NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Cacat

Menikahi Pria Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vanesa Dintiani

Laura Hiraya yang baru berusia 20 tahun harus rela di jodohkan dengan putra konglomerat. Keputusan egois keluarganya menjadikan ia alat tukar di dalam bisnis. Keluarga konglomerat itu menjanjikan sebuah kerjasama bisnis, dan sebagai imbalannya mereka menginginkan calon istri untuk putra mereka, Gaharu Gardapati.

Gaharu, pria cacat yang sialnya sangat tampan. Kecelakaan tragis 2 tahun lalu membuatnya harus terduduk di atas kursi roda. Ia kehilangan kedua fungsi kakinya. Itu, bersifat sementara. Ia masih menjalani perawatan.

Lalu.. bagaimana kisah rumah tangga si gadis ceria dan aktif seperti Laura Hiraya yang di hadapkan dengan Gaharu Gardapati si pria arogan yang pemarah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanesa Dintiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal

Di umurnya yang baru saja menginjak 20 tahun itu, ia tidak menyangka akan di hadapkan dengan keputusan egois keluarganya. Ia tidak memiliki pilihan, tidak memiliki hak, tidak dapat menolak selain harus setuju dan patuh dengan keputusan keluarganya.

Seharusnya ia fokus pada kuliahnya dan di sibukkan dengan berbagai macam tugas perkuliahan. Namun, keputusan itu membuat konsentrasinya pecah.

Ia hanya anak tiri, ibunya sudah meninggal saat ia masih berada di bangku SMA. Ia tinggal bersama ayah tirinya. Itulah sebabnya ia tidak dapat menolak keputusan itu. Ayahnya tidak memiliki putri lain, semua saudaranya laki-laki.

Dalam kondisi ini, ayahnya sangat bersyukur karena keluarga Gardapati menerimanya dan tidak mempermasalahkan statusnya yang hanya seorang anak tiri. Namun, jauh di lubuk hati Laura yang paling dalam, ia merasa berat dengan perjodohan itu.

"Ayah tidak ingin memikirkannya lagi? Aku takut tidak dapat melayani calon suamiku dengan baik."

Laura menatap ayahnya dengan pandangan memohon. Mencoba mencari-cari alasan agar Ayahnya dapat memikirkan keputusannya kembali.

"Laura..." Ayahnya mengusap puncak kepalanya dengan perlahan. Usapan lembut yang terasa seperti peringatan.

"Saat kamu menyandang status sebagai istri Tuan Gaharu, hidupmu akan benar-benar berubah, Nak. Kamu tidak perlu bekerja part-time untuk tambahan uang kuliahmu, semua kebutuhanmu sekaligus uang kuliahmu, Tuan Gaharu akan menanggungnya. Kamu hanya perlu diam, dan semua kemewahan akan datang kepadamu."

Laura terdiam, tangannya saling meremas. Ia tidak membutuhkan kemewahan. Ia hanya belum siap. Apalagi desas-desus yang mengatakan jika Tuan muda Gardapati itu sangatlah pemarah dan arogan.

"Banyak biaya yang sudah ayah keluarkan untukmu. Jadi... Untuk gantinya kamu harus berbakti kepada ayah, hm?"

Selalu, ayahnya selalu mengungkit masalah biaya hidupnya. Saat ibunya masih ada, ayahnya bersikap sangat hangat, lain halnya dengan sekarang. Walaupun masih terlihat hangat, kehangatannya terasa seperti ancaman untuknya agar selalu patuh.

"Laura.. ini demi kebaikanmu dan kebaikan perusahaan kita. Kamu tidak ingin bukan perusahaan yang susah payah ayah dan ibumu bangun hancur begitu saja? Hm?"

Usapan di kepalanya semakin lama semakin terasa mengancam. Usapan tangan itu membuatnya terasa tertekan. Ia tidak tahan, satu tetes air mata jatuh menelusuri pipi putihnya. Bibirnya ia gigit agar tidak mengeluarkan suara isakan.

"Jangan menangis," tangan besar dan kasar itu mengusap pipinya dengan perlahan. Ia menarik tubuh kecil putri tirinya untuk masuk ke dalam pelukannya.

"Ayah selalu menyayangimu Laura, selalu. Ini salah-satu bentuk kasih sayang ayah. Kamu pasti mengerti, bukan?"

Pelukan itu terlepas. "Katakan jika kamu mengerti!" Ucapannya terdengar lembut, namun penuh tuntutan dan tekanan.

Lama terdiam, Laura menganggukkan kepalanya. "Aku mengerti, ayah." Lirihnya.

Pria dewasa itu tersenyum penuh kemenangan. Ia mengecup puncak kepala putrinya sebagai apresiasi karena kepatuhannya.

"Kamu memang selalu dapat ayah andalkan. Kamu kebanggaan ayah, Laura." Kembali, pria dewasa itu memeluk tubuh kecil Laura. Terlihat dari raut wajahnya jika pria dewasa itu benar-benar bahagia. Berbeda dengan seorang gadis yang berada di pelukannya.

'Kamu kebanggaan ayah, Laura.'

Ungkapan itu terus terngiang-ngiang di dalam kepalanya. Kebanggaan? Kebanggaan atau hanya alat tukar?

"Jika aku kebanggaan ayah, seharusnya ayah masih memiliki hati untuk tidak menukarku karena alasan bisnis."

"Aku manusia, aku bukan alat investasi orang dewasa."

Ucapan itu hanya dapat Laura lontarkan di dalam hati. Di dalam pelukan ayahnya ini, ia menangis menumpahkan segalanya yang terasa berat.

.

.

.

Halo... sudah lama hiatus menulis dan tahun ini saya putuskan untuk kembali terjun dalam dunia fiksi ini.

Jika kamu tertarik, silahkan vote & like untuk memberikan dukungan. Jangan lupa berikan juga komentar untuk setiap bab yang akan datang. Satu dukungan dan komentar kalian sangat berarti bagi saya.

Terimakasih.

Sabtu, 14 Maret 2026

Published : Jum'at 20 Maret 2026

1
aku
tembok batu makax klo gmg kaku 🙄 untung ada 5 antek, jd lau gk kesepian 😁
Wawan
Hadir
Bagus Effendik
hai kak semangat ya seru ceritanya mampir juga punyaku yuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!