NovelToon NovelToon
SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang_Magenta

"Hanya karena aku miskin, kau membuangku seperti sampah?"

Andra, seorang kurir yang bekerja keras 14 jam sehari, baru saja diusir dari kontrakannya dan diputuskan oleh kekasihnya demi pria bermobil mewah. Namun, di saat titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Saldo Tak Terbatas Diaktifkan!]
[Level 1: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis.]
[Saldo saat ini: Rp 1.000... Rp 2.000...]

Dalam satu menit, ia mendapatkan Rp 60.000. Dalam satu jam, jutaan rupiah masuk ke rekeningnya tanpa melakukan apa pun. Dunia yang dulu menghinanya kini harus bersiap. Siapa pun yang pernah memandangnya rendah akan bersujud di bawah kakinya.

Bagi Andra, satu-satunya masalah sekarang bukan lagi cara mencari uang, tapi bagaimana cara menghabiskannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang_Magenta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Ruang Hitam Masa Lalu

Suara ledakan terakhir dari robot penjaga di luar tadi masih terngiang di telinga, tapi suasana di dalam lorong fasilitas ini justru sunyi senyap. Hanya ada suara dengung rendah dari mesin pendingin yang berusaha melawan suhu ekstrem Antartika. Dindingnya terbuat dari logam gelap yang memantulkan cahaya emas dari tubuh Andra.

Andra berjalan di depan, pistol energinya terarah lurus ke depan. Siska mengikuti tepat di belakangnya, jemarinya sesekali menyentuh dinding, mungkin teringat saat dia dulu diseret di lorong yang sama sebagai tawanan.

"Lorong ini... dulu tidak sedingin ini," bisik Siska. Napasnya membentuk uap putih di udara.

"Mereka mematikan sistem pendukung kehidupan di area non-vital untuk mengalihkan semua energi ke perisai bawah tanah," jawab Andra tanpa menoleh. "Mereka tahu kita sudah masuk."

Jagal, yang berjalan paling belakang dengan senapan mesinnya, sesekali melirik ke arah plafon. "Tuan, aku tidak suka kesunyian ini. Biasanya tempat seperti ini penuh dengan tentara atau drone keamanan. Ini rasanya seperti kita sengaja dibiarkan masuk ke dalam perangkap."

Andra berhenti di depan sebuah pintu lift besar. Di sampingnya ada panel pemindai retina. "Kamu benar, Jagal. Mereka memang membiarkan kita masuk. Tapi itu karena mereka pikir mereka punya sesuatu di dalam sini yang bisa menghentikan aku tanpa perlu peluru."

Andra meletakkan telapak tangannya di atas panel tersebut. Dia tidak punya akses, tapi Sistem di kepalanya langsung bekerja.

[Memulai Pemecahan Enkripsi Paksa...] [Biaya Akses: 5 Kristal.] [Pintu Terbuka.]

Sshhhhh...

Pintu lift terbuka dengan suara desis udara. Di dalamnya bukan lagi lorong kantor, melainkan sebuah ruangan luas yang menyerupai laboratorium raksasa. Di tengah ruangan, ada puluhan tabung kaca besar berisi cairan hijau bening. Dan di dalam tiap tabung itu... ada sosok manusia yang sedang tidur dengan kabel-kabel menempel di tulang belakang mereka.

Siska menutup mulutnya dengan tangan, matanya membelalak ngeri. "Andra... lihat mereka. Mereka semua... mereka semua seperti kita dulu."

Andra mendekati salah satu tabung. Dia melihat wajah pria di dalam sana. Wajah itu tampak tenang, tapi pucat seperti mayat. Di atas tabung itu ada label digital: SUBJEK GEN-4: GAGAL.

"Mereka terus mencoba," suara Andra terdengar berat karena marah. "Setelah aku melarikan diri, mereka bukannya berhenti, malah menambah jumlah korbannya. Mereka mencari 'Benih' yang lebih sempurna dariku."

Tiba-tiba, lampu di ruangan itu menyala terang. Sebuah hologram muncul di tengah ruangan. Sosok pria tua dengan setelan jas rapi dan rambut putih klimis—Direktur pengawas yang dulu sering muncul di mimpi buruk Andra.

"Selamat datang kembali, Andra," suara hologram itu terdengar sangat jernih, seolah-olah dia berdiri tepat di depan mereka. "Aku harus mengakui, investasiku padamu adalah yang paling sukses sepanjang sejarah perusahaan ini. Kamu bukan hanya bertahan hidup, tapi kamu berkembang melampaui perhitungan algoritma kami."

"Hentikan omong kosong ini!" teriak Andra. "Di mana data tentang ayahku? Dan di mana kalian sembunyikan otak dari semua kegilaan ini?"

Hologram itu tersenyum tipis, jenis senyum yang membuat bulu kuduk berdiri. "Ayahmu? Dia bukan sekadar korban, Andra. Dia adalah arsitek awal dari sistem yang ada di kepalamu itu. Dia memberikannya padamu karena dia tahu hanya darahnya yang bisa menanggung beban energi sebesar itu. Tapi sayang, dia tidak cukup kuat untuk melihat hasilnya sendiri."

Andra merasa dunianya seolah berputar. Ayahnya? Arsitek sistem ini? "Kamu bohong!"

"Cek saja di terminal utama di ujung ruangan ini, Andra. Semua datanya ada di sana. Tapi tentu saja, ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kebenaran," kata si Direktur sebelum hologramnya menghilang menjadi butiran cahaya.

"Tuan, jangan dengarkan dia! Itu cuma taktik buat bikin Anda bingung!" seru Jagal, tapi Andra sudah melangkah menuju komputer pusat.

Andra memasukkan jarinya ke slot data. Sistemnya mulai mengunduh semua file rahasia 'The Void'. Di layar besar, muncul foto-foto lama. Foto seorang pria yang sangat mirip dengan Andra, berdiri di depan laboratorium ini tiga puluh tahun yang lalu. Nama di bawah foto itu: Dr. Adrian, Kepala Proyek Evolution.

Andra merasa dadanya sesak. Selama ini dia mengira ayahnya dibunuh karena mencoba melindunginya, tapi kenyataannya... ayahnya adalah orang yang menciptakan penjara di dalam kepalanya ini.

"Andra... tenanglah," Siska memegang bahu Andra. "Apapun yang dia lakukan di masa lalu, itu bukan salahmu. Kamu yang sekarang adalah orang yang melawan mereka."

"Aku harus menghapus semuanya, Siska," kata Andra dengan suara bergetar. "Semua riset ini, semua nyawa yang mereka korbankan di tabung-tabung ini... semuanya harus berakhir sekarang."

[Ding! Deteksi Ancaman Level Merah!] [Sistem Pertahanan Mandiri Fasilitas Diaktifkan: Penghancuran Otomatis dalam 10 Menit.]

Suara alarm merah mulai meraung-raung. Lantai mulai bergetar hebat. 'The Void' lebih memilih menghancurkan seluruh fasilitas ini beserta isinya daripada membiarkan Andra membawa data tersebut keluar.

"Kita harus pergi!" teriak Jagal. "Tempat ini mau meledak!"

"Andra, tunggu! Lihat tabung itu!" Siska menunjuk ke sebuah tabung di pojok ruangan yang berbeda dari yang lain. Cairannya bukan hijau, melainkan emas redup. Di dalamnya, ada seorang gadis kecil yang tampak masih bernapas.

Andra tersentak. Dia tidak bisa membiarkan anak itu mati di sini. "Jagal, bawa Siska ke lift sekarang! Aku akan ambil anak itu!"

"Tapi Tuan, waktunya tinggal sedikit!"

"Itu perintah, Jagal! Pergi!"

Jagal terpaksa menarik tangan Siska yang masih ragu, membawa mereka lari menuju lift pendarat. Sementara itu, Andra berlari menuju tabung emas tersebut. Dia menghantam kaca tabung itu dengan sikutnya yang sudah diperkuat energi.

PRAAANGG!

Cairan hangat tumpah ke lantai. Andra menangkap tubuh gadis kecil itu. Saat kulit mereka bersentuhan, sebuah sensasi aneh mengalir ke kepala Andra. Dia bisa merasakan detak jantung anak itu—detak jantung yang memiliki ritme yang sama dengan Sistem miliknya.

"Satu lagi 'Benih'..." bisik Andra. Dia menggendong anak itu dan berlari sekuat tenaga.

Lorong-lorong mulai runtuh. Bongkahan beton jatuh dari langit-langit. Andra menggunakan energi emasnya untuk menciptakan perisai kecil di atas kepalanya sambil terus berlari. Dia bisa mendengar ledakan-ledakan dari lantai bawah yang mulai merambat naik.

Dia sampai di pintu lift tepat sebelum pintu itu tertutup otomatis. Jagal dan Siska menariknya masuk ke dalam kapsul pendarat yang tadi mereka gunakan.

"Luncurkan sekarang!" teriak Andra.

Kapsul itu melesat keluar melalui terowongan darurat, tepat saat seluruh fasilitas Antartika meledak dengan dahsyat. Dari jendela kapsul, Andra bisa melihat hamparan es putih itu kini berubah menjadi kawah api raksasa. Fasilitas neraka itu akhirnya hancur, terkubur bersama rahasia gelap ayahnya.

Di dalam kapsul yang berguncang hebat menuju orbit, suasana mendadak sunyi. Siska menatap anak kecil yang ada di pelukan Andra dengan tatapan iba.

"Siapa dia, Andra?"

Andra menatap wajah damai gadis kecil yang masih pingsan itu. "Dia adalah masa depan yang coba mereka curi, Siska. Dan dia adalah alasan kenapa aku tidak akan pernah berhenti sampai 'The Void' benar-benar musnah dari galaksi ini."

Andra menyandarkan kepalanya di dinding kapsul. Dia merasa sangat lelah, tapi di balik rasa lelah itu, ada rasa lega yang aneh. Rahasia tentang ayahnya memang menyakitkan, tapi sekarang dia tahu siapa musuh aslinya. Dia bukan lagi sekadar kurir yang beruntung mendapatkan sistem kaya mendadak. Dia adalah orang yang membawa tanggung jawab untuk menyelamatkan sisa-sisa kemanusiaan.

"Kita kembali ke kapal induk, Jagal," kata Andra pelan. "Beri tahu Vex, perang yang sebenarnya baru saja dimulai."

Kapsul mereka menembus awan, meninggalkan api yang masih membara di tengah salju abadi. Di atas sana, armada Bintang Besi sudah menunggu, siap untuk melakukan lompatan berikutnya menuju markas besar musuh di luar angkasa.

Andra tahu, perjalanan ini tidak akan mudah. Tapi sekarang, dia tidak lagi sendirian. Dia punya Siska, Jagal, dan satu harapan baru di pelukannya.

1
Sebut Saja Chikal
nanti saya mampir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!