NovelToon NovelToon
Benih Cinta Sang Dokter

Benih Cinta Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.

Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 ( Kapan Hamil ? )

Pagi ini Raisa sudah bersiap dengan pakaian barunya, dimana hari ini adalah hari raya para umat muslim setelah menjalani puasa selama satu bulan.

Setelah menjalani sholat Ied, Raisa pun menghampiri suaminya untuk meminta maaf.

" Mas Adit, maaf ya kalau aku ada salah "

" Iya, Mas juga minta maaf ya "

Sebuah kecupan singkat Adit berikan di kening sang istri, Raisa pun tersenyum membalasnya.

" Kita jadi mau kerumah Mamah dulu kan ? Baru setelah itu kita kerumah ibu kamu " ucap Adit

" Iya Mas " Raisa mengangguk

" Yaudah kamu siap siap dulu sana "

Sejujurnya Raisa malas, ia sudah menebak apa yang akan ditanyakan kepadanya.

Raisa sendiri sudah menginginkan anak kecil dalam keluarganya, tapi sampai sekarang mungkin Tuhan belum mempercayai dirinya seorang anak.

Setelah bersiap siap Raisa dan Adit segera pergi menuju rumah Mamah mertuanya, sepanjang jalan Raisa lebih banyak diam dan melamun dibandingkan biasanya.

" Kue buat mamah udah kan ? " tanya Adit

" Udah ko Mas "

Jarak dari rumah Raisa kerumah Mamah mertuanya kurang lebih memakan waktu 1 jam, tak butuh waktu lama akhirnya merekapun tiba dirumah mamah mertua.

" Assalamualaikum " ucap Adit dengan gembira

" Waalaikumsalam " jawab keluarga dengan serentak

Raisa berjalan di belakang Adit, walaupun sudah dua tahun menikah Raisa masih merasa canggung jika berkumpul dengan keluarga besar Adit.

" Mah, maafin Raisa ya kalau ada salah " ucap Raisa kepada Mamah mertua

" Sama sama, maafin juga kalau Mamah ada salah "

Bergantian kepada ayah mertuanya, Raisa pun melakukan hal yang sama.

" Kalian sudah makan belum ? Makan dulu sana " ucap sang Papah mertua

" Iyah Pah " Raisa mengangguk

Raisa duduk dibangku bersama dengan yang lainnya, rumah itu cukup besar untuk menampung keluarga besar.

Adit anak kedua dari empat bersaudara, saat lebaran tiba semua keluarga berkumpul dirumah sang Mamah.

Rumah itu terasa ramai dengan suara anak anak, ada yang saling rebutan mainan atau hal lainnya.

Terlebih lebaran kali ini mereka mendapatkan personil baru, Nita adik Adit yang baru saja melahirkan anak keduanya.

" Kapan nih ka nyusul ? " tanya Nita sambil mengayun sang anak dalam pangkuannya

" Doain aja Nit " ucap Raisa sambil tersenyum

" Kamu udah cek belum sih Sa ? atau mungkin kamu tuh karena kecapean kerja, lagian kenapa sih ga resign aja " ucap sang Tante

Raisa hanya tersenyum menanggapinya, sedangkan Adit ia tak membela Raisa sedikitpun di keluarganya.

" Teman Mamah kemarin ikut program kehamilan gitu, kamu coba deh ketemu dokter itu. Tapi dia cuma praktek di hari Sabtu, temen mamah anaknya berhasil udah tiga tahun nikah " ucap sang Mamah mertua

" Iya Mah, nanti Adit bawa Raisa kesana " jawab Adit

" Memangnya istri kamu itu ga mau berhenti kerja aja, bisa jadi faktor cape jadi lama kalian punya anak. Sudah dua tahun kalian menikah, masa iya belum belum juga. Liat itu si Nita, udah punya anak dua " ucap sang Mamah kembali

" Adit udah pernah nyuruh berhenti, tapi Raisa yang ga mau mah "

" Istri kamu itu ko ga bisa dibilangin sih, heran deh mamah "

Raisa mendengarkan semuanya, ia hanya bisa diam menahan rasa sakit hatinya.

...

Sore harinya Raisa dan Adit pergi menuju rumah orangtua Raisa, sejak masuk kedalam mobil Raisa memilih untuk diam.

" Mamah nyuruh kita kontrol sama dokter "

" Iya "

" Ko iya doang sih Sa ? "

" Ya terus apa Mas ? Ya iya nanti kita datangin, sekarang kan lebaran emangnya dokter itu praktek ? "

" Ko kamu jadi ngegas gitu sih Sa ? "

" Ya Mas Adit sendiri gimana ? Mas itu ga pernah ngerti perasaan aku Mas "

" Kamu sendiri egois Raisa "

" Aku egois apa Mas Adit ? "

" Kamu tau ga sih, Mamah itu kepingin kita itu punya anak segera. Kamu juga di suruh berhenti kerja aja susah banget "

" Loh emangnya dengan aku berhenti bekerja kita bakal langsung punya anak ? udahlah Mas Adit, aku malas berdebat sama kamu "

Raisa tau hal seperti ini sudah berkali-kali mereka hadapi, Adit yang masih membela keluarganya dibandingkan perasaan sang istri.

Setelah menempuh perjalanan dua jam, Raisa pun sampai dirumah sang ibu.

" Assalamualaikum Bu " ucap Raisa

" Waalaikumsalam anak ibu "

Raisa langsung memeluk sang ibu, begitu juga dengan Adit yang langsung mencium punggung tangan ibu mertuanya.

" Dit, gimana kabarnya? " tanya sang Bapa mertua

" Baik Pak baik, bapa sendiri gimana ? Masih kontrol kerumah sakit pak ? "

" Alhamdulillah baik, masih cuma sudah sebulan sekali aja "

" Syukurlah lah Pak "

" Yaudah kalian istirahat dulu gih dikamar " ucap sang Ibu Mertua

Raisa dan Adit pun langsung masuk kedalam kamar, di kamar Adit langsung merebahkan tubuhnya.

" Jangan lama lama lah, aku mau istirahat dirumah " ucap Adit sambil memainkan ponselnya

" Kita baru sampai Mas Adit "

" Ya aku kasih tau kamu dari sekarang "

" Terserah kamu lah Mas, aku mau keluar dulu mau ketemu sama saudara "

Raisa yang sudah malas untuk berdebat pun memilih keluar dari kamar, ia langsung berkumpul bersama dengan keluarganya.

" Kamu dan Adit gimana ? Baik baik aja kan ? " tanya sang Ibu saat Raisa berada didapur

" Baik Bu "

" Syukurlah, oiya selamat ya sayang atas kenaikan pangkat kamu. "

" Iyah Bu, makasih banyak yah Bu "

" Ibu punya hadiah, tunggu ya "

Sang ibu langsung berlari ke dalam kamar, Raisa pun menunggu sang Ibu.

" Ini ibu punya hadiah buat kamu "

" Apa ini Bu ? "

" Ini itu selimut, kamu kan suka cerita kalau di kantor suka kedinginan. Selimut ini kan bisa dibawa-bawa, jadi nanti kamu ga kedinginan lagi di kantor "

" Makasih banyak ya Bu "

Raisa memeluk ibunya dengan erat, dibandingkan Adit sang Ibu justru lebih mementingkan dirinya.

" Emang ibu doang yang punya hadiah, Abang juga punya hadiah buat kamu nih " ucap sang Kaka Raisa yang tiba tiba bergabung

" Bang Rendi "

Sang Kaka memberikan sebuah hadiah kecil, dengan rasa gembira Raisa pun membukanya.

" Itu Ka Diana yang pilihin " kata Rendi sang kaka

" Percaya sih, soalnya selera Bang Rendi jelek "

Ditengah hancurnya perasaan Raisa, ia masih memiliki keluarga yang membuat dirinya bahagia.

1
Rian Moontero
lanjoootttt👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!