NovelToon NovelToon
Sistem Supir Angkot

Sistem Supir Angkot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Di sudut kota Bogor yang basah oleh hujan, Farrel (22 tahun) hanyalah seorang supir angkot jurusan Baranangsiang–Bubulak yang hidupnya di ujung tanduk.

Setiap hari ia harus menahan lapar, dicaci maki oleh kernet lain, difitnah mencuri uang setoran oleh mandor pangkalan, dan puncaknya: diputuskan oleh kekasihnya karena tidak mampu membelikan kuota internet. Modal hidupnya setiap hari setelah setoran hanyalah sebungkus nasi rames karet dua dan sebatang rokok eceran.

Namun, sebuah insiden pengeroyokan oleh oknum ormas di Terminal Baranangsiang mengubah takdirnya. Saat sekarat, sebuah suara mekanis bergema di otaknya: [Sistem Afeksi Kekayaan Berhasil Diaktifkan].
Sistem ini memberikan Farrel saldo tak terbatas, namun dengan syarat gila: uang tersebut hanya bisa digunakan untuk membiayai atau membelikan barang untuk wanita yang memiliki potensi afeksi (rasa suka) terhadapnya. Setiap kali persentase Favorability (tingkat kesukaan) wanita tersebut naik, saldo pribadi Farrel akan berlipat g

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 29

Aroma gurih dari bumbu semur daging yang mengental memenuhi setiap sudut dapur bersih di unit penthouse mewah milik Farrel.

Suasana malam itu begitu hangat, sangat kontras dengan hawa dingin Kota Bogor yang mulai berkabut di luar jendela kaca raksasa.

Nisa berdiri di depan kompor dengan celemek bermotif bunga-bunga kecil yang membungkus tubuh mungilnya.

Wajah polosnya tampak sedikit memerah karena hawa panas masakan, namun senyum tulus tidak pernah lepas dari bibir ranumnya.

Ia sesekali mengaduk masakan di dalam panci dengan telaten, memastikan potongan daging sapi yang dibeli bersama Farrel siang tadi matang dengan sempurna.

Farrel duduk di kursi bar dapur yang tinggi, memperhatikan setiap gerak-gerik Nisa dengan tatapan mata yang lembut.

Kemeja hitam kasual yang baru dibelikan Nisa siang tadi melekat pas di tubuh tegapnya, memperlihatkan siluet bahu lebar dan dada bidang yang kokoh.

Di tangannya, sebatang rokok menyala perlahan, mengembuskan asap tipis ke langit-langit sebelum ia mematikannya di asbak kristal.

"Farrel, coba deh rasain sedikit. Kurang garam gak?"

Nisa berbalik, membawa sebuah sendok kayu kecil berisi sedikit kuah semur yang masih mengepulkan uap panas.

Ia meniupnya perlahan dengan bibir yang mengerucut lucu sebelum menyodorkannya ke depan mulut Farrel.

Farrel memajukan wajah tampannya, mencicipi kuah masakan tersebut. Seringai menawan muncul di wajahnya.

"Pas. Masakan kamu gak pernah gagal buat bikin aku betah di rumah, Nis."

Pujian sederhana itu seketika membuat pipi Nisa merona merah padam. Gadis polos itu membalikkan tubuhnya dengan cepat, menyembunyikan wajah malunya sambil pura-pura sibuk mematikan kompor.

"K-Kamu itu pinter banget ya kalau urusan gombalin aku. Ya udah, ayo bantu aku pindahin mangkoknya ke meja makan."

Mereka berdua menikmati makan malam itu dengan suasana yang sangat santai dan penuh tawa kecil.

Bagi Farrel, momen-momen intim bernuansa slice of life seperti ini adalah penawar racun yang paling mujarab setelah berhari-hari tangannya berlumuran darah musuh di dunia bawah tanah.

Nisa adalah jangkar yang menahan sisi kemanusiaannya agar tidak sepenuhnya ditelan oleh kegelapan Sistem yang kejam.

Namun, di balik ketenangan yang manis itu, otak Farrel yang telah ditingkatkan oleh Sistem tetap bekerja dengan kecepatan penuh.

Pesan singkat dari Maya Arisanti tentang pergerakan Aliansi Pengusaha Jakarta terus berputar di kepalanya. Musuh kali ini bukan lagi sekadar ormas pangkalan lokal yang modal otot, melainkan gurita bisnis raksasa yang memiliki jaringan hukum dan uang tanpa seri.

Dan target pertama mereka adalah Mandala Group, perusahaan properti yang kini dipimpin oleh wanita kedua yang telah ia taklukkan, Clarissa Alexandra.

【 Ting! Pemantauan Mandiri Sistem Aktif. 】

【 Status Wilayah: Bogor Tengah, Utara, dan Barat berada dalam kendali mutlak faksi Garuda Hitam (100%). 】

【 Ancaman Terdeteksi: Tim Investigasi Khusus dari Jakarta akan tiba dalam waktu 12 jam. Fokus target: Audit ilegal atas kepemilikan saham Mandala Group. 】

Setelah makan malam selesai dan memastikan Nisa beristirahat dengan nyaman di kamar tamu utama, Farrel melangkah menuju ruang kerja pribadinya yang kedap suara. Ia mengambil ponsel taktisnya dan langsung menghubungi satu nama.

"Clarissa,"

panggil Farrel begitu panggilan tersambung. Suaranya langsung berubah, kembali dingin, berat, dan dipenuhi otoritas seorang predator absolut.

"Farrel?"

Di ujung telepon, suara Clarissa terdengar sedikit terkejut namun sarat akan nada manja yang tertahan.

Sang Ratu Properti tampaknya baru saja selesai mandi, terdengar dari helaan napasnya yang rileks.

"Tumben kamu telepon jam segini. Aku baru mau istirahat setelah periksa laporan keuangan bulanan Mandala."

"Pakai baju rapi mu sekarang. aku jemput dalam lima belas menit. Ada badai dari Jakarta yang mau lewat di depan kantor mu besok pagi," ucap Farrel tanpa basa-basi.

"Jakarta? Maksud kamu faksi Jenderal Hermawan?"

Nada bicara Clarissa seketika berubah serius dan waspada. Sebagai wanita karier cerdas yang bergerak di tingkat atas, ia tahu betul bahwa kematian Hermawan pasti akan memicu reaksi berantai dari para sekutunya di ibu kota.

"Aku jelasin di mobil. Jangan telat,"

perintah Farrel sebelum memutuskan sambungan secara sepihak.

Farrel berjalan keluar dari ruang kerja, mengambil jaket kulit hitamnya, dan melirik ke arah pintu kamar Nisa yang tertutup rapat.

Ia memanggil Tiger melalui pesan singkat untuk menyiagakan sepuluh personel elit Garuda Hitam di sekitar apartemen guna menjaga keselamatan Nisa selama ia pergi.

Setelah memastikan perimeter aman, Farrel melangkah masuk ke dalam lift khusus dan melesat turun ke parkiran bawah tanah.

Pukul sepuluh malam lewat lima belas menit, mobil sport hitam milik Farrel berhenti tepat di depan lobi utama gedung apartemen mewah tempat Clarissa tinggal.

Pintu lobi terbuka, memperlihatkan Clarissa Alexandra yang melangkah anggun dengan sepatu hak tingginya yang mengetuk lantai marmer dengan ritme konstan.

Malam ini, ia mengenakan setelan blazer formal berwarna biru tua yang ketat, dipadukan dengan rok pensil hitam yang membungkus paha mulus dan kaki jenjangnya dengan sangat seksi.

Rambut cokelatnya yang indah disanggul rapi, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah cantiknya yang kini tampak tegang namun penuh wibawa.

Clarissa membuka pintu penumpang depan dan langsung masuk ke dalam kabin mobil yang harum aroma terapi maskulin.

Begitu pintu tertutup, matanya langsung tertuju pada profil samping wajah tampan Farrel.

"Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?"

tanya Clarissa langsung pada inti masalah, sementara tangannya memakai sabuk pengaman, membuat bentuk dadanya yang indah tercetak jelas di balik blazernya.

Farrel melajukan mobilnya membelah jalanan Kota Bogor yang mulai sepi.

"Aliansi Jakarta ngirim tim investigasi resmi berkedok audit bisnis besok pagi. Mereka tahu Jenderal Hermawan punya saham besar di Mandala Group secara rahasia, dan mereka curiga kenapa saham itu tiba-tiba dialihkan secara total setelah dia mati."

Clarissa mengerutkan keningnya yang indah, jemari lentiknya mengetuk-ngetuk tas tangan kulitnya dengan cemas.

"Itu bahaya, Farrel. Secara hukum, akta pengalihan digital yang dibuat oleh Sistem kamu memang sah dan tidak bisa dilacak pemalsuannya."

"Tapi kalau mereka bawa otoritas hukum tingkat tinggi dari Jakarta, mereka bisa membekukan aset Mandala Group untuk sementara waktu selama proses penyelidikan. Itu bisa bikin saham kita anjlok dalam satu malam."

Farrel menyeringai tipis, sebuah senyuman kejam yang membuat bulu kuduk Clarissa meremang namun di saat yang sama memicu debaran gairah di dadanya.

Pria di sampingnya ini selalu terlihat paling tampan justru saat situasi sedang berada di ujung tanduk.

"Biarkan mereka datang dan periksa sesuka hati mereka, Clarissa," ucap Farrel tenang sembari memutar setir memasuki area kawasan bisnis Mandala Group.

"Aku udah perintahkan Gunawan untuk merapikan semua dokumen fisik pendukung. Besok pagi, kamu cuma perlu hadapi mereka dengan wibawa sebagai CEO utama.

"Tunjukkan pada mereka kalau Mandala Group bukan lagi tempat bermain para jenderal tua."

Farrel menghentikan mobilnya di area parkir VIP yang gelap di bawah gedung menara Mandala Group.

Ia mematikan mesin mobil, membuat kabin seketika menjadi sunyi senyap. Farrel memutar tubuhnya menghadap Clarissa, tangan kanannya terangkat untuk mengusap dagu lancip sang Ratu Properti dengan lembut namun posesif.

【 Ting! Penggunaan Karisma Absolut pada Target Kedua: Clarissa Alexandra. 】

【 Tingkat Kesukaan Clarissa Alexandra: 88% -> 90% (Keterikatan Jiwa dan Raga). 】

"Kamu takut, Clarissa?" bisik Farrel, matanya yang tajam mengunci pandangan mata Clarissa di dalam kegelapan kabin.

Clarissa mengembuskan napasnya yang mendadak terasa berat. Aura dominasi Farrel yang begitu pekat di dalam ruang sempit mobil membuatnya kehilangan semua ketegasan seorang CEO.

Tubuhnya secara instingtif bergerak mendekat, menyandarkan telapak tangannya di dada bidang Farrel yang hangat.

"Selama kamu ada di belakangku, aku gak takut pada siapa pun dari Jakarta, Farrel..."

bisik Clarissa dengan suara yang mulai serak dan manja, sangat berbeda dengan sosok wanita karier di luar sana.

"Tapi malam ini... kamu harus kasih aku kekuatan lebih buat hadapi mereka besok."

Farrel menyeringai puas. Ia tidak membuang waktu lagi. Tangan kekarnya menarik pinggang ramping Clarissa hingga wanita itu berpindah posisi secara pasrah ke atas pangkuannya di kursi kemudi.

Di bawah temaram lampu dasbor mobil, Farrel mengunci bibir ranum Clarissa dengan ciuman yang mendominasi, membakar gairah sang Ratu Properti di tengah keheningan malam sebelum badai besar dari ibu kota resmi menghantam kota mereka besok pagi.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai hendra beserta keluarganya bikin hendra menyesal mencari masalah dengan mcnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai para penguasa itu bikin mcnya ambil alih
eza
apakah ini terinspirasi dari kisahnyata, ehem😙😙
Tri Wahyuni: ya bisa di bilang bgtu.hehe
total 1 replies
eza
100 buat author
Tri Wahyuni: kalau suka sama ceritanya jangan lupa Giftnya ya kak
total 1 replies
eza
buset iklan
Achmad Zaki
terlalu lebay
Aisyah Suyuti
menarik
Fajar Fathur rizky
cepat bantai juga keluarga musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dan keluarganya dengan cara paling kejam
Herman Tere
lanjuut
Herman Tere
ceritanya menarik walaupun agak berlebihan, tapi ini hiburan
Fajar Fathur rizky
cepat bantai lima puluh Preman itu bawa tubuh mereka ke musuhnya bikin musuhnya ketakutan memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai orang itu beserta keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!