NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9: Di Ambang Kecurigaan

Hening menyelimuti ruang kerja di lantai enam puluh itu. Arkanza masih membungkuk di depan Araya, mengurung wanita itu di antara tubuh tegapnya dan sandaran sofa. Matanya menyipit, menatap bulir keringat yang membasahi pelipis Araya dan napasnya yang masih sedikit memburu.

​"Kau terlihat sangat kelelahan hanya karena pergi ke toilet, Araya," bisik Arkanza, suaranya rendah namun penuh penekanan. "Dan detak jantungmu... aku bisa mendengarnya dari sini. Begitu cepat, seolah kau baru saja berlari maraton menaiki tangga darurat."

​Araya menelan ludah dengan susah payah. Ia harus segera memberikan alasan yang masuk akal. "T-Tuan... aku... aku mengidap claustrophobia ringan. Saat alarm itu berbunyi dan lampu toilet berkedip, aku merasa ruangan itu menyempit. Aku panik dan mencoba berlari keluar, tapi aku malah tersesat di lorong..."

​Arkanza tidak melepaskan tatapannya. Ia mengulurkan tangan, perlahan menyentuh helai rambut Araya yang berantakan. "Tersesat? Di lantai ini? Tapi asistenku bilang ada anomali di lantai empat puluh lima tepat saat kau menghilang."

​Jantung Araya nyaris berhenti. Apakah Arkanza benar-benar sudah tahu?

​"L-lantai empat puluh lima? Aku tidak tahu itu lantai apa, Tuan. Aku bahkan tidak tahu cara menggunakan lift tanpa kartu," cicit Araya, air matanya kini benar-benar jatuh—kali ini karena tekanan adrenalin yang luar biasa. "Kenapa Tuan selalu menuduhku? Aku hanya ingin mencuci gaunku yang kotor karena sekretarismu!"

​Arkanza terdiam sejenak. Ia melihat gaun Araya yang memang masih basah dan berbercak cokelat teh. Namun, instingnya sebagai penguasa Aditama Group tidak mudah goyah. Ia menarik diri, lalu berdiri tegak sambil merapikan jasnya.

​"Leon," panggil Arkanza tanpa menoleh.

​Leon masuk dengan wajah tegang. "Iya, Presdir?"

​"Periksa rekaman CCTV toilet lantai enam puluh sepuluh menit terakhir. Jika ada satu detik saja wanita ini keluar dari area toilet, bawa dia ke ruang bawah tanah."

​Araya menahan napas. Ia tahu rekaman itu sudah ia loop (putar berulang) menggunakan virus mikro tadi. Tapi, apakah virus itu masih bekerja? Jika Arkanza menemukan celah satu detik saja, penyamarannya tamat.

​Leon segera mengutak-atik tabletnya. Menit-menit berlalu terasa seperti selamanya bagi Araya. Ia berpura-pura terisak di sofa, menyembunyikan wajahnya di balik lutut, sementara otaknya menghitung mundur masa aktif virusnya.

​"Lapor, Presdir," suara Leon memecah keheningan. "Nyonya Araya terlihat masuk ke toilet pukul sepuluh lebih dua menit, dan keluar pukul sepuluh lebih dua belas menit. Tidak ada aktivitas mencurigakan di lorong lain."

​Araya menghembuskan napas lega di dalam batinnya. 'Berhasil.'

​Arkanza mendengus, seolah tidak puas dengan jawaban itu. Ia berjalan menuju meja kerjanya dan membanting sebuah map ke depan Araya. "Cukup untuk hari ini. Kita pulang. Dan mulai besok, kau tidak perlu ikut ke kantor lagi."

​"T-tapi Tuan, bukankah Tuan bilang ingin mengawasiku?" tanya Araya, berpura-pura bingung padahal ia sangat senang.

​"Aku punya cara lain untuk mengawasimu tanpa harus melihat wajah bodohmu ini setiap saat," jawab Arkanza ketus. "Masuk ke mobil. Sekarang."

​Sepanjang perjalanan pulang, suasana di dalam Maybach hitam itu sangat dingin. Arkanza sibuk dengan ponselnya, sementara Araya menatap keluar jendela, memikirkan dokumen yang berhasil ia potret tadi.

​'Kecelakaan rem blong tahun 1998... sengketa lahan di pesisir utara...' Araya mengingat-ingat teks yang sempat terbaca sekilas di ponselnya. Dokumen itu menyebutkan bahwa Aditama Group membayar sejumlah uang kepada pihak kepolisian untuk menutup kasus tersebut dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.

​Begitu sampai di mansion, Araya langsung berlari ke kamarnya dengan alasan ingin istirahat. Ia segera mengunci pintu, mengambil boneka beruang tempat ia menyembunyikan ponsel rahasianya, dan membuka hasil jepretannya di ruang arsip tadi.

​Tangannya gemetar saat memperbesar gambar sebuah surat perintah. Di bagian bawah surat itu, terdapat tanda tangan sang pemberi perintah likuidasi.

​"Bukan Arkanza?" gumam Araya terkejut. "Tanda tangan ini... ini milik kakek Arkanza, pendiri Aditama Group. Dan di sini tertulis bahwa keluarga Lin... mereka yang memberikan informasi lokasi orang tuaku saat itu?"

​Araya terenyak di lantai. Jadi, musuhnya bukan hanya satu. Keluarga Lin dan keluarga Aditama bekerja sama untuk menghabisi orang tuanya.

​"Pantas saja Siska dan Clara begitu takut aku menikah dengan Arkanza," bisik Araya, matanya kini berkilat penuh amarah yang murni. "Mereka takut rahasia kerja sama berdarah ini terbongkar."

​Tiba-tiba, suara pintu kamarnya terbuka tanpa diketuk. Arkanza berdiri di sana, menatap Araya yang sedang duduk di lantai sambil memegang ponsel hitamnya.

​"Ponsel siapa itu?" suara Arkanza terdengar sangat dingin, lebih mematikan dari sebelumnya.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!