Novel ini kelanjutan dari Novel. " Cinta Gadis Tangguh Dari Desa."
Luna Haifa Adhitama putri sulung dari Kavindra Adhitama dengan Freya Pratiwi Adhitama. Luna mempunyai adik kembar yang bernama Aryan Zaidan Adhitama dan Aryana Zaidah Adhitama.
Luna seorang Dokter spesialis Anak. Karena pembawaannya yang lembut dan ramah. Dia menjadi Dokter yang diidolakan sama semua pasiennya.
Pada saat dia pergi ke rumah kumuh yang sudah menjadi kebiasaannya satu bulan sekali. Membantu orang-orang yang disana untuk memberikan perobatan gratis disana.
Dia bertemu dengan anggota TNI yang juga lagi membantu menyalurkan bantuannya ke orang-orang yang ditinggal di bawah Jembatan.
Akankah Luna mengenali salah satu dari anggota TNI tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1 PERKENALAN TOKOH
Di sebuah rumah yang sangat besar, terdapat sebuah keluarga yang sangat harmonis. Ya keluarga itu salah satu keluarga ternama di Ibukota, keluarga Adhitama.
Keluarga yang terdiri dari Daddy yang bernama Kavindra Adhitama dengan Mommy yang bernama Freya Pratiwi Adhitama.
Mempunyai tiga anak:
Yang pertama: Luna Haifa Adhitama seorang dokter anak. Dia menjadi dokter favorit bagi pasiennya.
Yang kedua: Aryan Zaidan Adhitama, seorang ceo di Perusahaan Adhitama. Sebagai penerus Daddy, dia terkenal dengan ceo yang sangat dingin tapi hangat kepada keluarganya.
Dan yang terakhir: Aryana Zaidah Adhitama, seorang desainer kondang di Ibukota namanya sudah terkenal di penjuru seluruh Indonesia.
"Assalamualaikum."
"KAKAK!" teriak Yana yang melihat Kakak cantiknya, sudah pulang dari rumah sakit tempatnya bekerja.
"Apaan sih Dek?! Bukannya dijawab salamnya, kok teriak-teriak kayak di hutan saja!" Luna berkata sambil menatap adik dengan kesal.
"Hehehe walaikumsalam, kan kangen Kakakku yang paling canti," Jawab Yana dengan cengengesan tanpa dosa.
Luna langsung berjalan ke arah tangga, nggak menggubris jawaban dari adik bungsunya itu. Naik ke lantai tiga dimana kamarnya berada. Dia ingin langsung mandi, karena dia baru pulang dari rumah sakit. Takut membawa virus untuk keluarga yang sangat dia sayangi.
"Kamu itu kenapa kebiasaan teriak-teriak sih Sayang?!" tegur Freya, yang baru keluar dari kamarnya, setelah mendengar teriakan putri bungsunya. Freya sangat heran sekali, putri bungsunya itu sangat heboh sekali seperti siapa ya.
Yana menoleh ke belakang, dimana mommynya tadi menegurnya. "Tadi melihat Kakak, baru pulang dari rumah sakit, Mom. Kalau nggak teriak nggak seru Mommy," Jawab Yana dengan tersenyum.
"Kamu itu anak gadis lho Nak. Nggak pantas bicaranya kayak gitu. Kenapa kamu nggak bisa lembut kayak Kakak kamu!?" kesal Freya kepada putri bungsu itu.
"Lho, tentu nggak bisa dong, Mom?! Karena aku suka yang ramai dan heboh, hahahaha," jawabnya lagi sambil memakan keripik singkong yang dibuat oleh Freya untuk anak-anaknya.
Freya mendengus kesal dengan putrinya itu. Yana juga sudah berhijab, kalau ke luar rumah. Tapi jiwa bar-baran itu belum bisa diubahnya.
"Sudah, biarkan saja, Mom. Nanti Mommy sakit kepalanya kambuh lagi. Kalau menasehati adik yang sangat keras kepala itu," ucap Arya putra satu-satunya, yang selalu bisa menenangkan hati mommynya.
Arya ikut duduk di sofa ruang keluarga, dia juga mengambil keripik singkong yang dibuat oleh mommynya yang sangat pintar memasak. Padahal mommy sekolahnya saja ambil jurusan managemen tapi soal olah mengolah makanan. Mommynya paling juara nggak ada duanya.
Adzan magrib sudah berkumandang, Yana sama Arya menyudahi ngemilnya, lalu berjalan ke arah mushola yang berada di samping rumahnya. Daddy Vindra sengaja membuat mushola di luar, supaya semua orang yang bekerja di rumahnya bisa ikut sholat berjamaah.
********
"Bagaimana dengan tugas kamu di perbatasan Nak?" Tanya Ayahnya yang bernama Andrian Putra Abraham.
Andrian Putra Abraham mempunyai istri bernama Nafisah Aulia Rahma.
Dan mempunyai dua putra:
Yang bernama Jonathan William Abraham.
Jonathan sendiri mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang Abdi negara yang berpangkat kapten.
Yang kedua bernama Ares Nicholas Abraham. Seorang ceo dari ABRAHAM CORPORATION. Perusahaan besar milik Opanya yang bernama Radit Abraham.
"Alhamdulillah lancar, Yah. Pengamanan konflik di sana sudah agak mendingan, nggak kayak dulu lagi. Jadi aku sama teman-teman di suruh kembali ke Batalyon." Jawab Nathan sambil menikmati kiriman keripik singkong dari Tantenya.
" Ya, Alhamdulillah kalau sudah tenang di perbatasan sana. Dulu waktu Ayah masih aktif kerja, di sana sudah nggak tenang. Selalu saja mereka membuat onar di perbatasan.
" Ares, kemana Yah?" Tanya Nathan kepada Ayahnya. Jangan ada yang tanya Bundanya kemana ya, sudah bisa dipastikan, Beliau masih aktif memegang Cafe Tiga Saudara yang sekarang sudah diperluas jadi tiga tempat.
"Paling juga nongkrong di kafe, Nak. Kemana lagi kalau sudah pulang dari Perusahaan, kalau nggak kesana." Jawab ayahnya, yang sedang nonton sepak bola di TV.
Nathan menganggukan kepalanya, matanya juga fokus ke TV yang menampilkan siaran langsung sepak bola.
"Assalamualaikum." ucap salam Ares, yang baru saja masuk ke dalam rumahnya. Panjang umur anak itu, baru juga ditanyakan ke ayahnya, dia sudah muncul saja.
"Wa'alaikumsalam, kamu dari mana saja, Dek? Baru pulang kerja, kok sudah menghilang?" tanya Nathan kepada adiknya.
"Biasa, Bang, refreshing ke kafenya Bunda. Tuh, Bunda juga baru saja pulang." jawab Ares. Ikut di samping Ayahnya.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam," ucap mereka bertiga dengan serempak.
Nathan berjalan ke arah bunda Nafisah dan memeluknya dengan erat. Dia sangat sayang banget dengan bundanya. Katanya cinta pertama anak cowok adalah ibunya itu memang benar.
"Kapan pulangnya Sayang?" tanya bundanya sambil membalas pelukan dari putra sulungnya.
"Tadi jam tigaan, mungkin Bun. Sampai di rumah sepi yang ada hanya Ayah saja," jawab Nathan kepada bundanya.
Bunda Nafisah sama Ares pergi ke kamar mereka untuk mandi, karena sebentar lagi adzan magrib akan berkumandang. Nathan juga ikut bersiap untuk ikut sholat jamaah.
*******
Kembali ke keluarganya Luna ya.
Setelah makan malam, Mommy Freya selalu membiasakan mengajak anak-anak bercerita tentang kegiatannya selama sehari. Itu dilakukan sudah dari mulai anak-anak masuk sekolah.
"Bagaimana pekerjaan kamu di Rumah sakit, Sayang?" tanya mommy kepada Luna.
"Ya begitulah Mom! Sangat seru waktu memeriksa pasien anak kecil. Itu hiburan tersendiri buat menghilangkan rasa penat yang seharian berada di Rumah Sakit," jawab Luna dengan tersenyum bahagia.
"Tadi ada mantan pasienku, Mom. Tiba-tiba dia memanggil, Kakak dokter dengan memelukku. Duh senangnya hati ini, Mom. Waktu melihat pasien yang dulu nggak bisa apa-apa disebabkan telat pengobatan dan sekarang sudah bisa tersenyum dan berlari memelukku, Mom," cerita Luna bangga kepada Mommy dan keluarga.
"Terus-terus si Brengsek itu, bagaimana kabarnya, Kak?" tanya Arya sangat kesal dengan pacar Kakak sulung itu.
Luna yang duduk disamping Arya itu menoleh dan tersenyum. "Sudah Kakak hempaskan ke tong sampah, Dek. Terima kasih ya, Dek. Kamu sudah menyelamat masa depan, Kakak," ucap tulus Luna kepada adik laki-laki itu.
Flash back On.
Luna mengajak kekasihnya, untuk dikenalkan kepada kedua adiknya. katanya ingin mengenal siapa kekasih Kakaknya itu.
Akhirnya mereka bertemu di Restoran yang dipesan Yana. Sampainya di sana Arya mengernyitkan dahinya melihat laki-laki yang di samping Kakaknya.
"Maaf! Kami telat ya Dek!" sapa Luna dan kedua adiknya langsung mencium tangan Luna.
"Nggak apa-apa, Kak. Kita juga baru sampai jadi santai saja, Kak ," jawab Yana, sedangkan Arya menatap laki-laki di samping Kak Luna dengan dingin.
"Kenalkan dia namanya Frans, Dek!" seru Luna mengenalkan kekasihnya dan apa reaksinya Arya, ketika mendengarkan Kakaknya menyebutkan nama Frans.