NovelToon NovelToon
Suami Pengganti

Suami Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani

Jauh di lubuk hatiku, aku menolak pernikahan ini. Tapi bagaimanapun, aku tidak bisa mengecewakan kedua orang tuaku.

Aku terpaksa menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai sama sekali. Ini di karnakan, pacarku yang akan menikah denganku, menghilang. Bisakah aku mengubah rasa terpaksa ini menjadi rasa cinta pada suamiku? Haruskah aku bertahan dengan orang yang dingin seperti Adya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

"Bram, bagaimana persiapan pernikahan kamu dengan Kaila?" kata seorang perempuan pada laki-laki yang bernama Bram.

"Ntahlah May, aku tidak tahu harus apa lagi sekarang. Aku merasa, aku tidak pernah mencintai Kaila sedikitpun," kata Bram pada Maya.

"Jika tidak cinta, bagaimana kamu bisa melamarnya Bram? Dan jangan lupa, kamu akan menikah dengan Kaila empat hari lagi," ucap Maya dengan wajah kagetnya.

"Aku hanya melakukannya karna permintaan papa dan mama Maya. Jika tidak, aku mungkin tidak akan pernah melamar Kaila," ucap Bram tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

"Gila kamu Bram. Kamu memang sangat gila sekarang," kata Maya.

"Maya, asal kamu tahu, aku memang sudah gila saat aku bertemu dengan kamu waktu itu. Aku gila karna aku jatuh cinta padamu, jatuh cinta pada pandangan pertama."

Saat itu, air mata sudah tidak terbendunglagi. Air mata yang aku tahan selama beberapa menit, kini tumpah dengan sangat deras membasai pipiku.

Aku yang sejak awal bersembunyi dibalik pohon di samping taman ini, akirnya menemukan sebuah jawaban atas pertanyaanku belakangan ini. Pertanyaan dengan perubahan sikap yang Bram miliki.

Ya, Bram yang sedang berada di sana dengan seorang gadis itu adalah pacarku. Pacar sekaligus tunagan yang akan menikah dengan aku empat hari lagi.

Dan gadis yang bernama Maya itu adalah sahabat baikku. Sahabat yang aku kenalkan dengan Bram sebulan yang lalu.

Aku mengenalkan Maya pada Bram, tepat di hari pertunangan kami berlangsung.

Aku tidak percaya dengan sebuah kenyataan pahit yang menimpa aku saat ini. Ternyata, Bram yang akan menikah dengan aku empat hari lagi, malah jatuh cinta pada sahabatku sendiri. Sahabat baik yang selama ini aku sayangi lebih dari saudara kandung.

Bisa aku katakan, aku dan Maya adalah sahabat yang saling melengkapi satu sama lain.

Kami sama-sama bersekolah dari bangku sekolah menengah pertama, hingga duduk di bangku kuliah juga bersama-sama.

Tapi sekarang, sahabat itu jugalah yang membuah aku harus menelan rasa sakit yang amat sangat perih.

Aku tidak bisa menerima apa yang Bram katakan. Itu sungguh-sungguh sangat menyakitkan untuk hatiku yang sedang berharap ini.

Beban ini terlalu berat, saat aku mendengarkan satu kata yang tidak pernah aku sangka selama ini.

Ternyata, Bram bertunangan dengan aku hanya karna mama dan papanya yang menginginkan, bukan niat tulus darinya.

Di mana semua janji manis yang Bram ucapkan selama dua tahun ini. Di mana sumpah setia yang selalu ia ucpakan di hadapanku selama ini.

Ternyata, satu bulan mampu mengikis rasa cinta dua tahun. Satu bulan kenal dengan orang baru, bisa mengubah hati Bram padaku.

Aku lari dari sana, meninggalkan kedua manusia yang aku sayangi, namun telah menusuk aku dari belakang dengan pisau berkarat. Sehingga menciptakan rasa perih yang sangat hebat.

Aku menangis sambil berlari menuju jembatan yang tinggi. Niatku sudah bulat, aku akan loncat dari atas jembatan ini.

Akan aku bawa luka hati ini pergi bersamaku. Lebih baik aku pergi untuk selama-lamanya, dari pada harus menelan pahitnya hidup berumah tangga dengan orang yang jelas-jelas sudah tidak mencintai aku lagi.

"Selamat tinggal dunia! Kalian semua boleh tertawa dan bahagia dengan kepergian diriku ini!" ucapku sambil berteriak dan merentangkan tangan untuk terjun dari jembatan ini.

"Tunggu! Jangan bertingkah bodoh kamu! Mati tidak akan menyelesaikan masalah," ucap seorang laki-laki dari belakangku.

Aku kaget, dan membalikkan badanku untuk melihat siapa yang telah berani mengatai aku bodoh. Tidak kah ia tahu, kalau aku sedang sakit hati saat ini?

Karna aku sangat ceroboh, tanganku licin dan aku tergelincir dari atas jembatan itu.

Dengan sigap, laki-laki itu menagkap tanganku dan menariknya sekuat tenaga. Aku naik keatas dengan selamat tanpa lecet sedikitpun.

"Kenapa kamu sangat bodoh sekali!" bentak laki-laki itu dengan sangat keras.

"Kenapa kamu malah menyelamatkan aku. Biarkan aku mati, aku tidak sanggup lagi hidup di dunia yang kejam ini," kataku berteriak sambil meronta-ronta dalam pelukan laki-laki itu.

"Jangan bodoh kamu, mati tidak akan menyelesaikan masalah. Malahan, kamu akan menambah masalah buat semua orang yang sangat menyayangi kamu."

"Tapi aku tidak sanggup lagi menahan rasa sakit hati ini. Kamu tidak tahu aku akan membuat orang tuaku malu jika aku tidak mati."

"Bodoh kamu, jika kamu mati, orang tua kamu akan sangat sedih. Kamu lebih menyakiti hati orang tua kamu dengan kamu bunuh diri."

"Pikirkan orang tua kamu yang selama ini berjuang susah payah demi membesarkan kamu. Kenapa sudah besar, kamu malah ingin mati kafir seperti ini. Cobalah gunakan otak mu untuk berpikir yang baik-baik, jangan pakai otak mu untuk berpikir yang tidak-tidak."

Aku teriam, tak mampu untuk angkat bicara lagi. Laki-laki itu terus memarahi aku dengan berbagai perkataan yang mengatakan kalau aku ini sangat bodoh.

Aku tidak melawan sedikitpun apa yang laki-laki itu katakan. Bukan perkataan dan marahannya yang mampu membuat aku bungkam. Melainkan, aku melihat wajah mama dan papa yang selalu tersenyum padaku. Itu yang membuat aku tidak bisa mengucapkan sedikit pun perkataan.

Laki-laki itu melepaskan dekapan eratnya setelah merasa aku agak sedikit tenang.

"Ayo bangun," ucap laki-laki itu sambil membantu aku berdiri.

Aku tidak menjawab, aku hanya mengikuti apa yang laki-laki itu katakan padaku.

Laki-laki itu memapah aku berjalan kearah mobilnya. Mobil hitan yang terparkir tak jauh dari sisi jembatan yang berlawanan arah dari posisiku tadi.

"Ayo masuk, aku akan antarkan kamu pulang kerumah," katanya dengan sedikit senyum manis.

Semanis apapun senyum laki-laki itu, tidak akan berati apapun buat aku saat ini. Karna hatiku sudah sangat hancur tidak tersisa sedikitpun.

Laki-laki itu membuka pintu mobilnya, lalu memasukkan aku kedalam mobil hitam ini.

Tidak ada sedikitpun perlawanan yang aku lakukan. Aku hanya menuruti apa yang laki-laki itu lakukan padaku.

"Ayo minum dulu," katanya sambil memberikan aku sebotol air mineral yang ia ambil dari jok belakang mobil.

Aku mengambil botol itu tanpa berucap sepatah katapun. Lalu meminum seteguk air dari botol mineral itu.

"Namaku Adya, mungkin kamu bisa berbagi rasa sedih kamu padaku. Jika kamu tidak keberatan untuk bercerita, maka aku akan dengan senang hati mendengarkannya."

1
Qaisaa Nazarudin
COBA AJA KALO MAYA GAK SAKIT, PASTI DIA DAN BRAM UDAH SELINGKUH DI BELAKANG KAMU..
APA KATA BRAM TADI? CINTA SESAAT.. PENGEN NGAKAK AKU,APA BRAM AMNESIA? MALAH WAKTU ITU DIA SENDIRI NGAKU DENGAN MAYA DIA GAK MENCINTAI KAMU,NIKAH JUGA ORTU YG MAKSA,DIA BILANG TERGILA-GILA DENGAN MAYA,UDAH MAU NIKAH AJA MASIH SELINGKUH,ORANG KALO SEKALI SELINGKUH TETAP AKAN SELINGKUH,APAPUN ALESANNYA,DIA SUDAH MEMPERMALUKAN PIHAK KELUARGA WANITA..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
WKWKWKWKK APA KABAR DENGAN MAYA MU,YANG KATANYA KAMU EMANG UDAH GILA DAN CINTA MAYA SAAT PANDANG PERTAMA?? KAMU UDAH DI SELINGKUHIN MAYA,MAKANYA SEKARANG MAU JADI OENGEMIS UTK KAILA,GILA..😡
Qaisaa Nazarudin
Dan ingat satu lagi ,IPAR ADALAH RACUN,Apalagi mereka pernah ada hubungan,Bahkan sampai mau menikah..Tindakan Adya utk membawa isterinya pindah itu udah emang paling bener menurut..Berbalik pada Bram,Apapun alasan nya kabur waktu itu,tetap lah salah, Dia sudah mempermalukan pihak wanita..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Pantesan Bram pulang, Ternyata semua aksesnya telah di blokir sama papanya..Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Gampang banget ya dia bicaranya kek gitu setelah apa yg dia lakukan,Dan mempermalukan keluarga..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Kaila Bego..Moga aja kamu gak nyesel kalo sesuatu terjadi pada suami kamu,malah milih percaya sama wanita lain dari suami sendiri,dasar goblok..
Qaisaa Nazarudin
Mending kamu datangin tuh Jalang bersama mama mu, Selesaikan dulu dengan nya,Setelah itu baru kamu membujuk Kaila..
Qaisaa Nazarudin
Jadi CEWEK MURAHAN DAN JALANG aja BANGGA..Ckk memalukan kaum hawa aja kamu..
Qaisaa Nazarudin
Move on Kaila,Orang udah gak sudi ngapain masih di pikirin, Sekarang kamu harus bisa menjaga perasaan suami kamu,Jangan egois..Kadang apa yg kita kita inginkan belom tentu yg terbaik buat kita,Terima lah takdir mu dengan ikhlas,karena aku juga pernah berada di posisi mu..
Qaisaa Nazarudin
KAYLA SOSOK PILIHAN ORTU BRAM/ADYA ,UDAH PASTI KAYLA DI TERIMA BAIK DLM KELUARGA INI,TERUS GIMANA DENGAN NASIB NYA MAYA..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Moga aja Adya benaran baek ya sama Kayla..
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu Mas,dia bukan kakak kamu..
Qaisaa Nazarudin
Yup aku setuju,di gantikan dengan yg lebih baik..
Qaisaa Nazarudin
Oh ku pikir Adya tuh adek..bagus dong kalo Bram itu yg adek..Biar kenak tuh Bram sama Adya dan keluarga nya,bikin malu aja,Jangan nyesel kamu setelah ini Bram..
Qaisaa Nazarudin
Itu bukan sahabat namanya,Dasar Jalang..
Qaisaa Nazarudin
DASAR PENGECUT,SEMOGA MAYA ITU BUKAN CEWEK BAEK2 BARU TAU RASA KAMU,AKU TEPUK TANGAN DEH..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata adek kakak kah? Berarti Adya sebelum ini gak kenal calon kakak iparnya?
Santi
Lumayan
NaNa
Luar biasa
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!