black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."
" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kontrak berhasil dan kabar buruk
" oh baik baik......." jawab Harun mengambil map yang ayu sodorkan, dengan seksama Harun melihat dan membaca isi dari kontrak itu.
" tidak ada masalah dalam kontrak ini, aku rasa aku bisa langsung tanda tangan." ucap Harun.
ayu melihat Wira, dengan senyum indah dan tampak senang, ayu seperti sedang membagi kebahagiaannya itu pada Wira yang sejak tadi diam dan mendengarkan perbincangan dirinya bersama Harun.
" sudah nona....." ucap Harun menyerahkan kembali map berisi kontrak pada ayu.
" baik.... Sekarang mari kita bicara tentang tim yang akan paman bawa." ujar ayu.
" berapa orang dalam tim paman....." tanya ayu.
" dalam tim ku yang dapat diandalkan dan terpercaya ada 7 orang nona di tambah aku menjadi 8." ucap Harun menjelaskan.
" baik, itu merupakan tim inti, kemudian untuk selanjutnya tentang penambahan orang untuk produksi kami serahkan pada paman, dan tentu ini menjadi tanggung jawab paman apa bila terjadi sesuatu di kemudian hari." ujar ayu sangat ditel karena ini menyangkut barang mewah dengan nilai yang tinggi.
" baik tidak ada masalah." ucap Harun setuju.
" selanjutnya mari tentukan haji untuk paman, berapa minimum gaji yang paman minta. " tanya ayu.
" mungkin satu juta dua ratus." ucap Harun lugas, karena ini hanya gaji minimum dan ini sangat wajar.
" 2jt untuk gaji pak Harun dan 1jt untuk tim yang ada dibawah tanggung jawab paman, bagai mana apa ada masalah." tanya ayu.
" tidak tidak itu sudah sesuai dan pantas." ucap Harun yang merasa ayu ini sangat royal, sama seperti suaminya Wira.
" bagus, sekarang paman lihat ini dan sebutkan kesulitan yang mungkin ada sehingga kami akan mencarikan jalan keluar lain. " ujar ayu kemudian menyerahkan katalog yang berisi gambar perhiasan yang sudah ayu gambar.
ketika harun Melihat gambar ayu itu Harun langsung sangat terkesan dan memberi penilaian tinggi, Harun melihat dengan sangat seksama untuk melihat kesulitan yang mungkin ada.
" untuk kesulitan mungkin tidak ada dari segi pembuatan, hanya saja mungkin dari bahan yang semuanya begitu premium maka harus benar benar di perhatikan." ucap Harun.
" aku tau paman orang yang sangat luar biasa." ujar ayu.
" lalu bagai mana apa paman bisa." ucap ayu.
" bisa... Hanya saja untuk menjaga dari kelangkaan bahan lebih baik membuat jalur distribusi bahan khusus yang bisa di simpan untuk kebutuhan mendadak apa bila distribusi umum tidak bisa menyediakan bahan. " ujar Harun.
" baik distribusi bahan secara umum itu akan aku percayakan pada paman dan untuk jalur khusus mengisi stok di gudang ini biar kami yang melakukannya, hanya saja kita membutuhkan tempat untuk meletakkan semua bahan yang akan kita gunakan nanti." ucap ayu.
cukup lama mengobrol mereka pun akhirnya membubarkan diri karena ayu masih harus menjemput Sasa di sekolah.
...****************...
Hari ini Bisma sedang gelisah karena Waluyo tidak bisa di hubungi sama sekali, karena hari ini harusnya Bisma bisa mengetahui hasil dari investasi yang dia lakukan.
di kamar Santi yang sedang asik scroll ponsel nya tidak sengaja ada satu video penangkapan seorang yang merupakan dalang utama dari investasi bodong. Karena merasa penasaran Santi terus mengikuti video itu dan dalam satu momen Santi mengenal satu orang yang merupakan salah satu dari komplotan itu.
" mas... ini ini bukannya sahabat ayah, namanya Waluyo itu kan." ujar Santi pada Surya yang sedang sibuk dengan laptopnya.
" Waluyo....." Surya mencoba mengingat.
" iya, ayah melakukan investasi bersama dia kan." ucap Santi.
Surya melihat video itu dan Surya langsung kaget juga shock, dia mulai merasakan pertanda buruk dia buru buru mencari sang ayah.
" ayah ayah...." ujar Surya.
" ada apa... Mengapa kamu berteriak." ucap Bisma.
" ayah harus melihat tv sekarang, ini gawat om Waluyo sahabat ayah itu rupanya salah seorang dari komplotan investasi bodong." ujar Surya kemudian mencari siaran tv yang menampilkan penangkapan para komplotan investasi bodong itu.
dan benar di salah satu stasiun tv sudah ada yang menyiarkan berita itu Santi yang juga menyusul segera juga melihat.
Bisma yang melihat itu sangat terkejut dadanya terasa sakit melihat itu, perlahan Bisma menjatuhkan tubuhnya, Surya yang melihat sang ayah seperti itu pun panik dia segera membantu ayahnya.
" tidak mungkin... Tidak mungkin...." Bisma.
" ayah... Ayah...." panik Surya.
" uang ku... itu uangku...." Bisma.
" sayang cepat ambil air untuk ayah." ucap Surya pada Santi istrinya.
" ah ya tunggu." jawab Santi cepat.
" bagai mana bisa terjadi...." Bisma
" hancur... Hancur... Sudah." ucap Bisma.
" ayah tenang lah tenang ....." ucap Surya.
" Surya habis sudah Surya perusahaan itu akan lenyap sekarang." Bisma.
" ini mas airnya....." santi
" ayah minum dulu." ucap Surya
tapi karena terlalu shock Bisma pun akhirnya tidak sadarkan diri, Bisma bertambah panik dia membawa Bisma kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis segera.
Di rumah sakit Santi dan Surya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Bisma saat ini Maslah uang yang hilang masih belum mereka pikirkan karena kesehatan Bisma yang terpenting.
" yank, ayu coba kamu hubungi." ucap Surya pada Santi.
" iya mas....." jawab santi, tidak menunda waktu Santi segera menghubungi Ayu.
" ayu kamu di mana sekarang." tanya Santi.
" di rumah kak." jawab ayu.
" ayah masuk rumah sakit...." ucap Santi.
" apa... aku ke sana sekarang...." ucap ayu.
" ya udah kamu langsung aja ke Rs bakti Kusuma.." ucap Santi.
Panggilan berakhir.
" kenapa ay...." tanya Wira.
" ayah masuk rumah sakit...." ucap Ayu.
" loh kenapa.... Apa ayah sakit..." tanya Wira.
" aku gak tau...." jawab ayu.
" yaudah kita ke sana sekarang." ujar Wira.
" kamu ikut...." tanya ayu terkejut.
" iya..... Ada apa...." ucap Wira
" ya udah ayo...." ujar ayu.
" ayo sayang kita jenguk kakek, saat ini kakek sakit." ujar Wira.
" um...." jawab Sasa.
...****************...
" kak...." ujar ayu setibanya di rumah sakit dan bertemu dengan Santi juga Surya.
" ayu....." ujar Surya dan Santi hampir berbarengan.
" kak....." ujar Wira.
" ya.... " jawab Surya ketus, image buruk Surya masih melekat dibenaknya.
" ayah kenapa kak...." tanya ayu memecah suasana yang buruk itu.
Surya mulai menjelaskan semua sampai akhirnya Bisma tidak sadarkan diri setelah melihat kabar tentang penangkapan para komplotan investasi bodong itu.
" ayah... Mengapa ayah bisa begitu cerobohnya." ucap ayu tak percaya.
" kakak sudah berusaha memperingatkan hanya saja ayah bersikeras ingin melakukannya." ucap Surya.
" lantas sekarang bagai mana dengan perusahaan ini bukan uang kecil, pasti para investor akan menggeruduk kita....." ucap Ayu.
" ntah itu masih kakak pikirkan, yang terpenting saat ini kesehatan ayah." jawab Surya sepertinya sangat berat.
" keluarga pasien." ucap dokter.
" itu kami dok...." ayu.
" bagai mana kondisi ayah saya dok...." Surya.
" tuan Bisma baik baik saja, hanya saja karena terlalu shock dan di usianya yang sudah lanjut itu membuat ketahanan nya menurun sehingga tidak sadarkan diri. besok juga sudah boleh pulang, yang terpenting jangan sampai memikirkan beban yang terlalu berat atau menerima kabar yang terlalu mendadak, walau jantung nya masih sehat, hanya saja usianya sudah tidak bisa menerima." ucap dokter.
" baik terimakasih dok sudah bekerja keras. lalu apa kami bisa masuk untuk melihat kondisi ayah kami." Surya.
" mungkin satu orang saja dulu, karena pasien akan di pindahkan ke ruang perawatan." ujar dokter.