Putra konglomerat Liu ChengYan atau yang memiliki nama panggung A Yan adalah Idola solo baru yang kini tengah naik daun di Shanghai. Dengan kharisma ,ketampanan serta bakat nya mampu memikat para penggemar dalam waktu 1 tahun debutnya. Selain daripada bakat dan ketampanan yang dia miliki, A Yan memiliki rahasia besar terlibat dengan seorang gadis bernama Zhou Xiarui yang merupakan pekerja di perusahaan milik keluarga nya itu.
Bagaimana kisah A Yan Dan Xiarui ? Kita akan melihat bersama keasyikan kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dk_Hiday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#05 Merahasiakan kehamilan
Dia melongo dan sejenak menatap cermin dan pikiran macam-macam pun ada semua di kepalanya.
Xiarui menyalakan kran dan menangis se jadinya meratapi nasibnya karena kecerobohan nya itu.
" Bagaimana aku bisa hidup kalo seperti ini, ini terlalu berat untuk di jadikan pilihan untuk terus hidup. " gumamnya sambil sesegukan menangis.
" Aku harus merahasiakannya dari siapapun , jangan sampai aku mengambil resiko untuk kedepannya. " Ucapnya penuh keyakinan.
Dia merasa ingin menyerah dan membuang anaknya tapi anak itu tidak bersalah.
...----------------...
Hari ini dia ijin untuk libur 1 hari di kantor dengan alasan sakit padahal pikirannya sedang benar-benar kacau balau.
kring... kring... [nomor tak dikenal]
" Halo, Maaf Dengan siapa? "
" Xiarui ,maaf ini kak Huajin. Kata Chenghao kamu ijin hari ini. Apa kamu sakit? " Tanya dengan nada khawatir.
" Iya kak, maaf ya. tapi tenang kak aku udah bikin model gaun nanti malam aku kerumah besar saja biar kakak memilihnya ya. " , Xiarui yang tak enak hati menawarkan diri malam hari.
" Apa tidak apa apa? kalo kamu sakit bisa besok saja. " Ucap huajin dengan lembut.
" Sudah agak mendingan kak, sebentar lagi aku kerumah besar kak. " ucap nya dengan semangat.
" Baiklah Xiarui, maaf merepotkan ya. " Huajin menutup telepon nya
Xiarui bersiap siap untuk ke rumah besar membawa berkas rancangan nya.
SESAMPAINYA DI RUMAH BESAR
"Xiarui...! " Huajin berjalan menghampiri nya
" Maaf ya kak lama, tadi taksi kena macet di jalan. " Ucap Xiarui dengan tak enak hati
" Wajahmu pucat sekali apa masih sakit? , " Ucapan huajin membuat semua keluarga menatap ke arah nya.
Xiarui pun terkejut dan gelisah karena di tatap keluarga konglomerat semua termasuk A Yan.
" Ah, tidak kak hanya penyakit asam lambung saja, " Sembari memegang perut datarnya.
" Maaf kak, mama gk bisa kasih tau kepada ayahmu dan seluruh keluarga karena mama tau status sosial kita berbeda dan mama tidak mau nanti kamu tidak mendapatkan perlakuan yang baik disini. " Geming nya dalam hati.
"Hei , kok melamun yukk duduk. " Huajin menggandeng tangan nya dan mengajaknya duduk.
" Kak ini semua rancangan gaun pengantinku kakak tinggal memilih model nya saja. " Huajin membuka berkas lembaran berisi model gaun.
" Wahhh ini sangat bagus, Chenghao kau suka yang mana? " Huajin bertanya dengan nada girang
"Apapun pilihanmu aku akan suka, " Huajin di buat merah wajahnya hingga semua orang tertawa bahagia.
" A Yan!!!! " Nanzhi berteriak dari arah pintu depan . Membuat semua orang terkejut.
Nanzhi langsung dengan kasar menggeser kasar Posisi Xiarui yang tadi nya duduk di samping A Yan . Sambil memegangi perutnya Xiarui benar-benar takut.
" Kenapa kau memegang perutmu terus? " A Yan yang melihat gerak gerik Xiarui aneh pun bertanya membuat seisi ruangan hening.
" A anu tuan muda maaf, asam lambung ku masih sedikit terasa sakit! " Jawabnya sambil tersenyum meyakinkan.
Nanzhi menatap sinis Xiarui.
" A Yan, katanya kau mau menemaniku berbelanja, ayo dong! " Merangkul tangan A Yan dengan mesra sesekali melirik sinis ke arah Xiarui.
" Tidak bisa, aku ada jadwal setelah ini. pergi sendiri saja. " Ketus A Yan sembari menyingkirkan tangan nya yang bergelanyut.
" Kenapa kau selalu tidak ada waktu untukku tidak seperti kak Chenghao dan huajin. " Nanzhi merengek seperti anak kecil.
" Resiko mu mau denganku ya seperti ini, waktu ku terbatas . " Jawab nya dengan nada dingin.
" Chengyan! Ayah tidak mengajarimu berbicara seperti itu kepada calon istrimu, " Seisi ruangan hening mendengar Tuan besar meninggikan kata katanya.
Tanpa kata-kata A Yan langsung melangkah pergi dari rumah dan terdengar suara mobil yang pergi.
" Nanzhi, maaf ya mungkin A Yan memang sedang sibuk. Nanti ibu temani kamu belanja. " Ucap Ibu Jiangmei menenangkan suasana.
Suasana yang tadinya ceria hilang seketika.
" Maaf Tuan besar, nyonya besar, pak Chenghao kak Huajin, sepertinya ini masalah keluarga kalian aku pamit dulu. " Xiarui merasa canggung.
" Eh, tidak apa -apa kok, santai saja disini. " Ucap Huajin dengan lembut mencairkan suasana kembali.
" Ini sudah larut malam, saya benar-benar harus pulang kak, nanti untuk model gaunnya jika sudah fiks bisa langsung me kantor saja ya kak. " Ucap Xiarui dengan profesionalitas yang dia miliki.
" Baiklah, Hati-hati nak di jalan maaf merepotkan mu. " Ucap Nyonya besar.
Xiarui hanya menggeleng kan kepala dan tersenyum.
...----------------...
Xiarui menunggu taksi tidak jauh dari kediaman keluarga Liu.
" Taksi kok lama sekali, "mendengus kesal
Mobil mewah berwarna hitam ya g tak asing lagi berganti di depan nya.
" Masuk! " A Yan menyuruh Xiarui masuk.
Tanpa menjawab Xiarui berjalan cepat dan menolak diantarkan A Yan.
Mobil A Yan pun mengikuti langkah nya yang lambat.
" Cepat masuk, atau aku akan mengikutimu seperti ini sampai rumahmu. " Ucap A Yan dengan nada mengancam.
Xiarui mendengus kesal .
" Kenapa berbohong aku pingsan di toilet waktu pesta ayah? , " tutur A Yan Dengan nada meledek
" Lalu, aku harus menjawab kita S*x di kamar mandi begitu maumu? memang sudah gila otakmu itu " Jawab Xiarui dengan nada Keras.
" Boleh saja, " A Yan tertawa menyerigai
" Kau sendiri yang bilang aku harus menjauh dari persoalan yang melibatkan mu, jadi , aku hanya mencari aman saja. " Sahutnya kembali.
Mobil berjalan pelan, Tiba-tiba perutnya benar-benar tidak tahan untuk mual.
" Berhenti! " Seketika A Yan menghentikan mobil dengan cepat.
Xiarui dengan cepat keluar mobil dan mengeluarkan cairan bening. A Yan yang melihat itu pun gelisah dan ikut turun.
" kamu mabuk? atau masih sakit? kita kerumah sakit saja. " Ucap A Yan terlihat wajahnya yang gelisah dan resah.
Mendengar kata rumah sakit, Xiarui langsung menolaknya.
" Tidak perlu hanya masuk angin saja, antar aku pulang saja. " Xiarui dengan nada dingin kemudian kembali ke mobil .
Sesampainya di rumah Xiarui
" Ini rumahmu? " A Yan bertanya penasaran.
" hemm, rumahku tidak semewah rumahmu. Terimakasih kamu boleh pulang. " Ucap Xiarui tanpa basa basi.
" Begitukah caramu berterimakasih, Aku ingin kerumahmu." ucap A Yan dengan nada memelas.
Xiarui menghela nafas kasar dan menganggukan kepalanya tanda dia setuju.
"Duduklah, aku bikinkan minum. " Ucap nya dengan malas.
Tiba-tiba Xiawei muncul di dapur.
" Kak! kakak! " Bisik nya dengan pelan
" ada apa? kau mengagumi orang di ruang tamu itu? " Tebak Xiarui dengan senyum manis nya.
" Kenapa kakak bisa membaca pikiranku, " sahut Xiawei Dengan nada girang
" Pergi antarkan teh padanya, kau boleh ngobrol sepuasnya. " Dengan gembira Xiawei membawa Teh hangat untuk A Yan.
A Yan pun tersenyum ketika kakak- beradik itu keluar.
" Kak A Yan? Penyanyi itu. ya Tuhan, mimpi apa semalam bis a ketemu idola disini. " Ucap Xiawei dengan girang.
A Yan tersenyum puas ketika adik Xiarui sangat mengagumi nya.
" Maaf kami hanya bisa menjamu tamu dengan teh hangat, tidak seperti di rumah besarmu. " Ucap Xiarui dengan nada ketus .
" Ini sudah lebih dari cukup, terimakasih. " A Yan tersenyum lebar.
" Kalian mengobrol lah, aku mau bersih2 dulu. " Xiarui melangkah menuju kamar nya.
Sedangkan di ruang tamu Xiawei benar-benar bahagia ketika bertemu dengan A Yan.
" Seandainya Ayahmu bukan bintang papan atas pasti kita sudah bisa bersama menjadi keluarga, tapi mama selalu ingin bersama nya setelah mengandungmu. " Xiarui benar-benar Putus asa dengan ini semua.
Semakin malam canda tawa di ruang tamu pun hilang, terlihat A Yan sudah tertidur nyaman di sofa nya , dan Xiawei sudah tertidur di kamar tidurnya.
" A Yan, sudah malam pulanglah, " Xiarui menggoyangkan tubuh besar yang terlentang di atas sofa.
" Hmmm.. biarkan aku tidur disini, disini sangat nyenyak daripada di apartemen hanya ada diriku sendiri. " Gumam nya dengan mata yang terpejam.
" Memang Keras kepala, " Xiarui pergi ke kamar mengambilkan bantal dan selimut bagaimanapun dia adalah tamu, dan ayah dari anaknya .
BERSAMBUNG!!!!