NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:35.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Haslina83

Lin adalah gadis yang bijaksana dan patuh. Meskipun ditindas oleh keluarganya, dia tetap merawat neneknya dengan sepenuh hati.
Tetapi harapan Lin pada keluarga itu telah kandas, ketika nenek memaksa untuk menjodohkannya.

Karena tak ingin dikontrol oleh neneknya, Lin dibantu pelayan kabur dari rumah. Dia bekerja di sebuah hotel mewah.

Suatu hari, Lin tak sengaja masuk ke kamar seorang pria bangsawa dan terpaksa berhutang banyak padanya!

Sekarang, dia hanya punya dua pilihan: menikah dengan pria itu, atau melunasi hutangnya.

Lin tidak pernah berpikir bahwa perselingkuhannya akan membuatnya terjerat dengan orang lain.

Apakah pernikahan benar-benar takdirnya?

Jika tidak menikah dengan pria ini, apa yang harus dia lakukan untuk melunasi hutang setinggi langit itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haslina83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Lin masih Kecil

Masa kecil yang di lalui Lin sangat menyedihkan. orangtuanya sudah bercerai saat Lin masih dalam kandungan. Saat usia Lin 7 tahun, Lin sudah merasakan kesusahan, Kelaparan dan tidak mendapatkan kasih sayang. Ia tidak seperti anak-anak lain bisa makan enak, jajan, ketawa dan bercanda bersama orangtua. Ibu Lin bekerja di kota K*** dan pulang hanya setahun sekali. Sedangkan ayah Lin tidak pernah menjenguk apalagi mengirim uang. Sampai Lin tidak tau siapa ayahnya. Neneknya juga tidak pernah menceritakan dan menunjukan foto ayahnya kepada Lin.

Lin mempunyai nenek, tapi sayangnya neneknya tidak menyukai dan menyayangi Lin.

Saat Lin kelas 1 SD, Lin di minta neneknya tinggal bersama bibinya di S*****.

Sebenarnya Lin ingin sekali tinggal di rumah nenek. Walaupun Neneknya galak dan suka memarahin tanpa sebab yang jelas.

"Nek, Lin boleh ya tinggal di sini ?" ucap Lin pada neneknya.

"Enggak, kamu tinggal di rumah bibi saja. Sekolah kan dekat sama rumah Bibi." Kata nenek dengan nada tinggi.

"Tapi kok Gina bisa tinggal di rumah nenek, kan Gina satu sekolah sama aku nek," tanya Lin dengan polosnya.

"Gina beda, kamu jangan sama dengan Gina. Kamu itu bodoh.

Untung masih ada bibimu mau menjaga kamu. Kalau tidak, kamu sudah nenek masukan ke panti asuhan," ucap nenek dengan nada marah.

Lin hanya terdiam kepalanya menuduk. Airmatanya mengalir di pipi. Buru buru ia usap airmatanya dengan lengan bajunya sambil berlari kekamar.

Tanpa terasa sore tiba, neneknya memanggil supir.

"Rahim, tolong antar Lin ke rumah vie pake motor. Kalau naik mobil, nanti mobilku jadi bau " ucap nenek sambil berlalu meninggal Lin.

"Ayo Non, Pak Rahim anter. Udah jangan nangis lagi ya Non" ucap pak Rahim sambil membujuk.

Di atas motor, lin menangis mengingat nasibnya dan ucapan neneknya padanya.

Sesampenya di rumah bibi, Lin di sambut dengan wajah sinis sama bibinya. Bibinya terpaksa menjaga Lin karena dipaksa ibunya.

Jam 05.00 pagi Lin bangun sendiri untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah. Saat mau berangkat ke sekolah Lin melirik ke atas meja makan. Tapi tidak ada makanan untuk bisa dimakan. Lin ke dapur mengambil botol bekas C*** di isi air mineral untuk di bawa ke sekolah. Cacing di perut Lin sudah berbunyi karena dari sore kemarin Lin belum makan.

"sabar ya" ucap lin sambil mengusap usap perutnya

Lin berangkat ke sekolah hanya berjalan kaki, bibi atau pamannya tidak mengantarnya ke sekolah.

25 menit berjalan, Lin sampai di sekolah. Keriangatnya sudah membasahi jidat dan bajunya.

Tapi tidak pernah ada kata lelah. Walaupun di dalam hatinya, Lin ingin sekali seperti teman temannya yang di antar orangtua sampe depan pagar sekolah dan di peluk.

Bel berbunyi, waktunya istirahat. Lin melihat Gina sedang jajan di kantin.

Sambil berlari Lin memanggil Gina.

Gina..Gina, Boleh ga aku minta uang Rp 1000 ?

Aku belum makan dari Sore kemrin, aku mau beli biskut kata Lin memohon pada Gina.

"ahhh, aku enggak punya uang, itu bukan urusanku. kalau mau, nih ambil cimol bekasku." tapi saat Lin ingin mengambil cimolnya dengan sengaja Gina menjatuhkannya ke lantai.

Gina dan teman teman nya pun tertawa terbahak bahak.

"Makanya kau jangan bodoh. Ayah dan Ibu kau saja tidak peduli sama kau" ucap Gina.

Lin hanya terdiam tidak membalas ucapan Gina.

Karena lapar Lin mengambil cimol yang sengaja di jatuhi Gina ke lantai tadi.

Cimolnya masih didalam plastik, ga kotor kata Lin dalam hati.

"Dasar Pengemis, jorok " ucap Gina menjulurkan lidah.

1
Muna Junaidi
😍😍😍😍
Feybe supit
bagus ceritanya.
Feybe supit
sangat bagus ceritanya.
dilanjutkan.
Aprila santi
/Good/
Aprila santi
lanjut
akuayu
hmm enak bgt kalo kerja dihotel dikasih fasilitas kya gitu,aku yg beneran kerja dihotel kok gak dapet yg kya gituya
Yulia Bhaydh
lanjut thor
arifin lipa lebu
Bagus dan ceritra nya tidak bertele-tele.
Jaitun Idris
critax kaya langsung2 aja
Lidwinaa
smngat up trus Thor.lanjut
Hudi Yatmindaru
ceritanya menarik .
Susilawati Ega
kk author ku sayang jgn lma up ny aku sangat merindu dan mendamba cerita ini kk author ku syg
miss you more kk author smoga bisa sukses dan sehat selalu kk author
Al Hayati
katanya jijik sama Veronika tapi klu ditelpon senyumnya manis, gmn sih.
trus knp gak bilang aja kecelakaan yg kmrn itu
Al Hayati
Thor kayaknya agak lambat ya alurnya masak konflik aja
Soamole Bonso
biar gengsi tetapi sayang
Rika As
Kecewa
Desi Susilawati
Bagus sekali ceritanya saya suka
Ayu Hanabie
tuan mudanya egois.. linnya bodoh.
Gladys Yap
duhh penasaran kelanjutan nya min
Alya Yuni
Critanya mkin norak
ade ichi: kalau menurutmu ceritanya norak ya ga usah di baca,, lha ini di baca iya ngatain juga iya..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!