NovelToon NovelToon
Takdir Dari Bayangan

Takdir Dari Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:734
Nilai: 5
Nama Author: J. F. Noctara

Arkan Noctis memasuki Akademi Duskveil, tempat para penyihir muda dilatih dalam tiga kekuatan utama: alam, cahaya, dan malam. Namun berbeda dari murid lain, Arkan datang membawa satu tujuan—mengungkap kebenaran tentang keluarganya yang selama ini dianggap sebagai simbol kegelapan dan kehancuran.
Pencariannya membawanya pada sebuah ritual kuno yang hanya bisa dilakukan dengan menyatukan ketiga jenis sihir.
bagaimana cara arkan menyatukan ketiga jenis sihir itu?? dan apa kebenaran dari keluarga noctis?? Ayoo mulai baca Takdir dari Bayangan!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J. F. Noctara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Akademi Duskveil

...****************...

Kabut tipis menggantung di atas lembah ketika matahari pagi perlahan muncul dari balik pegunungan hitam yang mengelilingi wilayah Duskveil. Cahaya keemasan menembus awan tipis, menyinari bangunan batu besar yang berdiri megah di tengah lembah.

Itulah Akademi Duskveil.

Akademi itu telah berdiri selama ratusan tahun, menjadi tempat di mana para penyihir muda dari berbagai penjuru dunia datang untuk mempelajari kekuatan mereka. Dari kejauhan, bangunannya tampak seperti sebuah istana kuno dengan menara-menara tinggi yang menjulang ke langit. Dinding-dindingnya terbuat dari batu abu-abu tua yang dipenuhi ukiran rune sihir yang berkilau samar ketika terkena cahaya.

Namun ada satu hal yang selalu membuat orang terdiam ketika pertama kali melihat akademi itu.

Langit di atasnya.

Langit itu tampak seperti terbelah menjadi dua.

Di sisi barat, cahaya matahari bersinar terang, memberikan nuansa hangat pada bangunan-bangunan yang berada di wilayah itu. Namun di sisi timur, awan gelap selalu menggantung, menciptakan bayangan panjang yang seolah menelan sebagian wilayah akademi.

Banyak orang percaya bahwa perbedaan itu bukan sekadar fenomena alam.

Itu adalah simbol dari sesuatu yang lebih besar.

Sebuah batas yang tak terlihat antara cahaya dan kegelapan.

Hari itu adalah hari yang penting bagi para murid baru.

Ratusan pemuda dan pemudi berkumpul di halaman depan akademi. Mereka datang dari berbagai kerajaan, membawa harapan, mimpi, dan juga rasa gugup yang tidak bisa mereka sembunyikan.

Beberapa dari mereka berbicara dengan penuh semangat, sementara yang lain hanya berdiri diam sambil mengamati bangunan besar di hadapan mereka.

Di antara keramaian itu, seorang pemuda berdiri agak jauh dari kelompok lainnya.

Rambutnya hitam legam, sedikit berantakan tertiup angin pagi. Matanya juga berwarna hitam pekat, seolah menyimpan kedalaman malam yang tidak mudah dipahami.

Namanya Arkan.

Ia mengenakan jubah hitam sederhana yang berbeda dari jubah kebanyakan murid lain. Tanpa banyak bicara, ia hanya berdiri sambil memperhatikan menara-menara akademi yang menjulang tinggi.

"Jadi ini Akademi Duskveil..."

Suara itu hampir tidak terdengar, seolah hanya ditujukan untuk dirinya sendiri.

Sejak kecil, Arkan telah mendengar banyak cerita tentang tempat ini. Akademi tempat para penyihir terbaik dunia dilatih.

Namun bagi Arkan, akademi ini bukan hanya tempat untuk belajar sihir.

Ini adalah tempat untuk mencari jawaban.

Jawaban tentang keluarganya.

Jawaban tentang nama yang selama ini selalu diucapkan dengan bisikan oleh banyak orang.

Nama Noctis.

Suara langkah kaki yang berat tiba-tiba terdengar dari arah tangga batu besar yang mengarah ke pintu utama akademi.

Semua murid langsung terdiam.

Seorang pria tua dengan jubah panjang berwarna abu-abu berjalan perlahan ke tengah halaman. Rambutnya sudah memutih, namun wajahnya masih memancarkan wibawa yang kuat.

Matanya yang tajam menyapu kerumunan murid yang berdiri di hadapannya.

"Aku adalah Kepala Akademi Duskveil," ucapnya dengan suara yang tenang namun jelas terdengar oleh semua orang.

"Dan hari ini adalah hari di mana perjalanan kalian sebagai penyihir dimulai."

Beberapa murid menelan ludah dengan gugup.

Kepala akademi melanjutkan, berjalan perlahan di depan para murid.

"Akademi ini dibangun oleh tiga pendiri besar yang mewakili tiga kekuatan utama dunia sihir."

Tangannya terangkat, menunjuk ke arah selatan akademi.

"Rumah Natureveil. Rumah bagi mereka yang memiliki hubungan dengan alam. Para penyihir Natureveil dikenal karena kebijaksanaan, kecerdasan, dan kreativitas mereka."

Kemudian ia menunjuk ke arah barat.

"Rumah Lightveil. Rumah para penyihir cahaya yang menjunjung keberanian, kehormatan, dan semangat melindungi dunia."

Akhirnya ia menunjuk ke arah timur.

"Dan rumah Darkveil."

Beberapa murid langsung saling berpandangan ketika nama itu disebut.

"Rumah bagi mereka yang menguasai sihir malam."

Suasana menjadi sedikit lebih sunyi.

"Sihir kegelapan sering disalahpahami oleh banyak orang," lanjut kepala akademi. "Namun kekuatan tidak pernah benar-benar baik atau jahat. Semuanya bergantung pada siapa yang menggunakannya."

Arkan memperhatikan kata-kata itu dengan tenang.

Entah mengapa, kalimat itu terasa seperti ditujukan langsung kepadanya.

...----------------...

Setelah itu, upacara penerimaan murid dimulai.

Satu per satu nama murid dipanggil.

Ketika sebuah nama disebut, murid itu akan maju ke depan dan disambut oleh instruktur dari rumah yang telah dipilih untuk mereka.

Tepuk tangan terdengar setiap kali seorang murid diterima.

Beberapa terlihat sangat bangga, sementara yang lain tampak hampir tidak percaya dengan keberuntungan mereka.

Waktu terus berjalan.

Nama demi nama dipanggil.

Hingga akhirnya seorang instruktur dengan jubah hitam dari rumah Darkveil membuka gulungan daftar nama di tangannya.

Ia menatap daftar itu beberapa detik sebelum berbicara.

"Berikutnya…"

Aula besar terasa sedikit lebih sunyi.

"Arkan Noctis."

Nama itu bergema di seluruh ruangan.

Seolah-olah waktu berhenti sejenak.

Beberapa murid langsung saling berbisik.

"Dia bilang… Noctis?"

"Serius?"

"Keluarga itu masih ada?"

Arkan bisa merasakan puluhan pasang mata menatapnya.

Namun ekspresinya tidak berubah.

Dengan langkah tenang, ia berjalan menuju panggung.

Suara langkahnya bergema di lantai batu aula besar.

Instruktur Darkveil menatapnya dengan senyum tipis.

"Kami menyambut pewaris keluarga Noctis, Arkan Noctis, untuk bergabung dengan rumah Darkveil."

Tepuk tangan terdengar, meskipun tidak terlalu keras.

Sebagian murid tampak kagum.

Namun sebagian lainnya terlihat ragu… bahkan takut.

Arkan sudah terbiasa dengan hal itu.

Sejak kecil, ia selalu mendengar cerita yang sama tentang keluarganya.

Bahwa keluarga Noctis adalah keluarga yang berbahaya.

Bahwa mereka memiliki kekuatan yang tidak seharusnya dimiliki oleh manusia.

Namun hanya ada satu hal yang selalu membuat Arkan merasa ragu.

Jika semua cerita itu benar….

Mengapa ayahnya selalu mengatakan bahwa dunia tidak mengetahui kebenaran yang sebenarnya?.

Instruktur Darkveil sedikit mendekat.

"Selamat datang di rumahmu," katanya pelan.

Arkan menatap pria itu sejenak.

Kemudian ia mengangguk.

Namun jauh di dalam pikirannya, ia tahu satu hal dengan pasti.

Ia tidak datang ke Akademi Duskveil hanya untuk menjadi penyihir.

Ia datang untuk menemukan sesuatu yang jauh lebih penting.

Sebuah rahasia yang telah tersembunyi selama ratusan tahun.

Rahasia tentang keluarganya.

Rahasia tentang kekuatan yang selama ini ditakuti oleh dunia.

Dan tanpa ia sadari…

Langkah pertamanya di akademi ini akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.

Sesuatu yang suatu hari nanti akan mengubah cara dunia memandang cahaya dan kegelapan.

Dan di tengah semua itu, satu nama akan kembali bergema dalam sejarah dunia.

...Noctis....

...****************...

1
Palu Hiji
up up upppp!!!!!
Palu Hiji
cerita yang aku sukaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!