NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Melampaui Batas

Lokasi: Perbatasan dimensional, wilayah terluar.

Lin Tian bergerak sendirian, melakukan penyelidikan. Namun, penemuan yang ia dapatkan jauh lebih mengejutkan dari perkiraannya.

Sudah hampir satu setengah tahun sejak ia meninggalkan semuanya.

Selama itu, Lin Tian terus menjelajahi dimensi-dimensi terluar, memburu sisa-sisa entitas yang masih tersembunyi di berbagai reruntuhan dunia. Satu demi satu dimensi telah ia masuki. Satu demi satu ancaman telah ia musnahkan.

Namun semakin jauh ia melangkah, semakin jelas ada sesuatu yang tidak beres.

Awalnya hanya perasaan samar. Keheningan yang terlalu sunyi. Aliran energi yang terasa tidak alami. Tetapi setelah berbulan-bulan menyelidiki, Lin Tian mulai melihat pola yang sama muncul di berbagai dimensi.

Seolah ada sesuatu di balik batas dunia yang terus mengawasinya.

Sesuatu yang belum diketahuinya.

Reruntuhan dimensional terbentang sejauh mata memandang. Langit pecah seperti kaca retak, sementara pecahan energi hitam melayang perlahan di udara. Tidak ada kehidupan. Tidak ada suara.

Hanya kehancuran.

Di tengah reruntuhan itu berdiri seorang pria berjubah hitam.

Lin Tian.

Tubuhnya terlihat lebih keras dibanding sebelumnya. Luka-luka kecil mulai memenuhi tangan dan bahunya, menjadi bukti dari pertempuran tanpa henti yang ia jalani. Wajahnya tetap tenang, tetapi ketenangan itu terasa dingin dan sulit didekati.

Matanya bahkan lebih dingin daripada saat pemakaman keluarganya dahulu.

Emosi yang sempat mulai pulih kini perlahan kembali terkunci di dalam dirinya.

Ekspresinya nyaris tidak berubah. Topeng ketenangan yang dulu hanya ia gunakan saat bertarung, kini seolah menjadi bagian permanen dari dirinya.

Aura yang keluar dari tubuhnya juga berubah.

Tekanan membunuh yang samar terus bocor tanpa ia sadari, membuat ruang di sekitarnya terasa berat dan mencekam.

Fokusnya terhadap misi tidak pernah goyah. Satu-satunya tujuan di pikirannya hanyalah memburu sang Master dan melindungi alam semesta dari ancaman yang lebih besar.

Namun menjaga sisi kemanusiaannya ternyata jauh lebih sulit dari yang ia kira.

Janji yang pernah ia buat kepada Yeye terus terngiang di benaknya. Ia harus tetap menjadi manusia, bukan monster yang hanya hidup untuk membunuh.

Tetapi satu setengah tahun kesendirian perlahan menghidupkan kembali kebiasaan lamanya.

Dingin.

Dan bagian paling mengerikan adalah… dirinya mulai merasa nyaman dengan itu.

Meski begitu, kekuatannya terus berkembang pesat.

Saat ini Lin Tian telah mencapai Transformasi Jiwa Lapisan Ketiga dengan fondasi yang sangat stabil. Kendali energinya nyaris sempurna. Tidak ada tenaga yang terbuang sia-sia, bahkan dalam pertarungan besar sekalipun.

Teknik Orkestrasi Jiwa juga berkembang jauh melampaui sebelumnya.

Sekarang, ia mampu menghadapi ribuan entitas sendirian.

Dan ia sudah membuktikannya.

Selama tiga bulan terakhir, Lin Tian telah menyelidiki lima belas dimensi di wilayah luar. Lebih dari lima belas ribu entitas berhasil ia musnahkan dengan efisiensi yang mengerikan.

Ia mulai mengenali pola pergerakan musuh. Mengumpulkan berbagai informasi penting. Menyusun potongan-potongan misteri sedikit demi sedikit.

Namun petunjuk tentang sang Pemangsa Dimensi…

Masih sangat sedikit.

Lin Tian perlahan mengepalkan tangannya.

Ribuan musuh terbunuh. Belasan dimensi dijelajahi.

Tetapi jawaban yang ia cari masih terasa begitu jauh.

Dan rasa frustrasi di dalam dirinya mulai tumbuh semakin besar.

Lin Tian berdiri di tengah reruntuhan dimensional yang hancur total. Angin dingin berembus pelan melewati pecahan batu dan sisa energi yang masih menggantung di udara.

Penyelidikan kali ini terasa berbeda.

Ia memejamkan mata sejenak, lalu melepaskan indra spiritualnya ke seluruh area. Gelombang persepsinya menyebar perlahan, menelusuri setiap jejak energi yang tersisa.

Jejak entitas masih ada, tetapi sudah sangat samar. Pertarungan besar jelas pernah terjadi di tempat ini beberapa bulan lalu. Tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Pola yang sama seperti dimensi-dimensi sebelumnya.

Namun kali ini, ada sesuatu yang lain.

Sesuatu yang tidak cocok dengan semua data yang telah ia kumpulkan selama tiga bulan terakhir.

Mata Lin Tian perlahan terbuka.

Ia merasakan sebuah jejak energi asing di ujung persepsinya.

Bukan energi milik entitas.

Energi itu terasa berbeda. Seolah berasal dari keberadaan yang sama sekali tidak dikenal oleh dunia dunianya berada.

Alis Lin Tian sedikit berkerut.

Tanpa membuang waktu, ia mulai mengikuti jejak energi tersebut dengan hati-hati. Langkahnya pelan, tetapi seluruh tubuhnya berada dalam kondisi siaga penuh.

Semakin jauh ia bergerak, semakin jelas arah jejak itu.

Menuju tepi dimensi.

Menuju batas dunia.

Tak lama kemudian, Lin Tian tiba di sebuah area kosong yang dipenuhi retakan ruang. Di depannya terbentang batas dimensional, penghalang yang selama ini dianggap mutlak dan tidak dapat ditembus.

Bagi kebanyakan orang, batas itu tidak terlihat.

Namun bagi Lin Tian yang telah mencapai Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Ketiga, sesuatu mulai tampak di hadapannya.

Lapisan realitas tipis berkilau samar di udara, seperti permukaan air transparan yang membentang tanpa akhir.

Dan yang membuatnya terkejut… Penghalang itu terasa melemah.

Tidak.

Bukan melemah.

Melainkan bisa ditembus.

Napas Lin Tian sedikit tertahan.

Itu mustahil.

Selama ini Dewan tidak pernah menyebutkan adanya jalan melewati batas dimensional. Dalam semua pengetahuan yang diwariskan Yeye kepadanya, penghalang itu selalu dianggap mutlak.

Kecuali… Mereka memang tidak mengetahuinya.

Tatapan Lin Tian berubah tajam.

Ia perlahan mengangkat tangan, lalu menyentuh permukaan penghalang tersebut.

Detik berikutnya, matanya langsung melebar.

Tangannya menembus lapisan itu dengan mudah.

"Apa…?"

Lin Tian segera menarik tangannya kembali dengan cepat. Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, ekspresinya benar-benar berubah.

Terkejut.

Jika penghalang ini bisa dilewati, maka semua pengetahuan tentang Alam Semesta selama ini mungkin tidak lengkap.

Artinya alam semesta jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan.

Artinya masih ada dimensi lain di luar sana.

Dan yang paling mengerikan…

Bagaimana jika serangan para entitas sebenarnya bukan berasal dari dunia ini yang mereka tinggalin?

Bagaimana jika mereka datang dari tempat di balik penghalang ini?

Pikiran itu membuat suasana di sekitar terasa semakin dingin.

Lalu sebuah kemungkinan lain muncul di benaknya.

Kemungkinan yang langsung mengguncang seluruh logikanya.

Pemangsa Dimensi…

Mungkin tidak berada di dunianya saat ini.

Mungkin selama ini targetnya berada di luar penghalang dimensional, di wilayah yang sama sekali belum pernah dijelajahi.

Jika itu benar, maka seluruh penyelidikannya selama tiga bulan terakhir berjalan ke arah yang salah.

Lin Tian mengepalkan tangannya perlahan.

Tiga bulan terakhir pencarian.

Lima belas dimensi.

Lima belas ribu entitas dimusnahkan.

Namun semua itu mungkin masih belum membawanya lebih dekat kepada jawaban yang sebenarnya.

Tatapannya kembali tertuju pada penghalang dimensional di depannya.

Di balik sana hanya ada ketidakpastian.

Mungkin kematian.

Mungkin sesuatu yang jauh lebih buruk.

Tetapi jika ia tetap berada di dunia ini, kemungkinan menemukan kebenaran hampir tidak ada.

Dan semakin lama ia berpikir, semakin kuat keyakinannya bahwa sang Pemangsa Dimensi berada di seberang penghalang itu.

Pilihan kini hanya ada dua.

Tetap aman… atau menemukan kebenaran.

Lin Tian tidak membutuhkan waktu lama untuk memutuskan.

Tatapannya berubah dingin dan tegas.

"Kebenaran," ucapnya pelan. "Berapa pun harganya yang harus dibayar."

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!