NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:172.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Sss.

Lin Ye menarik napas panjang. Rasa perihnya luar biasa, seperti ditaburi garam dan cuka sekaligus. Namun dia menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara rintihan, genggaman tangan kanannya mencengkeram tepi ranjang dengan kuat.

Bai Ruoxue bekerja dengan sangat telaten. Gerakan tangannya cekatan tapi sangat lembut. Sesekali dia meniup luka Lin Ye perlahan untuk mengurangi rasa perihnya. Wajahnya sangat fokus, menunjukkan dedikasi yang tinggi sebagai seorang tenaga medis.

"Anda sangat menahan diri, Tuan Lin. Kebanyakan pemuda desa akan berteriak minta ampun saat dibersihkan lukanya seperti ini," kata Bai Ruoxue mencoba mengalihkan perhatian Lin Ye dari rasa sakit.

"Saya hanya tidak ingin mengganggu pasien lain jika ada yang sedang tidur di belakang," jawab Lin Ye.

Bai Ruoxue tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat wajahnya terlihat semakin manis. "Saat ini klinik sedang kosong. Saya satu-satunya tenaga medis yang berjaga di sini sejak dokter senior pindah ke kota bulan lalu. Jadi Anda tidak perlu menahan diri terlalu keras."

"Anda mengurus klinik ini sendirian? Pasti sangat melelahkan mengurus seluruh warga desa," komentar Lin Ye, merasa sedikit kagum.

"Sudah menjadi tugas saya. Warga desa sini kebanyakan adalah petani tua yang sering mengeluh sakit punggung atau flu. Sesekali ada kasus terluka seperti Anda. Selesai. Kotorannya sudah bersih semua."

Bai Ruoxue meletakkan kapas kotor ke tempat sampah medis. Dia kemudian mengambil sebuah salep herbal berwarna hijau tua dari laci mejanya dan mengoleskannya ke sepanjang luka Lin Ye. Sensasi dingin yang sangat nyaman langsung menggantikan rasa perih tadi.

"Salep apa ini? Rasanya sangat dingin dan menenangkan," tanya Lin Ye penasaran.

"Ini salep herbal racikan saya sendiri dari lidah buaya dan daun mint liar yang saya temukan di kaki bukit. Sangat efektif untuk mencegah infeksi dan mempercepat penutupan luka," jelas Bai Ruoxue bangga. Dia kemudian membalut lengan Lin Ye dengan perban putih bersih dengan sangat rapi.

"Nah, sudah selesai. Tapi ingat, Tuan Lin. Anda tidak boleh menggunakan lengan kiri Anda untuk mengangkat benda berat selama tiga hari ke depan. Luka ini butuh waktu untuk menyatu kembali. Dan pastikan perbannya tidak terkena air saat Anda mandi," pesan Bai Ruoxue dengan nada memerintah layaknya seorang ibu yang memarahi anaknya.

"Tiga hari tidak boleh angkat beban berat? Tapi ladang saya butuh banyak air dan saya harus menggali tanah," protes Lin Ye.

Bai Ruoxue berkacak pinggang, menatap Lin Ye dengan pandangan tidak setuju.

"Pekerjaan ladang tidak akan lari kemana-mana, Tuan Lin. Kesehatan Anda yang paling penting. Jika luka ini terbuka lagi dan infeksi, Anda malah tidak akan bisa bekerja selama sebulan. Apakah Anda mengerti?" tegur Bai Ruoxue tegas.

Melihat sorot mata perawat itu, Lin Ye akhirnya menghela napas mengalah. Gadis ini berpenampilan lembut, tapi sangat keras kepala jika menyangkut soal kesehatan.

"Baiklah, Perawat Bai. Saya mengerti. Saya akan beristirahat dari pekerjaan berat untuk sementara waktu. Berapa biaya pengobatannya?" Lin Ye merogoh saku jaketnya dengan tangan kanannya.

"Dua puluh yuan untuk obat dan perban," jawab Bai Ruoxue.

Lin Ye menyerahkan selembar uang dua puluh yuan. "Terima kasih banyak atas bantuan Anda yang sangat cekatan, Perawat Bai."

"Sama-sama, Tuan Lin. Ingat pesan saya, jangan memaksakan diri bekerja sendirian. Jika butuh bantuan di ladang, jangan sungkan meminta tolong pada warga desa. Kami semua peduli pada Anda," kata Bai Ruoxue sambil memberikan senyum hangatnya.

Lin Ye mengangguk. Dia dan Kepala Desa Wang kemudian berjalan keluar dari klinik.

"Perawat Bai itu gadis yang sangat baik dan telaten, bukan?" kata Kepala Desa Wang saat mereka berjalan di jalan utama. "Banyak pemuda desa yang mencoba mendekatinya, tapi dia selalu sibuk mengurus pasien dan meracik obat herbalnya sendiri."

"Dia memang sangat profesional dan peduli, Kepala Desa," jawab Lin Ye setuju.

"Baiklah, aku harus kembali ke balai desa. Ingat kata Perawat Bai, jangan bekerja terlalu keras hari ini. Pulanglah dan istirahat," pesan Kepala Desa Wang sebelum mereka berpisah di persimpangan jalan.

Setibanya di rumah, Lin Ye duduk di kursi teras belakang. Dia melihat lengan kirinya yang terbalut perban putih rapi. Rasa sakitnya sudah hilang berkat salep herbal itu, tapi dia memang tidak bisa mengayunkan cangkul atau menimba air dengan bebas hari ini.

"Rencana membersihkan sumur dan memperluas lahan harus ditunda," gumam Lin Ye kecewa.

Matanya kemudian tertuju pada pancingan bambu kuning peninggalan kakeknya yang tadi dia letakkan di tanah dekat gudang.

"Satu tangan masih bisa memegang pancingan," ucap Lin Ye, sebuah ide muncul di kepalanya. "Sungai desa letaknya tidak jauh dari sini. Menghabiskan sisa hari dengan memancing sambil menunggu tanaman tumbuh sepertinya bukan ide yang buruk. Lagipula, itu termasuk istirahat yang produktif."

Lin Ye mengambil pancingan bambu itu. Dia berjalan ke pekarangan belakang, menggali tanah sedikit dengan sebatang kayu, dan menemukan beberapa ekor cacing tanah yang cukup besar dan gemuk untuk dijadikan umpan. Dia memasukkan cacing-cacing itu ke dalam kaleng bekas.

Lin Ye berjalan santai keluar dari pekarangan rumahnya, menyusuri jalan setapak yang mengarah ke pinggiran desa. Di sana terdapat sebuah sungai beraliran sedang yang airnya sangat jernih. Bebatuan sungai terlihat jelas di dasar air, dan suara gemericik airnya memberikan suasana yang sangat menenangkan.

Lin Ye mencari tempat yang teduh di bawah sebuah pohon willow tua di pinggir sungai. Dia duduk di atas batu besar yang pipih, mengaitkan seekor cacing ke kail besinya, dan mengayunkan pancingan bambunya ke tengah sungai.

Swosh. Plup.

Pelampung kayu bulat itu jatuh ke permukaan air dan mengapung dengan tenang. Lin Ye memegang gagang pancingan dengan tangan kanannya, membiarkan lengan kirinya beristirahat di atas pahanya.

Angin sepoi-sepoi bertiup pelan. Lin Ye menutup matanya sejenak, menikmati kedamaian yang sama sekali tidak pernah dia rasakan di kota. Tidak ada suara klakson, tidak ada email masuk, tidak ada tenggat waktu. Hanya ada suara air mengalir dan daun yang bergesekan.

"Inilah alasan sebenarnya kenapa aku kembali ke sini," batin Lin Ye damai.

Tiba-tiba, sebuah suara notifikasi yang sangat familiar menggema di dalam kepalanya, memecah lamunannya.

Ting.

Layar hijau transparan muncul secara otomatis di depan wajah Lin Ye, menutupi pemandangan sungainya.

"Peralatan Pancing Tradisional terdeteksi di tangan Pengguna."

"Lingkungan perairan alami terdeteksi di sekitar Pengguna."

"Memenuhi syarat awal aktivasi fitur rekreasi alam."

"Membuka Fitur Sistem: Pemancingan Level 1."

Lin Ye membuka matanya lebar-lebar. "Pemancingan Level 1? Sistem ini benar-benar mencakup semua aspek kehidupan alam."

Teks di layar hijau itu terus bergulir.

"Fitur Pemancingan Level 1 aktif."

"Efek Pasif: Meningkatkan sensitivitas tarikan senar. Memungkinkan Pengguna membedakan jenis gigitan ikan dari getaran gagang pancing. Memberikan peluang kecil untuk menangkap Ikan Energi Kualitas Rendah di perairan biasa."

"Misi Sampingan Diaktifkan: Tangkapan Pertama."

"Tugas: Berhasil memancing tiga ekor ikan jenis apa saja dari sungai ini."

"Hadiah: 15 Koin Alam, 1 Resep Umpan Herbal Penarik Ikan."

Lin Ye tersenyum lebar. Rasa bosannya karena tidak bisa bertani sirna seketika. "Sistem ini selalu tahu cara memberiku motivasi. 15 Koin Alam dan resep umpan? Ini tawaran yang tidak bisa dilewatkan."

Dia memusatkan seluruh perhatiannya pada pelampung kayu di tengah sungai. Berkat efek pasif dari sistem, dia bisa merasakan setiap getaran kecil dari senarnya. Getaran arus air terasa berbeda dengan getaran saat ada benda yang menyentuh kail.

Dug. Dug.

Pelampung kayu itu mulai bergerak turun naik dengan ritme pelan. Lin Ye menahan napasnya. Getaran di gagang pancingnya memberitahunya bahwa ikan ini sedang menguji umpan.

Dug. Byur.

Pelampung itu tenggelam sepenuhnya ke dalam air. Senar pancingnya langsung menegang kuat.

"Kena kau," seru Lin Ye gembira.

Dia menarik gagang pancingnya dengan sentakan kuat menggunakan tangan kanannya. Terjadi perlawanan dari dalam air, membuktikan bahwa ikan yang memakan umpannya memiliki ukuran yang lumayan besar.

Lin Ye berdiri, mempertahankan ketegangan senarnya sambil memutar tubuhnya untuk menarik mangsanya ke pinggir sungai.

Air sungai memercik keras saat seekor ikan mas berukuran dua telapak tangan orang dewasa melompat keluar dari air, sisiknya memantulkan cahaya matahari sore dengan indah.

"Satu ekor berhasil ditangkap. Dua lagi, dan koin alam itu jadi milikku," ucap Lin Ye dengan penuh semangat, melepaskan kail dari mulut ikan mas tersebut dan memasukkannya ke dalam ember kecil yang dia bawa. Petualangan memancing pertamanya di desa resmi dimulai.

1
Jeffie Firmansyah
keren semangat suka cerita nya
Jeffie Firmansyah
terimakasih Thor saya sdh baca hingga selesai, ceritanya bagus , dengan genre yg berbeda, pada novel 2 , yg lain... sehat selalu Thor 💪💪💪💪
Yui: terimakasih banyak kak sudah membaca sampai selesai, maaf klo banyak kesalahan dalam penulisannya, dan mungkin bisa baca juga novel author yang lain😊😊😊
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
tanamannya gak jelas.... cm panen sekali bubar ganti lg...
Memyr 67
𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇 𝗓𝖺𝗆𝗋𝗎𝖽𝗇𝗒𝖺 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗂𝗍𝗎 𝖺𝗃𝖺. 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝖾 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝖻𝖾𝗋𝖼𝗈𝖼𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗇𝖺𝗆𝗇𝗒𝖺, 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖼𝗈𝖻𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺.
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗍𝖾𝗇𝗀𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗉𝗎𝗅𝖺𝗎? 𝗈𝗐 𝗂𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗒𝖺𝗆𝗉𝖾 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝗍𝗈𝖻𝖺 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖼𝗁𝗂𝗇𝖺, 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗇𝖺𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗎𝗉 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗒𝖺? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗀𝗂𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀, 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗐𝗂 𝖼𝖺𝗆𝗉𝗎𝗋 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇? 𝖺𝗉𝖺 𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝖺𝗎𝗇 𝗌𝖺𝗐𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇?
Reyzz: melonnya yang rasa sawi kak😭
tergantung genetik sih, kalo dominan melonnya ya sawi rasanya melon, kalo dominan sawi ya melon rasa sawi
total 1 replies
Memyr 67
𝗌𝖾𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇 𝗃𝗂𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂, 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝗎𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗁𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄, 𝗀𝖾𝗅𝖺𝗀𝖺𝗉𝖺𝗇, 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝗌𝖾𝗄𝖾𝗅𝗂𝗆𝗉𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺, 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗉𝖾𝗍𝗂𝗇𝗀𝗀𝗂 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗉𝗂𝗍. 𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝖺𝗃𝖺 𝖽𝗂𝗋𝖾𝗆𝖾𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝗎𝗂𝗍 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌𝖺𝗇 𝗋𝗂𝖻𝗎 𝗒𝗎𝖺𝗇, 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂.
Memyr 67
𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍, 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝖺𝗉𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍. 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗈𝗍𝖺 𝖽𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇.
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄 𝗒𝖺? 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗈𝖻𝗈𝗁 𝗀𝗂𝗍𝗎, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗆𝗉𝗂𝗇 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝖻𝖺𝗐𝖺𝗁. 𝗅𝗈𝗅
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄? 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝗌𝖺𝗃𝖺, 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗎𝖽𝗂𝗄. 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗁, 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇𝖽𝖺𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗍𝗈𝗍, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗍𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖺𝗃𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗂𝗄𝗎𝗍 𝗌𝖾𝗌𝖾𝗄 𝗇𝖺𝗉𝖺𝗌
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝖻𝗎𝖺𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗄𝖺𝗍𝗂 𝗍𝖺𝗋𝗀𝖾𝗍
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝖺𝗂𝗋 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖻𝗈𝗍𝗈𝗅?
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!