NovelToon NovelToon
Kebangkitan Meridian Naga

Kebangkitan Meridian Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Asal Usul Darah Naga Purba yang Terkubur

Matahari pagi bersinar keemasan, menyinari puncak tertinggi Akademi Bintang Utara—tempat kediaman eksklusif yang dulunya hanya diperuntukkan bagi Tetua Tertinggi, namun kini telah sepenuhnya menjadi wilayah kekuasaan Ren dan Xue Ying. Di balkon luas yang menghadap ke hamparan awan putih, kedua kekasih itu berdiri berdampingan, memandang ke bawah di mana ribuan murid bergerak dengan penuh rasa hormat dan takut. Udara di sini terasa berbeda, kental dengan energi murni yang seolah mengalir langsung dari akar gunung, dan jauh lebih damai dibandingkan hiruk-pikuk dunia bawah.

Namun di balik ketenangan itu, ada rasa penasaran yang terus menggelayuti hati mereka berdua. Semenjak kekuatan mereka melonjak drastis, semenjak meridian mereka terbuka dan darah di tubuh mereka mulai mendidih dan berubah sifat, banyak hal yang tidak masuk akal mulai terjadi. Kenapa ikatan jiwa mereka begitu kuat hingga bisa berbagi kekuatan melintasi ribuan jarak? Kenapa energi mereka begitu spesial hingga bisa menundukkan makhluk-makhluk kuno? Dan kenapa setiap kali mereka bersentuhan, ada bayangan dua makhluk raksasa yang terlintas di benak mereka?

Xue Ying menyandarkan kepalanya di bahu Ren, jari-jarinya saling bertaut erat dengan jari kekasihnya.

"Ren... kemarin saat aku membaca catatan kuno peninggalan nenek moyangku, ada satu bagian yang tertulis samar, terhapus waktu, dan tidak bisa kubaca sepenuhnya," ucap Xue Ying pelan, suaranya lembut namun penuh rasa ingin tahu. "Disebutkan bahwa Klan Burung Hong tidak pernah sendirian. Bahwa sejak awal penciptaan dunia, kami selalu memiliki pasangan yang ditakdirkan... sosok yang setara, yang melengkapi, dan yang kekuatannya sama dahsyatnya."

Xue Ying mengangkat wajahnya, menatap mata Ren lekat-lekat.

"Aku merasa... sosok yang dimaksud itu adalah kamu. Tapi siapa kamu sebenarnya, Ren? Asal usulmu apa? Kenapa darahmu bisa menyatu sempurna dengan darahku? Kenapa energi Naga di tubuhmu terasa begitu tua, begitu purba, seolah sudah ada sebelum bumi ini terbentuk?"

Ren menghela napas panjang, tangannya mengusap lembut pipi kekasihnya. Sejak kecil, ia pun memiliki pertanyaan yang sama. Ia yatim piatu, dibesarkan oleh kakeknya yang misterius yang hanya berpesan satu hal: "Darah di tubuhmu bukan darah manusia biasa. Itu adalah beban dan anugerah terbesar. Suatu hari nanti, saat kau bertemu dia... semua akan terungkap."

"Aku juga tidak tahu pasti, Ying," jawab Ren jujur, matanya menatap jauh ke cakrawala. "Kakekku hanya bilang aku pewaris sesuatu yang besar, sesuatu yang disembunyikan dunia. Tapi sejak kita bertemu... sejak kekuatan kita bangkit... aku mulai merasakan sesuatu. Ada suara, ada kenangan, ada pengetahuan yang bukan milikku sendiri yang perlahan muncul di dalam kepalaku."

Tiba-tiba, udara di sekitar mereka bergetar pelan.

Di leher Ren, di bawah lapisan kulit, Batu Prasejarah yang selalu ia pakai sejak kecil dan menjadi sumber kekuatannya, tiba-tiba bersinar terang. Cahaya keemasan yang pekat dan tua itu memancar keluar, menerangi seluruh ruangan, dan seketika itu juga, di dalam kesadaran mereka berdua, suara berat, agung, dan menggelegar terdengar, suara yang seolah berasal dari dasar waktu itu sendiri.

"Akhirnya... kau telah tumbuh sepenuhnya... dan kau telah menemukannya..."

Ren dan Xue Ying saling pandang kaget. Mereka mengenali suara ini. Suara yang sama yang dulu pernah berbicara pada Ren saat ia berada di ambang kematian, suara yang menyelamatkan nyawanya berkali-kali.

"Siapa kau?!" tanya Ren lantang, tidak takut, melainkan penuh tekad. "Siapa yang bersembunyi di dalam batu ini? Siapa aku sebenarnya?!"

Cahaya emas itu semakin terang, hingga akhirnya wujudnya terlihat. Di udara di depan mereka, terbentuk bayangan makhluk raksasa yang menakjubkan namun menakutkan. Tubuhnya panjang melilit awan, bersisik emas mengkilap, memiliki tanduk megah dan janggut yang melambai tertiup angin. Matanya besar seperti matahari, memancarkan kebijaksanaan ribuan abad.

Itu adalah Naga Emas Purba.

Makhluk legendaris yang dianggap hanya ada dalam mitos penciptaan alam semesta. Makhluk yang bersama Burung Hong, dipercaya sebagai penguasa tertinggi langit dan bumi.

Bayangan itu menundukkan kepalanya perlahan, menatap Ren dengan pandangan penuh kebanggaan dan kasih sayang.

"Tenanglah, keturunanku. Akulah awal dari segala yang kau miliki. Akulah asal dari darah yang mengalir di urat nadimu. Akulah Naga Kaisar Pertama, penguasa langit, pelindung bumi, dan pasangan sejati dari Ratu Hong Yue, nenek moyang wanita di sampingmu itu."

Ren tertegun kaku. Xue Ying menutup mulutnya tak percaya, air mata bahagia dan kagum mulai menggenang di matanya.

"Jadi... kamu..." suara Ren bergetar, menunjuk ke arah bayangan raksasa itu, lalu menunjuk dirinya sendiri. "Darahmu... mengalir di tubuhku?"

"Benar sekali," suara Naga itu bergema lembut. "Ribuan tahun yang lalu, saat dunia masih muda, aku dan Ratu Hong Yue berdiri di puncak segala makhluk. Kami adalah dua kekuatan yang tak terkalahkan, saling melengkapi, saling menyatu. Naga melambangkan kekuatan, ketahanan, dan penguasaan energi. Hong melambangkan pemurnian, kelahiran kembali, dan keagungan jiwa. Bersama-sama, kami adalah keseimbangan mutlak alam semesta."

Bayangan itu berubah sedikit, kini menampakkan gambaran masa lalu yang indah namun tragis.

"Namun, zaman berubah. Muncul kekuatan gelap yang iri pada kebesaran kami. Terjadi peperangan dahsyat yang hampir menghancurkan dunia. Kami berhasil mengalahkan musuh, tapi kami pun terluka parah. Tubuh fisik kami hancur, namun kami tidak mau kekuatan dan warisan kami lenyap begitu saja. Kami membagi jiwa dan darah kami, menyembunyikannya di dalam keturunan kami, menunggu waktu yang tepat... menunggu saat di mana dunia kembali membutuhkan kami."

Naga itu menatap Ren lekat-lekat, lalu beralih ke Xue Ying.

"Klan Burung Hong melestarikan darah murni mereka dengan hati-hati, menurunkan warisan dari generasi ke generasi. Sedangkan aku... aku memilih jalan berbeda. Aku menyembunyikan darahku jauh lebih dalam, menyebarkannya ke berbagai tempat, membiarkannya bercampur, hingga murni kembali secara alami di satu sosok terpilih saja. Dan kau, Ren... kau adalah hasil akhir dari ribuan tahun pemurnian itu. Kau adalah wadah sempurna yang mewarisi seluruh darah, kekuatan, dan ingatanku."

Ren tertegun, perlahan ia mulai mengerti segalanya. Kenapa ia selalu merasa berbeda. Kenapa kekuatannya tumbuh begitu cepat. Kenapa setiap kali ia marah atau berjuang, ada insting purba yang menguasai dirinya dan membuatnya tak terkalahkan.

"Jadi selama ini... aku bukan sekadar anak desa yang tidak punya apa-apa..." bisik Ren, matanya berkaca-kaca. "Aku adalah pewaris terakhir Naga Purba... Kaisar Langit yang hilang..."

"Dan dia," Naga itu menunjuk Xue Ying, yang kini juga sedang mendengarkan dengan hati berdebar, "adalah pewaris terakhir Burung Hong, Ratu Bumi yang legendaris. Takdir ini bukanlah kebetulan, anak-anakku. Pertemuan kalian di desa kecil bertahun-tahun lalu... ikatan jiwa yang terbentuk secara alami... rasa tarik-menarik yang tak bisa kalian tolak... semuanya sudah tertulis sejak ribuan tahun yang lalu."

Bayangan Naga itu semakin memudar, namun suaranya semakin jelas dan penuh wibawa.

"Darah kalian saling mencari. Darah kalian saling membutuhkan. Seperti dulu aku dan Ratu Hong Yue... kalian berdua tidak akan pernah mencapai potensi penuh jika terpisah. Terpisah, kalian hanya sangat kuat. Bersatu... kalian menjadi tak tersentuh, menjadi penguasa sejati yang berdiri di atas segala makhluk."

Tiba-tiba, rasa panas yang luar biasa menyelimuti tubuh Ren dan Xue Ying. Di dalam tubuh mereka, darah yang tadinya merah segar kini perlahan berubah warna. Darah Ren berubah menjadi merah keemasan yang berkilau, sedangkan darah Xue Ying berubah menjadi merah putih yang bersih dan suci. Dua jenis darah itu bergetar, bernyanyi, dan berusaha menembus keluar kulit karena kegembiraan bertemu pasangan sejatinya.

Di belakang Ren, samar-samar muncul bayangan Naga raksasa yang melilit langit, matanya menyala keemasan. Di belakang Xue Ying, bayangan Burung Hong yang indah dan agung melebarkan sayapnya, memancarkan cahaya keemasan dan merah muda. Dua bayangan itu berputar mengelilingi satu sama lain, menyatu di atas kepala mereka, membentuk lambang kekuasaan mutlak.

"Jadi itulah alasannya..." gumam Xue Ying, air mata bahagia jatuh membasahi pipinya. Ia merangkul lengan Ren semakin erat, merasa bangga luar biasa. "Alasannya kenapa kita begitu kuat. Alasannya kenapa kita tidak bisa dipisahkan. Kita bukan sekadar sepasang kekasih biasa, Ren... kita adalah kembalinya legenda yang hilang."

Ren mengangguk, dadanya membusung penuh rasa tanggung jawab dan kebanggaan. Ia tidak lagi merasa rendah diri karena masa kecilnya yang sederhana. Ia tidak lagi merasa heran dengan kekuatan dahsyat yang ada di dalam dirinya. Ia kini tahu siapa dirinya. Ia tahu asal-usul darah yang mengalir di nadinya.

Ia memegang bahu Xue Ying, menatap wanita itu dengan pandangan yang kini jauh lebih dalam, jauh lebih agung, namun tetap penuh cinta yang sederhana dan tulus.

"Xue Ying, kekasihku..." suara Ren berat dan bergetar. "Darahku adalah darah Naga Purba yang terkubur ribuan tahun ini. Darahmu adalah darah Ratu Hong yang abadi. Kita adalah pasangan yang ditakdirkan langit dan bumi."

Ren mengangkat tangan kanannya, dan di telapak tangannya, energi emas murni berputar menjadi bola cahaya yang hidup dan bernapas.

"Selama ini aku merasa aku yang melindungimu. Ternyata... kita saling melindungi. Kita saling melengkapi. Kekuatanmu berasal dari murninya darahku, dan kekuasaanku bersinar terang karena ada keagunganmu."

Xue Ying tersenyum indah, ia mengangkat tangannya juga, energi putih suci bertemu dengan energi emas itu, menyatu sempurna hingga menciptakan ledakan cahaya yang menerangi seluruh puncak gunung, terlihat sampai ke cakrawala.

"Kita bukan lagi sekadar murid akademi, Ren. Kita bukan lagi sekadar pendekar yang mencari jalan," ucap Xue Ying tegas. "Kita adalah kembalinya penguasa sejati. Naga dan Hong. Dua makhluk yang namanya saja cukup untuk membuat seluruh dunia gemetar ketakutan dan hormat."

Di udara, bayangan Naga Purba itu tersenyum puas, perlahan menghilang sepenuhnya masuk ke dalam tubuh Ren, melebur menjadi satu dengan jiwanya, kini dan selamanya. Rahasia besar telah terungkap. Tabir masa lalu telah terbuka.

Ren menarik Xue Ying ke dalam pelukannya, memeluknya erat di tengah cahaya keemasan dan putih yang menyelimuti mereka berdua.

"Mulai hari ini, Ying... kita tidak menyembunyikan apa-apa lagi. Kita tidak lagi bersembunyi di balik nama samaran atau kepura-puraan. Kita akan berjalan tegak dengan kepala tinggi-tinggi. Kita akan membawa nama besar nenek moyang kita ke puncak kejayaan baru."

Ren menatap ke depan, ke arah dunia luas yang terbentang di bawah sana, penuh dengan bahaya, ambisi, dan misteri. Matanya menyala tajam, berkilat seperti mata Naga yang bangkit dari tidur panjang.

"Kita adalah Naga dan Hong. Kita adalah asal mula kekuatan. Dan sekarang... dunia bersiaplah. Karena makhluk yang paling ditakdirkan dan paling berkuasa di alam semesta ini... akhirnya telah bangkit sepenuhnya."

Di kejauhan, awan-awan berkumpul membentuk pola naga dan burung, seolah alam pun sedang memberi hormat dan merayakan kembalinya tuan sejatinya. Asal usul darah telah terungkap, dan legenda baru yang jauh lebih besar baru saja dimulai.

1
Jade Meamoure
😍😍😍
Jade Meamoure
novel yg bagus...moga kedepannya anda tetap berkarya
Jade Meamoure
kisah percintaan d balut kultivasi tp aq salut Krn tk ada adegan yg vulgar hanya d novel anda lho Thor 👍👍👍 sukses n sehat selalu
Didit Nur
terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan
Didit Nur
MC nya terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan, biasanya air beriak tanda tak dalam. harusnya seperti laut yg tenang Namum memiliki ombak yg ganas
Cahya Laela Tsaniya
kata keren kayaknya kurang pas 🙏🏾🙏🏾🙏🏾mungkin kata luar biasa sedikit cocok.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭
Cahya Laela Tsaniya
terdengar aneh kata Mbak 🙏🏾🙏🏾,mungkin kata Mbak diganti Nona ,biar enak didengar🤭
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪
Cahya Laela Tsaniya
Kayaknya ada yg terlewat / tidak terbaca ya🤔🤔🤔🤔??? Tingkatan kultivasi apa saja Thor??
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪!!!!
T28J
semangat thor✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!