerimamu hanya karena kasihan!"

"Jadi jaga sikapmu itu!"

Bisik Kevin menyeringai tajam, dia membuat Akila menatap nanar dan tidak menyangka bisa melihat wajah asli Kevin Edmund.

Lelaki yang ia kira sangat baik dan penuh perhatian selama ini ternyata hanyalah sebuah topeng.

Akila menunduk sebentar, dia menatap ke arah Kiara yang tersenyum seolah menang, lalu dia kembali menatap ke arah Kevin dengan mata bulat berwarna hazel, air mata membuat mata itu terlihat sangat indah, seperti mutiara langka.

"Aku sangat mempercayaimu, aku menerima pernikahan ini karena kupikir kau tulus, hatiku yang sakit ini bahkan tidak berharga untukmu."

"Bahkan kau ingin mengontrolku dengan kata-katamu, kau melemparkan kesalahan kepadaku untuk menutupi kesalahanmu."

"Memang aku akan disiksa oleh Ibu tiriku, aku akan dibuang oleh Ayahku karena aku tidak akan berguna lagi jika membatalkan pernikahan ini."

"Tapi kau tahu Kevin? Aku sangat senang... aku bahkan akan memilih mati jika memang dipaksa harus bersama denganmu!"

"Semuanya sudah berakhir, lanjutkanlah kesenangan kalian, hinalah aku sesuka kalian karena seperti katamu, kalian tidak lagi perlu bersembunyi!"

Seru Akila berpura-pura tegar, walau tubuhnya sudah gemetaran, hatinya hancur lebur dan harapannya seolah runtuh berkeping-keping.

Ucapan Akila membuat Kevin terdiam, dia tidak menyangka gadis dingin yang selalu menjaga jarak itu menangis begitu menyedihkan di hadapannya, dan bahkan memilih mati jika harus bersama dengannya.

Akila segera pergi dari ruangan yang membuatnya sesak, dia ingin berteriak namun suaranya seolah habis tak tersisa.

Dia termenung di lorong hotel, dia merasa seluruh dunia menjadi hancur.

Mimpi indahnya yang ingin bebas dari rumahnya yang seperti neraka, mimpi indah yang ingin menjadi istri Kevin Edmund hancur lebur dimakan api.

Yang membuatnya semakin kesakitan adalah dengan fakta bahwa semua kenangan indah dan manis bersama Kevin adalah sebuah kebohongan dan penuh pengkhianatan.

Kejadian ini benar-benar mematahkan hati dan merusak harapannya, dia tidak tahu lagi apa yang akan ia lakukan kedepannya.

Saat ia melangkah tanpa arah, dia merasa tidak akan bisa pulang, jika Ibu tirinya tahu maka dia akan dimaki habis-habisan.

"Bahkan disaat seperti ini tidak ada tempat untukku pulang, apa yang harus aku lakukan?"

Keluhnya menangis pilu, dia tidak tahu kemana ia harus pergi.

Dia masuk ke dalam lift secara sembarangan yang sudah berisi beberapa orang, dia mengikuti kemana orang itu pergi, dan ternyata mereka pergi ke bar paling elit di kota, disana tersedia minuman dan orang-orang elit di kota ini biasanya berkumpul di bar itu untuk sekedar berbincang dengan teman-temannya.

Akila terdiam ketika dia masuk ke dalam ruangan itu, nampaknya tidak ada yang memperdulikannya karena semua orang yang di ruangan ini memiliki urusan dan kesibukan masing-masing.

Akila memilih duduk di pojok yang menunjukkan pemandangan kota yang megah.

Malam itu, entah apa yang merasukinya, mungkin karena putus asa dia memesan sampanye yang memiliki kadar alkohol tinggi, padahal dia belum pernah minum alkohol sebelumnya.

Satu gelas, dua gelas, tiga gelas ia habiskan tanpa sadar. Kepalanya mulai terasa berputar, pandangannya kabur, namun rasa sakit di hatinya masih terlalu nyata. Di sudut bar yang sunyi, gadis itu mulai terisak pelan, tubuhnya linglung karena alkohol yang baru pertama kali ia rasakan. Beberapa pria hidung belang mulai meliriknya dengan tatapan bernafsu, namun Akila terlalu mabuk untuk menyadari bahaya yang mengintai.

Dengan tubuh yang oleng dan pandangan yang mulai gelap, Akila mencoba berdiri. Ia ingin pergi, ingin keluar dari tempat ini, tapi kakinya lemas dan tidak bertenaga. Tanpa sadar, ia berjalan keluar dari bar, melewati lobi hotel, dan melangkah ke area parkir bawah tanah yang sepi. Udara malam yang panas dan pengap menyambutnya.

Dengan langkah sempoyongan, Akila masuk ke sebuah mobil hitam yang sedang terbuka pintunya—ia mengira itu adalah taksi. Padahal itu adalah mobil mewah milik seseorang yang sangat berbahaya.

 

William Hartawan baru saja selesai berpamitan dengan rekan bisnisnya di restoran hotel. Wajahnya yang tegas dan dingin menunjukkan bahwa ia bukanlah orang biasa. Sebagai mafia kejam yang menguasai dunia bawah tanah, William terbiasa dengan segala macam situasi berbahaya. Namun malam ini, ia tidak menyangka akan menemukan kejutan di dalam mobilnya sendiri.

Ia pun masuk ke dalam mobil dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada wanita di dalam mobilnya yang sedang duduk dan terlihat resah.

"Kau..." tunjuk William dengan tatapan tajam.

" Maaf Tuan,sepertinya aku mabuk..." meski penglihatannya tidak jelas Akila bisa melihat kalau laki-laki di depannya bukan Supir nya.

"...."

"Maaf aku salah masuk mobil" ucap terbata Akila dengan duduk tak tenang karena merasa panas pada tubuhnya, Akila malah menyibak bajunya karena merasa gerah.

"Are you oke?" tanya William dengan nada datar namun matanya menyipit curiga.

"Di sini panas, a-aku gerah" ucap Akila yang mulai kehilangan kesadarannya.

Tanpa sadar Akila membuka bajunya di depan William membuat William juga ikut merasa gerah.

"Shittt, biar ku antar pulang" geram William saat Akila sudah melepas pakaiannya, dia pun mulai menjalankan mobilnya.

"Panasnya~" ucap Akila.

"Kau tidak hanya mabuk tapi memakan obat perangsang" ucap William yang paham apa yang sedang dirasakan Akila.

"Aku gak tahan lagi" ucap Akila sambil mendekatkan tubuhnya pada William, entah kenapa rasanya dia ingin disentuh.

"Shitt apa yang ka..mphhtt"

Akila mencium bibir William tanpa minta izin, sebagai laki-laki normal William merasa terangsang yang berakhir William menghentikan mobilnya di depan sebuah hotel yang tepat dia lewati, William menutup tubuh Akila dengan jasnya, lalu William menggendong Akila keluar dari mobil dan masuk ke dalam hotel tersebut.

Dari dalam mobil sampai sekarang di dalam kamar, Akila merasa nyaman dalam gendongan William, bahkan ciumannya pun tak terlepas, untung saja tengah malam jadi tak banyak orang melihat.

Ceklek

"Kau sangat tak sabaran, jangan sampai kau menyesal setelah ini" ucap William saat masuk ke dalam kamar, lalu William membaringkan Akila di atas ranjang.

Karena William juga sudah terpancing, apa lagi ini baru pertama kalinya dia merasakan sentuhan wanita, alhasil William pun ikut membuka seluruh bajunya lalu mengukung Akila di atas ranjang.

"Hmmpptt" kali ini William yang lebih bersemangat sampai Akila kewalahan mengimbanginya, tapi karena tak sadar Akila juga membalas perbuatan William.

Mereka pun menikmati malam itu berdua, William dengan kesadaran penuhnya dan Akila yang tak sadar apa yang sudah dia lakukan.

Awalnya William sangat terkejut saat menyadari Akila masih virgin tapi karena sudah diliputi hasrat William tak memikirkan hal tersebut, biar itu menjadi urusan nanti pikirnya.

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!