NovelToon NovelToon
DURI YANG TERSEMBUNYI

DURI YANG TERSEMBUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:672
Nilai: 5
Nama Author: Meindah88

Aluna Anna harus menelan kenyataan pahit ketika ibunya, Yusi, memaksanya mengakhiri rencana pernikahan dengan pria yang sangat dicintainya, seorang dokter muda bernama Alvaro Alexander. Di balik keputusan itu tersimpan keinginan Yusi yang dianggap lebih penting daripada kebahagiaan putrinya sendiri: ia ingin Alvaro menikahi Elizabets, adik Anna yang hidup dengan keterbatasan fisik, dengan harapan sang dokter dapat merawat dan membantu kesembuhannya.

Keputusan tersebut menghancurkan hati Anna dan Alvaro. Cinta yang telah mereka bangun harus dikorbankan demi tuntutan keluarga dan rasa tanggung jawab. Di tengah luka dan air mata, Anna berusaha menerima nasib yang tidak pernah ia pilih, sementara Alvaro terjebak antara cinta sejatinya dan kewajiban yang dipaksakan kepadanya.
Namun, ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap, mereka menyadari bahwa cinta sejati tidak mudah dipisahkan oleh keadaan. Mampukah Anna dan Alvaro memperjuangkan kebahagiaan mereka, atau akankah mereka selamanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meindah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.1

Langit senja menggantungkan semburat keemasan di ufuk. Seakan turut merayakan kebahagiaan yang memenuhi hati seorang gadis muda. Dengan langkah ringan dan senyum yang tak mampu disembunyikan, ia berlari menuju rumah. Hari itu bukanlah hari biasa, setelah melewati perjuangan yang panjang, akhirnya ia berhasil meraih nilai terbaik di kampus. Ia membayangkan senyum dan pelukan hangat ibunya saat mendengar kabar bahagia itu. Prestasi itu bukan hanya miliknya melainkan hadiah kecil untuk perempuan yang telah banyak mengorbankan begitu banyak hal demi masa depannya. Kini gadis itu pulang dengan membawa kebanggaan, harapan, dan cinta yang tak terucapkan.

" Mama... mama," teriakan gadis itu memenuhi ruangan.

" Anna membawa sesuatu untuk mama," ucapnya lagi sambil berlari kecil.

Wanita paruh itu dengan wajah kelelahan keluar dengan wajah heran. Ia baru saja selesai memandikan putrinya yang sedang sakit.

" Ada apa sih teriak-teriak, Anna? Kamu tidak lihat mama capek. Eliz sakit sementara kamu enak-enakan pergi dan pulang ke rumah." Kesalnya.

" Anna dari kampus, Ma. Anna ingin memberitahukan mama kalau aku..."

" Sudah, sudah, mama masih mengurus Eliz adikmu," ucap wanita itu tanpa memperhatikan sebuah benda berharga yang ada di tangan gadis itu.

"Nyeeeees...! Sakit banget," Anna hanya bisa tertunduk, menahan cairan bening yang hampir tumpah. Tanpa berucap lagi, ia melangkah masuk ke dalam kamar.

Ruangan itu selalu menjadi saksi bisu saat Anna menangis sendirian. Dia meluapkan emosi dan kesedihan yang tak terbendung. Hatinya terasa seperti disay4t-say4t pis4u oleh tajamnya lidah ibunya.

"Telepon bibi, cepat! Katakan padanya jangan terlalu lama di kampung. Dia digaji tinggi, jangan sampai mengabaikan tugasnya," suara itu terdengar tegas dari luar. Namun, hati Anna benar-benar sedang mengamuk.

Anna hanya berdiam diri di dalam kamar, mengabaikan perintah itu.

"Anna," teriakan itu mampu memecah keheningan yang tak tertahankan lagi.

"Sejak tadi Mama memanggilmu. Kenapa sulit sekali menjawab?" Yusi masuk ke dalam kamar dengan tegas, memarahi Anna.

"Untuk apa? Mama kan selalu mengabaikanku." Jawab Anna dingin tanpa menatap wajah ibunya.

"Yang ada di pikiranmu cuma kuliah dan prestasi, tanpa peduli kondisi adikmu, Eliz," ucap Yusi dengan nada meninggi.

" Mama selalu membedakn aku dengan Eliz. Kenapa? Siapa aku di mata mama? Apa aku tidak berarti untuk mama?" Teriakan itu pecah, meluapkan kemar4han yang sudah lama terpendam. Sebuah m!steri tersembunyi yang belum terungkap hingga kini. Anna terus bertanya-tanya, tapi ibunya tetap diam seribu bahasa.

"Kamu tidak tahu apa-apa, Anna. Jangan banyak menuntut," tegas Yusi sambil menatap tajam wanita cantik itu.

" Anna mau pergi dari rumah ini, buat apa aku di sini kalau kehadiranku seakan tidak dianggap oleh mama," ucap Anna, memberanikan diri menatap tatapan tajam ibunya.

" Jangan ngomong sembarangan, Anna! Kamu belum tahu kerasnya hidup di luar sana," Yusi kembali bersikap tegas di depan putri sulungnya, membuat Anna tak mampu berkutik.

***

Di sebuah kota kecil yang dipenuhi harapan dan lika-liku kehidupan, tinggallah dua gadis  bersama ibu mereka bernama, Yusi. Anak sulungnya bernama  Aluna Anna, memiliki harapan besar dan angan-angan setinggi langit menjadi dokter ahli gizi. Namun kenyataan datang mengh4ntam dengan pah!t, memaksa impian itu terkubur dalam-dalam di balik perjuangan sehari-hari yang berat. Meski beban hidup menekan seperti gunung yang tak tergoyahkan, Anna tak pernah rela menyerah begitu saja.

Anna adalah gadis si primadona kampus , bagaikan bintang yang tak tergapai. Kulitnya putih bersih, rambut sebahu lurusnya memantulkan sinar matahari seperti sutra. Mata hitam pekat yang dimiliki selalu memancarkan keceriaan. Tubuhnya yang tinggi tegap 160 cm, selalu jadi pusat perhatian setiap langkahnya. Senyum tipisnya mampu meruntuhkan pertahanan hati siapa saja yang melihat. Tiap tatapan mata lelaki yang terpaut padanya, tanpa sadar tersihir dan jatuh hati seolah Anna membawa pesona yang tak tertandingi, membuat dunia seolah berhenti sesaat hanya untuk memandangnya. Tentu saja banyak kaum hawa yang iri terhadap kesempurnaan dimiliki Anna.

Selain itu, ia adalah gadis yang  gigih, berusaha menjadi sosok yang bisa diandalkan, demi membiayai diri sendiri dari bangku SMA hingga bangku kuliah. Walaupun jalan untuk meraih gelar dokter tampak semakin jauh, ia tak putus asa melangkah memilih jurusan kesehatan sebagai perawat, sebuah kompromi yang penuh haru, tapi tetap ia raih dengan harga diri yang tak ternilai. Ibu Yusi hidupnya yang megah, bergelimpangan harta namun tak membiarkan Anna putrinya menikmati kemegahan itu, entah apa sebabnya. Situasi itu dipahami Anna tanpa keluhan, meski hatinya seringkali teriris oleh kenyataan menyakitkan. Apalagi saat melihat adiknya , Elizabeth, yang hanya duduk di kursi roda sepanjang hari, ia tak sempurna seperti dirinya. Beban keluarga dan kasih sayang yang dalam mematangkan jiwa Anna jauh sebelum usianya. Anna rela mengorbankan waktu dan tenaganya. Ia bekerja menahan let!h yang mendera, sambil tetap mengukir prestasi di bangku kuliah. Dalam diam dan perjuangannya, terkandung cinta dan pengorbanan yang mampu menggetarkan siapa pun yang tahu kisahnya. Anna bukan sekadar gadis biasa, ia adalah simbol ketangguhan yang bersinar dalam gelap kehidupan.

Anna memiliki adik bernama Elizabeth, dengan jarak usia terpaut tiga tahun di antara mereka.

Adiknya, Elizabeth, adalah gadis cantik dengan rambut hitam panjang terurai yang berkilau seperti malam tanpa bintang. Wajahnya mulus dan lembut, seolah tak pernah menyapa sinar mentari yang garang. Namun, di balik pesona itu tersembunyi luka yang tak kasat mata, dia tak mampu berjalan (cac4t).

Elizabeth adalah wanita sempurna sebelum mvs!bah mer3nggut kebahagiaan. Waktu itu, Elizabeth melangkah pulang dengan senyum merekah di wajahnya, seolah hari itu akan membawa sebuah cahaya terang yang mengusir segala kelabu. Kebahagiaan ulang tahun yang dirayakan bersama teman-teman di sekolah SMA masih membara dalam dadanya, membuat setiap langkahnya berwarna.

Namun, saat Anna datang menjemput adiknya, dunia Elizabeth hancur berkeping-keping ketika sebuah motor melintas dan menabraknya tanpa ampun. Anna segera berlari menolong adiknya, tapi semuanya sudah terlambat.

Vonis dokter seolah cambvk di dadanya, cac4t permanen. Saat itu juga, harapan dan mimpi yang dulu membara di hatinya sirna, tengg3lam dalam gelap yang pekat tanpa akhir. Namun, Anna dan ibunya selalu memberikan support kepada Eliz agar tidak berkecil hati atas per!st!wa yang men!mp4h.

Eliz menunduk, bibirnya bergetar menahan air mata yang mengalir pelan di pipinya.

"Aku… aku tak yakin bisa pvl!h seperti dulu, Kak," suaranya nyaris patah, penuh kepedihan yang dalam.

"Apalagi setelah dokter bilang pengobatan ini butuh biaya besar... Rasanya seperti mimpi buruk yang tak berujung," sambungnya.

Anna menggenggam tangan Eliz erat-erat, napasnya memburu tapi ia mencoba tegar.

"Kamu harus kuat, El. Aku sebagai kakak akan selalu di sini mendukungmu. Latihan lebih keras lagi, kita lalui semua ini bersama-sama, sampai kakimu pvl!h seperti sediakala. Jangan menyerah."

Setelah mengatakan itu, Anna memeluk dengan lembut adiknya, ada harapan yang besar sekaligus beb4n berat yang meny!ks4 hati mereka berdua.

" Tenanglah El, kakak pasti  mencari dokter yang terbaik untuk kesembuhanmu.

" Kecil harapan adikmu untuk sembuh, Anna. Mama udah bertemu dokter spesialis dari luar negeri, tapi hasilnya tetap nihil. Meski begitu, Mama tetap berharap kamu bisa mencari dokter terbaik untuknya. Elizabeth adalah satu-satunya adikmu. Dia harus sembuh, mimpinya masih panjang, lagian kejadian ini kecerobohan kamu juga,"ujar Yusi, sang ibu yang selalu memotong pembicaraan putri sulung, nada menyalahkan itu menyakiti Anna. menghela napas pelan lalu berucap.

"Aku tidak bisa janji, Ma, tapi aku akan berusaha sekuat tenaga." Rasa berkecamuk tiba-tiba menyeruak dalam hati Anna. Perhatian ibunya kepada Elizabeth begitu besar, dan menyalahkannya Anna semakin menjadi-jadi.

"Maaf, Ma, bukan Anna cemburu, tapi perhatian Mama ke El itu tidak pernah Anna rasakan. Kenapa, Ma?" Bisik hati Anna, beradu antara kasih sayang seorang kakak kepada adik dan cemburu yang menyakitkan.

1
Novi Tasa
ceritany bgus
Meindah88: Terimakasih..🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!