NovelToon NovelToon
Lingsir Wengi

Lingsir Wengi

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Laila Al Hasany

Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh hayu, luputa ing lara
Luputa bilahi kabeh
Jim setan datan purun
Paneluhan tan ana wani
Niwah panggawe ala
Gunaning wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirno ....

Ya, itu!
Lingsir Wengi, Rumeksa ing Wengi. Tembang yang selalu disenandungkan simbah putri setiap menidurkanku. Ketika simbah Putri meninggalkanku di kamar sendirian, lamat-lamat kulihat sesosok wanita ayu yang duduk dan tersenyum. Aroma bunga Mawar, menyeruak memenuhi ruangan kamar tidurku.

Aroma itu akan selalu muncul ketika simbah putri mulai bersenandung. Tapi malam ini, siapa? Siapa yang bersenandung? Aku juga belum sempat bertanya kepada simbah putri, tentang siapa sebenarnya sosok wanita berkebaya dan berkerudung itu ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Al Hasany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

"Nduk Dyah, ayo masuk rumah! ini sudah surup lho, besok lagi mainnya."

Kulihat simbah putri, berdiri di depan pintu memanggilku dengan suara khasnya yang lembut dengan senyum di bibirnya yang sudah mulai mengeriput dimakan usia.

"Nggih, Mbah!" jawabku sambil berlari memeluk kaki simbah putri, sambil menatap wajahnya yang syahdu.

Sekelebat kenangan yang masih jelas tergambar di ingatanku, kala aku masih berusia lima tahun, di rumah jawa kuno ini.

Simbah putri adalah salah satu orang yang kusayangi setelah orang tuaku. Aku memang dibesarkan dalam keluarga yang masih kental dengan adat jawanya. Ibu bahkan pernah bercerita, bahwa kami masih termasuk keturunan keluarga ningrat alias masih punya darah bangsawan jawa. Tapi di zaman yang sudah modern seperti ini, siapa peduli?

Aku dikejutkan tepukan kecil di pundakku. Setelah aku menengokkan kepalaku, setengah tersenyum aku membalas senyuman wanita paruh baya di belakangku, mbok Minten.

"Sendirian kayak gitu kok ngalamun Cah ayu, ora ilok loh."

"Eh, Mbok Min, kaget aku lho Mbok, aku kira siapa .... " Aku tersenyum meskipun masih merasakan kekagetanku.

Mbok Minten tersenyum lagi, dan mengulurkan tangannya meraih tas bawaanku. Tapi aku malah memegang tangannya dan menolak dengan halus.

"Gak usah Mbok, ini berat lho, biar aku bawa sendiri aja."

"Gak papa kok Nduk cah ayu, kan simbok ini sudah terbiasa dari muda kerja yang berat-berat."

"Tapi Simbok kan sekarang sudah gak muda lagi!" kataku sambil menjulurkan lidah dan berlari kecil masuk ke dalam rumah.

"Ealah, genduk yang satu ini, masih saja suka ngeledek simbok, nakal! " mbok Minten tertawa kecil melihat tingkahku, kemudian berjalan ke ruang bagian belakang rumah.

Aku masuk ke kamar ,tempat biasanya aku tidur kalo menginap di rumah simbah. Iya, beberapa hari ini, aku ingin rehat sejenak dari kebisingan kota. Pulang ke rumah simbah, di sebuah desa di pinggiran kota budaya, The Spirit of Java, slogannya.

"Nduk, mau dimasakke apa? nanti Simbok belanjain di warung depan gang itu?"

Mbok Minten mengetuk pintu kamarku pelan, kemudian masuk membawa satu teko kecil teh hangat tidak lupa gelas pasangannya. Aku masih terduduk di ranjang, menatap mbok Minten.

"Diminum dulu ini wedangnya Nduk, mumpung masih hangat. Biar seger."

"Iya Mbok, maturnuwun. Masak apa aja aku mau kok Mbok, masakan Simbok kan gini."

Aku mengacungkan dua jempol tanganku sambil tersenyum. Mbok Minten membalasku dengan senyuman.

"Yowes, nanti simbok mau masak yang enak enak buat Genduk cah ayu pokoknya," mbok Minten berlalu, dan meninggalkanku sendirian lagi di kamar.

Kamar ini tidak pernah berubah sejak terakhir aku datang, bertahun-tahun yang lalu. Ranjang kuno yang nyaman, lemari kayu jati, dan meja rias yang juga terbuat dari ukiran kayu jati yang antik.

Aku mulai membongkar barang-barangku yang kubawa, dan berniat menata barang-barangku itu di tempat yang seharusnya.

Baju-baju sudah dimasukkan ke dalam lemari, tinggal merapihkan make up-ku yang masih teronggok di dalam tas kecil.

Tiba-tiba aku mencium aroma harum semerbak yang sepertinya aku kenali, tapi itu bukan bau parfum yang biasa aku pakai. Aku memandang sekelilingku dan berjalan mengitari ruangan.

Kamarku menjadi lebih sejuk, dan aroma harumnya semakin pekat. Aku malah mengendus-endus tubuhku sendiri memastikan bahwa itu bukan aroma yang biasa kupakai. Aku pun memeriksa tas make up-ku yang tergeletak di ranjang, barangkali ada yang pecah atau bocor. Sambil duduk, aku memilah milih.

Aku terlalu fokus mengaduk-aduk tasku. Sampai-sampai aku dikagetkan sesosok wanita berkebaya dan berkerudung putih yang duduk di sampingku, dia tersenyum. Aku mengedip, dan dia hilang entah kemana. Ah, barangkali halusinasiku, karena rasa lelahku!

Aku meneruskan kegiatan beres-beresku. Membuka jendela kamar agar udara dalam kamarku berganti.

Sebenarnya, kamar ini sudah bersih, tidak berdebu. Hanya saja, nuansa di kamar ini begitu klasik. Di dekat meja rias, ada sebuah vas yang berisi bunga asli, seperti baru saja di petik dari kebun.

Aku suka berlama-lama di jendela ini, memandang hamparan sawah, kebun, dan halaman rumah yang ditumbuhi dengan berbagai tanaman bunga dan buah. Banyak kenangan masa kecilku di sini yang berseliweran di kepalaku.

Seakan semua terjadi seperti baru kemarin saja.

Bersambung ....

******

Nduk \= panggilan sayang dari orang tua untuk anak perempuan, kependekan dari kata genduk.

Nggih \= Ya, bahasa Krama inggil, dipakai oleh orang yang lebih muda ke orang yang lebih tua.

Ora ilok \= tidak bagus, pamali.

1
Nur Bahagia
Ripin 🤣
Nur Bahagia
jangan2 Sada jadi jin pendamping nya Garvi 🤩
Nur Bahagia
kubah gaib warna perak🤔
Nur Bahagia
siapa nih? 🤔
Nur Bahagia
kannn bener murni sama Rian.. 🤩
Nur Bahagia
ai mbok ga diajak kah? 🤔🥺
Nur Bahagia
sama Rian aja.. yg ketua karang taruna itu 🤗
Nur Bahagia
bisaa aja thaliaa 🤣
Nur Bahagia
Alhamdulillah pak samijan yg terpilih jadi kades nya 🤩
Nur Bahagia
wahh Pin.. Aripiinn... awakmu di senengi wong kutho ki lhoo.. wehhh bejomu lee 😅
Nur Bahagia
🥰
Nur Bahagia
🤩
Nur Bahagia
😍
Nur Bahagia
Alhamdulillah si mbok baik2 aja.. diantara semua tokoh yg ada di novel ini, cuma si mbok idolaku 🔥🥰
Nur Bahagia
ehhh begini doang
Nur Bahagia
malah ngomongin mau nikah.. iki piyee thoo.. mikir selamat aja duluu.. si mbok gimana ini si mbookkk 😭
Nur Bahagia
heettt malah ngobrol.. buruan tuh tolongin mbok Minten 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ini lagi si kenanga.. suruh jagain 24 jam, malah ngendon aja di dalam kotak.. duhh 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ya elaaahhh Thor aku kecewaaa.. kenapa harus mbok Minten 😭
Nur Bahagia
yesss akhirnya terbongkar semua kebusukan mu Senen 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!