NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua

Sinar mentari pagi menyelinap melalui celah-celah dinding kayu gubuk, menerpa wajah Lin Xiaoqi yang masih terlelap. Gadis itu mengerjap, perlahan membuka matanya. Hal pertama yang ia rasakan bukanlah rasa sakit yang menusuk dari luka-lukanya, melainkan sensasi ringan yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Ia segera duduk tegak, memeriksa bahunya. Bekas sayatan pedang yang sebelumnya sangat dalam kini hanya menyisakan garis merah tipis yang hampir tidak terlihat, seolah-olah luka itu sudah berumur berbulan-bulan.

"Ini... bagaimana mungkin?" gumamnya tidak percaya.

Ia mencoba mengalirkan energi spiritualnya. Mata Lin Xiaoqi membelalak saat menyadari bahwa aliran energinya tidak lagi tersumbat. Sebaliknya, pembuluh darah spiritualnya (meridian) terasa lebih lebar dan lebih tangguh dari sebelumnya. Sisa-sisa bubur yang ia makan semalam seolah-olah telah mengendap di dalam dantiannya, berubah menjadi kristal energi murni yang terus memancarkan aura kehidupan.

Ia segera turun dari tempat tidur bambu dan melangkah keluar. Di sana, di halaman depan yang sempit, ia melihat Zhou Ji Ran sedang sibuk dengan rutinitas paginya. Pria itu tidak sedang melakukan meditasi tingkat tinggi atau berlatih teknik pedang abadi. Ia sedang mengejar seekor ayam betina yang tampaknya enggan dimasukkan ke dalam kandang.

"Kemari kau, dasar unggas tidak tahu budi! Aku memberimu makan biji-bijian terbaik, dan kau malah mematuk bibit sawiku!" teriak Zhou Ji Ran sambil mengayunkan tangannya yang memegang sebuah keranjang bambu.

Ayam itu berkotek keras, terbang melompati pagar tanaman dengan kelincahan yang tidak masuk akal bagi seekor hewan ternak. Lin Xiaoqi memperhatikan gerakan ayam itu dengan seksama. Jantungnya berdegup kencang saat ia menyadari sesuatu. Ayam itu tidak sekadar lari; ia menggunakan langkah kaki yang sangat mirip dengan "Langkah Bayangan Langit", sebuah teknik tingkat tinggi dari sekte-sekte besar!

"Tuan Zhou..." panggil Lin Xiaoqi dengan ragu.

Zhou Ji Ran berhenti mengejar ayamnya, menyeka keringat di dahinya dengan lengan bajunya yang kasar. Ia menoleh dan menatap Lin Xiaoqi dengan pandangan datar. "Oh, kau sudah bangun. Bagaimana tidurmu? Kurasa gubuk ini lebih baik daripada dikejar-kejar orang gila di hutan, bukan?"

"Luka saya... semuanya sembuh. Terima kasih atas bantuannya, Tuan Zhou," Lin Xiaoqi membungkuk dalam-dalam, penuh hormat.

"Jangan berterima kasih. Kau masih punya hutang tiga batang sawi padaku. Dan lihat itu," Zhou Ji Ran menunjuk ke sudut halaman di mana terdapat tumpukan kayu yang belum dibelah. "Karena kau sudah bisa berdiri, mulailah bekerja. Di dunia ini, kebebasan datang dengan harga kerja keras. Aku ingin kayu-kayu itu sudah rapi sebelum matahari tepat di atas kepala."

Lin Xiaoqi melihat ke arah tumpukan kayu itu. Kayu-kayu itu tampak sangat gelap, berat, dan mengeluarkan aroma yang tajam. Ia mendekat dan mencoba mengangkat satu balok kecil. Matanya kembali membelalak. Ini bukan kayu biasa. Ini adalah Kayu Besi Hitam, material langka yang biasanya digunakan untuk membuat gagang senjata tingkat tinggi karena kekerasannya yang luar biasa. Dan di sini, kayu ini hanya dijadikan bahan bakar untuk memasak bubur?

"Tuan, apakah Anda ingin saya membelah Kayu Besi Hitam ini... dengan kapak biasa?" tanya Lin Xiaoqi sambil menunjuk kapak berkarat yang tergeletak di samping kayu.

"Tentu saja. Apa kau mengharapkan aku memberimu pedang pusaka untuk membelah kayu bakar? Gunakan tenaga ototmu. Jangan gunakan energi spiritualmu di sini, itu hanya akan membuang-buang tenaga dan merusak tekstur kayunya," sahut Zhou Ji Ran sambil kembali fokus pada tanaman cabainya yang tampak layu.

Lin Xiaoqi menarik napas panjang. Ia mengambil kapak tua itu. Saat telapak tangannya menyentuh gagang kapak, ia merasakan getaran dingin yang merambat ke tulang belakangnya. Kapak ini beratnya bukan main, seolah-olah seluruh gunung dikompres ke dalam kepala kapaknya. Ia menyadari ini adalah bagian dari latihan. Pasti Tuan Zhou sedang menguji kemampuannya atau mencoba menempa fondasi kultivasinya melalui kerja fisik.

*Brak!*

Lin Xiaoqi mengayunkan kapak dengan sekuat tenaga. Namun, kapak itu hanya memantul dari permukaan Kayu Besi Hitam tanpa meninggalkan bekas sedikit pun. Tangannya bergetar hebat hingga mati rasa.

"Fokus, Nona Muda. Jangan hanya mengandalkan tenaga kasar. Ikuti alur serat kayunya. Dunia ini memiliki pola, jika kau mengikutinya, semuanya akan terasa ringan," teriak Zhou Ji Ran tanpa menoleh.

Lin Xiaoqi tertegun. Ia mencoba memejamkan mata sejenak, mengingat nasihat Zhou Ji Ran. Ia mulai memperhatikan serat-serat halus pada kayu hitam itu. Perlahan, ia mulai melihat sesuatu yang lebih dalam—sebuah aliran energi alami yang menghubungkan setiap molekul kayu tersebut. Ia mengayunkan kapaknya lagi, kali ini dengan gerakan yang lebih santai namun presisi.

*Crak!*

Balok kayu itu terbelah menjadi dua bagian sempurna. Lin Xiaoqi terengah-engah, wajahnya dipenuhi keringat namun matanya bersinar dengan pemahaman baru. Ia baru saja menyentuh tingkat "Kesatuan dengan Alam" hanya dengan membelah kayu!

Sementara itu, Zhou Ji Ran hanya bergumam pelan, "Nah, begitu lebih baik. Setidaknya aku tidak perlu melakukannya sendiri. Menjadi pensiunan benar-benar butuh asisten."

Keheningan pagi itu tidak bertahan lama. Di kejauhan, di jalan setapak yang menuju ke Desa Jinan, terlihat debu yang mengepul. Suara derap langkah kuda yang cepat memecah ketenangan. Lin Xiaoqi segera waspada, tangannya secara insting mencari gagang pedangnya yang sudah hilang.

"Mereka datang lagi?" bisik Lin Xiaoqi dengan wajah pucat.

Zhou Ji Ran berdiri, meletakkan cangkulnya dengan ekspresi kesal yang sangat terlihat. "Benar-benar... apakah orang-orang di dunia ini tidak punya pekerjaan lain selain membuat keributan di depan rumah orang? Ini masih jam sembilan pagi!"

Sekelompok pria berkuda berhenti tepat di depan pagar kayu rumah Zhou Ji Ran. Kali ini, mereka bukan hanya pengejar biasa. Pemimpin mereka adalah seorang pria paruh baya dengan kumis melintang dan mata yang tajam seperti elang. Ia mengenakan jubah mewah berwarna merah marun dengan lambang Sekte Gerhana Darah yang lebih besar. Di sampingnya, seorang pria muda yang tampak angkuh memegang cambuk kulit naga.

Pria paruh baya itu adalah Zhao Feng, seorang tetua luar dari Sekte Gerhana Darah, dengan kultivasi tahap Pembentukan Fondasi tingkat puncak. Ia dikirim setelah tiga pengejar sebelumnya gagal kembali.

"Jadi, di sini kau bersembunyi, Tikus Kecil dari Sekte Awan Biru," Zhao Feng tertawa dingin sambil menatap Lin Xiaoqi. Kemudian matanya beralih ke Zhou Ji Ran. "Dan kau... kau pasti petani yang dibilang telah mencelakai bawahanku. Aku tidak merasakan adanya energi spiritual darimu, tapi karena kau berani menyentuh anggota sekte kami, kau harus membayar dengan nyawamu."

Zhou Ji Ran hanya menatap Zhao Feng seolah pria itu adalah gangguan cuaca. "Dengar, Tuan Kumis. Aku sedang tidak dalam suasana hati untuk berkelahi. Gadis ini sekarang bekerja padaku untuk mengganti kerugian sawiku. Jadi, jika kau ingin membawanya, kau harus membayar ganti rugi sawiku dulu. Tiga batang sawi unggulan, ditambah biaya gangguan ketenangan... mari kita bulatkan menjadi sepuluh batu roh tingkat tinggi."

Lin Xiaoqi hampir tersedak mendengar permintaan Zhou Ji Ran. Meminta ganti rugi sawi kepada seorang tetua sekte jahat? Ini gila!

Zhao Feng terdiam sejenak, lalu meledak dalam tawa yang menggelegar. "Sepuluh batu roh tingkat tinggi untuk sawi sampah? Hahaha! Kau benar-benar berani, Petani! Zhao Long, beri dia pelajaran. Jangan langsung dibunuh, biarkan dia memakan sawinya sendiri sampai mati tersedak."

Pria muda di sampingnya, Zhao Long, menyeringai jahat. Ia melompat dari kudanya dan melesat ke arah Zhou Ji Ran dengan cambuknya. Cambuk itu mengeluarkan api hitam yang membara, membelah udara dengan suara ledakan kecil.

"Mati kau, rakyat jelata!" seru Zhao Long.

Cambuk api itu mengarah tepat ke leher Zhou Ji Ran. Lin Xiaoqi ingin berteriak peringatan, namun ia melihat sesuatu yang membuatnya terpaku. Zhou Ji Ran bahkan tidak berkedip. Saat cambuk itu hampir mengenainya, ia hanya mengangkat tangan kirinya dan... menangkap cambuk yang membara itu seolah-olah itu hanya seutas tali jemuran yang basah.

Api hitam yang mematikan itu seketika padam saat bersentuhan dengan kulit Zhou Ji Ran. Tidak ada luka bakar, tidak ada asap, hanya keheningan yang menyesakkan.

"Api ini... terlalu kecil untuk merebus air tehku," ucap Zhou Ji Ran datar.

Dengan sentakan ringan, Zhou Ji Ran menarik cambuk itu. Zhao Long yang memegang ujung lainnya terlempar ke depan seperti karung beras. Sebelum ia sempat bereaksi, Zhou Ji Ran mengayunkan tangannya, memberikan sebuah tamparan ringan di pipi pria muda itu.

*Plak!*

Suara tamparan itu begitu nyaring hingga bergema di seluruh desa. Zhao Long berputar di udara sebanyak sepuluh kali sebelum mendarat dengan kepala lebih dulu di dalam lubang lumpur tempat ayam-ayam Zhou Ji Ran biasa bermain.

"Kurang ajar!" Zhao Feng berteriak, matanya memerah karena amarah. Ia menyadari bahwa pemuda di depannya ini bukanlah petani biasa. Ia segera menghunus pedang besarnya. "Kau berani menghina Sekte Gerhana Darah! Rasakan Teknik Pedang Pemecah Jiwa!"

Zhao Feng melompat ke udara, energi spiritualnya meledak, menciptakan bayangan pedang raksasa di atas gubuk Zhou Ji Ran. Tekanan energinya membuat pepohonan di sekitar melengkung dan tanah retak. Ini adalah serangan kekuatan penuh dari seorang ahli Pembentukan Fondasi.

"Tuan Zhou, awas!" seru Lin Xiaoqi.

Zhou Ji Ran menghela napas panjang. "Sigh... kalian benar-benar tidak akan membiarkan aku hidup tenang, ya? Padahal aku baru saja menyeduh teh."

Tanpa berpindah tempat, Zhou Ji Ran mengambil sebuah batu kecil dari tanah—sebuah kerikil biasa yang ia gunakan untuk mengganjal pintu. Ia menjentikkan kerikil itu dengan ibu jarinya ke arah bayangan pedang raksasa di langit.

*Ting!*

Suara dentingan kecil itu terdengar seperti lonceng kematian. Kerikil yang tampaknya lemah itu melesat lebih cepat dari cahaya, menembus bayangan pedang raksasa seolah-olah itu hanya kertas tipis, dan menghantam tepat di tengah dahi Zhao Feng yang masih berada di udara.

Seluruh energi spiritual Zhao Feng seketika runtuh. Ia jatuh dari langit seperti burung yang sayapnya dipatahkan. Ia menghantam tanah dengan keras tepat di depan kaki Zhou Ji Ran. Darah segar mengalir dari dahinya, namun ia masih hidup, hanya saja basis kultivasinya telah hancur total dalam sekejap.

"Bagaimana... bagaimana mungkin kerikil biasa bisa..." Zhao Feng menatap Zhou Ji Ran dengan mata penuh ketakutan yang murni. Ia menyadari bahwa di depan pria ini, kultivasi tahap Pembentukan Fondasi miliknya tidak lebih dari mainan anak-anak.

"Dunia ini luas, Tuan Kumis. Ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan oleh buku kultivasi picisanmu," kata Zhou Ji Ran sambil berjongkok di depan Zhao Feng. "Sekarang, dengarkan baik-baik. Aku tidak peduli apa urusan kalian dengan gadis ini atau sekte kalian. Tapi jika kalian berani menginjakkan kaki di Desa Jinan lagi dan merusak ketenanganku... aku akan pergi ke markas kalian dan memastikan kalian semua menjadi petani gandum di bawah pengawasanku selamanya. Apa aku jelas?"

Zhao Feng gemetar hebat. Ia tidak berani menjawab, hanya mengangguk cepat sambil mencoba menyeret tubuhnya menjauh. Anak buahnya yang lain, yang melihat pemimpin mereka dikalahkan dengan kerikil, segera turun dari kuda dan melarikan diri sekencang mungkin, bahkan meninggalkan kuda-kuda mereka.

Zhou Ji Ran berdiri dan membersihkan debu dari pakaiannya. Ia menatap kuda-kuda yang ditinggalkan itu dengan binar di matanya. "Yah, setidaknya mereka meninggalkan beberapa kuda. Kurasa aku bisa menggunakannya untuk mengangkut hasil panen ke pasar minggu depan. Lumayan, tidak perlu menyewa gerobak lagi."

Ia berbalik ke arah Lin Xiaoqi yang masih mematung dengan kapak di tangan. "Hei, kenapa kau diam saja? Kayu-kayu itu tidak akan membelah dirinya sendiri. Dan karena sekarang ada tamu tak diundang yang merusak pagar, kau punya tugas tambahan untuk memperbaikinya sebelum sore."

Lin Xiaoqi mengerjap, lalu dengan cepat membungkuk. "Baik, Tuan Zhou! Saya akan segera melakukannya!"

Gadis itu mulai membelah kayu dengan semangat yang sepuluh kali lipat lebih besar. Ia sadar bahwa berada di sisi Zhou Ji Ran adalah kesempatan sekali seumur hidup yang tidak akan didapatkan oleh murid utama sekte mana pun. Ia tidak lagi melihatnya sebagai tugas yang berat, melainkan sebagai berkah tersembunyi.

Sore harinya, setelah semua pekerjaan selesai, Zhou Ji Ran duduk di terasnya sambil memandangi matahari terbenam. Lin Xiaoqi membawakannya secangkir teh panas yang aromanya sangat menenangkan.

"Tuan Zhou... bolehkah saya bertanya sesuatu?" tanya Lin Xiaoqi sambil berdiri di sampingnya.

"Jika itu tentang berapa banyak sawi yang harus kau tanam besok, jawabannya adalah seratus," sahut Zhou Ji Ran sambil menyeruput tehnya.

"Bukan itu... maksud saya, dengan kekuatan sebesar itu, Anda bisa menguasai dunia ini. Anda bisa menjadi Kaisar Abadi, memiliki istana emas, dan ribuan pelayan. Kenapa Anda memilih hidup seperti ini? Bertani dan mengurus ayam?"

Zhou Ji Ran terdiam sejenak, menatap bayangannya di dalam air teh. Ingatannya melayang ke masa lalu, ke ribuan tahun yang ia habiskan di bawah komando Sistem, berpindah dari satu dunia ke dunia lain, membantai musuh yang tak terhitung jumlahnya hanya untuk mencapai angka statistik yang lebih tinggi. Ia telah melihat segalanya—kejayaan, kehancuran, pengkhianatan, dan kesepian di puncak tertinggi.

"Xiaoqi, ketika kau sudah berada di puncak gunung yang paling tinggi, kau akan menyadari bahwa pemandangan di sana sangat membosankan. Tidak ada apa-apa selain awan dan angin dingin. Tapi di sini, di kaki gunung... kau bisa merasakan hangatnya tanah, aroma hujan, dan rasa manis dari sawi yang kau tanam sendiri. Kekuasaan adalah beban, tapi kedamaian... kedamaian adalah kebebasan yang sesungguhnya."

Lin Xiaoqi merenungkan kata-kata itu. Sebagai seorang murid dari sekte besar, ia selalu diajarkan untuk mengejar kekuatan, untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi tanpa peduli apa pun. Tapi hari ini, ia belajar sesuatu yang berbeda. Ia melihat seorang pria yang memiliki segalanya, namun menemukan kebahagiaan dalam hal-hal yang paling sederhana.

"Tapi Tuan, Sekte Gerhana Darah tidak akan berhenti begitu saja. Zhao Feng adalah tetua luar, tapi di atasnya masih ada tetua dalam dan Master Sekte yang berada di tahap Nascent Soul. Mereka sangat pendendam," kata Lin Xiaoqi dengan nada khawatir.

"Nascent Soul? Oh, maksudmu bayi-bayi besar yang suka bersembunyi di gua meditasi itu?" Zhou Ji Ran terkekeh. "Biarkan saja mereka datang. Selama mereka membawa sesuatu yang berguna untuk ladangku, aku tidak keberatan. Mungkin Master Sekte mereka bisa menjadi kerbau penarik bajak yang bagus. Aku dengar mereka punya stamina yang kuat."

Lin Xiaoqi hanya bisa menggelengkan kepala. Di mata dunia, tahap Nascent Soul adalah keberadaan seperti dewa, tapi di telinga Zhou Ji Ran, mereka hanyalah calon ternak. Ia mulai merasa kasihan pada siapa pun yang memutuskan untuk datang mengganggu gubuk kecil ini.

Malam itu, Desa Jinan kembali sunyi. Namun di balik kesunyian itu, sebuah kekuatan yang bisa menghancurkan langit dan bumi sedang bersantai sambil mengupas kacang tanah. Zhou Ji Ran menatap langit malam, bertanya-tanya apakah Sistem yang hancur itu bisa melihatnya sekarang.

"Aku melakukan tugas yang bagus, bukan? Tidak ada misi, tidak ada poin pengalaman... hanya aku dan kehidupan yang nyata," gumamnya pelan sebelum akhirnya memejamkan mata.

Di tempat lain, di markas besar Sekte Gerhana Darah yang terletak di puncak Gunung Tengkorak, suasana sangat mencekam. Berita tentang kekalahan Zhao Feng telah sampai. Master Sekte, seorang pria dengan aura hitam yang mengelilingi tubuhnya, menghancurkan meja batu di depannya dengan sekali pukul.

"Seorang petani? Kalian bilang seorang petani menghancurkan basis kultivasi tetua luar dengan kerikil?!" suaranya menggelegar, membuat seluruh aula bergetar.

"Benar, Master Sekte. Dia juga menawan kuda-kuda kita," lapor salah seorang bawahan dengan tubuh gemetar.

"Cari tahu siapa dia sebenarnya! Tidak ada orang kuat yang bersembunyi di Desa Jinan tanpa alasan. Kirimkan Pasukan Bayangan untuk mengintai. Jangan menyerang dulu, aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana. Jika dia memang ahli tersembunyi, aku ingin tahu apa harta karun yang ia lindungi!"

Sang Master Sekte salah paham. Ia mengira Zhou Ji Ran melindungi sebuah makam kuno atau harta karun surgawi. Ia tidak pernah membayangkan bahwa "harta karun" yang paling dijaga oleh Zhou Ji Ran hanyalah sepetak ladang sawi yang subur.

Badai yang lebih besar sedang menuju Desa Jinan, namun bagi sang mantan pemilik sistem, itu hanyalah alasan lain untuk memastikan pagar rumahnya diperkuat. Kehidupan santainya mungkin terganggu, tapi baginya, setiap gangguan adalah komedi kecil yang menghiasi masa pensiunnya yang panjang.

Esok paginya, Zhou Ji Ran membangunkan Lin Xiaoqi dengan cara yang unik—ia meniup seruling bambu dengan nada yang sangat sumbang tepat di depan jendela kamarnya.

"Bangun! Matahari sudah setinggi galah! Kuda-kuda itu harus diberi makan, dan aku butuh bantuanmu untuk membuat pupuk alami dari kotoran mereka. Jangan malas, atau aku akan memotong jatah buburmu!"

Lin Xiaoqi keluar dengan rambut yang sedikit acak-acakan, namun senyum tipis menghiasi wajahnya. "Baik, Tuan! Saya datang!"

Mungkin hidup sebagai pembantu petani tidaklah seburuk yang ia bayangkan. Setidaknya, ia tidak perlu khawatir ditikam dari belakang oleh rekan sekte, dan ia mendapatkan pelajaran hidup (dan kultivasi) yang tidak bisa dibeli dengan gunung batu roh. Dan bagi Zhou Ji Ran, memiliki seseorang untuk diperintah membuatnya merasa sedikit lebih seperti "bos" lagi, meskipun kali ini ia hanya memerintah untuk urusan pupuk dan rumput liar.

Dunia mungkin terus berubah, perang mungkin pecah di luar sana, namun di pinggiran Desa Jinan, roda kehidupan berputar perlahan, diiringi suara cangkul yang menghantam tanah dan tawa kecil seorang pemuda yang telah melepaskan segalanya demi satu hal: kedamaian.

Namun, kedamaian itu akan segera diuji kembali ketika seorang pengelana misterius muncul di batas desa, membawa pesan yang akan menyeret Zhou Ji Ran kembali ke pusaran yang lebih luas. Tapi untuk saat ini, masalah terbesarnya hanyalah: ayam betinanya baru saja bertelur di atas tumpukan jemuran bajunya yang bersih.

"OII! AYAM SIALAN! JANGAN BERTELUR DI CELANAKU!"

Gema teriakan itu memenuhi lembah, menandakan bahwa hari yang "damai" di Desa Jinan telah resmi dimulai. Lin Xiaoqi hanya bisa tertawa kecil melihat tuannya yang maha perkasa itu lari pontang-panting mengejar seekor ayam, sebuah pemandangan yang lebih ajaib daripada melihat naga terbang di langit. Di sini, di rumah ini, ia belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang menghancurkan musuh, tapi tentang bagaimana kau bisa tetap menjadi manusia di tengah dunia yang sudah kehilangan kemanusiaannya.

Dan bagi Zhou Ji Ran, ini baru permulaan dari petualangan tanpa sistem yang jauh lebih menarik daripada apa pun yang pernah ia alami sebelumnya. Ia siap menghadapi apa pun—baik itu Master Sekte yang marah, invasi iblis, atau bahkan bencana alam—selama tidak ada yang berani menyentuh sawinya. Karena jika ada yang melakukannya, mereka akan segera tahu mengapa ia pernah disebut sebagai Penguasa Multisemesta yang paling ditakuti.

"Xiaoqi! Ambilkan ember! Kuda itu baru saja buang air di jalan masuk!"

"Segera, Tuan!"

Ya, kehidupan ini memang sangat indah._

1
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!