NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolakan

Liliana keluar dari kamar mandi. Aroma wangi sabun pun langsung menyeruak. Ia hanya mengenakan gaun tipis tidur yang membentuk lekuk tubuhnya yang indah.

Aku selalu terhipnotis dengan sosok Liliana. Wanita yang kunikahi sejak tiga tahun yang lalu. Wanita yang membuatku jatuh cinta untuk pertama kali, juga mungkin untuk yang terakhir kali.

Liliana duduk di depan meja riasnya. Ia menyisir rambutnya yang panjang. Aku masih terus memperhatikannya. Sambil menahan gejolak di dalam diriku yang selalu berharap ingin menyentuhnya. Tapi sayang, tak pernah sekalipun terlaksana.

"Ada apa, Mas?" tanya Liliana dengan suara yang terkesan dingin seperti biasanya. Ia menatapku lewat pantulan cermin di hadapannya. Rupanya dia sadar sedang kuperhatikan.

"Ada apa, apanya?" Aku bingung dengan pertanyaannya.

"Kamu liatin aku terus kan dari tadi?"

"Oh itu." Aku sedikit kelincutan.

"Kamu cantik," pujiku.

Liliana tak bereaksi apa-apa. Harusnya jika wanita lain, pasti akan bahagia mendengar pujian dari sang suami. Tapi Liliana berbeda, karena pujianku bukan sesuatu yang ia idamkan.

"Bagaimana pekerjaanmu?"

Ia mengalihkan pembicaraan.

Dan aku tahu, dia hanya berbasa-basi bertanya seperti itu. Sebetulnya ia sama sekali tak perduli. Dan sama sekali tak ingin tahu.

"Biasa saja. Untuk hari ini pasienku lumayan banyak." Aku menjawab pertanyaannya ala kadarnya.

Ya. Aku adalah seorang Dokter gigi. Aku menjalani karir tersebut sudah kurang lebih empat tahunan. Tiga tahun awal, aku bekerja di salah satu rumah sakit besar di kota ini. Tetapi setahun terakhir, aku membuka praktek di klinik kecil-kecilan yang kudirikan sendiri. Klinik yang berlokasi di kawasan rumahku. Halaman yang kusulap menjadi bangunan untuk menampung para pasienku yang berobat.

Liliana meletakan sisir rambutnya. Ia gantian mengambil body lotion untuk dikenakannya. Kali ini ia duduk membelakangi cermin menja riasnya. Posisinya menghadap ke arahku yang saat ini duduk di atas ran_jang. Masih memperhatikannya. Liliana menarik ke atas rok baju tidurnya. Pa_hanya yang indah jadi terpampang, semakin membangkitkan perasaan yang sedari tadi berusaha aku tahan.

Glekkkk....

Aku tanpa sadar menelan saliva. Aku pun mengedarkan pandang ke arah yang lain. Aku berusaha mengalihkan perhatianku. Tetapi gerak-geriknya, seolah sengaja ingin menggodaku. Seolah agar tatapanku lagi-lagi kembali tertuju kepadanya. Walau aku tahu, sebenarnya bukan seperti itu. Itu hanya harapanku saja.

"Kalau pekerjaanmu gimana? Tak ada kendala, kan?" Aku balas bertanya. Tentu itu juga salah satu caraku untuk meredam sesuatu yang sedari tadi bergejolak.

"Seperti biasanya, aku harus sabar menghadapi anak-anak paling bandel di sekolah," rutuknya. Dan aku pura-pura tertawa menanggapinya.

Liliana beranjak berdiri. Ia sudah selesai dengan body lotion nya. Ia menghampiriku. Ikut duduk di atas tempat tidur empuk kami.

"Oh ya, Mas, aku lupa ngomong sesuatu sama kamu," tuturnya. Posisinya kini dekat denganku. Kecantikannya pun jadi semakin jelas di mataku.

"Ngomong tentang apa?" Aku mengernyitkan kening. Aku begitu antusias menanggapi ucapan Liliana. Karena jarang-jarang dia mengajakku berbincang seperti ini. Biasanya, usai mengajar, dia hanya sibuk dengan gadgetnya. Aku selalu diabaikannya. Keberadaanku tak pernah dianggapnya ada.

"Kemarin Ibuk telepon. Dia mau minta tolong sama kita."

"Ya. Minta tolong apa? Aku disuruh transfer uang lagi kah untuk biaya sekolah adik-adikmu? Oke, aku akan segera transfer. Ibuk butuh berapa?" tanyaku. Aku selalu royal terhadap keluarga Liliana. Karena bagiku, mereka adalah keluargaku juga.

"Bukan itu, Mas."

"Terus?"

"Ibu mau nitipin Alana ke kita."

1
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!