NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 3

Gerhana Sembilan Langit 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Menjadi NPC / Fantasi Timur
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 3)

Setelah menaklukkan Benua Kuno, Han Luo dan Long Tian bertujuan menginjakkan kaki di Cakrawala Suci—pusat dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Di benua super-masif ini, kekuatan Jiwa Baru Lahir hanyalah prajurit biasa, dan para dewa Pemutus Roh menguasai langit. Menjadi buronan faksi raksasa akibat kematian Jian Wuji, Han Luo terpaksa menyembunyikan taringnya.

Dan saat rahasia sebenarnya di balik 'Dao Langit' dan Penjara Benua Kuno mulai terkuak, Han Luo bersiap menyalakan api pemberontakan terbesarnya. Di negeri para dewa, gerhana akan membuktikan bahwa ia mampu menelan matahari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arus Bintang

Fajar menyingsing dengan warna merah darah di ufuk timur Benua Kuno. Namun, bagi faksi-faksi yang tersisa, fajar ini membawa kelegaan yang luar biasa.

Di pelabuhan rahasia, kapal raksasa Leviathan Emas perlahan membelah kabut pagi. Tidak ada sorak-sorai perpisahan, tidak ada bendera kebesaran yang dikibarkan. Hanya keheningan mutlak dari para penguasa Benua Kuno yang diam-diam mengawasi kepergian iblis berambut perak itu, berdoa kepada leluhur mereka agar pria itu tidak pernah kembali.

Di anjungan kemudi, Han Luo (Bai Ze) berdiri dengan jubah sutra birunya yang berkibar ditiup angin laut. Tangan kirinya memegang Kompas Bintang peninggalan Jian Wuji.

"Kita mendekati batas penghalang kosmik, Senior," lapor Long Tian yang berdiri di samping kemudi, menatap awan hitam pekat yang bergolak di kejauhan. Petir berwarna ungu menyambar-nyambar, menciptakan tirai kematian yang mengelilingi seluruh Benua Kuno.

Itulah dinding sel penjara raksasa ini.

"Pertahankan kecepatan," perintah Han Luo tenang. Dia menyuntikkan Qi Hampa-nya ke dalam Kompas Bintang.

Seketika, kompas itu berpendar keemasan. Jarumnya berputar dengan kecepatan gila sebelum akhirnya terkunci ke satu arah tertentu, menembak seberkas cahaya tipis yang menembus badai petir di depan mereka.

Cahaya itu membuka sebuah terowongan kecil di tengah amukan badai kosmik.

"Kemudikan kapal mengikuti garis cahaya itu, Anak Baru. Bergeser satu meter saja, dan petir kosmik itu akan meremukkan kapal ini beserta jiwa kita menjadi abu debu."

Long Tian menelan ludah, memutar kemudi dengan presisi ekstrem. Leviathan Emas meluncur masuk ke dalam terowongan cahaya.

Suara gemuruh petir di luar terowongan begitu memekakkan telinga hingga membuat telinga Long Tian berdarah, meski fisiknya sekuat naga. Namun, Han Luo hanya berdiri diam, matanya yang merah menyipit, mengamati hukum ruang dan kilat yang saling bertabrakan di luar penghalang.

Setengah jam yang terasa seperti seabad kemudian, kapal itu akhirnya menembus tirai badai.

Pemandangan di depan mereka berubah secara drastis.

Tidak ada lagi langit biru atau awan putih. Langit di atas mereka berwarna hitam kelam, dipenuhi taburan bintang raksasa yang tampak terlalu dekat. Lautan di bawah mereka tidak berwarna biru, melainkan ungu segelap tinta, memantulkan cahaya galaksi di atasnya.

Lautan Tak Berujung.

Air lautnya sangat tenang, nyaris seperti permukaan cermin raksasa. Tidak ada ombak, tidak ada angin. Keheningan absolut ini justru terasa jauh lebih menakutkan daripada badai apa pun.

"Kita sudah masuk ke perairan luar," kata Han Luo, melihat jarum kompasnya kini menunjuk ke sebuah jalur air yang bersinar keperakan di tengah lautan hitam. "Itu adalah Arus Bintang. Sungai kosmik di tengah samudra. Selama kita berlayar di atas jalur bercahaya itu, distorsi ruang tidak akan bisa menelan kita."

"Dunia ini... benar-benar melampaui akal sehat," gumam Long Tian, matanya terbelalak melihat keagungan alam semesta yang terbentang telanjang di depannya.

Dua Minggu Kemudian.

Pelayaran di Arus Bintang adalah siksaan mental yang nyata. Pemandangannya tidak pernah berubah. Langit malam abadi, bintang-bintang raksasa, dan laut hitam yang memantulkan ketiadaan.

Long Tian menghabiskan waktunya dengan mengayunkan pedang raksasanya di geladak, mencoba membiasakan diri dengan tarikan gravitasi aneh yang sering berubah-ubah di perairan ini. Terkadang, pedangnya terasa seringan bulu, dan di detik berikutnya, pedang itu bisa memiliki berat jutaan jin.

Di sisi lain, Han Luo duduk bersila di haluan kapal. Selama dua minggu ini, dia terus mencerna sisa-sisa energi Inti Bintang Kosmik dan Jantung Lautan Darah Purba. Basis kultivasinya telah mandek di puncak Jiwa Baru Lahir Kesempurnaan Absolut, tidak bisa maju satu inci pun.

"Ranah Pemutus Roh bukanlah sesuatu yang bisa ditembus hanya dengan mengakumulasi Qi," gumam Han Luo pada dirinya sendiri, membuka mata. "Untuk menjadi Pemutus Roh, seseorang harus memotong benang karmanya sendiri dengan dunia fana, menciptakan hukum (Dao) pribadinya."

Jian Wuji memotong ruang dengan pedangnya.

"Lalu, apa yang harus kupotong dengan pedang Gerhana-ku?"

Han Luo merenung, menatap kegelapan Lautan Tak Berujung. Jawaban untuk pertanyaannya ini adalah kunci untuk menjadi dewa.

Tiba-tiba, Kompas Bintang di pangkuan Han Luo bergetar hebat. Jarumnya berputar tak terkendali, dan cahaya merah peringatan berkedip menyilaukan.

Di saat yang sama, Long Tian menghentikan latihannya. Insting naga di dalam darahnya menjeritkan bahaya yang luar biasa. Bulu kuduknya berdiri.

"Senior!" teriak Long Tian, berlari ke arah pinggir kapal. "Ada sesuatu di bawah kita!"

Han Luo berdiri, menatap ke bawah permukaan air laut yang gelap.

Jauh di kedalaman air ungu pekat itu, sebuah bayangan raksasa sedang bergerak naik. Ukurannya tidak masuk akal. Kapal Leviathan Emas yang besarnya seukuran kota kecil ini terlihat seperti daun kering di atas punggung makhluk tersebut.

Bayangan itu semakin membesar. Air laut mulai bergejolak, mematahkan keheningan cermin yang sudah bertahan selama dua minggu.

"Pegang sesuatu, Anak Baru," perintah Han Luo, nadanya tetap datar meski matanya memancarkan kesiagaan penuh. "Tamu pertama kita datang."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Mamat Stone
/Smirk/💥
Mamat Stone
/Joyful/💥
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
👻🤣
Mamat Stone
🤣👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
senggol tabok 👊💥
Mamat Stone
senggol bacok /Cleaver/💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!