(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~01.
...🔥🔥🔥🔥...
Zzzzz... zzzz.
...Suara alat vibrator memenuhi kamar mewah keluarga Raven. Diatas kasur nampak seorang wanita cantik tanpa busana meliukkan tubuhnya kesana kemari dengan keringat deras terus membasahi pelipisnya. bibir sexi-nya terus menyebut nama sang suami tanpa henti sambil membayangkannya sebagai bahan fantasi liarnya. Beberapa saat kemudian, tubuh wanita itu semakin tak terkendali dan sebuah air mancur pun meluncur deras membasahi kasur....
...Dia adalah Alexa Raven, istri Stevan Raven. Dan sudah hampir setahun, Stevan terus menolak untuk memberi Alexa nafkah batin dengan berbagai alasan. Sebagai wanita dewasa, Alexa merasa merana dan kesepian, demi menghibur dirinya sendiri, Alexa mendapatkan ide cemerlan dari sahabatnya, Cathy, beserta semua alat-alat dewasa itu....
...Dengan nafas memburu kasar, Alexa bangkit, bergegas membersihkan kasur lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Di dalam kamar mandi Alexa berdiri terdiam di bawa kerang shower, pikirannya kacau memikirkan kenapa suaminya terus menolaknya? Apakah dia mulai tidak menarik lagi?...
"Apakah aku harus melakukan operasi wajah? Agar Stevan bisa mencintaiku lagi seperti dulu?" gumam Alex, tiba-tiba sebuah air mata jatuh bercampur dengan air lolos tanpa aba-aba.
...Sungguh Alexa sangat tersiksa harus bermain dengan benda tanpa nyawa itu demi menghibur diri. Bahkan ia sempat depresi. Namun, beruntun ia memiliki sahabat yang setia menemaninya kapan pun ia butuh....
Tok, tok, tok.
...Suara ketukan pintu kamar mandi menyadarkan Alexa. Dengan cepat ia membersihkan diri, meraih handuk melilitnya di tubuh dan berjalan menuju pintu kamar mandi sambil tersenyum bahagia....
Ceklek.
"Kenapa lama sekali?" protes Stevan menatap Alexa dengan tatapan dingin.
Senyum bahagia itu pun redup dari bibir Alexa."Maaf, tadi aku-"
"Cepat keluar, aku mau mandi," desak Stevan berbalik, ia berjalan pergi meninggalkan Alexa yang terus menatap punggung lebarnya.
...Beberapa menit kemudian, Alexa menghela nafas kecil tanpa mengeluarkan suara atau protes, karena ia tak mau memulai pertengkaran seperti biasa, saat ia mulai bertanya dari mana Stevan? Kenapa pulang selarut ini? Ia melangkah pergi mendekati walk-in-closet, dan membukanya....
"Suamiku, aku akan persiapkan makan malam untukmu," ucap Alexa, mata cantiknya mencari-cari piyama yang akan digunakan oleh Stevan.
"Tidak perlu, aku sudah makan diluar," ujar Stevan melangkah masuk ke dalam kamar mandi, lalu menutup pintu kamar mandi.
...Hati Alexa terasa nyeri menyaksikan sikap Stevan yang sangat dingin kepadanya. Padahal dulu, Stevan adalah pria yang penuh kehangatan. Dia selalu pulang tepat waktu, dan menolak makan diluar kalau ada teman yang mengajaknya, karena ia tau, Alexa pasti sedang menunggunya untuk makan malam....
"Aku merindukan Stevan yang dulu..." batin Alexa memeluk piyama milik Stevan, menghirup aroma maskulin Stevan dalam-dalam. Air matanya pun mengalir turun tanpa permisi menandakan bahwa, betapa ia sangat merindukan momen hangat bersama Stevan.
*
*
*
...(Pagi harinya)...
...Seperti biasa, Alexa bangun lebih awal dan mulai menyiapkan sarapan seperti biasa, walaupun kadang Stevan memakannya dan kadang tidak sama sekali. Namun Itu tidak akan menghentikan Alexa untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya sebagai seorang istri, walaupun di rumah mewah itu terdapat beberapa pelayan yang siap memasak. Tapi bagi Alexa, kesehatan Stevan adalah tanggung jawabnya, jadi dia yang harus memasak, agar memastikan semua aman di konsumsi oleh Stevan....
...Tepat jam 7:40 pagi, semua masakan sudah siap, dengan senyuman yang terus menghiasi bibir sexi-nya seperti biasa, Alexa membawa semua masakan itu menuju meja, lalu menatanya di meja. Tapi belum juga selesai, samar-samar Alexa mendengar suara mobil berhenti di depan rumah, dan mendengar para pelayan serempak menyapa....
"Mama Mertua?"
...Alexa bergerak berjalan pergi meninggalkan makanan yang belum selesai di tata menuju pintu utama tanpa melepaskan piyama yang bergantungan di lehernya. Sesampainya disana, Alexa segera mendekati sang ibu mertua dan salim tangannya. Kemudian ia melirik ke arah seorang wanita cantik berpenampilan glamor yang dari tadi menatapnya dengan sinis....
"Mama, itu-"
"Kita masuk dulu baru bicara," potong sang ibu mertua meraih tangan wanita itu, lalu membawanya masuk ke dalam rumah.
...Alexa nampak bingung bercampur penasaran menatap kepergian mereka. Demi menghilangkan rasa penasarannya, Alexa segera menyusul masuk sambil terus bertanya dalam hati, siapa wanita itu?...
...Sang ibu mertua pun menuntun wanita itu penuh perhatian menuju ruang tamu dan duduk. kemudian ia memerintahkan Alexa untuk menyajikan teh hangat dan beberapa cake, sesuai selera wanita itu. Alexa pun melakukan semua itu tanpa membantah....
...Beberapa saat kemudian saat Alexa tengah sibuk di dapur mempersiapkan semuanya, tak sengaja ia mendengar suara ribut dari ruang tamu, memaksa dirinya harus pergi dan melihat apa yang sedang terjadi?...
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
...Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan......
Bruk!
...Alexa pingsan tak sadarkan diri menyadarkan mereka, dan mereka pun serempak melirik ke arah sumber suara. Betapa Stevan sangat terkejut melihat Alexa sudah terbaring lemas di atas lantai. Dengan panik Stevan berlari ke arah Alexa dan segera menggendongnya....
"Cepat siapkan mobil!" teriak Stevan tanpa permisi membawa Alexa pergi meninggalkan Nyonya Eta dan Emily.
...Melihat Stevan yang begitu perhatian kepada Alexa, rasa cemburu dan marah pun menyelimuti hati Emily....
"Akan aku rebut semua itu darimu, Alexa," batin Emily, diam-diam ia mengepal kuat kedua tangannya menatap kepergian Stevan hingga ia menghilang di balik pintu rumah.
...(Bersambung)...