NovelToon NovelToon
Panggil Aku Bunda

Panggil Aku Bunda

Status: tamat
Genre:Obsesi / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:72.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda manik

Arya dan Rania dipaksa menikah oleh kedua orang tua masing masing karena tidak ingin wanita lain yang merawat bayi yang dilahirkan oleh Ayumi yang tidak lain dari kakak dari Rania sendiri. Arumi meninggal dunia tak lama setelah melahirkan anak keduanya.

Ternyata menjadi ibu sambung untuk anak yang terbiasa memanggil dirinya Tante dan menjadi istri dari laki laki yang terbiasa dia panggil kakak ipar adalah hal yang paling sulit dalam hidupnya. Sofia, putri pertama Arya dan Arumi yang sudah berusia sepuluh tahun tidak menerima Rania sebagai ibu sambung. Kata kata hinaan dan kata kata tuduhan dari Sofia menjadi santapan Rania di awal pernikahannya dengan Arya. Bukan hanya Sofia yang menolak kehadirannya. Arya yang seharusnya memberikan perlindungan kepada Rania. Laki laki itu juga sangat jelas menunjukkan kebenciannya pada Rania.

Lalu, sanggupkah Rania bertahan. Apakah Rania tega meninggalkan Rio yang mengenal dirinya sebagai ibunya sendiri?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan

"Sah."

"Sah."

Satu kata itu terdengar bersahutan di sebuah rumah mewah di sore hari. Satu kata yang membuat perubahan status antara Arya dan Rania. Mereka bukan lagi kakak ipar dan adik ipar melainkan pasangan suami istri. Jika biasanya, pasangan yang baru menikah menunjukkan kebahagiaan tapi tidak dengan Arya dan Rania. Di wajah mereka terlihat kesedihan karena pernikahan itu bukan keinginan mereka melainkan paksaan dari kedua orang tua mereka masing masing.

Sebenarnya, dua keluarga itu baru saja berduka. Ayumi, saudara kandung dari Rania yang tidak lain dari istri Arya sendiri meninggal satu Minggu yang lalu setelah beberapa hari melahirkan anak yang kedua. Penyebab kematiannya belum diketahui dengan pasti. Arumi yang awalnya baik baik saja setelah melahirkan tiba tiba satu Minggu kemudian mengalami pendarahan yang parah dan tidak terselamatkan.

Kesedihan masih sangat jelas terlihat di wajah orang orang yang ada di rumah itu. Kedua orang tua masing masing dari Arya dan Rania dan kerabat dekat terlihat menitikkan air mata. Sungguh kehidupan tidak bisa ditebak. Dua Minggu yang lalu, dua keluarga besar bersuka cita karena kelahiran anak laki laki di keluarga Arya. Tapi satu Minggu kemudian mereka berduka cita karena Ayumi meninggal. Dan saat ini, perasaan mereka tidak bisa digambarkan seperti apa.

Yang pasti Orang tua Arya dan orang tua Rania merasa lega. Setidaknya, meskipun Ayumi sudah tiada. Anak anak yang ditinggalkan Ayumi tidak akan kehilangan sosok ibu. Mereka sangat yakin jika, Rania bisa menyayangi anak anak Ayumi seperti anak anaknya sendiri. Baik orang tua Arya maupun orang tua Rania tidak ingin anak anak Arya mendapatkan ibu sambung selain Rania. Bisa dipastikan banyak wanita yang bersedia menjadi istri untuk Arya tapi tidak bisa dijamin bersedia menjadi ibu sambung yang baik bagi kedua anak anak Arya. Rania adalah wanita yang tepat. Itulah sebabnya, orang tua Arya dan orang tua Rania memaksa mereka untuk menikah secepatnya.

Arya adalah laki laki yang mapan. Di usianya yang masih di angka tiga sudah banyak kesuksesan yang sudah dicapainya. Arya adalah seorang direktur operasional di perusahaan yang cukup besar. Selain karir yang sukses. Arya juga mempunyai beberapa bisnis sampingan sehingga tidak heran keluarganya kecilnya hidup berkecukupan. Tapi sayang, kebahagiaan Arya terenggut dengan kehilangan Ayumi. Wanita yang sangat dia cintai. Wanita yang tidak dapat tergantikan oleh siapapun termasuk Rania. Entah bagaimana, laki laki itu bisa menjalani kehidupannya nanti. Selama satu Minggu ini, Arya diliputi kesedihan yang luar biasa. Kalau bukan karena memikirkan anaknya yang baru lahir. Arya pasti menolak keras pernikahan itu.

Tidak kata selamat untuk pasangan pengantin itu. Kerabat yang hadir justru mengingat kenangan Ayumi di masa hidupnya. Ayumi adalah wanita yang sangat beruntung di masa hidupnya. Ayumi benar benar ratu di rumah dan di hati Arya. Tapi sayang, kebahagiaan itu hanya bertahan lebih kurang sepuluh tahun. Ayumi lebih memilih menghadap Sang Pencipta daripada mendampingi tumbuh kembang kedua anaknya.

"Terima kasih Rania."

Rania tersentak dari lamunannya. Wanita muda yang baru lulus kuliah itu tidak bisa membayangkan hidupnya seperti apa setelah pernikahan ini. Di hatinya sudah ada nama laki laki yang dia cintai dan mencintai dirinya. Rania terpaksa bersedia dinikahkan karena dirinya tidak dapat membayangkan kedua anak kakaknya mendapatkan ibu tiri yang kejam seperti yang ditakutkan kedua orangtuanya dan kedua orang Arya.

Rania menatap wanita tua yang ada di hadapannya saat ini. Wanita yang dulu ibu mertua kakaknya dan kini menjadi ibu mertuanya. Wanita tua itu masih menyimpan duka. Sisa sisa air mata masih jelas terlihat di kedua pipinya.

"Arya, Rania bukan lagi adik ipar mu. Kini, dia sudah menjadi istri mu. Perlakukan dia seperti kamu memperlakukan Ayumi di masa hidupnya. Pernikahan tidak melulu karena cinta. Tapi jika kamu bisa menerima takdir. Mama percaya, perlahan hatimu akan mencintai Rania."

Masih jelas teringat penolakan Arya ketika dipaksa menikahi Rania. Laki laki itu menolak karena alasan tidak ada cinta dan hanya Ayumi yang ada di hatinya.

Laki laki itu sama seperti Rania. Tidak menjawab perkataan Ratih, ibu kandungnya sendiri. Arya sudah menolak pernikahan ini sebelumnya. Dia sudah beralasan bisa menjaga Rio anak keduanya tanpa menikah lagi. Tapi baktinya kepada kedua orangtuanya membuat Arya tidak dapat berkutik. Dia sangat sadar apa yang bisa dicapai selama ini bukan semata-mata karena kerja kerasnya. Itu semua tidak terlepas dari doa doa kedua orangtuanya dan kedua mertuanya tentu saja doa dari Ayumi wanita tercintanya.

"Ayumi juga pasti lebih tenang di alam sana jika Rania yang menggantikan dirinya di rumah ini, di hatimu dan di hati anak anak."

Arya teringat dengan kata kata yang membuat dirinya bisa menerima pemaksaan itu. Demi ketenangan Ayumi di alam sana. Dia terpaksa menikah dengan Rania. Tapi tidak bisa dipastikan jika Rania bisa menggeser nama Ayumi dari hatinya.

Arya dan Rania sama sama bermain dengan pikiran masing-masing. Kata kata nasehat dari keluarga dan kerabat hanya angin lalu. Satupun tidak masuk ke dalam otak mereka. Baik Arya dan Rania hanya ingin terbebas dari situasi itu.

Ketika tiba makan ala kadarnya, Arya dan Rania masih tetap duduk di tempat semula. Tidak ada adegan romantis, yang ada mereka duduk berdampingan dengan canggung. Para keluarga dan kerabat bisa melihat kecanggungan diantara mereka. Tapi mereka maklum karena bagaimanapun perubahan status diantara mereka membuat keduanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan status yang baru.

"Papa, aku rindu mama."

Arya tersentak. Sofia putri pertamanya yang baru keluar dari kamar terlihat berjalan menghampiri Arya dan Rania. Arya tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Laki laki itu menitikkan air mata. Dalam keadaan lumayan ramai seperti saat ini, putrinya kesepian sama seperti dirinya yang merindukan Ayumi.

Arya hanya memeluk putrinya tanpa berusaha mengatakan apapun. Dia sadar jawaban apapun yang keluar dari mulutnya tidak bisa mengobati kerinduan sang putri. Bukan hanya Arya yang menangis. Di sebelahnya, Rania juga menitikkan air matanya. Sama seperti Arya dan Sofia. Dirinya juga merasakan sangat kehilangan Ayumi. Kakak tercinta tempatnya berbagi suka dan duka.

Acara makan makan itu tidak seperti acara makan pada pernikahan seperti biasanya. Acara makan itu terjeda sebentar karena perkataan Sofia mengingatkan mereka akan sosok Ayumi.

Jam terus berputar. Tidak terasa serangkaian acara sederhana itu akhirnya selesai juga. Ketika Rania mau beristirahat. Dia bingung mau masuk ke kamar yang mana. Apakah dirinya masuk ke kamar tamu seperti biasanya jika dirinya datang ke rumah itu. Atau ke kamar utama milik Arya dan Ayumi sebelumnya.

1
Rubiyanti
Luar biasa
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
mungkin byk yg berpikir Rania lah yg egois harus nya ttp mengalah tpi benar kata Rania mengalah bagaimana lagi semua sudah di lakukan tpi ttp aja sia2, perempuan itu punya kehormatan yg tinggi tidak selamanya perempuan atau istri harus mengalah dan menurut mereka jg manusia dan punya perasaan punya batas emosi tdk selamanya seorang perempuan harus menundukkan kepala pd laki2, mereka jg punya hak untuk memilih hidup bagaimana klu perempuan selalu mengalah itu artinya perempuan akan selalu di anggap rendah...
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
hahahah pd banget Lo emang Lo dong laki di dunia sampai2 Rania harus bersikap rendahan kek gitu....lawak
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
heh pdhl hanya di suruh ganti pempers bkn di suruh melahirkan dan merawat 24 jam ...
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
miris yh orang yang ngk kita kenal justru se sayang itu dgn kita orng asing yg jdi tmn kerna kebersamaan tpi mereka se baik itu , justru keluarga dan orang terdekat yg suka menorehkan luka dan air mata pd kita
Sky Blue
Kapn up lg kx🥺🥺🥺
Uthie
lanjut 💪🤗
Fuji Harjanti Pawestri
up...up...up ....
Fuji Harjanti Pawestri
up donk kak....
Fuji Harjanti Pawestri
ditunggu upnya kakak...
Shuhairi Nafsir
Biarkan Arya kapok sama Usi.
Fuji Harjanti Pawestri
makin seru..../Good//Good//Good/
Elena Sirregar
lanjut thor tak tunggu cerita mu thor
Elena Sirregar
anak² harus di ajar untuk bersikap baik apalagi dengan tantenya sekaligus mama sambung Sofia
Jelita S
bah gitu dong thor, ingat banyak yg nungguin karyamu
Inthi Meilani
asekkkk......
pantes dr kmrn cek riceknko gk update 😁
Fuji Harjanti Pawestri
/Good//Good//Good/
Fuji Harjanti Pawestri
ditunggu upnya kok Ndak up2 ya.../Frown/
🌻🌹Wathyýyy🌹🌻
Wahh bener2 yaaa si Nining itu,,dasar pembantu gak tw diri,,bisa2nya meracuni pikiran anak kecil
Fuji Harjanti Pawestri
ayo kak author... semangat up...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!