NovelToon NovelToon
Serpihan Luka Masa Lalu

Serpihan Luka Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Bagi Arga, Yura adalah teka-teki yang menolak untuk dipecahkan. Ketika Ayu mencoba menyembuhkan lukanya, masa lalu Yura mulai terkuak. Sebuah rahasia terungkap dan pengabdian dikhianati. Arga terjebak dalam dilema: Tetap setia pada dia yang tak kunjung pulang, atau menyerah pada bahagia yang terasa berdosa? Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar hilang tanpa meninggalkan bekas yang beracun.

"Hal tersulit dari kehilangan bukan tentang merelakan, tapi tentang ketakutan bahwa kau akan bahagia di atas penderitaan seseorang yang kau lupakan."

Followw akun IG @author_receh untuk info seputar novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Setia pada luka bayangan

Hai ketemu lagi sama Shadirazahran23. Udah siap ya baca kisah Arga anaknya Papa Rasya dan Mama Andrea. Sebelumnya mohon untuk follow,koment dan share ya.Jangan lupa baca dari awal hingga akhir. Selain itu please jangan tabung bab.NYalakan loncengnya agar tiap kali aku update kalian langsung cus baca.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Gerimis tipis mengguyur Jakarta sore itu, menciptakan aroma yang selalu berhasil menarik paksa ingatan Arga Hutomo ke masa tiga tahun lalu. Masa di mana Yura masih berdiri di sampingnya, tertawa di bawah payung yang sama, sebelum akhirnya gadis itu melangkah pergi dan tak pernah kembali.

Arga duduk di sudut kafe favorit mereka dulu. Di depannya, ada dua cangkir kopi yang sudah mendingin. Satu miliknya, dan satu lagi milik "bayangan" yang selalu ia bawa dalam pikirannya.

"Tiga tahun, Ra. Kamu di mana?" bisiknya lirih, jarinya mengusap pinggiran cangkir yang tak tersentuh itu.

Ponselnya bergetar di atas meja. Sebuah nama muncul: Mama (Andrea). Arga tahu apa isinya tanpa perlu mengangkat. Pasti permintaan untuk pulang, atau usaha Mamanya untuk menjodohkannya lagi agar ia berhenti meratapi kepergian Yura. Arga mengabaikannya. Ia lebih memilih memandangi rintik hujan di balik jendela besar kafe.

Bagi Arga, Yura bukan hanya cinta pertama. Yura adalah separuh jiwanya. Meski kepergian Yura penuh misteri dan kata-kata terakhir gadis itu sangat dingin, Arga tetap percaya ada alasan di balik semua itu.

Tiba-tiba, suara denting lonceng pintu kafe berbunyi nyaring. Angin kencang masuk, membawa butiran air hujan yang mengenai wajah Arga.

BRAK!

Seorang gadis masuk dengan tergesa-gesa. Payung warna-warninya macet, tak bisa ditutup. Ia tampak kewalahan dengan tas besar, sebuah kamera yang menggantung di leher, dan rambut yang sudah setengah basah.

"Duh, payung sialan! Jangan sekarang dong macetnya!" gerutu gadis itu cukup keras, membuat beberapa pengunjung menoleh.

Gadis itu terus berjuang dengan payungnya sampai akhirnya,KLAK! payung itu tertutup mendadak dan mengenai cangkir kopi "kosong" di depan Arga. Kopi itu tumpah, membasahi meja dan sedikit mengenai kemeja hitam yang dikenakan Arga.

Arga tersentak. Amarahnya langsung naik. Meja itu adalah "ruang suci" baginya bersama kenangan Yura.

"Bisa hati-hati nggak?!" suara Arga berat dan dingin, membuat suasana kafe mendadak tegang.

Gadis itu terdiam. Ia menatap cangkir yang tumpah, lalu menatap Arga dengan mata bulat yang bersinar penuh rasa bersalah, namun tetap terlihat... hidup. Sangat hidup.

"Aduh! Ya ampun, Mas! Maaf, maaf banget! Aku nggak sengaja, beneran!" Gadis itu panik. Ia langsung merogoh tasnya, mengeluarkan segenggam tisu dan mulai mengelap meja Arga dengan gerakan yang sangat cepat dan berantakan.

"Berhenti. Biar pelayan yang bersihkan," potong Arga kasar.

Gadis itu mendongak, tersenyum lebar hingga matanya menyipit. "Enggak apa-apa, Mas! Ini salah aku. Kenalin, aku Ayu Sebagai permintaan maaf, kopinya aku ganti yang baru ya? Tenang, aku tahu kopi enak di sini!"

Arga menatap gadis bernama Ayu itu dengan dahi berkerut. Keceriaan gadis itu terasa sangat asing dan menyakitkan di telinganya.

"Aku nggak butuh kopi baru. Aku cuma butuh kamu pergi dari sini," ucap Arga tajam.

Namun, Ayu tidak tampak tersinggung. Ia justru duduk di kursi depan Arga,kursi yang selama tiga tahun ini tidak pernah diizinkan Arga ditempati oleh siapa pun.

"Masnya lagi sedih ya? Kelihatan dari matanya. Kata Ayahku, orang sedih nggak boleh minum kopi dingin. Harus yang hangat, biar hatinya ikutan hangat. Tunggu ya, Mas Pusing!"

"Nama saya Arga, bukan Mas Pusing!"

Ayu tertawa kecil sambil bangkit menuju kasir. "Oke, Mas Arga yang lagi pusing! Tunggu bentar!"

Arga terpaku menatap punggung gadis itu. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, kursi di depannya tidak lagi ditempati oleh bayangan Yura yang sunyi, melainkan oleh kekacauan nyata yang bernama Ayu.

Arga mendengus, matanya menatap nanar pada noda kopi yang mulai mengering di atas meja kayu itu. Baginya, itu bukan sekadar tumpahan cairan hitam, tapi rusaknya sebuah ritual. Setiap sore, di jam yang sama, ia selalu memesankan kopi yang sama untuk Yura. Ia ingin merasa bahwa Yura masih ada, duduk di sana, menyesap kopi sambil menceritakan mimpi-mimpinya.

Kini, kursi itu kosong,secara fisik. Namun, aroma parfum stroberi yang tertinggal dari gadis ceroboh tadi seolah mengusir aroma kenangan Yura yang selama ini ia jaga.

"Ini dia! Kopi paling hangat buat Mas Arga yang paling galak."

Ayu kembali dengan dua gelas besar di tangannya. Ia meletakkan salah satunya di depan Arga dengan suara duk yang cukup keras. Arga hanya melirik gelas itu tanpa minat.

"Aku bilang, aku nggak butuh," suara Arga masih sedingin es.

"Mas, mubazir itu temannya setan loh," Ayu duduk kembali, mengabaikan tatapan mengusir dari Arga. Ia mulai menyesap minumannya sendiri dengan nikmat. "Lagian, duduk sendirian sambil ngelihatin hujan itu cuma bagus di film-film galau. Di dunia nyata, itu namanya nyiksa diri."

Arga menoleh tajam, matanya menyipit penuh peringatan. "Kamu nggak tahu apa-apa soal hidup saya. Jadi, berhenti sok tahu."

Ayu tertegun sejenak, melihat luka yang begitu dalam di balik mata tajam Arga. Namun, bukannya takut, ia justru menopang dagunya dengan kedua tangan, menatap Arga dengan saksama. "Aku emang nggak tahu hidup Mas Arga. Tapi aku tahu satu hal: Mas lagi nunggu seseorang yang nggak akan datang, kan?"

Kalimat itu menghantam Arga tepat di ulu hati. Napasnya tercekat. "Diam kamu."

"Mas, kalau dia emang mau datang, dia nggak akan biarin Mas nunggu sampai kopinya sedingin es begini," lanjut Ayu tanpa dosa. "Aku juga pernah kehilangan, Mas. Tapi aku milih buat bawa payung warna-warni, bukan payung hitam yang bikin mendung makin berasa."

"Cukup!" Arga berdiri tiba-tiba, membuat kursi yang didudukinya berderit nyaring di lantai kafe. Ia menyambar kunci mobilnya. "Jangan pernah berani bicara soal kehilangan di depan saya. Kamu cuma orang asing yang kebetulan numpang berteduh."

Arga menyambar kunci dan tas di meja lalu melangkah pergi dengan langkah lebar, meninggalkan Ayu yang masih duduk terpaku. Ia tidak peduli jika ia terlihat kasar. Baginya, Ayu adalah gangguan. Sebuah anomali yang mencoba masuk ke dalam ruang gelap yang sudah ia bangun dengan susah payah selama tiga tahun ini.

Di luar, hujan semakin deras. Arga masuk ke dalam mobilnya, mencengkeram kemudi dengan erat. Dadanya sesak. Bayangan Yura kembali muncul,Yura yang tersenyum saat mereka SMA, Yura yang berjanji tidak akan pernah pergi.

"Kamu di mana, Ra? Kenapa rasanya makin sulit buat jaga ingatan tentang kamu?" gumam Arga frustrasi.

Ia baru saja hendak menyalakan mesin mobil saat matanya menangkap sesuatu di jok penumpang. Sebuah benda kecil tertinggal di sana. Arga mengerutkan kening. Itu bukan miliknya.

Sebuah gantungan kunci berbentuk kamera kecil dengan tulisan grafiti nama: Ayu

"Sial," umpat Arga. Gadis itu pasti menjatuhkannya saat ia mencoba membantu membersihkan meja tadi atau mungkin saat ia mengejar Arga masuk ke parkiran? Tidak, Arga ingat gadis itu masih di dalam kafe.

Arga melihat ke arah jendela kafe yang mulai berembun. Ia bisa melihat Ayu dari kejauhan, gadis itu tampak sedang merogoh tasnya dengan panik, wajah cerianya menghilang, berganti dengan raut cemas seolah kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

Arga menatap gantungan kunci itu, lalu menatap Ayu.Logikanya menyuruhnya untuk melempar benda itu ke luar jendela atau membiarkannya saja. Namun, entah kenapa, tangan Arga justru mengantongi benda itu.

"Besok. Aku akan balikin besok, dan setelah itu, aku nggak mau ketemu dia lagi," bisiknya pada diri sendiri.

Bersambung...

1
Rahayu Ayu
Oooo....
Ternyata Ayu sudah kenal Yura
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
moureza
betul sbnrnya apa yg disembunyiksn ayu?
Rahayu Ayu
Masih penasaran dengan rahasia yg Ayu sembunyikan, hingga sampai Ayu nekat meninggalkan Arga.
shadirazahran23: kita kasih yang tegang tegang dulu
total 2 replies
nayla tsaqif
Teka teki ttg yura gmn, thor,,??
shadirazahran23: nanti akan terungkap,sabar ya
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mirip lh kn ayahnya 🤭
Wiwi Sukaesih: y bntr Thor
tp d kehidupan nyata ktny klw anak mirip ayahnya pasti salah satu ad yg ngalhin..ntah mitos ap fakta ....
total 2 replies
Alyka Raveena
apa ayu korban perkosaan?
koq pikiran ku langsung kesana ya Thor?
apa dibalik baju ayu yg selalu longgar ada sesuatu yg dia sembunyikan???
shadirazahran23: OMG 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rusmini Mini
anak ayu dan arga...tp ayu gak kasih tau arga kalo dia hamil /Smug//Smug/
shadirazahran23: karena ada sesuatu,makanya Ayu gak ngasih tau
total 1 replies
Rusmini Mini
apa Ayu jg spt Yura meninggalkan Arga sendiri aduh aduh What really happened to Ayu.....is Ayu going to leave? /Whimper//Whimper/
Wiwi Sukaesih
msh rahasia rahasia ini ayu
smpe punya anak LG
....ank Arga ..
Wiwi Sukaesih: Siip lh dtnggu y 😍
total 2 replies
Rusmini Mini
aq bacanya kok pas puasa ya aq sKip 😞😞
Rusmini Mini
Arga bodoh move on napa Yura itu dah pergi knp kamu nanti capek dehh 🤦🤦
Wiwi Sukaesih
ahh ngegantung lg
shadirazahran23: Cucian kali di gantung
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
penuh misteri
jd penasaran Thor...
Wiwi Sukaesih: ahh pling bsa ni KKA 😁
total 2 replies
Rahayu Ayu
Penasaran banget kak,
entah apa yg jadi rahasia Ayu, sampai Ayu mengaku salah
shadirazahran23: akupun penasaran.🤣
total 1 replies
Anonymous
Update nya yg banyak yaaa
falea sezi
lanjut
shadirazahran23: ditunggu ya kak
total 1 replies
falea sezi
Ded deg ya ga
Rusmini Mini
siapa org dekil itu
Wiwi Sukaesih
penuh teka teki ....
up LG Thor 😍
mg org yg td manggil Arga g d apa apain SM org misterius it
Rusmini Mini
itu ser serran cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!