NovelToon NovelToon
Terapi Hati Psikiater Gemulai

Terapi Hati Psikiater Gemulai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Sebuah trauma kelam di usia dua belas tahun mengubah hidup Lova sepenuhnya. Sejak kejadian mengerikan itu, ia menderita fobia akut yang membuatnya ketakutan setengah mati, bahkan hanya untuk sekadar berdekatan atau disentuh oleh seorang pria. Baginya, semua pria adalah ancaman.

Sampai akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Arnold, seorang psikiater genius dengan reputasi mentereng. Berbeda dengan pria lain, pembawaan Arnold yang sedikit gemulai justru memberikan rasa aman yang tak pernah Lova rasakan sebelumnya. Arnold menjadi satu-satunya pria di dunia ini yang bisa menyentuh kulit Lova tanpa memicu kepanikannya.

Demi menyembuhkan trauma Lova secara total dan sah di mata hukum, Arnold mendesak sebuah keputusan nekat: *Pernikahan Medis*.
Sebuah pernikahan yang menutupi alasan sebenarnya, menikahi wanita penuh trauma bahkan tak dicintai.

Bagaimana kedok psikiater pecinta lagu India ini? Apakah ia berhasil menyembuhkan Lova? Atau ia sendiri terjebak dalam rencana yang ditutup rapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Cik

Cik

Cik

Di tengah hujan deras, seorang gadis kecil berseragam putih merah berlari terseok di jalanan sepi. Napasnya memburu. Tas di pundaknya terasa semakin berat karena air hujan yang meresap hingga ke buku-buku sekolahnya.

“Mau ke mana kau, gadis manis?” Suara berat itu terdengar semakin dekat.

Zarisha menahan isak. Ia tak berani menoleh. Kakinya terus bergerak meski lututnya tak berhenti bergetar.

“Mama ... Mama ... Zarisha takut ...” Namun hujan menelan rintihannya.

Di belakangnya, seorang pria bertubuh besar mempercepat langkah sambil membawa karung plastik hitam. Seringai menyeramkan terukir di wajahnya. Ia begitu yakin, buruannya tak akan lolos.

Dengan napas yang semakin pendek, Zarisha yang masih terseok berlari, baru saja menoleh ketika pria itu menerkamnya. Yang terekam dalam ingatan singkat, karung hitam tepat berada di atas kepalanya, dan tawa berat dari pria dewasa yang tak asing lagi bagi dirinya.

“Akh—!”

Sebelum sempat berteriak, tubuh kecilnya sudah masuk ke dalam karung sempit itu. Ia terjatuh saat ujung karung ditarik kasar oleh pria yang tadi mengaku sebagai tukang ojek utusan ibunya untuk dibawa pulang.

brak

"Aaakh ..." ringisnya. Dagunya menghantam aspal hingga rasa nyeri menjalar cepat ke kepalanya.

Tubuh Zarisha mulai melemah. Ia hanya bisa diam dalam karung sempit dan pengap itu. Tubuhnya terasa terangkat dan kali ini kepalanya berada di bawah.

"Hmmmfff ..." ringisnya menahan semua gejolak yang harus ia alami.

Napas Zarisha tercekat saat tali karung diikat kuat dari luar.

“Bagus,” gumam pria itu puas. “Kau memang anak manis yang tepat menemaniku malam ini.”

Karung telah dipanggul di pundak pria itu. Dan di saat itu pula kesadaran Zarisha mulai kembali.

“Le... lepas ...”

Suaranya nyaris tak terdengar. Dadanya mulai sakit. Udara di dalam karung semakin tipis.

"O-om, lepaskan Zarisha?" bisik gadis polos yang dipaksa memahami bahwa dirinya kini sedang dibawa paksa oleh tukang ojek tadi. Gadis kecil itu menggeliat panik, berusaha keluar dari karung pengap tersebut.

"DIAM!" ucap pria itu dengan keras.

Dari arah berlawanan, seorang pria muda berseragam putih abu-abu berjalan tertunduk. Satu tangan memegang payung, satu tangan lagi menahan tali tas yang menggantung di pundaknya.

Dalam pikirannya kembali terbayang akan olokan-olokan temannya di sekolah. "Dasar Banci! Loe bawa musibah aja di sekolah ini! Enyah gak loe?!" Ucapan itu terus terngiang dalam pikirannya dan ...

Bruuuk ...

Tubuhnya bertabrakan dengan pria bertubuh besar membopong karung hitam yang besar.

"Lepas ... Lepas ..."

Pria muda itu mencoba memastikan indera pendengarannya. Dengan samar ia mendengar suara anak kecil, tetapi tak terlihat. Ia melirik ke semua arah, tak satu pun anak kecil terlihat berkeliaran di tengah hujan deras ini.

"HEH! KAU PUNYA MATA GAK?" teriak pria yang membawa karung hitam itu.

Kali ini ia mendongak kaget mendengar umpatan lawan yang ada di hadapannya. Sejenak ia tergidik melihat sosok dengan wajah menyeramkan itu.

"Tolong ... Tolong ...."

Kali ini suara itu lebih jelas meski akhirnya ditelan derasnya hujan. Matanya beralih pada kedua tangan pria yang menggenggam ujung karung di pundaknya. Dengan jelas ia melihat benda itu terus bergerak.

"APA LOE LIHAT?" bentak pria itu.

"Itu apa?" tanyanya sedikit ragu.

Mata pria itu terlihat sedikit berputar. "Ini hanya kelapa yang baru gue panen. Gue mau menjualnya," ucapnya dan berjalan mendorong pria muda di bawah payung itu.

"Tolong ... Tolong ..."

Kali ini, ia mendengar suara gadis kecil dari dalam karung hitam itu. Keningnya mengerut, tetapi ... Melihat pria itu begitu menyeramkan, ia hanya bisa menggenggam tali tas yang menggantung di pundaknya. Ia menggigit bibir, merasa bingung harus berbuat apa.

"Arnold, kamu itu lelaki! Kamu harus menolong anak itu!" gumamnya dengan penuh tekad. Saat kakinya akan melangkah, tetapi bayangan akan cemoohan kawan-kawannya kembali terlintas.

"Dasar Banci!"

"Bencong sialan!"

"Manusia terkutuk!"

Arnold langsung berputar balik dan pergi dari tempat itu.

...***...

Langit terus semakin gelap. Pria yang membawa karung hitam itu berhenti tepat pada sebuah gudang yang terbengkalai. Dengan melirik ke kiri dan ke kanan, memastikan tak ada siapa pun yang ada di sana, baru lah ia melangkahkan kaki memasuki bangunan tua itu.

Di sudut gudang lembap yang dipenuhi bau kayu lapuk, pria itu menjatuhkan karung hitam tersebut. Benda di dalamnya sudah tidak bergerak. Dengan cepat ia tarik karung mengeluarkan mangsa yang ia tangkap hari ini.

Di sana, tampak gadis terlulai lemas. Seragam putih merahnya sudah kotor oleh debu gudang yang langsung menempel pada seragamnya yang basah. Gadis kecil itu terbaring lemas dengan dagu memar dan pita rambut yang hampir terlepas.

Pria itu berjongkok dan menarik dagu Zarisha yang mencoba merebut oksigen kembali ke paru-parunya. "Sekecil ini saja kamu sudah cantik, apalagi kalau dewasa nanti."

Mata Zarisha mulai terbuka. Melihat dengan samar wajah pria yang memasukkannya ke wadah yang tak manusiawi. Seringai itu begitu saja membuat matanya terbuka dengan lebar.

"Aaaahhkkkk—hmmm!" pekik gadis itu yang langsung terhenti karena dibekap dengan tangan besar dengan aroma rokok yang menyengat.

"DIAM!" teriaknya.

"Kalau kau mau bekerja sama dengan baik, maka kau akan tetap hidup!"

drrrrttt

drrrrttt

"Ck, mengganggu aja!"

Sang penculik terlihat tergelitik karena ponselnya bergetar. Dengan cepat ia bangkit dan menarik ponsel yang berada di kantong celananya.

"Hmmm ... Apa? Secepat itu?"

Lalu terdengar hening dan ia menggaruk kepalanya kasar. Pria itu kembali melirik gadis yang ia tangkap. Wajahnya kembali menyeringai dengan cepat mendekat dan menarik tangan Zarisha.

"Ayo! Aku harus mencicipimu terlebih dahulu sebelum kujual!"

Zarisha meronta dan memekik. "Om ... Lepas, Om ... Lepaas ..." isaknya mencoba melepas genggaman keras dan tatapan aneh pria itu.

Melihat perlawanan tawanannya membuat tangannya dengan cepat melayangkan tamparan pada pipi Zarisha.

"Kau mau aku main kasar?" Tangannya dengan cepat menarik pakaian gadis malang itu sehingga kancing-kancingnya terlepas.

"Om ... Om ..." Zarisha menutup kembali pakaiannya menghiba memohon belas kasih.

Tanpa mengatakan apa-apa, ia menarik kedua tangan Zarisha yang mencoba mempertahankan diri.

Duk

Sebuah benda keras mendarat cepat di kepala pria jahat itu membuat tubuh pria itu kaku seketika. Dengan gerakan kaku ia menatap orang yang memukulkan benda keras tadi, lalu merasakan cairan hangat mengalir di wajahnya. Lalu seketika tak sadarkan diri.

Di sana, tampak pria muda berseragam putih abu-abu dengan napas cepat sedang memegang balok kayu yang ia pungut di gudang tadi.

Matanya beralih pada gadis kecil yang meringkuk, menangis ketakutan dan segera mendekatinya.

"Dik, kamu tidak apa-apa?"

Zarisha dengan sayu melihat orang yang baru saja datang dan akhirnya rebah di dekapannya.

"Dik ... Adik Kecil ... Adik Kecil ..."

...***...

get bab pertama ya

Ini karya terbaru aku setelah sekian lama HIATUS karena sibuk dengan pekerjaan di dunia nyata. Semoga suka ya.

1
Aku Rajin Membaca
kakak, aku padamu
Aku Rajin Membaca
nah loh, tuh kan? kangen gak lu? pdhl udah biasa dicup cup suamik, malah lari 😂 kesepian kan
Aku Rajin Membaca
yaaah, pisah
Aku Rajin Membaca
kenapa masih batu lovanya?
Aku Rajin Membaca
maaf, bukannya sedih aku malah ngakak 😭😂
Aku Rajin Membaca
sebucin itu arnold yg awalnya pengen manfaatin lova
Aku Rajin Membaca
syukurin telo kayu!
Aku Rajin Membaca
mati kau telo kayuuu
Aku Rajin Membaca
😭😭😭😭
Aku Rajin Membaca
😭😭😭😭😭
Eva Karmita
sedihnya harus berpisah dengan mereka berada masih Ngantung ,, kita belum tahu nama baby twin ..
SoVay: wkwkwkw..boncap nanti malah kebosenan kak 🙈🙈
total 1 replies
Eva Karmita
semoga nanti ada cerita untuk keturunan anak" pak dokter gemulai
Eva Karmita: ngak lah aku setia menunggu cerita mereka 🥰🤭
total 3 replies
Eva Karmita
udah tamat aja ni ....🥺

Otor kita belum tahu nama" anak pak dokter looo...udah main tamat aja 😭😭💔 ...boncap dong biar kita tau keseruan Arnold ngasuh dua anak kembarnya please boleh ya 🙏🙏🙏😩🤭
SoVay: kak, baca perawat magang yuk, d sana masih ada Arnold dan Lova kok 🤣 kebalikannya di sini dia
total 2 replies
Eva Karmita
masyaalloh Alhamdulillah setelah begitu banyak melewati badai rumah tangga akhirnya kalian diberikan kebahagiaan dan diberi dua calon malaikat kecil yang akan meramaikan rumah tangga kalian 🥰🥰

selamat Lova Arnold semoga persalinan nya nanti normal dan lancar...
Eva Karmita
bismillah semoga ada kabar gembira ya Lova 🥰🥰
Eva Karmita
mana bisa Lova balas dendam wong hati nya selembut sutra 🤣🤣🥰🥰
Eva Karmita
pelan" pak dokter...kok cuacanya sama si pak dokter di tempat ku juga lagi turun hujan bercampur angin ni 🤣🤣
Eva Karmita
kok aku ngk pernah dapat note kalau Lova update ya ?? 🤔
Nada She Embun
jadi plong deh... kalo udah cerita dari hati ke hati... maka kamu akan dengan mudah menerima kelebihan dan kekurangan pasanganmu... 😍 semangat Thor...
SoVay: ini udah di ujung semangat ni jakak 🙈 tapi semoga semua suka ya dengan cerita arnold dan lova 😚
total 1 replies
mimief
semoga... semoga jadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!