NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Giok Misterius

Kota Pelabuhan Awan Awal sangatlah luas, dengan jalanan yang berlapis kristal spiritual dan bangunan yang melayang berkat formasi anti-gravitasi. Di langit, perahu-perahu kecil berlalu lalang layaknya kereta kuda di dunia fana.

Kelompok Zhao Xuan berjalan santai menyusuri distrik perdagangan. Tujuan mereka bukanlah mencari tempat penginapan, melainkan sebuah bangunan megah berbentuk pagoda sembilan tingkat yang memancarkan cahaya ungu kemerahan di pusat kota.

Rumah Lelang Awan Ungu.

Ini adalah cabang dari salah satu konglomerasi dagang terbesar di Benua Tengah. Tempat di mana pil tingkat dewa, senjata pusaka kuno, dan budak kultivator ras langka diperdagangkan secara legal setiap hari.

"Tuan Zhao," lapor Jian Zui dengan suara pelan. "Dari informasi yang saya dapat di pelabuhan tadi, hari ini Rumah Lelang Awan Ungu akan mengadakan Lelang Bulanan Tingkat Tinggi. Banyak faksi besar yang mengirim perwakilan ke mari."

Zhao Xuan mengangguk. "Kita butuh informasi mengenai peta kekuatan Benua Tengah saat ini, dan kita juga butuh beberapa material untuk menyempurnakan Formasi Pelindung Kapal. Mari kita lihat apa yang mereka tawarkan."

Mereka berempat melangkah masuk ke gerbang pagoda.

Di pintu masuk, seorang penjaga gerbang tingkat Ascendant langsung menahan mereka. Penjaga itu melihat pakaian Zhao Xuan yang setengah terbakar dan jubah Long Chen yang lebih mirip kulit binatang buas.

"Maaf, Tuan-Tuan," sapa penjaga itu dengan senyum palsu yang merendahkan. "Ini adalah Lelang Bulanan Tingkat Tinggi. Syarat untuk masuk ke Aula Biasa adalah harus memiliki Giok Bintang minimal lima ratus ribu. Jika tidak, silakan datang ke lelang barang di pasar bawah."

Long Chen langsung mengerutkan kening dan menggulung lengan bajunya. "Hei, anjing penjaga! Beraninya kau—"

Sebelum Long Chen memukul penjaga itu, Zhao Xuan dengan santai mengangkat tangannya, menghentikan sang Naga. Ia tidak ingin menghancurkan bangunan ini hanya karena masalah pintu.

Zhao Xuan menjentikkan jarinya ke arah Gu Tianxue.

Tianxue maju satu langkah, merogoh cincin spasialnya, dan mengeluarkan sebuah Plakat Giok Hitam Berukir Bulan Sabit. Ini adalah plakat identitas milik Patriark Klan Iblis Surgawi yang diserahkan oleh Gu Cang sebelum mereka pergi, berisi seluruh sisa kas perbendaharaan Klan Iblis Surgawi dari Benua Utara.

Melihat plakat giok hitam tersebut, mata penjaga itu membelalak ngeri.

"P-Plakat Giok Hitam VIP?! Itu... itu adalah token kekayaan tingkat satu! Setara dengan puluhan juta Giok Bintang!" Penjaga itu langsung pucat, membungkuk hingga dahinya hampir menyentuh lantai. "Maafkan ketidaktahuan anjing rendahan ini, Yang Mulia! Silakan, silakan menuju ke Ruang VIP di lantai sembilan!"

Arogansi Benua Tengah runtuh seketika di hadapan kekayaan absolut.

Seorang pelayan wanita cantik segera datang dan mengantar mereka ke lantai tertinggi pagoda. Ruang VIP itu sangat mewah, dilengkapi dengan jendela kristal formasi searah yang memungkinkan mereka melihat seluruh aula pelelangan di bawah tanpa terlihat dari luar. Di atas meja, tersaji buah-buahan spiritual berumur seribu tahun.

"Bos, plakat itu benar-benar ajaib," Long Chen langsung menggigit buah Persik Surgawi. "Aku harus memeras leher Patriark Gagak Malam itu untuk memberiku satu nanti."

"Duduklah yang tenang, Tuan Muda Long," Jian Zui duduk dan menatap ke arah aula di bawah. "Pelelangan akan segera dimulai."

Aula di bawah mereka dipenuhi ribuan kultivator. Di ruang-ruang VIP lain di lantai sembilan, Zhao Xuan bisa merasakan fluktuasi Qi yang kuat, menandakan kehadiran berbagai Tuan Muda dan Tetua dari sekte-sekte ternama.

Di atas panggung pelelangan, seorang Juru Lelang wanita yang luar biasa menggoda dengan pakaian sutra tipis melangkah maju. Ia adalah seorang kultivator tingkat God King Awal yang menggunakan pesonanya untuk memanaskan harga.

"Selamat datang, Pahlawan dan Tetua yang terhormat!" sapa Juru Lelang itu dengan suara merdu. "Hari ini, Awan Ungu mempersembahkan pusaka-pusaka yang akan mengguncang Hati Dao Anda!"

Barang-barang awal yang dilelang adalah hal-hal standar: Pil Terobosan Tingkat Bumi, Pedang Qi Angin Terbang, dan Zirah Sisik Naga Air. Zhao Xuan bahkan tidak membuka matanya untuk melihat barang-barang itu. Ia memejamkan mata, membiarkan tubuh fananya terus beradaptasi dengan Api Nirwana di dalam dirinya.

Hingga akhirnya, sebuah barang yang ditarik dengan kereta giok masuk ke panggung.

"Barang ke-tujuh belas kita!" seru Juru Lelang, membuka kain penutupnya. "Sebuah benda misterius yang ditemukan di kedalaman Reruntuhan Kosmik Kuno! Kami menyebutnya... Batu Karang Penghisap Jiwa!"

Di atas kereta, teronggok sebuah batu hitam pekat seukuran kepalan tangan. Batu itu tidak memancarkan Qi spiritual, tidak memiliki Niat Dao, dan tampak seperti batu kali biasa. Namun, ada keanehan mutlak: saat Niat Spiritual God King dari Juru Lelang mencoba memindai batu itu, Niatnya langsung terserap tanpa sisa!

"Para Penilai kami dari tingkat Setengah Langkah God Emperor bahkan tidak bisa mengetahui bahan batu ini," lanjut Juru Lelang. "Satu-satunya hal yang pasti adalah batu ini kebal terhadap semua jenis serangan elemen dan Qi! Harga pembukaan: Seratus ribu Giok Bintang!"

Aula pelelangan mendadak hening.

Seratus ribu untuk sebuah batu bata yang tidak diketahui fungsinya? Para kultivator mulai mencibir.

"Itu pasti batu sampah dari dasar Lautan Kekosongan! Awan Ungu mencoba menipu kita!"

"Siapa yang bodoh mau membeli batu yang hanya bisa menyedot Niat Spiritual tanpa bisa digunakan sebagai senjata?!"

Bahkan di Ruang VIP lain, para jenius klan mengabaikan barang tersebut. Di salah satu Ruang VIP, Jian Chen dari Paviliun Pedang Bintang (yang diam-diam mengikuti Zhao Xuan) mendengus dingin menatap batu itu. "Barang rongsokan."

Di Ruang VIP Zhao Xuan, Long Chen dan Jian Zui juga kehilangan minat.

Namun, Zhao Xuan yang sedari tadi memejamkan mata, perlahan membuka matanya. Lingkaran emas di pupilnya berputar pelan. Ia tidak menggunakan Niat Spiritual untuk memeriksa batu itu. Ia menggunakan insting Ketiadaan-nya.

Saat Hukum Ketiadaan menatap batu tersebut, Zhao Xuan melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh siapa pun di ruangan itu. Di dalam lapisan batu hitam pekat itu, terdapat setitik darah... bukan darah spiritual, melainkan darah yang memancarkan Aura Tirani Fana Kuno!

Mata Zhao Xuan menyipit. Seringai tipis terbentuk.

Batu penyerap Qi? Bukan, batin Zhao Xuan. Itu adalah cangkang telur dari seekor Binatang Purba Ketiadaan. Sesuatu yang seharusnya tidak eksis di alam semesta ini.

"Dua ratus ribu," Zhao Xuan tiba-tiba berbicara dengan nada datar. Suaranya diperkuat oleh formasi ruangan, bergema ke seluruh penjuru aula lelang.

Seluruh aula seketika gempar. Semua kepala mendongak ke arah Ruang VIP nomor tujuh ruangan kelompok Zhao Xuan.

"D-Dua ratus ribu?!"

"Siapa orang bodoh di Ruang VIP itu?! Membuang uang sebanyak itu untuk batu?!"

"Pasti Tuan Muda kaya raya dari desa pinggiran yang baru pertama kali masuk kota!"

Juru Lelang wanita itu tersenyum lebar, matanya berbinar melihat ada mangsa yang terpancing. "Tamu VIP di Ruang Ketujuh menawarkan Dua Ratus Ribu! Apakah ada yang berani menaikkan—"

"Tiga ratus ribu."

Sebuah suara dingin dan arogan memotong dari Ruang VIP Nomor Tiga, ruangan yang berseberangan dengan Zhao Xuan.

Itu adalah suara Jian Chen!

Meskipun Jian Chen menganggap batu itu rongsokan, ia sengaja menawar karena ia tahu Zhao Xuan menginginkannya. Ini adalah langkah dari jenius lokal untuk menampar wajah pendatang baru. Ia ingin menunjukkan dominasi dan kekayaan Paviliun Pedang Bintang.

Di dalam ruangannya, Jian Chen tersenyum mengejek. "Bocah berambut merah dari Benua Utara, mari kita lihat seberapa dalam kantongmu."

Di Ruang VIP Nomor Tujuh, Long Chen langsung emosi. "Bos! Orang di seberang sana sengaja mencari masalah! Biar kutawar—"

"Lima ratus ribu," ucap Zhao Xuan memotong Long Chen, tanpa merubah nada suaranya sedikit pun.

Seluruh aula kembali menahan napas. Setengah juta Giok Bintang?! Itu cukup untuk membeli sebuah sekte kecil di benua luar!

Wajah Jian Chen di ruangannya sedikit berkedut. Ia tidak menyangka pemuda ini akan langsung menaikkan harga begitu tinggi tanpa ragu. Arogansi Jian Chen sebagai jenius Pedang Bintang tersengat. Ia tidak boleh kalah taruhan di depan ribuan penonton.

"Satu juta Giok Bintang!" bentak Jian Chen dengan suara penuh Niat Pedang yang menekan ke seluruh aula. "Aku, Jian Chen dari Paviliun Pedang Bintang, menginginkan batu itu! Siapa pun yang berani melawanku, berarti tidak memberikan wajah pada Paviliun kami!"

Ancaman itu diucapkan secara terang-terangan!

Para kultivator di aula langsung menunduk ketakutan. Jika seorang elit dari Dua Faksi Suci menginginkan sesuatu, menawarnya adalah bentuk pencarian mati! Mereka semua berpikir bahwa orang di Ruang Ketujuh akan segera mundur ketakutan setelah mendengar nama besar itu.

Juru Lelang menelan ludah, tidak berani membantah ancaman Jian Chen. "T-Tuan Jian Chen menawarkan Satu Juta... Apakah... apakah Tuan di Ruang Ketujuh ingin menyerah—"

Zhao Xuan yang sedang bersandar di kursinya, perlahan memutar cangkir teh es di tangannya. Ia tidak melihat ke arah Ruang VIP milik Jian Chen. Ia bahkan tidak merasa terancam. Ia hanya merasa... bosan dengan basa-basi fana ini.

"Sepuluh juta," ucap Zhao Xuan datar.

BOOOOOOOOOOM!

Bukan ledakan fisik, melainkan ledakan kejut mental yang menghantam seluruh isi bangunan itu!

Sepuluh juta Giok Bintang?! Itu adalah harga untuk sebuah artefak tingkat Setengah Langkah God Emperor!

Di Ruang VIP-nya, Jian Chen memuntahkan seteguk arak yang sedang ia minum. Matanya mendelik lebar, wajahnya memerah karena malu dan marah yang luar biasa. Ia, seorang jenius Paviliun Bintang, baru saja dilindas oleh kekayaan dalam satu kalimat! Ia tidak memiliki uang sebanyak itu! Uang jajannya dari sekte hanyalah dua juta Giok Bintang.

"K-KAU... BAGAIMANA BISA KAU MEMILIKI SEPULUH JUTA?!" raung Jian Chen, kehilangan sikap elegannya, suaranya dipenuhi niat membunuh. "Kau mencoba menipu Lelang Awan Ungu! Tunjukkan uangmu!"

Zhao Xuan tidak menjawab. Ia hanya menjentikkan jarinya ke arah Gu Tianxue.

Gu Tianxue berjalan ke jendela formasi, dan dengan sengaja memproyeksikan dari Plakat Giok Hitam milik Klan Iblis Surgawi (yang merupakan harta warisan seratus ribu tahun) ke udara agar bisa dilihat oleh semua orang.

Angka yang tertera di sana adalah Sembilan Puluh Delapan Juta Giok Bintang.

Hening. Sunyi senyap seperti kuburan.

Jian Chen langsung jatuh terduduk di kursinya, wajahnya ditampar hingga hancur berkeping-keping di depan publik. Mulutnya terkunci rapat. Ia baru saja mencoba beradu kekayaan dengan seseorang yang membawa seluruh perbendaharaan sebuah benua di dalam sakunya.

Zhao Xuan kembali menatap ke arah panggung lelang, Seringai Asura-nya mekar tipis.

"Wajah Paviliun Pedang Bintangmu," ucap Zhao Xuan pelan, namun formasi suara memastikan seluruh orang di aula, termasuk Jian Chen, mendengarnya dengan jelas, "...ternyata terlalu murah untuk kubeli."

1
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
eka suci
si batu kemana tuh ada camilan gratis malah bobo cantik
eka suci
kakek pemabuk jangan kaget ya ,jantung aman kan😄
eka suci
bantu mengarahkan biar ngga mati
eka suci
panggung nya masih dibutuhkan jadi petir nya harus di serap kau kejam Zhao 🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
blarrrrrrrrrr..... sikatttttt epribadiiii...
Xiao Bar
lanjutin
Xiao Bar
lanjut thor
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️
Mahyuni Muhyar
Lanjuuuttttt thor 🦾👍🏻
Boo Ceng Li
💪💪💪🔥🔥🔥
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
si batu itu mirip si kerak 🤭 udah si gembul tukang tidur, si burung suka main api sekarang si batu suka makan qi🤣🤣🤣
Sang_Imajinasi: tahan ya ingat sekerak🤭
total 1 replies
eka suci
arogan ngga akan kalah🤣🤣🤣
Agung Curvanord
jooos
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Nova Bustomi
lanjutkan update nya Thor
Sang_Imajinasi: siap kak💪💪
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
mantuaapp Thor😎
Sang_Imajinasi: mantap dong 🤭
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassdddd pollll 5 bintang lagi mang suannnn...
saniscara patriawuha.
gasssssssdddd....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!