NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.

Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Penghakiman Kebenaran Akhirnya Terungkap

Bab 16

Hari itu sinar matahari bersinar terang sekali menembus jendela jendela besar rumah yang dulu penuh tawa dan kehangatan itu. Ruang tengah sudah dihias rapi oleh Vanessa dengan bunga bunga segar dan kain kain yang berkilau indah seolah olah hari ini adalah hari perayaan yang paling membahagiakan padahal sebenarnya ini adalah hari di mana segala sesuatu yang palsu akan runtuh dan segala sesuatu yang benar akan berdiri tegak kembali. Di atas meja panjang yang tertutup taplak meja sutra putih sudah tersusun rapi dokumen dokumen perjanjian pinjaman yang akan ditandatangani oleh Ayah segera setelah perayaan ulang tahun pernikahan dimulai. Di sana juga sudah berdiri dua orang pria asing yang berpakaian rapi namun dengan tatapan yang dingin dan penuh perhitungan yang merupakan wakil dari kelompok musuh yang selama ini bersembunyi di balik bayang bayang.

Ayah dan Ibu duduk di kursi utama dengan wajah yang tampak sedikit lebih tenang dari hari hari sebelumnya karena mereka percaya bahwa masalah besar mereka akan segera terselesaikan dengan bantuan yang datang dari orang orang yang diperkenalkan oleh Vanessa. Ketiga kakakku berdiri di sisi ruangan dengan wajah yang masih tampak tegang dan penuh keraguan namun mereka tetap diam dan tidak berani menanyakan apa pun karena mereka sudah tidak tahu lagi kepada siapa mereka harus percaya. Vanessa berdiri berdampingan dengan kedua pria asing itu dengan senyum yang lebar dan penuh kemenangan yang kali ini tidak lagi berusaha disembunyikan sepenuhnya. Ia merasa sudah menang sepenuhnya hari ini ia merasa tidak ada satu orang pun yang mampu menghalangi jalannya.

Saat jam dinding menunjukkan waktu yang tepat Ayah mengulurkan tangannya untuk mengambil pena yang disodorkan kepadanya oleh salah satu pria asing itu. Tangan Ayah sedikit gemetar namun ia tetap berniat menandatangani dokumen itu dengan keyakinan penuh bahwa inilah satu satunya jalan yang tersisa bagi keluarganya. Tepat saat ujung pena itu hampir menyentuh kertas aku melangkah masuk ke ruangan itu dengan langkah yang mantap dan suara yang lantang dan jelas terdengar di seluruh penjuru ruangan berhenti! Jangan tanda tangani kertas itu Ayah itu adalah jebakan yang sudah lama disiapkan untuk menghancurkan kita semua sampai tidak tersisa apa pun!

Seluruh orang yang ada di ruangan itu terkejut dan menoleh ke arahku. Ayah menarik kembali tangannya dan menatapku dengan wajah yang berubah merah padam karena marah sementara Vanessa langsung berteriak dengan nada yang penuh kesedihan yang dipalsukan Maya kenapa kau selalu datang merusak kebahagiaan keluarga kita? Hari ini hari yang sangat penting bagi Ayah dan Ibu kenapa kau tidak pernah bisa berhenti membuat masalah? Namun kali ini aku tidak terpengaruh sedikit pun oleh kata kata itu aku berjalan terus maju sampai aku berdiri di hadapan mereka semua di samping meja besar yang penuh dengan dokumen dokumen berbahaya itu.

Aku meletakkan tas kecil yang kubawa ke atas meja dan mengeluarkan tumpukan bukti bukti yang telah aku kumpulkan selama berbulan bulan dengan nyawaku sebagai taruhannya. Satu per satu aku bentangkan ke atas meja di hadapan mata mereka yang mulai terbuka perlahan lahan. Pertama aku tunjukkan dokumen asli yang tersembunyi di ruangan bawah tanah yang membuktikan bahwa nama Vanessa bukanlah nama aslinya dan bahwa dokumen pengadopsian yang diterima oleh Ayah dan Ibu adalah palsu dan tidak memiliki kekuatan hukum sedikit pun. Kemudian aku tunjukkan daftar nama nama orang yang disuap di dalam lingkaran terdekat Ayah serta rencana rencana yang disusun untuk merusak bisnis dan nama baik Ayah secara perlahan lahan. Lalu aku tunjukkan kertas yang tertinggal setelah pertemuan rahasianya dengan pria misterius di dekat gudang tua dan salinan daftar aset yang akan dipindahtangankan secara diam diam ke tangan kelompok musuh.

Aku berbicara dengan suara yang tenang namun teguh setiap kata yang tertulis di sini adalah kebenaran yang telah aku kumpulkan dengan susah payah dan dengan nyawaku yang hampir hilang berkali kali karena berusaha mengungkapkannya kepada kalian. Berkali kali aku datang memberitahu kalian namun kalian menutup telinga dan memalingkan wajah. Kalian lebih percaya pada air mata palsu gadis asing ini daripada pada anak kandung kalian yang tumbuh besar di depan mata kalian sendiri. Sekarang lihatlah dengan mata kepala kalian sendiri siapa yang sebenarnya berdiri di tengah tengah kita ini.

Vanessa mulai tampak gelisah dan berusaha berbicara memotong kata kataku namun tiba tiba pintu ruangan terbuka lebar dan Bibi Rina masuk berdiri di sampingku dengan wajah yang teguh dan tidak takut lagi. Ia berkata dengan suara yang lantang dan jelas saya menyaksikan sendiri Nona Vanessa bertemu dengan orang asing berkali kali di tempat tersembunyi di belakang rumah. Saya melihatnya mendorong Nona Maya hingga terjatuh dan terluka di gudang dapur. Saya mendengarnya berbicara di telepon melaporkan segala hal yang terjadi di rumah ini kepada orang orang yang tidak dikenal. Semua yang dikatakan oleh Nona Maya adalah benar adanya.

Pria asing yang berdiri di samping Vanessa menyadari bahwa rencana mereka sudah terbongkar sepenuhnya dan tidak ada harapan lagi untuk melanjutkan penipuan ini. Mereka berusaha berjalan cepat menuju pintu untuk melarikan diri namun ternyata Alena sudah membawa orang orang yang berwenang yang sudah menunggu di luar rumah sesuai dengan rencana yang telah kami susun bersama sebelum hari ini tiba. Kedua pria itu ditangkap tepat di ambang pintu di hadapan seluruh keluarga yang masih terdiam terpaku dan tidak percaya dengan segala hal yang sedang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri.

Saat melihat orang orang yang bekerja sama dengannya ditangkap Vanessa tidak bisa lagi menyembunyikan wajah aslinya. Ia berhenti berpura pura sedih atau takut wajahnya berubah menjadi dingin dan tajam penuh dengan kebencian yang selama ini ia sembunyikan di balik senyum manisnya. Ia menatap Ayah dan Ibu serta ketiga kakakku satu per satu dengan tatapan yang tidak lagi memiliki rasa hormat atau kasih sayang sedikit pun. Kalian semua adalah orang orang yang mudah tertipu katanya dengan suara yang keras dan penuh kebencian. Kalian begitu cepat melupakan anak kandung kalian hanya karena senyum dan kata kata manis yang keluar dari mulutku. Kalian lebih mempercayai orang asing daripada darah daging kalian sendiri. Kalian pantas kehilangan segala sesuatu yang kalian miliki karena hati kalian sudah buta dan tuli sejak awal aku datang ke sini.

Kata kata itu menembus hati setiap orang yang ada di ruangan itu jauh lebih menyakitkan daripada pukulan apa pun yang bisa diterima oleh tubuh manusia. Vanessa kemudian diantar pergi oleh petugas yang datang bersama Alena tanpa ada satu orang pun yang berusaha menahannya atau mengucapkan selamat tinggal kepadanya. Ruangan yang tadi penuh hiasan dan senyum kini menjadi sunyi senyap hanya terdengar suara napas yang berat dan terputus putus dari orang orang yang berdiri terpaku di tempatnya masing masing.

Ayah berdiri dengan tubuh yang gemetar matanya menatap tumpukan bukti bukti yang tergeletak di atas meja di hadapannya dengan pandangan yang kosong dan penuh penyesalan yang tidak terhingga. Ia berjalan perlahan mendekat ke arahku seolah olah ia sedang berjalan di atas tanah yang lembut dan berbahaya. Wajahnya basah oleh air mata yang jatuh tanpa bisa ditahan lagi. Ia mencoba meraih tanganku namun ia menarik kembali tangannya seolah olah ia merasa tidak pantas menyentuhku setelah segala perlakuan yang pernah ia berikan kepadaku selama ini. Dengan suara yang bergetar dan penuh rasa malu yang mendalam ia berkata Maya anakku yang terkasih maafkanlah Ayah. Ayah buta Ayah tuli Ayah bodoh yang membiarkan orang asing merusak kebahagiaan kita dari dalam dan menyakiti anakku sendiri dengan tangan Ayah sendiri. Maafkanlah kebodohan Ayah yang tidak mendengarkan kata katamu sejak awal.

Ibu berlari memelukku erat erat sambil menangis sejadi jadinya seolah olah ia baru saja menemukan kembali sesuatu yang telah hilang dan ia kira sudah tidak akan pernah ditemukan lagi. Ia memelukku begitu erat seolah olah takut jika ia melepaskanku aku akan menghilang seperti kabut di pagi hari. Maafkan Ibu Maya maafkan Ibu yang tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang palsu. Ibu telah menyakiti hati anakku sendiri dengan tangan Ibu sendiri. Ampunilah Ibu yang telah membuang permata yang paling berharga demi sebutir kaca yang berkilau semu.

Ketiga kakakku berdiri di belakang mereka dengan wajah yang penuh air mata dan penyesalan yang tidak bisa diucapkan dengan kata kata. Kakak Dika yang paling tua melangkah maju dengan kepala yang tertunduk dalam Maya adikku yang baik hati maafkan kami. Kami menganggapmu musuh padahal kaulah satu satunya orang yang berdiri melindungi kami semua dari bahaya yang tidak kami lihat. Kakak Rizky dan Kakak Arka juga ikut memelukku dengan penuh rasa bersalah dan kasih sayang yang selama ini terhalang oleh kebohongan yang menutupi mata mereka. Tidak ada lagi kata kata yang perlu diucapkan pelukan hangat mereka menjelaskan segala sesuatu yang tidak bisa diungkapkan oleh ribuan kalimat.

Aku berdiri di tengah tengah mereka semua yang kini kembali menjadi keluargaku yang utuh kembali. Luka di hatiku belum sembuh sepenuhnya dan bekas lukanya akan tetap ada selamanya namun rasa sayang yang tulus dari mereka perlahan lahan mulai mengisi kembali ruang ruang kosong yang lama ditinggalkan oleh kesepian dan kesedihan. Kami semua menyadari bahwa ada hal yang berharga yang telah hancur dan tidak bisa kembali utuh persis seperti sedia kala namun kami juga menyadari bahwa kami masih memiliki satu sama lain dan masih ada waktu untuk memperbaiki segala sesuatu yang sempat rusak karena kebutaan dan ketidaktahuan kami sendiri. Hari itu bukanlah hari di mana semuanya berakhir melainkan hari di mana semuanya baru saja dimulai kembali dengan kebenaran yang berdiri tegak di antara kami dan tidak ada lagi yang mampu memisahkan kami.

 

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!