Spin of novel Gadis Tawanan Sang Psychopath...
...............
Allah Maha Mendengar...tapi tidak mengabulkan?
Benarkah....
Ketika seorang pendosa bermimpi mendapatkan wanita solehah pujaan hatinya.Segala cara ia lakukan demi menunjukkan betapa ia sangat bersungguh-sungguh ingin meminang sang muslimah sebagai pendamping hidupnya.
Mengabaikan status sang solehah yang menyandang predikat sebagai calon istri orang.
Kepercayaan diri yang tinggi,berbekal keyakinan bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia ini.Berkaca pada dua pria pendosa yang dikenalnya,mantan penjahat dan mantan pembunuh yang menemukan istri Solehah dan membawa mereka menuju jalan lurus yang Tuhan ridhoi...
Ia yakin wanita muslimah itu adalah tulang rusuknya yang hilang satu...
Mungkinkah sang pendosa bisa mendapatkan hati muslimah pilihannya?
Mungkinkah Tuhan mengabulkan doa sang pendosa yang menginginkan pendamping solehah sebagai teman hidupnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PROLOG
Terima kasih yang masih berkenan mendukung novel novel recehan karya manusia halu yang satu ini....
Hanya ditulis oleh author amatir.Manusia hobi halu yang masih miskin ilmu.
Ini adalah novel ketiga,lanjutan dari Novel kedua,Gadis Tawanan Sang Psychopath....
untuk readers baru bisa baca dulu novel kedua biar nggak bingung ya....🥰🥰🥰
...****************...
*Jika ada yang bilang....
Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan,Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk sebelah kiri prianya...maka mungkinkah wanita se sempurnamu adalah tulang rusuk pendosa sepertiku?
Jika ada yang bilang...
Pasangan kita adalah cerminan diri kita,maka mungkinkah jika wanita solehah layaknya bidadari syurga sepertimu bersanding dengan pria ahli neraka sepertiku?
Aku mencintaimu...tapi aku tau aku bukan calon pemimpin yang baik untukmu.Aku hanya berharap....semoga Tuhan memberikan kesempatan pada pendosa seperti ku untuk bisa dekat denganmu,membuktikan keseriusanku bahwa aku ingin menjadikanmu makmumku.
.
.
.
.
Makmum Untuk Sang Pendosa**.....