Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
" Alaskaaaaaa"
teriakan para fans yang cukup fanatik, siapa tidak kenal ALASKA ZOIN REXANDER atau dikenal dengan nama panggung Alaska Rexander, Dia seorang laki-laki muda berumur 19 tahun yang merupakan mahasiswa semester 2 dan berprofesi sebagai selebriti tanah air.
hidupnya begitu beruntung, selain dikaruniai wajah yang tampan serta tubuh tinggi profesional dia juga dari kalangan keluarga cukup terpandang dan yang menjadi hokinya saat ini adalah dia selebritis muda yang sedang naik daun bukan karena dia menjadi pemeran utama di film itu, justru dia hanya pemeran kedua dan menjadi seorang antagonis namun hanya karena ketampanannya dia menjadi idola para netizen tanah air.
" Alaskaaaaaaaaa Sofiaaaaa kalian best couple" teriak salah satu fansnya.
saat ini Alaska dan timnya sedang berkeliling kota untuk mempromosikan film.
begitu banyak sorak bangga kepada Alaska dan pemain lain dalam film itu.
' ternyata seperti ini rasanya terkenal, walaupun gue nggak lolos jadi pemeran utama, ternyata kepopuleran gue bisa ngalahin pemeran utama' gumam Alaska dalam hati, seula senyum terbit di wajah tampannya. senyuman yang khas membuat semua orang seolah hipnotis olehnya.
wartawan demi wartawan di lewatinya setiap hari, film yang dia bintangi menjadi rating teratas saat ini.
kini mereka telah menyelesaikan acaranya dan mengharuskan mereka untuk menginap di hotel yang sudah disediakan.
" kalian istirahat dulu, besok kita harus melanjutkan ke kota lain" uja crew.
"iya, baaang" sahutnya bersama dengan yang lain.
dalam satu kamar ini ditempati oleh tiga orang dan Alaska masuk ke dalam kamar hotel itu bersama kedua temannya yaitu Nando dan Marcel si pemeran utama di film itu.
"gila lo, ka. fans lo lebih banyak daripada fans gue. mana banyak yang ngegosipin lo sama Sofia lagi" ucap Marcel yang lebih dulu jadi senior di dunia perfilman. dan membuat Alaska tertawa.
" mungkin ini hoki gue" sahut Alaska.
" ini sih namanya terlalu hoki" Timpal Nando.
" berkat doa ibu" sahut asal Alaska.
" bisa kali Doa Ibu" Timpal Marcel dan mereka pun kembali tertawa.
"Bro, bro. supaya film ini makin naik ratingnya, mending lo setting pacaran sama Sofia gih, kalau sama gue kayaknya nggak nyambung. sofianya nyambung sama lo" tutur Marcel.
" emang harus gitu ya?" tanya Alaska.
" taktik marketing itu namanya" tahun Nando.
" tapi masalahnya gue punya cewek" ungkap Alaska.
"elah, ini juga bisa bikin nama lo jadi semakin naik, suruh cewek lo nutupin status kalian dari para netizen. dia juga pasti setuju. lo banyak duit dia juga pasti kecipratan banyak kan" sahur Nando.
" nah, bener banget" Timpal Marcel.
Alaska nampak berpikir. Dia sangat mencintai Willa pacarnya yang selama beberapa tahun ini telah bersamanya. pacar dari Alaska memang bukan dari kalangan selebriti, tapi dia cukup aktif di salah satu media sosial dan pengikutnya cukup banyak.
Willa Aislin nama yang cukup populer di kalangan netizen tanah air yang selalu banyak mendapat endorse dari berbagai brand. hanya saja memang status mereka selalu dirahasiakan karena keinginan Willa sendiri.
" Bro, gue ke bawah dulu ya, pengen nyari rokok" ucap Alaska.
" titip" sahut Marcel.
" Mana duitnya?" tanya Alaska.
" pakai duit lo dulu napa, gue nggak ada cash. Sekalian beliin cemilan sama minuman juga Bro" titah Marcel.
" Udah nyuruh minta lebih juga" cibir Alaska.
" itulah gunanya teman" sahut kembali Marcel dan Alaska hanya memasang bola matanya malas.
" hati-hati diculik orang. lo udah jadi seleb ternama" Saud Nando yang masih sempat bercanda.
" mau dong diculik, diculik tante-tante berduit" Alaska menimpali candaan Nando dengan begitu tengilnya.
"gila, gue juga mau kalau itu" sahut Nando.
" asal cantik dan bodynya gitar Spanyol sih gue juga mau" Timpal Marcel.
dan akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak membahas tante-tante tajir.
obrolan ketika laki-laki itu memang sudah tidak waras, mungkin hanya karena mereka semua seumuran dan Satu Frekuensi. gila di belakang layar namun selalu jaga image saat di hadapan para fans. Alaska pun keluar kamar hotel berniat mencari minimarket terdekat untuk membeli rokok dan beberapa cemilan serta minuman dingin. dia hanya menggunakan celana pendek di atas lutut dan hoodie yang menutupi area kepalanya agar tidak begitu dikenali oleh fansnya.
Alaska memasuki lift di hotel itu dan turun di lantai 4, itu terbuka menandakan ada seseorang yang akan masuk lift.
seorang gadis cantik masuk ke dalam lift itu dan berdiri membelakangi Alaska. dia menekan tombol basement hotel.
dari belakang Alaska menatap dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. gadis mungil itu hanya sebatas pundaknya, berkulit putih pucat dan rambut panjang berwarna Hanzel, rambut itu diikat acak hanya menggunakan jedai. penampilan cukup cuek dengan hotpants dan kemeja oversize, dia juga hanya menggunakan sendal jepit, namun Alaska tahu Gadis di hadapannya itu bukanlah seorang gadis biasa. semua yang dikenakannya bernilai ratusan juta, itu pun tanpa tas yang ditenteng karena memang dia tidak membawa tas.
sekilas wajahnya sangat cantik tapi Alaska tidak terlalu memperhatikan karena gadis itu membelakanginya.
Ting!
lift itu terbuka di basement hotel. Gadis itu keluar diikuti Alaska. dia lupa seharusnya Alaska keluar di lobby hotel.
"gila, gara-gara cewek ini gue jadi di basement. padahal gue nggak bawa mobil" gumam pelan Alaska.
" Jessyyyy" teriak seseorang. dan gadis yang bersama Alaska di lift tadi menoleh ke arah sumber suara.
" Kak Nara? lagi apa dia di sini?" gumam Alaska yang memperhatikan interaksi keduanya.
" Hai Alaska" tegur Inara yang mengenali Alaska yang sedang berada di tempat yang sama.
" Kak Nara?kok ada di sini?" tanya Alaska basa-basi.
" ketemu sama temen gue" sahut Inara.
Alaska gini bisa melihat wajah Gadis itu lebih dekat, dan ternyata benar-benar sangat cantik.
Alaska hanya tersenyum simpul dan sedikit menganggukkan kepala pada gadis yang dipanggil jessy oleh Inara.
"jessy, kenalin ini Alaska, iya Adik dari sahabatnya Juna. lo masih inget kan Arbian?"
" Iya, gue ingat" sahut Jessy.
" nah, ini adik bungsunya Arbian, namanya Alaska" ucap Inara memperkenalkan.
" Oh iya, Hai Alaska" ucap Jessy jauh lebih ramah.
" Hai Kak Jess-"
" namanya Jesslyn stevania, biasa dipanggil Jessy" Sela Inara.
" perlu ya lo nyebutin nama lengkap gue?" cibir Jessy.
"hahaha... emangnya kenapa? Nama lu bagus kok" sahut Inara dan Jesselyn hanya memutar bola matanya malas.
"eh, BTW lo kok ada di sini? Terus mau ke mana?" tanya Inara.
" Lagi promosi film Kak, semua pemain dan crew nginep di hotel ini. gue mau nyari minimarket, tapi salah pencet tombol lift. jadinya nyasar di basement" kilahnya panjang lebar dan tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Jesslyn yang melihat senyum dari Alaska sedikit terpana namun hanya sepersekian detik Jesslyn kembali tersadar.
" Ya udah, ikut aja sekalian nyari minimarket. nggak papa kan Jess?" ajak Inara.
"eh, kak gak-"
" nggak papa, Ayo naik" sama Jesslyn dan Alaska sedikit berpikir. daripada dia jalan kaki kan mending nebeng, pikirnya.
" nggak papa nih gue nebeng?" tanya Alaska memastikan.
" nggak apa-apa, ayo" sahut Jesslyn kembali.
Mereka pun masuk ke dalam mobil milik Jesslyn. Alaska cukup terpanah dengan mobil Jesslyn yang sangat mewah.
' cewek tajir ternyata, apalah gue. mobil gue aja cuma mobil yang harganya di bawah Rp500 jutaan doang. kerja apaan nih orang' batin Alaska.
" di depan sana kayaknya minimarket Jess" ucap Inara dan jeslit memarkirkan mobilnya di depan minimarket. Namun siapa sangka kalau Jesslyn dan Inara itu turun.
" Kalian juga mau beli sesuatu?" tanya Alaska.
" iya" sahut Jesselyn dan melangkah mendahului Alaska.
" nggak usah aneh, Jessie Emang sedikit dingin, tapi orangnya asik kok" ucap Inara sembari menepuk-nepuk bahu Alaska.
" dia seumuran kakak?" tanya Alaska tiba-tiba.
" kenapa nanyain umur?" tanya Inara sedikit heran.
" ya dia seumuran gue, dia calon kakak ipar lo tapi nggak jadi" lanjut Inara.
" maksudnya?" tanya Alaska nampak tak mengerti.
" dia itu sempat dekat sama Kakak lo, Ardian. tahunya Ardian malah dijodohin sama nyokap bokap lo" ungkap Inara.
" dia mantan pacarnya Kak Bian?"
" nggak sempat pacaran sih, cuman deket doang. Juan sama kakak tadinya mau jodohin mereka. tapi emang dasarnya nggak jodoh" sahut Inara dan Alaska hanya manggut-manggut.
Ternyata Gadis yang dia sangka masih seumuran dengannya, Dia adalah seorang wanita yang mungkin usianya cukup matang sekitar 29 tahun karena Kakak dari Alaska pun berusia 29 tahun.
Ardian Kakak sulungnya Alaska. Alaska 3 bersaudara dan kakak Alaska yang satunya lagi adalah seorang perempuan berusia 25 tahun. kedua Kakaknya sudah menikah. tinggal Alaska si anak bungsu yang masih kuliah dan tengah menikmati karir.
'kalau punya kakak ipar tajir mah hidup gue kayaknya enak banget' batin Alaska membayangkan kemewahan disertai senyum Tengil.
.
.
.