NovelToon NovelToon
Gadis Manja Tuan Mafia

Gadis Manja Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cintapertama
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

​Niatnya cari pelarian, malah dapet "tuan muda" kematian.

​Alicia kabur ke Italia dan mencari pria paling tampan untuk menghina selera perjodohan ayahnya. Misinya berhasil ia menemukan Dante, pria dengan visual sempurna yang mau diajaknya bermalam bersama.

Tapi keesokan paginya, Alicia baru sadar kalau dia bukan baru saja menaklukkan pria biasa, melainkan seorang predator paling ditakuti di Eropa. Ternyata, merayu bos mafia saat mabuk adalah ide terburuk yang pernah Alicia lakukan seumur hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 1

"Ayah tidak sedang meminta pendapatmu, Alicia. Ini adalah pengumuman," suara bariton Surya Atmadja bergetar rendah, bergema di ruang makan yang luasnya hampir menyamai lobi hotel bintang lima.

Alicia membeku. Di tangannya, sepotong croissant mentega yang diimpor langsung dari Prancis mendadak terasa seperti gumpalan kertas hambar. "Dijodohkan? Ayah, ini tahun 2026. Bahkan sistem operasi ponselku saja sudah diperbarui berkali-kali, kenapa pikiran Ayah masih terjebak di zaman Siti Nurbaya? Dan siapa tadi namanya? Bambang? Bahkan namanya saja tidak memiliki struktur fonetik yang estetik!"

Surya meletakkan cangkirnya dengan denting pelan yang mengancam. "Bambang Prakoso adalah putra tunggal rekan bisnis terpenting Ayah. Dia lulusan terbaik ekonomi dari London. Dia cerdas, mapan, dan akan memimpin lini bisnis kita di sektor infrastruktur."

"Aku tidak peduli dia lulusan terbaik atau calon penguasa dunia sekalipun!" Alicia menggebrak meja, membuat sendok di atas piringnya berdenting nyaring. "Aku sudah melihat fotonya semalam, Yah. Wajahnya... wajahnya seperti kentang rebus yang terlalu lama direndam air! Dan postur tubuhnya? Dia terlihat seperti huruf 'S' yang dipaksa berdiri tegak. Bagaimana bisa Ayah memintaku menghabiskan sisa hidupku dengan pria yang merusak pemandangan mataku setiap pagi?"

Surya menatap putrinya dengan tatapan datar yang menusuk. "Visual tidak akan membayar tagihan kartu kreditmu yang mencapai angka sembilan digit itu, Alicia. Selama ini kau hanya tahu cara menghamburkan uang. Sekarang, saatnya kau menjadi berguna bagi stabilitas perusahaan. Pernikahan akan dilaksanakan tiga bulan lagi. Tidak ada negosiasi."

Alicia terdiam, dadanya naik turun menahan ledakan emosi. Ia tahu, jika ayahnya sudah mengeluarkan nada bicara seperti itu, maka perintahnya setara dengan titah dewa. Namun, Surya sepetinya melupakan sesuatu, ia membesarkan seorang Alicia Atmadja. Gadis yang jika dilarang menyentuh api, maka ia akan membakar seluruh rumah sebagai bentuk protes.

Jika ayahnya ingin bermain dengan otoritas, maka Alicia akan bermain dengan hak istimewanya sebagai "Bencana Nasional" keluarga Atmadja.

Gadis normal mungkin akan mengemas tas ransel, membawa pakaian seadanya, dan menyelinap keluar lewat jendela saat hendak kabur. Tapi Alicia adalah pengecualian dari segala hal yang normal. Baginya, kabur dari rumah bukan berarti ia harus terlihat menyedihkan.

"Oke, skincare inti... wajib masuk. Gaun malam koleksi Spring... angkut. Sepatu heels dua belas senti... tentu saja. Siapa tahu aku harus lari dari kejaran intelijen Ayah, tentunya kakiku tetap harus terlihat jenjang?" gumam Alicia sembari menjejalkan barang-barangnya ke dalam lima koper berukuran jumbo.

Malam itu, di bawah keremangan lampu kamar, ia bekerja seperti agen rahasia. Ia telah memindahkan sebagian besar dana daruratnya ke akun yang sulit dilacak, setidaknya cukup untuk hidup mewah selama beberapa bulan ke depan. Destinasinya adalah? Milan, Italia. Mengapa Milan? Sederhana. Jika ia harus menjadi buronan internasional, ia ingin menjadi buronan paling modis di pusat mode dunia.

"Selamat tinggal, Bambang sang kentang rebus. Dunia luar, bersiaplah. Alicia Atmadja datang untuk menyelamatkan mata kalian," bisiknya penuh percaya diri. Dengan suapan jam tangan mewah kepada dua penjaga gerbang belakang yang malang, Alicia menghilang ke dalam kegelapan malam, menuju bandara untuk mengejar penerbangan kelas utama pertamanya menuju kebebasan.

Penerbangan belasan jam tidak mampu melunturkan aura glamor Alicia. Saat melangkah keluar dari Bandara Malpensa, ia tetap terlihat seperti supermodel yang baru saja turun dari panggung catwalk. Kacamata hitam besar menutupi matanya, dan mantel bulu imitasi tersampir di bahunya dengan gaya acuh tak acuh.

"Ciao, Italia!" Alicia menghirup udara Milan yang dingin. Aroma udara Eropa terasa seperti kebebasan, tentunya bebas dari perjodohan, bebas dari aturan kaku ayahnya.

Namun, realitas pertama menghantamnya di trotoar bandara.

"Signorina (Panggilan untuk wanita muda *yang belum menikah*), bagasi Anda... ini tidak mungkin masuk semua," ucap seorang supir taksi dengan aksen Italia yang kental, menatap lima koper raksasa Alicia.

"Lalu aku harus bagaimana? Membuang baju-bajuku? Kau gila?" Alicia berkacak pinggang, dagunya terangkat tinggi. "Cari mobil yang lebih besar atau aku akan membeli perusahaan taksimu dan memecatmu sekarang juga!"

Setelah perdebatan sengit dan biaya tambahan yang cukup untuk membeli sebuah motor baru, Alicia akhirnya sampai di sebuah hotel butik mewah di pusat kota. Ia segera memesan kamar Presidential Suite. Baginya, kabur dari rumah adalah tentang mempertahankan standar, bukan tentang penderitaan.

Malam pertamanya di Milan tidak boleh disia-siakan dengan sekadar tidur. Alicia menatap pantulan dirinya di cermin besar hotel. Ia mengenakan gaun sutra berwarna merah marun yang memeluk lekuk tubuhnya seperti kulit kedua. Potongan roknya yang tinggi memperlihatkan kaki jenjang yang terawat, sementara belahan dadanya yang berani memberikan pernyataan, ia tidak datang untuk bermain-main.

"Malam ini, aku akan membuktikan pada Ayah. Aku akan menemukan pria yang visualnya bisa membuat satu bandara pingsan," gumamnya sembari memoleskan lipstik merah gelap yang tajam.

Tujuannya malam itu adalah The Abyss. Berdasarkan riset singkatnya di internet, itu adalah kelab malam paling eksklusif di Milan. Tempat di mana hukum moralitas seolah berhenti di pintu depan.

Kelab itu terletak di sebuah bangunan kuno dengan arsitektur gotik yang megah dan mengintimidasi. Pria-pria bertubuh raksasa dengan setelan jas hitam berdiri tegak di depan pintu, memindai setiap tamu dengan tatapan predator. Alicia melangkah maju tanpa ragu. Saat salah satu penjaga mencoba menghalangi, Alicia hanya menunjukkan kartu kredit hitamnya dan memberikan tatapan paling angkuh yang pernah ia pelajari dari ibunya.

"Aku tidak datang ke sini untuk mengantre. Minggir," ucapnya dingin.

Ajaibnya, penjaga itu terdiam mungkin terpesona oleh kecantikan Alicia yang eksotis dan tajam, atau mungkin merasa bahwa gadis ini terlalu gila karena memiliki kekuasaan. Pintu berat itu terbuka, dan Alicia melangkah masuk ke dalam kegelapan yang berdenyut oleh musik techno elegan dan aroma cerutu mahal.

Di dalam sana, suasana terasa berat namun bergairah. Pencahayaan sangat minim, hanya mengandalkan neon redup yang memberi kesan misterius. Alicia menuju bar, memesan Martini paling mahal, dan mulai memindai ruangan.

"Kentang... ubi... oh, yang itu lumayan tapi seleranya buruk," gumamnya, menyaring setiap pria di lantai dansa.

Alicia hampir merasa bosan sampai matanya menangkap sebuah pergerakan di lantai atas, di area VIP yang sangat tertutup. Di sana, duduk seorang pria sendirian di sofa kulit besar. Pria itu memegang gelas kristal berisi cairan amber, matanya menatap tajam ke bawah seolah ia memiliki seluruh kota ini di bawah telapak kakinya.

Rahangnya tegas, Postur tubuhnya tegak. Aura di sekitarnya begitu dingin, hingga orang-orang di sekelilingnya tampak menjaga jarak sejauh mungkin.

Jantung Alicia berdegup kencang. Bukan karena takut, tapi karena adrenalin yang meledak.

"Ditemukan," bisiknya dengan senyum kemenangan. "Itu dia. Pria yang akan menghancurkan standar Ayah selamanya."

Dalam kepalanya yang mulai sedikit pening akibat Minuman dan keberanian yang berlebihan, Alicia hanya melihat sebuah trofi visual yang sempurna. Ia tidak tahu bahwa pria itu adalah Dante Vallo. Pria yang pagi tadi baru saja memerintahkan eksekusi tanpa ampun di pelabuhan. Pria yang menguasai setiap bisnis haram di negara ini.

Alicia menyesap minumannya hingga tandas, membenarkan posisi gaunnya yang provokatif, dan mulai melangkah menaiki tangga menuju area VIP. Ia mengabaikan tanda dilarang masuk. Ia mengabaikan tatapan waspada para pengawal bersenjata yang mulai menyentuh kerah baju mereka, bersiap bertindak.

Alicia sedang berjalan menuju mulut neraka, dan ia melakukannya dengan senyum paling menawan yang pernah ia miliki.

1
~SasMaya ✧
hari ini satu bab dulu ya, bab lanjutannya belum sempet revisi masih banyak typo sana sini 🤭

jika berkenan jangan lupa like di setiap bab-nya yah 🥰

terima kasih dukungannya ✨
putmelyana
next Thor ceritanya 😍
putmelyana
aaaaa gak sabar banget bca cerita selanjutnya 😮‍💨
Amila FM,IG:amilaeditslife
Alicia panutanku 🫰
Amila FM,IG:amilaeditslife
ya kan Dante bener2 dah Lo Dante dante
Tevina Anggita
senenggg bangett denger ekspresi nya si dante🤭🤭
Tevina Anggita
akhhh makinnn seruuuu, semangat up nya thorr 🤭🤭🤭🤭🤭
Mita Paramita
dante ngambek nya awet 🤣🤣🤣
Tevina Anggita
yuhuuuuuu senangnyaaaa,plis sakit mental tu lebih dalam dari pada fisik😭😭😭,semangat up nya thorr👍👍
Seblak mercon..
bagus
putmelyana
next Thor ceritanya
Amila FM,IG:amilaeditslife
makasih kak, melihat alicia yang tidak terpuruk, jadi semangat lagi 💪
putmelyana
mantep lanjut Thor ceritanya banyakin adegan romantis mereka berdua dong Thor dan kelucuan baby leon
~SasMaya ✧: /Bye-Bye/tar yah... kalau mereka udah balik ke amalfi lagi.
total 1 replies
Tevina Anggita
klau Alicia menghilang pas Dante udh memaafkan seru kayaknya 🤣
~SasMaya ✧
📌 Demi mempercepat perkembangan cerita dan menghadirkan alur dari masukan kalian, author akan update 2 bab setiap harinya. ✨

Jangan lupa bantu support dengan like dan komentar yaa~ dan jangan jadi silent reader terus 🤭
Karena dukungan kalian bikin author makin semangat untuk terus melanjutkan cerita ini 🫰🏻
Sheila Aquariana
lagi thoor
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
sakit bgt bacanya. berasa sakitnya Alicia dan Dante. mungkin biar cepet baikkan ada scene Alicia mengorbankan sesuatu yang bikin Dante merasa menyesal tidak percaya lagi dgn Alicia. bisa juga Alicia harus berkorban menghilangkan jejak demi menyelamatkan Dante dan Leo dan bikin Dante terpuruk dan menyesal
~SasMaya ✧: ok sip kak..
terimakasih dukungan nya 🥰
total 1 replies
Tevina Anggita
kejam banget plis.....,Alicia di buat hilang jejak aja Thor... ngak semua salah Alicia plis..
Tevina Anggita: sippp makasihhh thorrr🤭🤭🤭🤭🤭

setelan pabrik? centill nya kah?
total 2 replies
putmelyana
Thor gaada adegan hot gtu dante Ama Alice KLO GK romantis
~SasMaya ✧: 🤣🤣 sabar yah.. Dante-nya kan masih ngambek 🤭
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
baik-baik ya Alicia & Dante, jangan pisah 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!