NovelToon NovelToon
Kisah Perjalanan Hidup Aira

Kisah Perjalanan Hidup Aira

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:37
Nilai: 5
Nama Author: pena merpati

seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

Eka yang hanya terdiam di tempat nya pun tiba-tiba di hampiri oleh sang nenek,nek Siti yang tadi nya ingin melihat Amanda pun tak sengaja mendengar obrolan Aira degan eka.

"Aira ,ada apa sebenarnya nya kenapa ibu mu terlihat sangat marah dengan mu,coba ceritakan dengan nenek"ucap nek Siti dengan lembut sambil mengusap kepala Aira

Aira pun menoleh dan menatap nenek nya sesaat kemudian ia memalingkan pandangan nya dan menceritakan apa yang terjadi.

"Aira hanya mengatakan bahwa ayah tadi menemui Aira di sekolah,kemudian ayah memberika uang kepada Aira jadi Aira menerima uang itu apa salah nek jika Aira menerima pemberian Ayah Aira sendiri kanpa ibu begitu marah karena hal seperti ini,Aira fikir jika Aira tak masalah menerima pemberian Ayah karena aku kan juga anak ayah,ayah juga berhak memberikan aku sesuatu apa aku harus menolak pemberian ayah,,,aku menerima uang dari ayah juga tidak seberapa tapi bukan berapa nominal uang nya tetapi Aira berfikir jika Aira menerima uang itu Aira bisa menggunakan nya untuk uang saku Aira atau pun bisa membeli buku jadi Aira tak perlu lagi meminta uang pada ibu,,Aira tau sebenarnya ibu juga sangat bingung bukan untuk  memenuhi kebutuhan setiap hari nya,karena dengan ayah Arif yang setao hari seperti itu tidak mau bekerja,setiap hari minta kopi bahkan sehari pun bisa empat kali,belom lagi rokok nya,terkadang juga ayah keluar rumah minta uang pada ibu. Aira tidak tega nek setiap hari harus melihat ibu tersiksa begini makanya Aira berani menerima uang dari ayah Rudi"jawab Aira

"Sudah tidak perlu di pikirkan lagi,jika ayah mu memberikan kamu uang itu juga kewajiban nya karna dimana pun tidak ada yang namanya mantan anak adanya cuma mantan istri,lebih baik sekarang kamu istirahat saja ya tidak usah fikirkan bagaimana ibu mu nanti biar nenek yang bicara dengan nya"ucap nek Siti sembari menenangkan Aira

"Baiklah nek ,Aira akan beristirahat besok juga harus sekolah,Aira kekamar dulu ya nek"ucap Aira sambil berdiri dari tempat nya dan melangkahkan kakinya menuju kamar

Nenek Siti yang melihat punggung Aira yang semakin menjauh hanya bisa menghela nafas,ia sebenarnya juga kecewa dengan sikap nya Arif karena ia tak menepati janji nya namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Karena dulu sudah berulang kali nek Siti serta suami nya dan saudara-saudara nya Eka meminta untuk memikirkan nya lagi namun Eka menolak dan tetap kekeh dengan keputusan nya,jadi sekarang Eka pun harus menanggung apa yang ia pilih sendiri. Nek Siti pun kemudian berlalu untuk pulang ia tak jadi melihat cucu nya Amanda.

Sebenar nya semua keluarga serta kerabat nya eka sudah mendengar kabar bahwa Arif selalu main tangan saat bertengkar bahwa juga menjadikan Amanda sebagai pelampiasan kemarahan nya,namun tak ada yang berani mengehentikan nya ataupun melaporkan nya , bukan bukan takut namun mereka hanya tak ingin ikut campur dengan urusan rumah tangga Eka.

Di saat itulah Aira selalu menjadi bahan pelampiasan kemarahan ibu nya,namun ia hanya bisa terdiam meskipun terkadang ia tak bisa mengontrol emosi dalam diri nya .ia selalu menyalahkan orang-orang yang membuatnya berada di posisi seperti ini bahkan ia juga membenci diri nya sendiri.

Pagi pun tiba Aira sudah siap dan sudah rapi akan pergi ke sekolah,ia berjalan menghampiri meja makan untu sarapan namun di meja makan yang bisanya selalu ada canda tawa kini semua nya hanya diam tak ada satu pun yang mengeluarkan suara,Aira pun lekas menghabiskan sarapan nya dan berangkat sekolah tak lupa ia juga berpamitan kepada ibu dan ayahnya meskipun ia sangat membemci ayah turu nya itu tapi ia tetap berusaha menghormati nya bagaimanapun laki-laki itu yang telah menyekolahkan nya. Namun saat aira berudei dari tempat nya dan menghampiri ibu nya untuk mencium tangan Aira pun terdiam

"Ibu Aira pamit ya"ucap Aira dan ingin mencium tangan ibu nya namun Eka tak menanggapi ia alah berlalu dan meninggalkan Aira di sana .Aira pun hanya mampu diam mematung ternyata ibu nya masih marah dengan nya,namun ia tak begitu memikirkan nya karena memang sudah sering Aira di baikan bahkan terkadang tak di anggap oleh ibu nya sendiri terkadang juga Aira merasa bahwa ia hanyalah sebagai orang asing yang menumpang tinggal di rumah itu . Aira pun segera keluar rumah dan pergi kesekolah menggunakan motor ya Aira kini bersekolah sudah menggunakan motor .

Setelah sampai di sekolah seperti biasa ia langsung menuju ke kelas,dan saat itu juga kelas masih sangat sepi Aira pun masuk kedalam kelas dan menutup pintu lalu duduk di tempat nya ,ia duduk di bangku sambil tatapan mata nya lurus kedepan ia tak tau sekarang ia harus bagaimana ibu nya marah dengan nya bahwa tak mau berbicara,hanya nenek dan kakek nya saja yang ia punya,sebenar nya kini Aira sudah sadar ia sudah tau bahwa Arif bukanlah laki-laki yang baik ,karena memang Aira ini anak yang begitu peka bahkan ia bisa melihat karakter seseorang dengan sekali melihat tatapan matanya,dulu saat awal bertemu Aira tak begitu memperhatikan namun kini semakin berjalan nya waktu Aira sudah mulai tahu bahkan ia sudah hafal betul bagaimana sikap dan sifat nya.

Tak berselang lama teman Aira yang duduk dengan nya pun datang ,ia melihat Aira yang sedang menatap kedeoan dengan pandangan kosong ia pun memegang bahu Aira.

"Aira kamu kenapa,kenapa kamu melamun apa ada sesuatu dengan mu"tanya Siska teman sebangku Aira

"Tidak Siska ,aku tidak apa-apa hanya ingin melamun saja "ucap Aira

"Hei jangan melamun nanti kau bisa kedambet setan baru tau rasa "ucap Siska

"Tidak mungkin,bahkan setiap hari aku selalu berangkat pagi bahkan di parkiran pun hanya ada motor ku dan di kelas juga aku selalu sendurianaju tak pernah sekalipun begitu"ucap Aira dengan sombong

"Heh jangan sombong kamu,belum tahu rasa aja kamu nanti kalau kejadian baru kamu menyesal"ucap Siska sambil membuka makanan nya

"Kau ini kebiasaan selalu makan di kelas memang nya kau tidak sarapan di rumah"tanya Aira

"Tidak,kau sendiri tau bahwa ibu ku itu sibuk jadi nya mana sempat masak untuk sarapan pagi jadi ya lebih baik aku beli di kantin saja"ucap Siska sambil memasukkan makanan ke dalam mulut nya

"Heh terserah kau saja"ucap Aira

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!