NovelToon NovelToon
Darah Di Bukit Manoreh

Darah Di Bukit Manoreh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Anak Genius
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Mereka menyebutnya perempuan api dari Bukit Menoreh.
Putri seorang punggawa sakti yang tumbuh bersama pedang dan dendam.
Saat kematian ayahnya menyeretnya ke dalam pusaran perang dan kesalahpahaman, Srikandi percaya kerajaan telah mengkhianati darah ayahnya.
Namun semakin jauh ia melangkah… semakin ia sadar bahwa luka manusia tak pernah sesederhana hitam dan putih.
Terlebih ketika hatinya justru jatuh pada lelaki yang tak mungkin ia miliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUKIT MANOREH

Di antara sebuah bukit, berdiri dua kerajaan besar. Kedua kerajaan itu memiliki tentara-tentara yang kuat, para ksatria perkasa dan pendekar sakti mandraguna.

Dua kerajaan yang saling bermusuhan sejak Raja pertama. Memperluas wilayah kerajaan dengan saling menyerang.

Kerajaan Kali Ireng dipimpin oleh seorang Raja yang dijuluki Sri Baginda Raja. Nama pria pemimpin itu adalah Raden Prabu Laksa Anartepa Ireng.

Seorang raja yang disegani kawan maupun lawan.

Tubuhnya tinggi besar, sorot matanya tajam laksana burung rajawali. Kumis dan janggut tipis menghiasi wajahnya yang mulai termakan usia.

Meski telah melewati lima puluh musim panen, kekuatan Raden Prabu Laksa masih sulit ditandingi. Konon, sekali tebas pedang pusaka miliknya mampu membelah batang waru sebesar pelukan tiga orang dewasa.

Namun sebesar apapun kekuasaan seorang raja, tak ada kerajaan yang benar-benar damai.

Di seberang Bukit Menoreh, berdiri Kerajaan Jalapati. Negeri makmur dengan sungai-sungai luas dan tanah yang subur. Kerajaan itu dipimpin oleh Prabu Wijaya Ningrat, seorang raja cerdik yang lebih berbahaya daripada seribu prajurit bersenjata.

Jika Kali Ireng terkenal karena kekuatan tentaranya, maka Jalapati disegani karena kecerdikan siasat perang mereka.

Dan selama puluhan tahun…

Darah selalu mengalir di Bukit Menoreh.

Entah darah prajurit. Entah darah rakyat jelata. Atau darah para punggawa yang gugur demi tahta para raja.

Hingga pada suatu malam, tragedi besar mengguncang Kerajaan Kali Ireng.

Ki Abda Sedah Nirah, punggawa tersakti yang dimiliki kerajaan itu, gugur di medan perang.

Gugurnya Ki Abda menjadi pukulan telak bagi balatentara Kali Ireng. Walau peperangan berhasil dimenangkan, tak satu pun prajurit menyambut kemenangan itu dengan suka cita.

Mereka pulang tanpa sorak-sorai. Tanpa senyum para panglima.

Sebagian kembali dengan luka menganga. Sebagian pulang dengan kepala tertunduk. Dan sebagian lain berdiri diam menunggu seseorang yang tak kunjung kembali.

Srikandi Mekar Sari, gadis berusia tujuh belas tahun, masih setia menanti kepulangan ayahnya dari medan perang.

Sudah hampir dua purnama Ki Abda bertempur demi memperluas kekuasaan Kerajaan Kali Ireng.

Srikandi tumbuh menjadi gadis berkulit halus dengan sorot mata tajam yang diwarisinya dari sang ayah.

Ibunya, Sri Asih, telah meninggal setelah melahirkannya ke dunia.

Sejak saat itu, Ki Abda tak pernah menikah lagi.

Seluruh hidup dan kasih sayangnya hanya tercurah untuk putri tunggalnya, Srikandi Mekar Sari.

Pagi tadi saat Srikandi tengah menanam padi di sawahnya. Ia mendengar jika para prajurit yang bertempur akan pulang.

"Sri! Para prajurit nanti malam akan pulang!" seru seorang gadis, temannya. Siti.

"Benarkah itu Siti?" tanya Srikandi dengan mata berbinar-binar.

"Benar, ayah kita akan pulang!" seru Siti menjawab.

Srikandi menyelesaikan pekerjaannya, selesai menanam. Ia langsung pergi ke sungai, sungai besar yang bernama Kali Ireng.

Sungai yang bersumber dari mata air pegunungan. Mengalir deras membelah lereng bukit. Di atas sana, bilik sederhana berdiri. Rumah itu adalah rumahnya, berdiri di sebidang tanah yang.subur.

Ki Abda mengolah tanah itu dengan berbagai tanaman sayuran. Srikandi hidup dari tanaman ayahnya.

Karena mendengar ayahnya pulang, ia langsung memetik kelapa. Dengan gesit, gadis itu memanjat pohon setinggi lima meter. Tiga buah kelapa ia jatuhkan dari atas. Lalu sekali lompatan, ia turun dengan mudah.

'Hup!' kakinya mulus menjejak tanah. Seperti sudah terbiasa ia lakukan.

"Ayah suka sayur lawu santan. Aku tinggal beli teri di pasar!" gumamnya girang.

Srikandi pulang ke atas lereng, dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Ia dengan mudah menjejaki bebatuan cadas dengan sekali lompatan. Hanya butuh dua puluh hitungan, Srikandi sampai di rumahnya tanpa keringat yang menetes.

Dari ladang kecilnya, ia ambil buah labu berukuran besar. Dengan tangan terampil ia mengupas labu berkulit keras itu dengan mudah. Begitu juga dengan dua kelapa.

Memarut daging kelapa dengan dua pisau berukuran kecil. Jika bukan tangan yang terlatih. Kemungkinan bilah tajam melukai jemari lentik milik Srikandi.

Tapi, gadis itu seperti sudah terbiasa melakukan hal itu. Sang ayah mengajarinya, sebagai anak satu-satunya. Ia tentu hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri, jika sang ayah berpergian seperti ini.

"Waluh sudah siap. Kelapa sudah jadi santan. Tinggal ke pasar membeli teri!" ujarnya senang.

Srikandi hanya mencuci mukanya, mengambil caping anyaman bambu dan ia kenakan di kepala.

Sekali lagi ia menuruni bukit dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya. Sebenarnya ada jalur lain menuju bawah lereng. Tapi Srikandi memilih jalur yang lebih cepat.

Langkah Srikandi begitu ringan, seolah-olah angin pegunungan sendiri yang menopang telapak kakinya. Bagi orang awam, jalur cadas yang curam itu adalah maut, namun bagi putri tunggal Ki Abda, bebatuan itu tak lebih dari sekadar anak tangga menuju pasar desa.

Di kepalanya hanya ada satu bayangan: senyum sang ayah saat mencicipi sayur waluh santan buatannya. Ia membayangkan Ki Abda akan duduk di balai-balai, bercerita tentang kepulan asap di Bukit Menoreh sembari mengusap kepala putrinya dengan bangga.

Pasar di kaki lereng biasanya penuh dengan tawa dan tawar-menawar yang jenaka. Namun, sore itu suasananya terasa berat. Bau asap kemenyan tercium samar dari arah balai desa. Orang-orang berkerumun, namun suara mereka lirih, seperti bisikan di antara pepohonan tua.

"Sampurasun!" Srikandi masuk dengan senyum terukir.

Inah, seorang wanita berusia empat puluh tahun. Menatap Srikandi yang tersenyum, membuat hatinya yang tadi dongkol akibat kedatangan tengkulak pasar. Jadi lebih tenang.

"Rampes! Srikandi ... Angin apa yang membuatmu tersenyum?" tanyanya.

"Ayahku pulang nanti malam, Ni Inah!" jawab Srikandi senang.

"Ah ... Aku senang mendengarnya Kandi. Kau pasti mendapat banyak hadiah. Aku dengar prajurit membawa kemenangan besar!" ujar Inah.

Srikandi tersenyum lebar. Usai membeli apa yang ia inginkan. Gadis itu kembali ke atas lereng. Tentu saja bukan melintasi jalan biasa.

"Ayah ... cepat pulang! Aku masakkan sayur kesukaan Ayah!" serunya bersama dengan riuh kicau burung yang mengikatnya.

Bersambung.

hai ... Ini adalah novel lain dengan kisah yang berbeda.

Sebuah cerita kolosal, kisah kerajaan Nusantara.

selamat membaca, jangan lupa Like, komen dan masukkan dalam keranjang baca kalian ya.

🥰

Next?

1
Deyuni12
hiiii
nyi padan serem akh
lanjut
Anita Barus
windu...windu. berharalmemanasi Ki abda Ter nyata kiabda malah senang dan memberi selamat PD mempelai 🤣🤣🤣🤣🤣
Anita Barus
raja pasti akan menuruti.apa yg di mau Ki abda .
Anita Barus
maka nya dia selalu saja mengganggu Srikandi weleh. weleh
Anita Barus
oh ternyata windu sejak dulu SDH jatuh cinta PD Ki abda namun di tolak .cinta bertepuk sebelah tgn to .
Anita Barus
ada2saja si windu ini masak sama keponakan suami nya sendiri cemburu kenapa pula sambil nangis nyebut ayahanda Srikandi dsr w😄Ong edan
Anita Barus
berarti ki abda sengaja menumbal kan diri nya utk melindungi kerajaan
vania larasati
lanjut
Deyuni12
lanjutkan
Deyuni12
seruuuuu
Deyuni12
lanjutkan
vania larasati
lanjut
Eni Istiarsi
Bibi Rukmi antara kesambet atau dapet hidayah😄
vania larasati
lanjut
Deyuni12
lanjut kan
vania larasati
lanjut
Anita Barus
sesuai dgn namanya srikandi.dia pasti menemukan penghianat pengecut trsbut
Anita Barus
akan kah Srikandi menuntut balas .lanjut Thor
Anita Barus
hati Srikandi pasti hancur saat mengetahui ayah nya gugur .dan tau pasti ada penghianat didlm pasukan tersbt .apakah penghianat itu Sasongko .
Deyuni12
lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!