NovelToon NovelToon
Love Comes From Allah

Love Comes From Allah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Yushang-manis

Laki-laki muda yang menikah karena perjodohan dengan wanita yang tak ia kenali dan wanita yang sedang sakit akibat kecelakaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yushang-manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Seorang ibu tengah menemani anaknya yang terbaring lemah tak sadarkan diri. Tangan yang mulai keriput itu menggenggam tangan lembut milik anaknya, dicium tangan lembut itu dan setetes air mata turun tanpa diminta. Hatinya hancur, hidupnya hampa, melihat sang anak hanya terbaring lemah.

Hari-harinya berharap sosok dihadapannya bisa kembali ceria. Ia selalu yakin akan ada keajaiban dari-Nya. Dengan rasa gundah ia meletakkan kembali tangan anaknya lantas ia cium dahi sang anak disertai doa-doa yang tak pernah berhenti ia panjatkan. Setelahnya ia keluar dari kamar yang hanya diterangi oleh lampu yang temaram.

Tanpa ia sadari seorang yang begitu menyayangi nya tengah memperhatikan dirinya. Dengan rasa yang sama, kemudian ia menghampiri istrinya yang masih berdiri didepan pintu kamar anaknya. Sampainya didekat sang istri, lantas ia pun mendekapnya dari belakang membuat kekasih nya terperanjat.

"يا زوجتي، اطمئني، الله معنا دائمًا. ثقي به، فهو خير

شفاء."

Fatemah membalikkan tubuhnya, kemudian ia membalas pelukan sang suami dengan erat, ia menangis dalam pelukannya. Begitupun dengan Alie yang ikut meneteskan airmata nya, ia tahu betapa hancur hidup dan hati istrinya melihat kondisi anak nya. Ia pun sama, bahkan mungkin dua kali lipat rasa sakitnya karena tidak hanya melihat sang anak yang terbaring lemah, namun juga melihat kekasihnya yang setiap hari menangis.

Di tempat lain

Seorang pemuda yang alim dan Sholeh, sedang menata kitab-kitab nya untuk dibawa ke majelis tempatnya menimba ilmu. Namun seseorang datang dan menepuk pundaknya pelan. Lantas pemuda itu pun menoleh lalu tersenyum saat tahu siapa yang telah menepuk pundaknya.

"أبي، ما الأمر؟".

"أبي أريد التحدث معك."

Ahmed duduk di sofa yang ada dikamar anaknya tersebut

"تعال الى هنا."

Titahnya menepuk sofa disampingnya, Fatih duduk disebelah abahnya.

"ما بك يا أبي؟ يبدو أن هذه المحادثة مهمة جدًا."

"نعم صحيح."

Ahmed menjeda ucapannya.

"أبي، أريد أن أقارنك بطفل صديقي."

Fatih terkejut mendengar pernyataan sang ayah. Ahmed tersenyum melihat raut tegang diwajah anaknya.

"Tidak perlu kau jawab sekarang, pikirkan saja dulu." Setelahnya ia menepuk pundak Fatih lalu bangkit dari duduknya, baru beberapa langkah ia kembali memutar tubuhnya.

"Al, beberapa malam ini tidur kau terlihat gelisah. Kenapa?" Tanyanya.

Fatih menatap abahnya, yang dikatakan abahnya adalah benar. "Ya, saya..., selalu memimpikan seorang wanita yang hanya terbaring lemah dan matanya terpejam." Jujurnya menceritakan mimpinya akhir-akhir ini.

"Kau mengenalinya?"

Fatih menggeleng. "La, saya tidak mengenalinya."

Disisi lain, Alie tengah berbincang dengan seseorang.

"Na'am, kabarin saya. Semoga hasilnya baik."

"......"

"Syukron, sudah membantu." Alie mematikan telepon nya seusai menjawab salam dari lawan bicaranya.

Fatemah menaruh secangkir teh hangat untuk suaminya, kemudian ia duduk disebelah suaminya.

"Mas, gimana?" Tanyanya. Wajahnya penuh kesedihan, pancaran matanya redup tak secerah dulu.

Alie membelai pipi fatemah, lalu ia memuji nya menikmati keindahan yang Allah ciptakan. "Allah baik sekali yah, istriku. Menakdirkan kamu menjadi bidadari untuk, mas."

Dengan wajah datar fatemah kembali bersuara. "Iyah mas, Allah baik banget. Saking baiknya Allah, kita diberi ujian melalui anak." Fatemah kembali meneteskan airmata nya.

Alie memeluk istrinya, mengusap punggungnya guna menenangkan fatemah. "Tenanglah, istriku. Khaulah, pasti sembuh. Ada Allah sayang, khaulah milik-Nya. Kita serahkan semuanya pada-Nya, yah?"

"Iya."

*******

"Barra." Panggil amar. Lantas Fatih menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya menghadap amar.

"Ya, amar."

"Afwan, saya mencegatmu."

"Tidak apa-apa, bicaralah. Ada apa, amar?"

"Nanti malam antum diundang untuk menghadiri khaul, dilapang bima untuk mengisi kajian."

"Saya?" Tanya Fatih ragu.

Amar mengangguk. "Na'am, Afwan barra, sebenarnya yang diundang adalah kyai Ahmed namun beliau berhalangan hadir." Jelasnya.

"Baiklah, nanti saya akan pergi. Antum juga ikut."

"Eee.., saya?"

"Ya, antum." Fatih menepuk pundak amar dua kali lalu melanjutkan langkahnya menuju rumah.

1
Zenny_ Jason
wow, thor! Gak sabar nunggu karya selanjutnya!
Yu shang-manis: thank you 😍 @
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!