NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:719
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1

Rain Petaka yang kerap memperkenalkan dirinya sebagai Petaka, menatap lembut bayi perempuan berusia tujuh bulan, seulas senyum tulus terulas dibibir pria blasteran itu. Ia menyukai celoteh tidak jelas bayi mungil yang tengah menggigit mainan beruang. Bayi yang belum banyak kegiatan apa-apa selain makan dan tidur, membuat hatinya menghangat hanya dengan melihatnya.

"Bagaimana cara kau membuatnya?" Pertanyaan spontan yang mengundang reaksi berbeda dari kedua orang tua bayi.

Tawa renyah datang dari Ayah si bayi, namun seketika terdiam saat cubitan maut mendarat perih di paha, "Aduh sakit sayang, Abang yang salah kenapa nanya begitu! malah aku yang dicubit"

istrinya melotot tajam, "Oh...jadi aku cubit paha Abang saja nih?" Ucapnya.

Sang suami langsung menggeleng sembari mengelus paha istrinya, menyampaikan ketidak setujuan. "Bukan gitu maksudnya, cepat bangat tangkapnya. Maaf sayang" Rain memutar bola mata, jengkel melihat drama singkat pasangan- Haneul Daniza.

"Apaan sih papah Hania, malu sama Abang itu" Daniza menggerakkan bahu mengusir dagu Haneul yang nempel

"Udah dimaafin belum?"

"Iya"Haneul mengecup pipi Daniza sebelum menjauhi kepalanya, lalu menatap Rain dengan senyum mengejek seolah menyampaikan makna tersirat 'jomblo'.

"Daripada nanya gitu mending Abang cari dulu tempat nya, kalau udah ketemu tinggal bikin" Rain menatap tajam usulan asal mulut Haneul yang kini terkekeh, tidak ada takut-takut nya dengan Rain sebagai ketua Rksabi.

Ia melihat pria itu seperti Abang sendiri, bukan pria mengerikan yang pernah bersamanya mengerjakan tugas aneh.

"Disebelah kau"

"Jangan sembarangan Bang, yang ini cuma punya saya, udah didesain khusus" Haneul memeluk erat pinggang Daniza sambil menatap tajam Rain.

Pria itu berdecih sembari bersandar pada sofa, menatap keluarga kecil harmonis itu dari sudut pandangannya. "Gaya, padahal cara ngambil dari keluarga bikin masalah "

"Itu dulu Bang, ngga perlu diungkit. Yang perlu dibahas itu Abang, gimana kabar perempuan yang mengandung anak Abang sekarang?" bibir Rain terkatup rapat, bayangan perempuan itu hadir memenuhi kepalanya. Gadis ceria yang menyimpan misteri. Kejadiannya sudah sangat lama ketika gadis itu tiba-tiba menghilang, lalu ia menemukan hasil pemeriksaan kehamilan di kolong lemari beserta surat cinta dari gadis itu.

"Belum ada kemajuan, kau tahu sendiri orangtua nya kaya? tidak sulit untuk menyembunyikan orang"jawab Rain. Gadis itu terhitung lima tahun bagai ditelan bumi.

"Bahkan orangtua nya tidak terdeteksi letaknya dimana? rasanya buang-buang waktu dan uang mencari perempuan model begitu. Kalau tidak memikirkan bayi ku, tidak perlu repot mencarinya "

"Hmm, siapa tahu bayi Abang perempuan" Haneul tidak mempersalahkan ucapan Rain karena ia tahu pria itu hatinya keras, jangankan seorang perempuan Bahkan cinta saja ia bertanya.

Namun tidak bagi Daniza yang tidak bisa menyembunyikan ekspresi kesal nya melihat sikap Rain yang tidak gentlemen. Ia pamit pada suaminya untuk masuk kedalam kamar, membawa serta putri kecilnya.

"Sepertinya istrimu tidak menyukai ku?"

"Apa masalahnya? dia kan istriku untuk apa menyukai Abang yang orang asing"Haneul menatap tajam lagi Rain, membuat pria itu tidak betah di cemburui.

"Untuk apa kau cemburu? Tahu sendiri aku lebih suka hidup sendiri daripada punya pasangan, jadi untuk apa menatap ku dengan ekspresi keras seperti itu?"

"Itu benar, tapi aku tetap tidak suka ucapan Abang barusan. Lebih baik Abang pulang saja kalau ngga ada apa-apa lagi, aku mau kelonin istri dulu"ucapan kurang ajar dengan didukung muka mengejek membuat tangan Rain gatal hendak memukul, lalu terlampiaskan dengan melempar buku setebal tiga inci yang nyaris mengenai hidung Haneul jika pria itu tidak gesit menghindari.

"Kebiasaan" gumam Haneul.

Tanpa sesal Rain bangkit dari sofa, lalu menepuk keras bahu Haneul, "Selalu bahagia "ucap Rain tulus.

Haneul mengagguk sambil tersenyum, "Abang juga menyusul" kedua saudara yang terikat oleh perkenalan singkat dimasa dulu itu, saling merangkul singkat.

Kunjungan Rain hari itu berakhir, di keluarga kecil Haneul. Keduanya berjalan beriringan ke teras sambil membahas cuaca hari itu yang cukup terik. Haneul mengantar sampai depan, dan menunggu Rain tidak terlihat lagi dibalik pagar rumahnya. Ia tidak bisa menemani Kunjungan tiba-tiba Rain lebih lama lagi dari setengah jam, karena kondisi tadi yang mulai tidak kondusif. Sebagai perempuan dan seorang ibu, istrinya pasti merasakan kesedihan perempuan lain yang merasa tidak diperjuangkan.

Rain memberi klakson sebelum benar-benar menghilang dari pandangan rumah mewah itu, ia membawa pelan kendaraannya di jalanan lenggang siang itu. Pikirannya berkelana pada gadis yang berhasil memecahkan ke perjakaan nya, gadis cantik yang sering mengganggu hari-hari nya sejak bekerja dirumah besar orang tuanya.

Lima tahun lalu, pada pagi mendung dengan angin kencang, panggilan masuk lewat nomor rahasia, khusus untuk pekerjaan jasa bantuan Rksabi. Sandi menerima sambungan panggilan, lalu mengatakan kata sambutan, "Selamat pagi dicuaca yang mendung hari ini, pada tanggal 17 september tahun xxxx. Geng Rksabi jasa bantuan siap mendengarkan permasalahan, atas insial S sendiri"

pria diseberang lantas memberitahukan permasalahan yang dialami, "Mencari pengawal untuk putri saya yang tengah sekolah kelas 3, dia butuh penjagaan juga-

"Tugasnya pastikan anaknya sekolah setiap hari, jadi murid yang taat peraturan, bergaul dengan baik tidak berbuat kekacauan, tidak dekat dengan laki-laki manapun termasuk pengawal, Nona harus ada dirumah dipukul 6 sore, dan yang pastinya menjaga Nona dari bahaya. Bagaimana menurut kau Taka, ambil tidak? Bayaran nya lumayan" ucap Sandi memberitahukan tugas baru yang menanti, apakah akan diambil atau justru dibiarkan saja kadaluarsa.

"Atau mau yang lain, seminggu ini kita menerima 13 tugas. Seperti jadi pasangan pura-pura agar tidak dijodohkan, mencari tahu apakah pasangan nya selingkuh, membalas perlakukan seseorang yang suka bullying dan...." Sandi menyebutkan tugas-tugas yang diterima, yang lainnya mendengarkan dengan anteng.

"Tidak ada yang bagus laporan minggu ini, masih bagus yang seminggu yang lalu"

"Aku pilih tugas jadi model pria dalam drama pendek"

"Tidak ada yang seperti itu, Kribo. Ngarang"

"Bayaran yang paling mahal, jadi pengawal? Waktunya berapa lama? Kalau bisa yang sehari saja"

Sandi melakukan panggilan pada kontak yang tadi, dan tak berapa lama panggilan tersambung.

Pria diseberang sana berbicara bisik, "hanya sehari? saya perlunya setahun. Nanti bayaran saya tambahkan" lalu jeda sebentar karena orang yang menghubungi nya tengah diskusi.

"Tiga hari? Singkat sekali, tolong tambahkan lagi. Setengah tahun bagaimana?" Sandi memberitahukan tawaran uang yang menggiurkan, ke tiga kawan nya berubah semangat.

Mereka siap menerima tawaran Setengah tahun, namun Rain keberatan. Menurutnya terlalu lama, sementara tugas lain datang menanti. "Biar aku khusus untuk yang ini, kan bisa?" Rain berpikir, mempertimbangkan waktu dan tenaga kerja.

"Tanyakan berapa dia butuh!" Perintah Rain, jika memang satu mungkin yang lainnya bisa menerima tugas lain.

"Dua orang bagaimana, bisa disediakan?"

"Tidak...Kalau satu boleh"

"Oke, satu untuk setengah tahun, tapi yang tidak kurang ajar terhadap putriku dan paling handal dalam menyikapi kelakuan nya"

1
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
Anala.
pelit banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!