Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Qiarra dan Queen
Royal Caroline Hospital London
"Qiarra!"
Gadis yang dipanggil 'Qiarra' itu menoleh dan tampak seorang gadis dengan sneli memiliki wajah yang sama dengan dirinya, menghampirinya.
"Ada apa Queen?" tanya Qiarra sambil berjalan dan membawa map data pasien yang hendak dia visite.
"Kamu sudah dengar? Katanya mau ada investor datang buat menanamkan modalnya di rumah sakit Daddy," jawab Queen.
"Siapa?" tanya Qiarra yang tidak terlalu memperdulikan soal investor karena semua sudah diurus ayah dan Opanya.
"Katanya pengusaha dari Indonesia. Dia mau datang bersama cucunya. Daddy sudah memeriksa perusahaan mereka. Apa kamu tahu, perusahaan mereka bergerak di farmasi. Salah satu perusahaan terbesar di sana," senyum Queen.
"Terus kenapa?" Qiarra masuk ke dalam ruang pasien dan tersenyum ke arah mereka. "Kita cek dulu ya?"
"Baik dokter Gallagher," balas para pasien yang rata-rata lansia karena semua rumah sakit di London sedang mengadakan program operasi gratis.
Qiarra dan Tantenya, Galena Darling, melakukan tindakan operasi pada para lansia penghuni panti jompo di London. Sponsor utama adalah istana Buckingham lewat King Louis. Qiarra yang punya nama lengkap Nabila Qiarra McGregor Gallagher itu memang sudah menjadi dokter bedah. Saudara kembarnya, Nadila Queen McGregor Gallagher. Queen lebih memilih mengambil spesialisasi onkologi, seperti kakaknya Tsuyu dan Daigo Watanabe.
"Aku ingin tahu, dia dari perusahaan mana ya? Kita kan kenal banyak orang berpengaruh dan kaya di Indonesia," ucap Queen.
"Terus kalau sudah tahu, kenapa?" balas Qiarra dengan bahasa Indonesia.
"Yaaa udah tahu ya sudah!" cengir Queen.
"Sekarang, daripada kamu nganggur, periksa deh pasien lainnya. Bisa kan periksa yang basic?" perintah Qiarra.
Queen pun cemberut. "Kamu tuh! Tua sepuluh menit saja main perintah."
"Biar pun cuma sepuluh menit, aku tetap kakak kamu! Sudah, jangan ghibah! Biarin pengusaha itu urusannya Daddy. Oke?" Qiarra kembali fokus ke pasiennya.
Queen menjulurkan lidahnya ke saudara kembarnya lalu mengajak salah satu perawat untuk mendampinginya. Qiarra menghela napas panjang.
Qiarra kadang gemas dengan saudara kembarnya yang sering seenaknya. Bahkan kuliah pun dia paling santai padahal jurusan yang diambilnya cukup rumit.
"Untung dia dikasih otak encer," gumam Qiarra.
***
Ruang Kerja Billy Gallagher
"Jadi Anda masih ada hubungan kekerabatan dengan Pak Subroto, besannya Mas Saki?" tanya Billy Gallagher ke Yunus Prawira.
"Benar Billy. Kami sepupu jauh. Sama-sama arek Suroboyo hanya bedanya, Broto di properti area Jawa Timur kalau saya bidang farmasi. Alhamdulillah, bisnis kami berjalan sangat bagus apalagi usai revolusi gila-gilaan kemarin. Benar-benar reset Indonesia yang membuat para pengusaha senang. Tidak ada ormas yang minta-minta alias malak karena dilibas semua jadi membuat pasar semakin positif," senyum Yunus.
Billy mengangguk. "Alhamdulillah jika sudah semakin baik. Saya ikut senang."
"Jadi Yunus, kamu datang kemari dalam rangka?" tanya Charles McGregor yang mendampingi menantunya, Billy.
"Seperti yang aku bilang padamu, Charles. Aku ingin ikut berinvestasi di rumah sakit ini. Bukankah kalian sudah mengakuisisi rumah sakit ini dan menjadi bagian dari PRC Group di bawah PRC Hospital. Selain obat, aku juga ingin menanamkan modal," jawab Yunus yang kemudian memberitahukan nominal modal yang hendak dia investasikan.
"Tapi ... Kenapa di London? Kenapa tidak di Jakarta?" tanya Billy bingung.
"Karena, cucuku satu ini akan menjadi salah satu manager di perusahaan farmasi kami di Eropa. Kebetulan, kami juga mengakuisisi pabrik farmasi yang nyaris bangkrut di Skotlandia. Kami akan menggantikan semua manajemen disana dan cucuku ini, Jupiter Samudra Prawira, yang akan memimpin di sana," jawab Yunus.
"Apakah kamu lulusan farmasi?" tanya Charles.
"Bioteknologi dan Biokimia sebenarnya, Mr McGregor. Sekarang sedang studi farmasi di University of Strathclyde."
"Glasgow?" tanya Billy.
"Benar," jawab Samudra.
"S1 kamu dimana?" tanya Charles.
"ETH Swiss."
Kedua pria itu tersenyum. "ETH lagi."
"Apa ada yang salah, Charles?" tanya Yunus bingung.
"Tidak. Karena keluarga kami banyak yang kuliah di sana. Apakah kamu pernah mendengar nama Raihanun Park?" tanya Charles ke Samudra.
Pria muda itu tertawa kecil. "Ratu b0m cat di kampus ETH?"
"Benar, itu memang dia," jawab Billy dan Charles bersamaan.
"Masih ada foto konyolnya Mrs Park di kampus teknik. Lengkap dengan TKP hasil karyanya," senyum Samudra.
"Ya ampun, jadi legenda tapi jalur amburadul," kekeh Charles McGregor.
"Sekarang, kita bicara soal bisnis?" tawar Yunus.
***
Samudra meminta izin pada Charles dan Billy untuk berkeliling di rumah sakit yang dulunya rumah sakit milik negara namun karena mengalami banyak masalah keuangan, akhirnya Raja Louis membuat tender pihak swasta diizinkan mengambil alih.
PRC Group lah pemenangnya karena dari segi modal dan kredibilitas sangat mumpuni. Banyak yang mengira Raja Louis memberikan permainan orang dalam. Padahal tender itu dilakukan terbuka di depan umum.
Sekarang usai diambil alih PRC Group dengan anak perusahaannya PRC Hospital, Saat datang tadi, Samudra bisa melihat banyaknya perubahan dan semakin bagus. Para staff juga lebih ramah dibandingkan rumah sakit lainnya.
"Kalau hanya di sekitar koridor, boleh kan, Mr McGregor? Mr Gallagher?" tanyanya kepada direktur utama dan pemilik rumah sakit itu.
"Boleh saja," jawab Charles.
"Terima kasih."
Dengan senyum kecil, Samudra akhirnya keluar dari ruang kerja Billy. Dia berjalan perlahan menyusuri koridor rumah sakit yang ramai. Para perawat lalu-lalang membawa berkas, sementara keluarga pasien duduk menunggu dengan wajah cemas.
Saat melewati area IGD, langkahnya terhenti.
Di tengah kesibukan ruangan itu, seorang dokter wanita berambut pirang tampak memimpin penanganan pasien yang baru datang. Wajahnya tegas, tetapi suaranya terdengar tenang saat memberi instruksi kepada para perawat.
"Periksa tekanan darahnya sekarang. Siapkan ruang observasi," katanya cepat.
Samudra memperhatikan bagaimana semua orang di sana tampak menghormati dokter tersebut. Meski suasana IGD kacau dan penuh tekanan, wanita itu tetap terlihat tenang dan fokus.
"Siapa dia?" gumam Samudra penasaran.
Dia memperhatikan dokter itu beberapa saat lagi sebelum akhirnya bertanya kepada seorang perawat yang kebetulan lewat.
"Maaf, Miss. Dokter yang di sana itu siapa?"
Perawat itu menoleh ke arah yang ditunjuk Samudra lalu tersenyum.
"Oh, itu Dokter Qiarra."
"Dokter Qiarra?"
"Dokter Qiarra Gallagher. Salah satu dokter terbaik di rumah sakit ini. Beliau memang sering menangani kasus-kasus darurat di IGD."
Samudra mengangguk pelan.
"Qiarra Gallagher ..." ulangnya pelan.
Nama itu terasa familiar di telinganya, tetapi entah kenapa membuat rasa penasarannya semakin besar.
Dari kejauhan, Qiarra baru saja selesai menangani pasien dan melepas sarung tangan medisnya. Sesaat wanita itu menoleh ke arah koridor. Tatapannya bertemu dengan Samudra selama beberapa detik.
Samudra spontan memalingkan wajahnya, sedikit malu karena ketahuan memperhatikan.
Namun ketika ia kembali melihat ke arah IGD, Qiarra sudah kembali sibuk dengan pasien lainnya.
Samudra tersenyum. Untuk pertama kalinya sejak datang di rumah sakit, ada sesuatu yang membuatnya tertarik. Dan sesuatu itu bernama Qiarra Gallagher.
***
Yuhuuuu up malam yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kamu pasti akan sangat menyesal Sam
Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
untung aku bacanya pagi habis sarapan
coba kalo belum, bisa nggak jadi sarapan aku😭😭😭😭
kamu kuat queeny😓😓
kira kira Jodoh Queen ada yang baru atau masih Samudera yang pikirannya cupet , Mbak Hana ?